NovelToon NovelToon
Satu Malam Yang Merubah Ku

Satu Malam Yang Merubah Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Millea

Satu malam dalam keadaan mabuk berat, Permana merusak hidup seorang wanita yang bahkan tak ia kenal.

Wanita itu—Aaliyah, putri dari orang terpandang di kota London. Ia merasa bersalah sudah menodai wanita itu, sampai kata - kata yang di ucapkan oleh Aaliyah pada malam itu masih terus terngiang di kepala Praman.

“Bertaubatlah !! Kasihani orang tua mu. Aku tahu siapa dirimu sebenarnya.”

Sejak saat kejadian itu, Pramana. Merasa bersalah pada Aaliyah. meretakkan cintanya pada sang kekasih, mengguncang keyakinannya, dan menyeretnya pada pertanyaan terbesar:

mampukah ia menebus dosanya selama ini ia lakukan atau justru tenggelam dalam masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Millea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

" Pram, apa kamu masih sangat mencintai ku seperti dulu ? " tanya Ethan. Sambil menatap wajah sang kekasih dengan lekat. Ada harapan yang sangat besar di dalam hati Ethan kalo Pramana akan menjawab kalo dia masih sangat mencintai dirinya.

Melihat kediaman Pramana dengan wajah bingung dan mata penuh ke raguan. Membuat Ethan merasa kecewa, padahal ia sudah sangat berharap mendapatkan kata cinta yang selalu Pramana berikan dulu, setiap kali mereka bertengkar.

Sedangkan Pramana mendapatkan pertanya dadakan seperti itu dari Ethan. Membuat ia tak bisa menjawab, lidahnya terasa kelu ketika akan menjawab pertanyaan tersebut.

Apakah Pramana harus berkata jujur saja pada Ethan saat ini. Kalo ia ingin bertoba atas segala sesuatu yang sudah ia lakukan selama ini. Dan mengakhiri hubungan mereka.

Pramana menatap lekat Ethan sebantar lalu menarik nafasnya lalu menghembuskan denga kasar.

" Ethan..... Aku...Aku mau hubungi kita berakhir." Ucap Pramana dengan terbata - bata, matanya masih menatap wajah Ethan yang shock setelah mendengar kata putus yang ia lontarkan pada pria di hadapannya.

Deg!!

Jantung Ethan terasa di tikam kuat,

mendengar perkataan yang Pramana barusan. Ia merasa tak percaya dengan apa yang di omongkan oleh Pramana barusan.

Putus ? Mangakhiri hubungan yang sudah mereka berdua jalani selama 3 tahun ?

" Kanapa ? Kenapa kamu mangakhiri hubungan yang sudah kita jalani selama 3 tahun ini, Pram ? Apa salah ku pada mu sampai kamu memutusi ku ? " tanya Ethan dengan lirih dan mata berkaca - kaca siap untuk menangis.

" Kamu... kamu ngga salah apa - apa, Et.."

"Hanya saja aku ingin bertobat pada tuhan ku. Atas semua kesalahan yang sudah aku perbuat selama ini. Aku juga tidak mau kedua orang tua ku kecewa ketika tahu, kalo anak lelakinya seorang pria Gay. " ucap Pramana lirih dengan kepala menunduk tak berani menatap wajah pria yang masih sangat ia cintai.

Mata Ethan berkaca - kaca mendengar penuturan Pramana yang ingin bertobat pada tuhannya. Rasanya Ethan ingin marah, pada pria yang ia cintai itu. Kenapa baru sekarang Pramana mengingat tuhan, kenap tidak dari dulu saja?!

Tapi Ethan tak ingin egois. Ia ingin mendukung apa pun yang akan Pramana lakukan. Kalo lelaki itu ingin bertobat dan memohon ampun pada tuhannya. Ethan pasrah dan terus mendukung tobatnya Pramana. Supaya lelaki yang masih ia sayangi sepenuh hati, kembali kejalan yang benar.

" Kalo itu pilihan mu aku tak masalah. Aku akan selalu mendukung mu, Pram. " ucap Ethan sendu sambil menatap wajah Pramana yang mulai menitihkan air matanya.

" Maaf... sekali lagi maafkan ku... dan terimakasih masih mau mendukung ku, untuk kembali kejalan yang benar. " ujur Pramana, sambil menatap wajah Ethan dengan lekat.

Praman sedikit merasa lega melihat tatap jujur dari Ethan. Tapi Pramana masih ada sedikit rasa bersalah pada Ethan, karena telah menutupi masalahnya malam itu pada Ethan.

" Pram.... setelah kita Putus jangan menjadi asing atau bermusuhan... " ucap Ethan, menjeda sebenar lalu melanjutkan perkataannya. " Aku ingin kita bertaman... apa kamu mau ? "

Pramana melempar senyum tipis pada Ethan lalu mengulurkan tangannya pada Ethan, " Hmm.. aku mau menjadi teman mu, Et. "

Ethan menerima uluran tangan itu dan menjabatnya. Tangan yang dulu selalu mengusapnya dengan lembut dan penuh cinta, kini berubah menjadi jabat tangan biasa antar sahabat.

Ethan bukan tipikal pria pendendam seperti pria Gay pada umumnya setelah di putusin oleh sang kekasih secara tiba - tiba. Ia lebih memilih hidup damai dan bersahabat dengan mantan kekasihnya dari pada menyimpan dendam.

