Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Tidak Akan Mundur
Melisa baru saja tiba di kediaman Aksara, saat smartphone milik Beni berbunyi. "Keluarga Alamanda," ucap Beni memberitahu istri dan putranya yang sedang duduk bersamanya.
"Cepat angkat Pa!" Perintah Hana. "Mungkin berkas adopsi Meila sudah selesai, itu berarti kita sudah bisa mendapatkan uang yang mereka janjikan.
Keluarga Aksara bersedia melepas Meila, asalkan keluarga Alamanda memberikan kompensasi pada mereka. Kompensasi karena sudah membesarkan Meila selama ini. Keluarga yang aneh memang. Namun Beni harus melakukan itu. Perusahaan miliknya butuh dana tambahan untuk proyek baru.
Keluarga Alamanda memang tidak memberitahu Meila tentang kompensasi yang keluarganya minta. Karena mereka tidak ingin Meila semakin terluka mengetahui masalah ini. Cukup mereka mengatakan, jika Erik memberikan ancaman pada keluarga itu. Padahal yang sebenarnya, Erik tidak pernah satu kali pun berkomunikasi dengan Beni. Semua diurus oleh Narendra, sebagai paman Meila.
Melisa segera bergabung dengan keluarganya. Dia juga ingin menyimak berita yang akan disampaikan perwakilan keluarga Alamanda tersebut.
Saat tahu Meila akan diadopsi oleh keluarga Alamanda, rasa bencinya terhadap Meila semakin bertambah. Dia tidak suka Meila bahagia. Melisa bahkan sudah menyusun rencana, agar Meila dibuang oleh keluarga yang mengadopsinya. Tentu saja, setelah Beni menerima uang kompensasi dari keluarga Alamanda.
Di telepon, Narendra menyampaikan bahwa, besok pagi Meila akan menikah. Keluarga Alamanda meminta Beni untuk menjadi wali nikah Meila. Narendra mengatakan, menjadi wali nikah untuk Meila adalah persyaratan terakhir yang harus Beni lakukan, sebelum pria paruh baya itu menerima sejumlah uang yang dia minta pada keluarga Alamanda.
Narendra tidak menjelaskan siapa calon suami Meila, sehingga Beni mengira Meila menikah dengan pria biasa. Beni menyanggupi akan datang sebagai wali nikah untuk Meila.
Keluarga Alamanda bukan keluarga yang melakukan sesuatu tanpa perhitungan. Mereka akan memberikan uang kompensasi tersebut pada Beni. Namun, Narendra dan Erik memastikan, keluarga Aksara, tidak dapat menikmati uang tersebut. keluarga itu tidak pantas mendapatkan itu semua.
"Baik Saya dan keluarga akan hadir di pernikahan Meila. Setelah itu, sesuai perjanjian Saya akan mengeluarkan Meila dari keluarga Aksara." Beni menjawab dengan yakin.
"Bagus Tuan Beni, Anda sangat pengertian," balas Narendra diseberang sana. Bibirnya tersenyum, karena lawan sudah masuk dalam perangkap.
Melisa menghampiri Beni. Di hanya ingin memastikan siapa yang menikah. "Siapa yang mau menikah Pa?" tanyanya.
"Meila," jawab Beni.
"Dengan kak Zayan?" Tanya Melisa lagi. Takut rencananya menikahi dokter itu gagal.
"Bukan sayang," ucap Beni sambil mengusap kepala putrinya. "Kamu tidak perlu takut, Zayan pasti akan menikah dengan kamu," ucapnya lagi.
"Jadi Meila akan menikah dengan siapa?" Hana yang bertanya.
"Tuan Narendra tidak memberitahu siapa calon suami Meila. Sepertinya, dia menikah dengan pria biasa." Jawab Beni.
"Keluarga Alamanda pasti akan memberikan pengumuman, jika pria yang akan menikah dengan Meila itu orang terpandang." Hana menambahkan.
