NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ganteng

Di dalam mobil, Raras masih belum bisa tenang. Jantungnya berdebar kencang dan tangannya terasa sakit.

Zayn meraih tangan istrinya, membersihkannya lebih dulu lalu mengoleskan salep. “Masih sakit?”

“Udah lumayan kok.”

“Mau kerumah sakit?”

“Gak perlu mas, aku pengen tidur dulu.” Jawab Raras memejamkan matanya.

Zayn mengangguk membiarkan istrinya istirahat. Suasana dalam mobil sangat hening, sesekali Dav menatap kaca depan, memperhatikan bosnya yang tengah menatap istrinya.

“Dav pastikan Rendy masuk penjara!” Ucap Zayn penuh penekanan.

“Baik pak.”

Dav mengantarkan Zayn dan Raras sampai kerumah, lalu kembali untuk mengurus masalah Zayn dan pembatalan kontrak dengan Barata group.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Panggil Rendy sekarang. Cepat!”

Tak lama Rendy masuk dengan wajah gugup dan ketakutan. “Bapak panggil saya?” Tanya Rendy menundukan kepala.

"Kau sadar, masih bisa bertanya seperti itu?!" teriak CEO Barata group menggema di ruangan. "Apa kau tahu, karena tindakan bodohmu itu, perusahaan ini merugi miliaran rupiah! Seluruh kerja keras kita selama bertahun-tahun untuk membangun hubungan dengan klien utama kita hancur hanya karena kamu tidak bisa mengendalikan emosi dan menghormati orang lain!"

Rendy mulai merasa tidak nyaman tapi masih berusaha membela diri. “Maaf pak, tapi s-saya…”

"Ini bukan hanya masalah kontrak dengan ZARS group. Kabar tentang tindakanmu dan semua kasus lain yang baru saja terungkap..."

Sekretaris Barata group mengambil alih pembicaraan. “Kita baru saja menemukan bukti bahwa Rendy telah menyalahgunakan wewenangnya selama setahun terakhir. Dia menyetujui kontrak yang tidak menguntungkan dengan beberapa vendor tanpa persetujuan dewan, hanya untuk mendapatkan komisi pribadi. Dia juga telah menyembunyikan kerugian proyek kecil demi mendapatkan bonus tahunan..."

Rendy terengah-engah, berkeringat dingin. "Itu tidak benar! Saya hanya..."

CEO, mengambil tumpukan dokumen dari meja dan melemparkannya ke wajah Rendy. "Ini semua buktinya! Laporan audit yang baru keluar menunjukkan bahwa kamu telah menyebabkan kerugian total lebih dari 50 MILYAR RUPIAH! Tidak hanya kontrak yang batal, bank sudah membekukan semua kredit perusahaan karena melihat kondisi keuangan yang memburuk drastis!"

Sekarang Rendy benar-benar pucat dan tidak bisa berkata apa-apa. “Pak, saya minta maaf.”

"Kamu tidak hanya merusak hubungan bisnis." lanjut CEO dengan suara serak, dia telah menganggap Rendy seperti anaknya sendiri. "Kamu telah membuat perusahaan yang saya bangun selama 30 tahun benar-benar kolaps! Semua karyawan lebih dari 500 orang akan kehilangan pekerjaan hanya karena keserakahan dan kebodohanmu!"

"Sa-saya tidak tahu... saya tidak menyangka akan sampai sejauh ini," Rendy menjatuhkan tubuh lemahnya.

"Tidak tahu? Atau tidak mau tahu?!" balik CEO dengan penuh kekecewaan. "Kamu selalu menganggap diri terlalu pintar, berpikir tidak akan terdeteksi. Sekarang lihat apa yang kamu lakukan! Beberapa proyek pembangunan harus batal total.”

“Komplain klien mulai berdatangan. Mereka bertanya apakah standar etika di perusahaan kita sudah sangat rendah hingga mempekerjakan orang seperti kamu. Saya menyesal telah mempercayai kamu dan menganggapmu sebagai anak!”

"Saya tidak bermaksud merusak perusahaan, Pak," ucap Rendy pelan,

“Kamu telah melanggar kebijakan perusahaan yang jelas-jelas menyatakan bahwa karyawan tidak boleh menggunakan nama perusahaan untuk urusan pribadi, apalagi jika itu menyangkut pelecehan atau kekerasan! Sudah cukup, Rendy saya tak ingin lagi melihat wajahmu.” Pak CEO terengah-engah duduk di kursinya, nafasnya terasa sesak.