Dengan mantan yang terdahulunya saja Ethan masih berteman baik sampai saat ini. Dan maaih sering bertemu, untuk sekedar minum atau nongkrong saja.

Apa lagi ini putusnya, karena Pramana

ingin bertobat pada tuhanya. Ethan harus terus mendukung dan memberi hal positif pada Pramana. Supaya mantan kekasihnya itu bisa kembali ke jalan yang benar.

" Semoga jalan yang kamu pilih yang terbaik, Pram. Aku akan selalu mendukung mu untuk kembali ke jalan yang benar. " ucap Ethan setulus hatinya.

" Maaf.... dan terimakasih, Tan. Sudah mau mendukung ku " jawab Pramana tulus.

Dua orang yang dulu saling mencintai dan berbagi keluh kesah. Kini menjadi sahabat, tidak ada dendam di antara mereka.

Entah kalo nanti Ethan sampai tahu tentang masalah yang sedang di hadapi oleh Pramana sekarang. Di tambah dengan tobatnya Pramana itu.

----

Beberapa hari berikutnya, Pramana semakin sering menelusuri jejak tentang Elara, di bantu oleh temannya. Ia membuka kembali rekaman CCTV dari hotel malam itu—bukan untuk membenarkan diri, tapi untuk menyiksa dirinya sendiri. Ia meratapi kesalahannya yang sudah ia perbuat oleh wanita itu. Setiap kali wajah Aaliyah muncul semakin batin Pramana tersiksa.

Kemudian ia kembali membuka artikel tentang Aaliyah yang di kirimkan oleh temannya waktu itu. Foto - foto Aaliyah yang memenangkan beragam penghargaan di artikel tersebut terpampang jelas di layar laptopnya. Senyum manis dan wajah bahagia Aaliyah di foto itu membuat

Pramana semakin bersalah dan tersiksa dibuatnya.

“Kau pantas untuk dicintai, bukan dicemari oleh seseorang sepertiku…”

gumamnya pelan.

Rasa bersalahnya kini berubah menjadi beban yang tak tertahankan. Ia mulai kehilangan fokus di kantor, bicara terbata saat rapat, bahkan sempat ditegur oleh atasannya.

“Are you okay, Pram ?” tanya bosnya suatu pagi. Pramana hanya menjawab singkat, atas pertanyaan yang di lontarkan oleh sang bos. Tidak mungkin bukan ia bercerita tentang masalahnya pada atasanya itu.

---

Di sisi lain, Aaliyah mulai merasa tubuhnya berbeda. Ia sering mual di pagi hari, cepat lelah, dan emosinya tak stabil. Awalnya ia mengira stres akibat pekerjaan, tapi batinnya mulai menolak alasan itu. Bahkan  makanan yang dulu tidak ia sukai sekarang malah menyukainya. Membuat Aaliyah semakin bertanya dengan kondisinya saat ini.

Malam itu, ia berjalan pulang dengan langkah gontai. Hujan turun rintik-rintik, membasahi mantel cokelat yang ia kenakan. Setibanya di gerbang kompleks, ia berhenti sejenak, mengangkat wajahnya ke langit yang kelam.

Aaliyah lebih suka menggunakan transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadinya. Kalo ia berjalan seorang diri seperti ini, di bawah langit gelap kota London. Aaliyah bisa mengurangi rasa penatnya dari tumpukan pekerjaan. Memang jarak gerbang komplek ke rumahnya cukup jauh. Tapi bagi Aaliyah tak masal, yang terpenting ia mempunyai waktu sendiri untuk mengurangi rasa lelahnya.

Ketika ia menyusuri jalanan komplek, Entah kenapa, matanya kembali menatap balkon rumah seberang yang lampunya masih menyala.

Di sana, sesosok pria berdiri. Sama seperti seperti waktu itu— diam, membisu, seolah menatap langit tapi sesungguhnya sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Aaliyah mencuri pandang sebentar ke arah Pramana yang sedang menatap langit gelap

dengan tatapan kosong. Ia merasa pria itu semakin lesu dan murung dari hari sebelumnya.

" Apa pria brengsek itu sedang banyak masalah ? " Gumam Aaliyah dalam hati. Matanya masih memandang wajah Pramana yang murung dengan tatapan tajam.

Merasa tak peduli Aaliyah kembali melangkahkan kaki menuju kediamannya. Ia takut pria itu memergoki dirinya yang sempat mengamati.

Sementara di balkon seberang, Pramana tidak tahu bahwa hanya beberapa meter di bawah pandangannya, wanita yang menghantuinya setiap malam sedang berdiri di bawah gerimis sambil mengamatinya.

Ia menarik napas panjang, menatap langit gelap yang meneteskan air dingin di wajahnya, lalu berbisik lirih:

“Aku ingin menebus dosaku… tapi bagaimana caranya, Tuhan?”

" Aku bahkan rela memutusi hubungan ku dengan orang yang sangat ku cintai. Hanya untuk menebus dosa - dosa ku pada mu selama ini. Tolong bimbing aku kembali ke jalan terbaik mu, ya allah. " lanjut Pramana dengan suara lirih dan air mata yang mulai jatuh membasahi pipi.

---

London larut dalam hujan malam itu. Dan di dua rumah yang berdekatan, dua hati yang hancur menatap langit yang sama — tanpa tahu bahwa langkah mereka perlahan

sedang dituntun menuju pertemuan yang akan mengubah segalanya.

Bersambung......

1
Uthie
Coba mampir 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!