NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:81.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melepaskanmu demi Kakaku

Bau karbol dan suara langkah terburu-buru petugas medis menyambut kedatangan Arjuna dan Dita di rumah sakit. Arjuna, dengan seragam yang koyak dan lengan kanan berbalut kain kasa yang mulai memerah, menolak untuk ditangani lebih lanjut sebelum ia melihat kondisi adiknya.

Setelah lukanya dijahit, Arjuna melangkah pelan menuju ruang rawat inap VIP tempat Angga berada. Dita mengikuti di belakangnya dengan langkah gontai, mengenakan kemeja kebesaran milik Arjuna untuk menutupi seragam sekolahnya yang sempat kotor saat penyekapan.

Di dalam ruangan, Angga tampak pucat dengan selang infus dan balutan perban tebal di lengannya. Saat pintu terbuka, mata Angga langsung tertuju pada Dita. Ada kilat kekhawatiran yang luar biasa, namun ia segera menahannya saat melihat Arjuna berdiri di samping gadis itu.

"Mas... Mas Juna... tanganmu," bisik Angga parau.

Arjuna duduk di tepi ranjang, menatap adiknya dalam-dalam. "Aku tidak apa-apa, Ga. Justru aku yang ingin bertanya... kenapa kau bisa ada di sana bersama Dita? Kenapa kau mempertaruhkan nyawamu untuknya?"

Suasana mendadak hening. Dita meremas ujung kemejanya, jantungnya berdegup kencang menanti jawaban Angga. Ia berharap ada pengakuan, namun ia juga takut akan konsekuensinya.

Angga melirik Dita sekilas, lalu beralih menatap langit-langit kamar. Ia menelan ludah, mencoba menguatkan hatinya yang hancur berkeping-keping. Demi kehormatan kakaknya, pria yang begitu menyayanginya dan sudah seperti sosok ayah baginya, Angga memilih untuk mengubur perasaannya hidup-hidup.

"Dita... dia teman baikku di sekolah, Mas," ucap Angga dengan suara yang diusahakan tetap tenang. "Kami satu angkatan. Aku hanya tidak sengaja melihatnya dicegat orang-orang itu, jadi aku mencoba menolongnya. Hanya sebatas teman, Mas... tidak lebih."

Deg!

Dita memejamkan mata. Dadanya terasa sesak seolah dihantam benda tumpul. Kecewa? Tentu saja. Pria yang baru kemarin memeluknya erat dan mengatakan masih mencintainya, kini justru menganggapnya "hanya sebatas teman" di depan suaminya sendiri. Dita tahu Angga sedang berkorban, tapi rasa sakitnya tetap nyata.

Arjuna terdiam. Sebagai seorang perwira polisi yang terbiasa membaca gerak-gerik tersangka, ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan. Getaran di suara Angga dan tatapan nanar Dita tidak bisa berbohong. Arjuna merasa Dita memiliki tempat yang sangat spesial di hati adiknya, jauh lebih dari sekedar teman sekolah.

"Hanya teman?" tanya Arjuna sekali lagi, nadanya datar namun mengintimidasi.

Angga memaksakan sebuah senyuman tipis, senyuman paling pahit yang pernah ia buat. "Iya, Mas. Jaga Kakak Ipar baik-baik. Dia orang baik, dia pantas mendapatkan perlindungan dari pria hebat seperti Mas Juna."

Mendengar kata "Kakak Ipar" keluar dari mulut Angga dengan nada pasrah, Dita hanya bisa menunduk, diam seribu bahasa. Ia pasrah pada takdir yang seolah mempermainkannya. Cinta pertamanya baru saja melepaskannya secara resmi kepada kakaknya sendiri.

Arjuna mengangguk pelan, meski hatinya masih dipenuhi kecurigaan. Ia tidak ingin menekan adiknya yang baru saja siuman. "Baiklah kalau begitu. Istirahatlah, Ga. Terima kasih sudah menjaga istriku sampai aku datang."

