Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehamilan
Rangga melihat saldo di dalam rekening tersembunyinya, dia tersenyum puas lantaran uang senilai tiga miliar sudah menambah angka di dalamnya
" Hahahaha.. jika begini terus, aku akan cepat kaya. ternyata wanita culun itu memang bodoh, hahahaha" ucap Rangga tertawa
" Habis ini aku akan membujuknya lagi, setelah semua harta dan asetnya telah aku kuasai, maka aku akan menceraikannya" gumamnya menuturkan niat jahatnya
Sementara di tempat lain, wanita selingkuhan Rangga itu sedang berpikir, bagaimana caranya agar Hana lebih dulu mengajukan cerai pada Rangga
" Sebaiknya aku temui saja dia. mungkin aku bisa cari kelemahannya untuk menceraikan Rangga" gumam wanita itu segera berlalu dengan mobilnya, dia melajukan mobilnya ke tempat Hana
Hana sedang menikmati waktu santainya di rumah. tak lama, sosok Mayang datang menghampirinya
" Kak Hana" ucapnya membuat Hana sedikit terkejut karena tak mengetahui kedatangan Mayang
" Mayang? kapan kamu datang? kok tiba-tiba saja ada di sini?" tanya Hana
" Baru aja kak. maaf kalo mengejutkan kak Hana, habisnya kak Hana terlalu fokus sama benda itu. padahal aku udah ngasih salam loh, kak" ucapnya menunjuk ponsel yang sedang berada di tangan Hana
" Benarkah? hehehe iya maaf. oiya ada apa?" Tanya Mayang meletakkan ponselnya di atas meja
" Aku mau ngasih tau sesuatu tentang mas Rangga" ucapnya duduk di samping hana
" Mas Rangga? kenapa dengan mas Rangga?" Tanya Mayang dengan kening berkerut
" Aku rasa mas Rangga selingkuh, kak" ucapnya tertunduk
" Jangan bercanda kamu Mayang, gak lucu tau gak" ucap Hana
" Aku gak bercanda kak. terserah kak Hana mau percaya atau gak. yang jelas, kak Hana bisa membuktikannya sendiri" ucapnya lagi
" Memangnya kamu ada bukti?" Tanya Hana menekankan
" Aku akan berikan bukti pada kak Hana begitu aku mendapatkannya" jawab Mayang lagi
" Aku akan percaya jika kau membawa bukti itu" ucap Hana lagi
" Baiklah kak, aku hanya ingin memberitahu kak Hana soal ini. ayah dimana? aku ingin mengunjunginya" ucap Mayang bangkit dari duduknya
" Ada di dalam, masuk saja di kamarnya" jawab Hana masih dengan perasaan yang campur aduk
Setelah mayang selesai menjenguk ayahnya, dia pun pamit pulang. baru saja taksi yang di gunakan mayang keluar dari pagar, mobil lain pun masuk. pemilik mobil segera turun dan memasuki rumah untuk menemui sang tuan rumah
" Mobil siapa yang baru saja keluar itu, Han?" tanya Fira menghampiri Hana
" Mobil Mayang" jawabnya
" Lalu, kenapa dengan wajahmu? kenapa terlihat pucat seperti itu?" tanyanya
" Mayang baru saja memberitahuku sesuatu tentang mas Rangga" jawabnya
" Ada apa dengan suamimu?" Tanya Vira
" Dia selingkuh" ucap Hana terdengar lemas
" Ap_apa?" ucap Fira sedikit gugup
" Memangnya dia ada bukti?" tanya Fira kemudian
" Belum sih, tapi katanya dia akan mencari bukti itu agar aku percaya"
" Jadi kamu percaya sama ucapannya?"
" Aku juga tidak yakin"
" Lalu, seandainya mas Rangga selingkuh, apa kamu akan menceraikannya?" tanya Fira membuat Hana menautkan alisnya
" Maksud kamu?"