"Betul itu Ma. Meila sepertinya putus asa tidak jadi menikah dengan kak Zayan. Jadi dia menjebak sembarang pria agar mau menikah dengannya. Dia kan gadis murahan." Melisa sengaja memprovokasi keluarganya.
Sudut bibir Melisa terangkat, melihat Beni mengepalkan tangannya. "Sepertinya, Meila menggoda pria itu dengan tubuhnya. Dia juga melakukan itu waktu mendapatkan kak Zayan."
Emosi Beni semakin tinggi mendengar ucapan Melisa, yang mengatakan Meila menggoda pria dengan tubuhnya. Dia menganggap, Meila sudah mempermalukan keluarga Aksara.
Beni segera menghubungi Meila. Tanpa mencaritahu kebenarannya, dia mengeluarkan kata-kata yang menyakiti Meila. Jangan tanyakan bagaimana Melisa. Dia sangat senang sang adik mendapatkan amarah dari ayah mereka.
Sebuah ide muncul dipikiran Melisa yang selalu licik. Zayan pasti akan sangat membenci Meila, begitu tahu saudaranya itu sudah menikah dengan pria lain. Melisa akan memberitahu pria itu, kalau Meila menggoda pria lain dengan tubuhnya.
"Jangan beritahu Zayan tentang pernikahan Meila, Lisa!" Beni mengingatkan Melisa yang sibuk dengan benda pipih yang ada di tangan putrinya itu. Melisa terkejut dengan peringatan Beni. Wajahnya mendongak menatap lurus pada ayahnya itu.
"Biarkan Zayan tahu setelah Meila menikah, setelah kita mengumkan Meila bukan lagi bagian dari keluarga Aksara." Beni menjelaskan.
"Betul itu, bisa saja anak tidak berguna itu sengaja menikah dengan pria lain, untuk membuat Zayan cemburu." Hana menambahkan.
Melisa diam. Apa yang orang tuanya katakan ada benarnya. Zayan tidak boleh tahu tentang pernikahan Meila dengan pria tidak dikenal itu.
"Anak tidak berguna itu kira, dia bisa membodohi kita," ucap Melisa.
"Dia tidak bisa membodohi kita. Dia itu sama tidak berguna seperti ibunya." Risa yang bicara. Risa, ibu dari Hana, nenek dari Melisa dan Mirza. Dia baru saja ikut duduk bersama keluarga Aksara.
"Ibunya? Maksud Oma apa?" Tanya Melisa tidak mengerti.
"Bukan apa-apa. Ayo kita segera istirahat." Beni menyela sebelum ibu mertuanya bicara hal yang tida5perlu dibicara. Perbuatannya di masa lalu terhadap keluarganya sendiri, jangan lagi dibicarakan. Itu demi kedamaian yang mereka nikmati selama ini. Membiarkan Meila diadopsi keluarga Alamanda, adalah salah satu cara mengubur masa lalunya. Tidak ada yang boleh tahu kebenarannya.
"Besok, setelah menghadiri pernikahan Meila, kita akan mengumumkan, Meila Ayunda bukan lagi bagian keluarga Aksara." Beni bangkit dari duduknya, lalu masuk ke ruang kerja.
Tidak ada yang membantah ucapan Beni. Keluarga Aksara satu persatu bangkit dari duduknya, lalu masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
Di kediaman Alamanda, Erik mendengarkan percakapan itu. Seperti biasa, dia meretas keamanan cctv di kediaman Aksara. Bukan hal sulit bagi Erik yang berkecimpung di dunia IT, untuk masuk kedalam keamanan sistem berbasis teknologi.
Keluarga Alamanda terlihat seperti keluarga pengusaha pada umumnya. Tidak ada yang tahu, jika keluarga itu salah satu klan mafia yang ditakuti oleh orang-orang dunia bawah. Dibawah kepemimpinan Narendra, keluarga itu semakin bersinar. Narendra sedang menyiapkan pasukan terlatih untuk mengambil kembali miliknya dan Laura, yang direbut paksa oleh saudara tiri ayah mereka.