“Selain perusahaan akan mengambil langkah hukum terhadapmu karena kerugian yang kamu sebabkan. Dan saya akan memastikan bahwa tidak ada perusahaan lain di industri ini yang akan mau mempekerjakanmu lagi!”

“Bawa dia keluar!” Teriak pak CEO memegangi dadanya yang terasa sakit.

Petugas kepolisian langsung bergerak cepat memborgol dan membawa Rendy keluar. Sementara sekretaris perusahaan langsung menghampiri bosnya dan membawanya ke rumah sakit.

Rendy terua berteriak dan meronta-ronta, tapi tak ada yang bisa mengubah keputusan. Setelah dia dibawa pergi.

"Kirimkan surat permintaan maaf resmi dari saya kepada Pak Zayn dan Bu Raras," ucap pak CEO semakin lemas. "Katakan bahwa saya sungguh menyesal atas tindakan salah satu karyawan saya. Barata Group siap membayar semua kerugian yang ditimbulkan…” Pak CEO jatuh pingsan membuat semua orang panik.

Dav yang memang berada ditempat langsung sigap membantu, membawa masuk kedalam mobil dan mengantarnya hingga ke rumah sakit.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Zayn baru saja mendapat kabar dari Dav, sekretarisnya itu telah memberitahukan semuanya yang terjadi di Barata group, termasuk keadaan CEO yang kini terbaring di rumah sakit karena serangan jantung.

Zayn menatap istrinya yang tampak murung, sedari tadi Raras hanya mengaduk-aduk nasi di piring tanpa berniat memakannya.

“Ada apa?”

“Nggak mas.” Jawab Raras sedikit terkejut.

“Masih memikirkan Rendy?” Tanya Zayn.

Raras mengerutkan kening. “Nggak kok, aku hanya heran saja. Kenapa dia masih saja seperti itu.”

“Sudah tidak perlu dipikirkan, dia sudah dijebloskan kedalam penjara.” jawab Zayn santai.

“Mas beneran laporin dia?” Tanya Raras seakan tak percaya, menurutnya masalah tadi tidak terlalu besar hingga sampai ke kantor polisi, meski tak dipungkiri dirinya juga masih merasa kesal.

“Bukan saya, memang terbukti menyalahi aturan perusahaan.” elak Zayn, meski tak bisa dipungkiri semua itu ada campur tangannya.

“Oh, pantas.” Raras mengangguk, melanjutkan makan malamnya yang terasa hambar.

Selesai makan Raras langsung beranjak ke dalam kamar, sementara Zayn masuk kedalam ruang kerjanya.

“Halo Sel?”

“Ras, lo gak apa-apa, kan? Gue baru tau kalau ada kejadian buruk menimpa lo di kantor tadi.”

“Hmm, gue gapapa kok. Hanya masalah biasa.”

“Biasa apanya, grup kantor sampai heboh begitu. Ras beneran pak bos belain lo tadi?””

“Iya gitu?”

“Iya tadi untung ada pak Zayn pas Rendy narik gue.”

“Wah, kayaknya pak bos suka sama lo, Ras.”

“Ngaco, gak mungkin lah.”

“Kok gak mungkin sih. Kan bisa aja dia emang beneran suka, siapa tau lo terpilih jadi istrinya. Atau gue juga gapapa deh.”

“Gak mungkin, pak bos udah nikah.”

“Hah?! Udah nikah, masa sih? Lo tau dari mana Ras?”

“Nggak ma-maksud gue mungkin aja gitu pak bos udah nikah, orang ganteng gitu masa jomblo.”

“Oh iya juga sih. Tapi kan gak ada beritanya pak bos udah nikah.”

“Ya…”

“Ekhem…”

Mata Raras membulat, buru-buru dia mematikan teleponnya membuat temannya di seberang sana misuh-misuh pada Raras.

“Apa saya terlihat sangat ganteng?” Tanya Zayn menaikan alisnya.

“Aduh mati. Ngapain harus ngomong gitu sih, lagian masuk kamar tanpa aba-aba dulu.” Gerutu Raras.

“Mm. G-ganteng kok, mas. Iya heheh, ganteng.” Jawab Raras garing.

Zayn mendekat ke arah ranjang, menatap istrinya yang sedang salah tingkah. “Benarkah?”

“I-iya mas.” Raras mengangguk canggung.

“Boleh?”

“Hah?!”

Tak lama suara ranjang berderit mulai terdengar, lampu kamar juga mulai mati.

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!