NovelToon NovelToon
ReyLin

ReyLin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Teen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Sumartini

REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4



Rendy dan Linda

Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.

tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----


#mohon maaf masih pemula 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Damian dan Silvi

Waktu tidak bisa berhenti, jarum jam akan terus berputar, dari langit yang terang menjadi gelap atau dari panas ketemu hujan bahkan tanggal di setiap kalender mulai berganti.

Tanpa sadar satu setengah tahun telah berlalu. Meski tahun sudah berganti tapi kehidupan makhluk hidup tetap berlanjut.

Kini siswa siswi pun telah naik ke tingkat lebih di atas lagi. Siswa siswi tingkat tiga sebelumnya telah melambaikan tangan mereka, menatap haru bangunan sekolah yang menjadi tempat belajar menuntut ilmu selama tiga tahun. Ruang kelas mereka kini di ganti rupa oleh adik kelasnya yang lulus ke tingkat tiga.

"Akhirnya akan ada yang menggantikan posisiku." ucap Rendy.

"Aku belum sanggup pisah denganmu ketua." kata Damian menangis terharu.

"Apa sih ! Kalau masih betah, lu lanjut aja jadi bagian dari organisasi ini." kata Rendy.

"Tidak mungkin. Aku sudah lama menunggu moment bahagia ini."

"Jadi kamu senang berpisah Damian? Padahal aku berharap kita gak akan pisah." kata Silvi bergabung.

"Bukan seperti itu Silvi. Mana mungkin aku sanggup pisah dari kamu." jawab Damian dengan wajah menahan kesedihan.

Rendy menatap mereka dengan aneh, "Kenapa kalian gak pacaran aja sih? Lagi pula kita masih satu kelas dan satu sekolah."

Damian tertawa, "Ren. Lu jangan bahas pacar ya, nanti Silvi galau pacarnya kan lagi ada di-"

"Gue udah putus."

"Huh? Apa?" tanya Damian memandang sedikit terkejut kearah Silvi.

"Gue gak mau ngomong dua kali." kata Silvi mulai membuka laptopnya.

"Kok bisa? Dia selingkuh? Atau lu yang selingkuh?" tanya Damian dengan alis berkerut.

Silvi memanyunkan bibirnya, "Kenapa sih gue harus suka sama orang yang gak peka begini."

"Huh? Sekarang lu lagi suka sama siapa? Siapa yang gak peka itu?" tanya Damian penasaran.

Kening Silvi semakin berkerut, ia menghentakkan dirinya, menutup laptopnya, menggeser kursi, lalu "Ren ! Gue mau cari Linda aja ! Kesel banget gue sama temen lu !" ucapnya berlalu keluar ruangan itu dengan langkah menahan rasa yang berkecamuk di hatinya.

"Apa sih? Lo kenapa Silvi? Kenapa jadi marah?" kata Damian ikut berdiri setengah berteriak melihat Silvi yang berlalu.

"Emang gue ada salah ya Ren?" tanya Damian memandang Rendy yang sejak tadi tersenyum tipis melihat mereka.

"Banyak salahnya lo !" jawab Rendy.

"Huh? Gue gak paham." jawab Damian kembali duduk.

"Lo suka kan sama Silvi?" tanya Rendy.

Damian terdiam. Dia menatap buku catatan miliknya yang terbaring di atas meja. "Ya. Gue suka." jawab Damian, menahan debaran di dadanya.

"Kenapa lo gak kasi tau dia?"

"Mana mungkin. Dia punya pacar-"

"Udah putus." sela Rendy.

"Ah iya, udah putus." jawab Damian membenarkan ucapan Rendy.

"Lantas apa yang lo tunggu?" tanya Rendy lagi.

"Gue ragu , gak yakin dia bakalan suka gue. Gue takut hubungan kita tiba - tiba jadi canggung karena-"

"Coba ! Lu belum coba udah mikir yang aneh - aneh. Lu itu sebenarnya mau ngejar Silvi atau enggak sih? Kalau lu suka buktikan, cewek butuh tindakan Damian ! Gue pernah baca begini, ketika seseorang benar - benar jatuh cinta, di tidak hanya mengatakannya tetapi juga menunjukkannya. Dimana ya gue baca, pokoknya gue pernah baca itu." kata Rendy menyilangkan tangannya di depan dada.

Damian mendengus pelan, "Lu curhat? Karena sebelumnya enggan mengakui Linda? Terus lu jatuh cinta dan sekarang lu nasehatin gue?."