Erik keluar dari ruang kerjanya untuk melihat keadaan Meila. Dia melihat Narendra baru saja pergi dari tempat itu. Melihat wajah merah sang paman, Erik yakin Meila tidak baik-baik saja setelah menerima panggilan dari Beni.
"Mei, Abang janji. Setelah ini, tidak ada lagi air mata kesedihan. Kamu pantas bahagia."
Erik menyusul Narendra yang memperhatikan para pekerja. Bukan hanya acaranya saja yang perlu mereka urus. Keamanan menjadi yang paling utama.
"Bagaimana dengan para pengawal Erik?" Tanya Narendra.
"Semua terkendali Om. Besok, keberadaan mereka tidak akan terlalu mencolok," jawab Erik. Narendra mengangguk.
"Paman yakin perwakilan mereka akan datang besok?" Tanya Erik hati-hati. Di bahkan bicara tanpa menggerakkan bibirnya.
Tidak ada jawaban dari Narendra. Tapi Erik yakin, menantu kesayangan opa Alan itu tidak akan membiarkan mereka mengetahui siapa Meila sebenarnya.
Di kediaman Hastomo, kakek Hasan duduk di ruang pribadi istrinya. Matanya memandang foto sang istri yang tengah tersenyum. Seolah senyum itu ditujukan pada dirinya. Kakek Hasan membalas senyum istrinya. Sebuah senyum bahagia, karena berhasil memenuhi janji istrinya pada Laura.
"Aku menemukan gadis itu Maira, putri Laura. Besok, janji mu pada Laura akan terpenuhi. Abyan, dia bersedia menikah dengan putri Laura. Namanya Meila, dia sangat cantik, sama seperti ibunya." Kakek Hasan terdiam sesaat.
"Kamu tahu Maira, Laura bukan hanya wanita biasa. Dia putri seorang bangsawan. Keluarganya dibantai oleh saudara tiri ayahnya. Menikahkan Abyan dengan Meila, membuat tanggung jawab cucu kita sangat besar." Kakek Hasan kembali diam.
"Tapi kamu tidak perlu takut, Maira. Abyan, dia tumbuh menjadi laki-laki yang kuat. Dia tidak sendiri. Aku akan selalu menjadi tombak untuk dia. Selain itu, ada saudara laki-laki Laura yang siap berjuang bersamanya, untuk melindungi Meila."
Kake Hasan keluar dari ruang pribadi sang istri. Paman Tedi setia menunggu tuannya sambil berjaga di depan pintu. "Dimana Abyan?" Tanya kakek Hasan.
"Tuan muda ada di ruang kerjanya bersama tuan muda Feri, Tuan."
Di ruang kerja Abyan, calon suami Meila itu dan Feri masih sibuk dihadapan laptop mereka masing-masing. Pernikahan yang mendadak, membuat mereka harus menyelesaikan pekerjaan untuk besok, malam ini juga. Karena setelah menikah, Abyan berencana langsung membawa Meila bulan madu.
Ketukan di pintu, membuat kedua saudara sepupu itu menghentikan kegiatan mereka. Feri yang berdiri untuk membukakan pintu, karena Abyan tidak suka sembarang orang masuk ke ruang kerjanya.
"Kakek," ucap Feri begitu melihat kakek Hasan yang berdiri di depan pintu.
Tanpa dipersilakan masuk, kakek Hasan melangkahkan kakinya yang panjang. Abyan yang mendengar Feri memanggil, "Kakek," membuatnya segera berdiri.
"Duduklah," ucap kakek Hasan. "Kamu juga Feri " ucapnya lagi pada cucu keduanya itu. "Ada yang ingin Kakek bicarakan sama kamu, terkait keluarga Meila."
"Aku sudah tahu," sahut Abyan. Kakek Hasan mengangguk. Abyan tidak mungkin tidak menyelidiki siapa Meila terlebih dahulu.
"Aku tidak akan mundur. Aku menikahinya untuk menjaga dan melindungi dia dari siapapun yang ingin menyakitinya. termasuk Beni Aksara."
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....