Arjuna bangkit dan merangkul pundak Dita, membawa gadis itu keluar dari ruangan. Saat pintu tertutup, Angga memalingkan wajahnya ke arah jendela, air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh membasahi bantal.

Di lorong rumah sakit, Arjuna sempat menghentikan langkahnya dan menatap Dita yang masih tertunduk lesu.

"Kenapa kau diam saja, Dita? Apa kau juga menganggap Aga hanya sebagai teman?" tanya Arjuna menyelidik.

*

*

Dua hari berselang, suasana di kediaman Diningrat tampak sibuk. Kepulangan Arjuna dan Angga disambut hangat, namun ketegangan tak kasat mata menyelimuti ruang tamu. Arjuna melangkah masuk dengan lengan kanan yang masih terbalut perban, tangannya yang sehat merangkul bahu Dita dengan protektif, seolah menegaskan pada dunia siapa pemilik gadis itu sekarang.

Di sisi lain, Angga berjalan perlahan di samping mereka. Wajahnya datar, matanya dingin, dan ia sama sekali tidak melirik ke arah Dita. Ia bersikap seolah kejadian di jalan setapak dan pelukan emosional itu hanyalah fragmen mimpi buruk yang sudah ia hapus dari ingatannya.

"Aga, hati-hati sayang. Sini Ibu bantu duduk di sofa," ucap Bu Kinanti lembut, membimbing putra bungsunya.

Dita menatap punggung Angga dengan rasa sesak yang tertahan. Jemarinya bergetar, seperti ada dorongan kuat di dalam hatinya untuk berlari membantu Angga, menanyakan apakah lukanya masih nyeri, atau sekadar memastikan pria itu baik-baik saja. Namun, remasan tangan Arjuna di bahunya menyadarkannya. Ia harus tahu diri. Ia adalah istri dari kakak pria itu.

"Siena, Maudy... kalian sudah menunggu?" sapa Arjuna saat melihat putri kecilnya dan Maudy berdiri di dekat tangga.

Siena langsung berhambur, namun ia berhenti tepat di depan Dita, menatapnya dengan pandangan permusuhan sebelum beralih ke ayahnya. "Ayah, apakah Ayah baik-baik saja?" tanya Siena dengan nada khawatir yang tulus.

Arjuna tersenyum tipis, mengusap lembut kepala putrinya dengan tangan kiri. "Ayah baik-baik saja, Nak. Kamu tidak usah khawatir."

"Kamu beneran baik-baik saja, Mas?" Maudy menimpali, suaranya dibuat selembut mungkin namun matanya berkilat tajam ke arah tangan Arjuna yang masih merangkul Dita. Ia ingin sekali menyingkirkan tangan itu dan menggantikan posisi Dita, namun ia hanya bisa berdiri mematung di samping Siena.

"Aku butuh istirahat di kamar. Dita, tolong bantu aku," pamit Arjuna singkat pada semuanya.

Maudy dan Siena hanya bisa menatap punggung keduanya yang menjauh menuju kamar dengan rasa tidak suka yang memuncak.

Kamar Utama

Di dalam kamar, pintu tertutup rapat. Dita dengan telaten mulai membantu Arjuna melepaskan jaket kulitnya. Namun, saat Arjuna hendak merebahkan tubuhnya yang tegap ke atas ranjang, ia sedikit kehilangan keseimbangan karena menahan nyeri di lengan kanannya.

"Eh, Pak! Hati-hati!" seru Dita sigap menahan tubuh Arjuna.

Namun, karena bobot tubuh Arjuna yang jauh lebih besar dan kuat, Dita justru ikut tertarik. Tubuhnya oleng, dan dalam sekejap, Dita jatuh tepat di atas dada bidang suaminya.

Deg!

Dita terpaku. Wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Arjuna. Wangi parfum maskulin bercampur aroma obat-obatan dari tubuh Arjuna memenuhi indra penciumannya. Keheningan mendadak terasa begitu pekak. Arjuna menatap lekat manik mata Dita yang bulat dan bening.