Rendy ikut mendenguskan nafasnya, "Padahal niat gue udah baik sama lu."

Damian tertawa kecil, "Iya. Gue sedikit ragu. Apa-"

"Gas Damian !" seru Rendy berapi - api.

Damian menarik senyuman tulus di wajahnya, "Terimakasih ya Rendy."

Rendy menanggapi dengan tersenyum tipis melihat langkah Damian yang keluar ruangan tersebut meninggalkan dia seorang diri.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

"Silvi? Ngambek lu? Boleh gue gabung ya? Linda mana?" tanya Damian yang mendapati Silvi duduk sendiri hanya ditemani laptopnya.

Silvi tidak bergeming atau pun bersuara. Bahkan irish yang biasa menatap Damian dengan cerah itu nampak sedikit redup.

"Silvi?" ucap Damian sekali lagi memanggil namanya.

"Ngapain sih lo kesini?" ketus Silvi tanpa menatap Damian.

Damian menarik sudut bibirnya, dia menggunakan tangan kirinya untuk menahan dagunya. Tangan kanan terulur mengangkat wajah Silvi. "Hayo. Coba lihat sini cantik." ucapnya dengan nada merayu.

Silvi mendelik menatap bola mata hitam di hadapannya. "Apa sih !" ucapnya kesal, menghentakkan tangan Damian.

Damian tertawa, "Kenapa marah - marah? Wajah lu makin jelek tau." ucapnya dengan pandangan mengejek.

"Iya gue emang jelek ! Lantas ngapain lo kesini? Ngapain lu nyamperin cewek jelek?" kata Silvi mendelik tajam dan mengempas kembali tangan Damian.

"Soalnya gue suka cewek jelek kayak lo !" ucap Damian, dia memandang Silvi dengan wajah mengejek tetapi ada nada serius di setiap kata yang Damian ucapkan.

"Apa sih ! Gak lucu tau !" keluh Silvi mengabaikan Damian.

"Emang gak lucu, kan gue serius bukan stand up comedy." jawab Damian.

"Damian..."

"Ya?"

"Cara lo ungkapkan cinta itu jelek banget tau. Pantes aja lu masih jomblo." kata Silvi memandang bola mata berwarna hitam yang meneduhkan.

"Lo mau sama gue?" tanya Damian memandang lekat - lekat irish berwarna biru sejernih lautan itu.

Mata Silvi membulat lebar. Hatinya bersorak gembira tetapi masih ragu apakah ini ungkapan yang serius atau hanya bercanda.

"Damian. Tolong jangan bercanda, ini gak lucu." jawab Silvi memalingkan wajahnya.

"Gue gak bercanda. Gue suka sama lo." kata Damian meraih tangan Silvi membawanya menyentuh pipi pemuda itu. "Gue suka sama lo, udah lama. Gue gak berani bilang. Lo udah punya pacar saat itu dan gue takut setelah ini hubungan kita jadi renggang karena gue bilang gini. Duh gimana ya cara gue jelasin sama lo ! Gue gak tau sejak kapan tapi, soal gue suka elo, itu serius Silvi." ucap Damian panjang lebar, wajahnya bersemu merah menahan debaran di dada.

Silvi terdiam. Ia memandang Damian dengan ragu, "Apa sih yang lo suka dari gue?"

"Apa itu butuh alasan? Kalau iya, gue gak punya alasan Silvi. Soalnya gue juga gak tau, kenapa ya gue suka lo? Hahahaha" jawab Damian tertawa.

Silvi tersenyum lembut, "Akhirnya lo ungkap semuanya."

"Jadi, lo mau sama gue?" tanya Damian mengecup telapak tangan Silvi yang menempel di pipinya.

"Mau ngapain gue sama lo?" tanya Silvi balik.

"Lo mau pacaran sama gue?"

Silvi tertawa kecil, "Gue dari dulu gak bisa nolak seorang Damian Angkasa." jawab gadis itu menyentuh pipi Damian dengan ibu jarinya.

"Lo emang gak boleh nolak gue Silvi Parker. Gue udah nunggu lama untuk hal ini." kata Damian tersenyum lembut kearah Silvi yang merona hebat.

1
Jro Resmiasa
terus berkarya Thor 💪💪💪🙏
Sumartini: terimakasih kak 🙏 semangat berkarya juga 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!