NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Matahari London sudah merayap naik, mengintip malu-malu di balik kabut tebal, tapi di dalam kamar hotel, suasana masih sangat sunyi. Sampai akhirnya...

​BIP! BIP! BIP! BIP!

​Lyra mengerang, tangannya meraba-raba nakas dengan mata tertutup rapat, berusaha mematikan suara yang menusuk telinga itu. Begitu jarinya menyentuh layar ponsel, ia membukanya sedikit.

​"Hah... jam berapa sih...?" gumamnya serak.

​Detik berikutnya, mata Lyra melotot lebar. Pupil matanya nyaris keluar saat melihat angka digital di layar ponselnya: 07.45 AM.

​"ASTAGHFIRULLAH! MATI GUE!!"

​Lyra langsung meloncat dari kasur sampai hampir terjungkal karena kakinya tersangkut selimut. Jantungnya berdegup kencang, jauh lebih kencang daripada saat turbulensi di pesawat kemarin.

​> ANJIR! ANJIR! KOK BISA?! Batin Lyra berteriak histeris. Mana alarm gue yang jam 6?! Oh, gue lupa ganti zona waktu di HP manual semalem?! Dokter syalan! Tolol banget sih, Ly! Hari pertama di Delphi, ketemu bos "Tangan Tuhan", dan gue mau dateng telat?! Bisa dideportasi gue sebelum sempet pake jas putih!

​Kekacauan pun dimulai. Lyra berlari ke kamar mandi, hanya sempat cuci muka kilat dan sikat gigi secepat kilat. Ia menyambar blazer yang sudah disiapkan, tapi karena terburu-buru, kancingnya malah meleset satu lubang.

​"Duh, mana stetoskop?! Mana dokumen si Timmy?!" Lyra membongkar tasnya dengan kalap sampai beberapa lembar kertas terbang ke lantai.

​> Fokus, Lyra! Inget, lo itu dokter spesialis, bukan peserta lari marathon! Tapi gimana mau fokus kalau jam 8 kurang 10 menit gue masih pake handuk di kepala?!

​Ia menyisir rambutnya asal-asalan, memakai sepatu heels-nya sambil melompat-lompat dengan satu kaki menuju pintu. Tanpa sempat bercermin lama-lama, ia menyambar tas dan berlari keluar kamar hotel.

​Di lobi, ia hampir menabrak petugas hotel yang sedang membawa troli makanan. "Sorry! I'm late!" teriaknya sambil terus berlari menuju pintu keluar.

​Beruntung, sebuah taksi baru saja menurunkan penumpang di depan hotel. Lyra langsung masuk sebelum pintu taksi benar-benar tertutup.

​"Delphi Medical Centre! ASAP, please! Please, please, please!" ucap Lyra dengan napas terengah-engah.

​Sopir taksi itu melihatnya dari spion dengan tatapan heran. "Tenang, Nona. Jalanan agak macet karena ada iring-iringan kepolisian di depan."

​> APA?! IRING-IRINGAN KEPOLISIAN?! Lyra memukul dahinya sendiri. Maksud lo si Normeen Magnus itu lagi lewat?! Duh, Magnus... kalau beneran lo yang bikin jalanan macet, gue sumpahin kacamata tipis lo patah sebelah! Jangan sekarang dong dramanya! Gue bisa mati berdiri di depan bos Delphi kalau telat!

​Lyra duduk dengan gelisah, kakinya tak berhenti mengetuk lantai taksi, sementara matanya terus menatap jam tangan yang terus berdetak menuju pukul 08.00. London yang indah kini terasa seperti labirin yang menyiksa bagi seorang dokter yang sedang kesiangan.Lyra sedang sibuk membetulkan kancing blazernya yang miring ketika ia menyadari sesuatu yang aneh. Taksi ini tidak lagi melaju di jalan protokol yang lebar menuju Rumah Sakit Delphi. Suasana di luar jendela berubah drastis; bangunan-bangunan megah berganti menjadi tembok bata kusam yang penuh coretan grafiti, dan jalanan aspal berubah menjadi lorong sempit yang pengap.

​"Pak, permisi... ini bukan jalan ke Delphi kan?" tanya Lyra, suaranya mulai bergetar. Ia mencoba melihat navigasi di ponselnya, tapi sinyalnya tiba-tiba hilang.

​Sopir taksi itu tidak menjawab. Ia justru mempercepat laju kendaraannya masuk semakin dalam ke labirin gang sempit. KLIK. Suara pintu taksi yang terkunci otomatis bergema di kabin yang sunyi, membuat jantung Lyra serasa berhenti berdetak.

​> LAHH ANJIRR KOK JADI GINI?! Batin Lyra menjerit histeris. Ini bukan macet gara-gara iring-iringan Magnus, ini mah gue diculik! Dokter syalan! Baru sehari di London, belum sempet ketemu bos ganteng, masa gue malah berakhir jadi berita kriminal di koran pagi?!

​"Pak! Buka pintunya! Saya mau turun!" teriak Lyra sambil menggedor kaca jendela.

​Sopir itu tetap bungkam, wajahnya yang tertutup topi datar tidak menoleh sedikit pun. Lyra segera merogoh tasnya, mencari apa saja yang bisa dijadikan senjata. Stetoskop? Terlalu lembek. Pulpen? Mungkin bisa buat menusuk.

​> Oke, Lyra, tenang! Lo itu dokter, lo tahu titik saraf manusia! Kalau dia macem-macem, gue tusuk lehernya pake pulpen ini! Tapi bentar, ini London... siapa yang mau nyulik dokter dari Bandung?! Apa ini ada hubungannya sama kasus Timmy kemarin? Atau... jangan-jangan ini suruhannya Rey?! Nggak mungkin, si Rey nggak sepinter itu buat nyewa penculik di Inggris!

​Taksi itu mendadak berhenti di depan sebuah gudang tua yang terlihat terbengkalai. Sesaat kemudian, sebuah mobil hitam mewah mirip dengan yang Lyra lihat semalam muncul dari ujung gang lain, memblokir jalan keluar mereka.

​Lyra membeku di kursi belakang. Ia melihat pintu mobil hitam itu terbuka, dan beberapa pria berjas gelap turun. Di tengah situasi yang mencekam itu, batin Lyra masih sempat-sempatnya berkomentar liar.

​> Duh, mana gue kesiangan, rambut berantakan, dan sekarang diculik begini. Kalau nanti Normeen Magnus yang dateng nyelamatin gue, gue beneran bakal pura-pura pingsan aja karena malu! Tapi... siapa sih orang-orang ini?!

​Salah satu pria berjas itu mengetuk kaca jendela taksi dengan perlahan namun penuh intimidasi. Lyra menggenggam pulpennya erat-erat, siap bertarung demi nyawanya di hari pertama ia seharusnya mulai bekerja.

author: kalian kalo lagi di tempat asing jangan asal naik ke kendaraan yang belum jelas yh..ntar kek lyra, kalau di ada cowo ganteng yang selamatin mah masih mending...lah kalau g ada sama sekali

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!