Dalam gerak refleks yang sangat lembut, tangan kiri Arjuna terangkat. Ia menyelipkan beberapa helai anak rambut Dita yang menutupi wajah cantiknya ke belakang telinga. Sentuhan jemari Arjuna yang hangat membuat aliran listrik aneh menjalar di tubuh Dita.

"Ma...maaf, Pak! Saya tidak sengaja!" Dita buru-buru beranjak, bangkit dengan wajah yang memerah padam hingga ke leher.

Arjuna berdehem pelan, ia membuang muka ke arah jendela, tampak salah tingkah. "I...iya... tidak apa-apa. Terima kasih, Dit."

Suasana di kamar itu mendadak menjadi sangat canggung. Ada getaran yang mulai tumbuh di antara mereka, meski Dita masih berusaha keras mengubur bayangan Angga di sudut hatinya yang terdalam

Bersambung...

1
74 Jameela
PakPolGan Arjuna bnyk bnget penggemarmu ndaaaan🫡🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
semagatt💪💪dita,jdi gak sabarr nuggu kejutan dri dita dan juna besok
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu besok ya kak 🤭
total 1 replies
Teh Yen
duh manis banget ini pengantin baru serasa dunia milik berdua yah hihii 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: yang lainnya ngontrak ya kak 🤣🤣
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 🙏😊
total 1 replies
Arum Dyah
istrimu bkn lagi kekuatanmu juna tpi dia adalah seorang pawang dari singanya mabes🤣🤣🤣
Arum Dyah: kok ya jdi kebayang apa jdinya nanti waktu prosesi pedpor yg harusnya sakral tiba² soundtracknya jdi pikachu...🤣🤣🤣
total 2 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bikin iri saja😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Teh Euis Tea
cinta monyet legendaris ga tuh 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya sidang pra nikah di kantor kepolisian tmpt suami mu bertugas lancar ya dita,dan ditunggu sgra pesta pernikahan nya🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kal 🙏😁
total 1 replies
neny
selamat dita,,sebentar lg mau mengelar resepsi nikahan secara negara dan dinas,,💪🤍
neny: sama2🤭
total 2 replies
Ariany Sudjana
kok masih kasih kado? bukannya sudah jaman transfer ke rekening pengantin kan?
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: itu beda lagi kak, ini sebagai tanda mata atau kenang-kenangan
total 1 replies
Nurhayati Yati
lanjut thor
Teh Euis Tea
dr Fatma, udah ya jgn punya niatan untuk dekatin Juna, kita cari duren tajir aj yu, aku temenin dah ya tp jgn ajak othor dia mah ribet kudu izin misuanya dulu 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 4 replies
Patrick Khan
ow dapet undangan mantan ta😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak🤣
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
si dokter gatel yg gw suntik sianida jg nih 😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Chuckle//Chuckle/
total 3 replies
Nar Sih
nah gitu dong dita,tunjukin klau arjuna juma milik mu seorang biar gak ada calon,,pelakor yg mau masuk
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 👍🏼🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
selesai sudah marathon nya....
walaupun gak comend di setiap bab nya... di krn kan fokus ke cerita....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya ampun, terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
neny
nah gtu,,dr fatma se kali2 hrs dikasih faham,,spy tdk berharap lg,,dan untuk urusan asdos,,yakinlah dita,km bs dan tunjukan sm dr fatma bahwa km cerdas,,💪🤍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Dita, jangan biarkan pelacur murahan seperti Fatma itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Arjuna
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
sebener nya Maudy itu gimana sih...😒, sok brrkuasa... yang punya rumah aja ramah sekali, lha kok yang gak ada hubungan nya keluarga ngegas dan sinis.... hanya bibi dari Shiena aja sok waw😏
Maulana ya_Rohman
mampir di sini thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir kak 🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!