" Kamu pasti mengerti lah maksud aku. apalagi saat ini kamu sedang mengandung, kan?" ucap Fira makin membuat Hana bingung
" Darimana kamu tau aku sedang mengandung, Fira?" Tanya Hana menatap dengan memicingkan matanya
" Dari buku yang ada di meja itu" jawabnya setelah berpikir sejenak dan menatap buku USG yang ada di atas meja
" Iya, aku memang sedang mengandung" jawab Hana
" Sudahlah Hana, jangan terlalu banyak pikiran. mungkin mayang hanya salah paham, kan? bisa jadi wanita yang sedang bersama Rangga itu adalah rekan bisnisnya. Kamu kan tau sendiri, Rangga sekarang menggantikan posisi mu untuk sementara waktu" ucap Fira
" Iya benar juga, semoga saja apa yang kau katakan itu benar" ucap Hana berharap
" Ya sudah, pokoknya kamu gak usah mikirin tentang semua hal yang belum pasti" ucap Fira menguatkan sahabatnya
Tiga hari berlalu, Hana mendapatkan sebuah pesan dari Mayang yang mengirim beberapa foto suaminya bersama wanita lain
{ Kak, aku sudah mengirimkan buktinya. tapi maaf aku hanya bisa mengambil gambar mereka dari belakang. kira-kira kak Hana kenal gak sama wanita itu?" } isi pesan Mayang pada Hana
Hana memperhatikan foto itu, dan sama sekali tak mengenali wanita itu. karena memang Hana tak memiliki teman selain Fira
Malam itu, setelah selesai makan malam, Hana menghampiri suaminya yang tengah fokus dengan laptopnya. Hana sengaja duduk di samping sang suami
" Mas.." ucap Hana lembut
" Kenapa sayang?" ucap Rangga mengalihkan perhatiannya pada Hana
" Kamu sayang sama aku, kan?" Tanyanya
" Kok nanya kayak gitu sih, sayang? jelas saja aku sayang sama kamu" jawabnya
" Kamu gak selingkuh di belakangku, kan?" Tanya Hana lagi
" Apa maksud kamu sayang? kamu gak percaya padaku?" tanya Rangga menggenggam tangan istrinya
" Jawab saja, mas" ucap Hana
" Tidak. aku tidak selingkuh. kamu adalah wanita satu-satunya yang aku cintai"
" Benarkah? lalu bagaimana dengan foto ini?" tanya Hana memperlihatkan foto yang ada di ponselnya
Rangga sedikit terkejut, tapi dia mampu menguasai keterkejutannya agar sang istri tidak curiga
" Siapa yang mengirimkan foto ini padamu sayang? apa di dalam foto itu aku sedang bermesraan dengan wanita itu? tidak, kan?"
" Kalo begitu katakan siapa wanita itu?"
" Dia rekan bisnis aku sayang, kami memang sengaja bertemu di luar. karena dia tak mengenakan pakaian formal" jawabnya mencari alasan
" Benarkah?"
" Iya sayang, kalo kamu gak percaya aku bisa menghubunginya sekarang"
" Gak usah mas, aku percaya kok sama kamu" jawabnya
" Kamu harus percaya sama aku, aku tidak mungkin selingkuh. apalagi kamu sedang mengandung anakku. jadi tolong jangan percaya dengan apa yang orang katakan tentang aku. sebaiknya kamu hapus foto itu, aku takut itu akan membuatmu pikiran, sayang" ucapnya membelai rambut sang istri
" Baiklah mas. maafkan aku karena sudah mencurigaimu, mas"
" Tidak apa-apa sayang. wajar jika kamu merasa seperti itu" ucap Rangga membaringkan sang istri di pangkuannya
" Oiya sayang, rekan bisnisku mengajak aku untuk berinvestasi di bidang otomotif. mereka sudah mendapat keuntungan besar dalam bisnis itu sayang. gimana kalo kita ikut juga? sepertinya bisnis itu sangat menjanjikan sayang" ucap Rangga lagi
" Aku sudah katakan, kalo menurut kamu ikut terbaik, aku ikut saja mas. aku yakin keputusanmu pasti yang terbaik" jawab Hana
" Benarkah? kamu tidak keberatan jika aku ikut dalam bisnis itu?" Ucap rangga
" Iya mas" jawabnya tersenyum
" Tapi gimana kalo bisnisnya gak berjalan lancar seperti bisnis properti yang dulu aku janjikan?" Tanyanya
" Itu karena kamu baru memulainya, mas. Dan aku yakin bisnis kali ini akan berjalan lancar" jawabnya
" Terima kasih ya sayang. Kamu selalu ngertiin aku. aku makin cinta sama kamu" ucapnya menciumi bibir sang istri, Hana pun membalasnya dengan penuh nafsu
Keesokan harinya, Rangga segera berangkat ke rumah kekasihnya
" Sayang, kali ini aku kembali berhasil mengantongi uang wanita bodoh itu. itu jumlah uang yang tidak sedikit"
" Benarkah sayang? aku sudah tidak sabar melihat wanita itu jatuh miskin" ucapnya terlihat bahagia
" Sabar dong sayang, aku belum selesai. setelah aku berhasil membuatnya menandatangani pemindahan asetnya, barulah aku menceraikannya"
" Lalu, gimana dengan ayahnya? pasti si tua bangka itu tidak akan setuju"
" Si tua bangka itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa. kita hanya tinggal mengejutkan lalu dia akan mati dengan sendirinya " ucap Rangga