NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Seharian penuh, Freya dilanda kebosanan. Setelah urusan di perusahaan tempat ia dulu bekerja selesai, mereka kembali ke kantor Steven. Dan sejak itu, hidupnya terasa seperti diputar ulang tanpa variasi. Berdiri, berjalan berkeliling, duduk di kantin, menatap jam, lalu menguap berkali-kali sampai kelopak matanya terasa berat.

Meski begitu, Freya tetap memaksa diri untuk terjaga. Ia takut jika sewaktu-waktu Steven membutuhkannya dan ia justru tertidur.

Namun, hingga malam menjelang, pintu ruangan Steven tidak juga terbuka. Namanya pun tidak pernah dipanggil.

"Hah... kalau setiap hari begini, aku bisa mati perlahan karena bosan," gerutunya pelan.

"Tenang! Setelah ini, tugasmu akan datang."

"Ah!" Freya tersentak, buru-buru berdiri tegak saat suara itu terdengar. "T-Tuan Miko!"

"Kau tidak perlu formal begitu. Posisi kita sama," ujar Miko santai. Ia duduk di sofa, lalu menepuk sisi kosong di sebelahnya. "Duduklah, Boy."

Freya menurut, duduk perlahan. "Maaf, tuan. Apa maksudmu tadi?" tanyanya hati-hati.

"Begini." Miko menyandarkan punggung dengan tangan yang terlipat di depan dada. "Tuan Steven mendapat undangan makan malam dari ayahnya. Jadi, kau harus ekstra waspada dan terus berada di sisinya."

"Makan malam?" gumam Freya.

"Ya. Setiap kali mereka menghubungi Tuan, pasti ada maksud tertentu." Miko berdecak pelan. "Kabarnya, anak mereka baru saja dipecat. Mereka pasti ingin menjilat untuk cari keuntungan. Menjijikkan." Wajah Miko tampak jelas menahan rasa muak.

"Jadi," lanjutnya sambil menatap Freya serius, "kau harus selalu berada di sisi Tuan. Jangan beri mereka celah sedikit pun."

"Aku?" Freya menunjuk dirinya sendiri, ragu.

"Ya, tentu saja kau, Boy."

"Kalau begitu... Anda bagaimana?"

"Aku akan berjaga di luar."

Freya mengernyit. "Lalu, bodyguard yang lain? Sejak pagi aku bahkan tidak melihat mereka."

Miko mendengus kecil. "Kau ini bagaimana, hah? Bukankah sudah pernah aku katakan? Kau adalah bodyguard pribadi Tuan Steven. Tugasmu melindunginya dari jarak dekat. Bodyguard lain mengawasi dari jauh karena tuan tidak suka dikawal terlalu mencolok."

Freya mengangguk pelan. "Aku mengerti." Namun, di dalam hatinya, muncul perasaan lain, campuran penasaran dan waspada.

Keluarga Steven! Entah kenapa, ia merasa makan malam itu tidak akan sesederhana jamuan biasa. Dan, tanpa disadari, sudut bibirnya terangkat tipis, seolah tidak sabar untuk bertemu mereka.

"Sepertinya... akan menarik," batinnya.

...****************...

Sepanjang perjalanan, Freya kembali melirik Steven yang memejamkan mata di kursi belakang.

Ia jadi penasaran, apakah pria itu sedang berusaha menenangkan diri, mempersiapkan mental menghadapi keluarganya... atau memang hanya mengantuk?

Namun untuk saat ini, pikirannya lebih tertuju pada satu hal lain. Kejutan apa yang sudah keluarganya siapkan untuk Steven?

Tidak butuh waktu lama, mobil berhenti mulus di depan sebuah rumah besar berpagar tinggi.

Freya mencondongkan tubuh, mengintip keluar jendela, lalu mengernyit tajam. "Aku pikir, mereka kaya. Tapi, rumahnya bahkan tidak sebanding dengan rumah Steven," batinnya.

Miko sudah lebih dulu turun dan membuka pintu untuk Steven.

Saat keluar, Steven sempat melirik ke arah Freya, kali ini dengan tatapan lebih tajam dan penuh arti.

Miko mengikuti arah pandangnya, lalu berdecak kesal dan segera membuka pintu depan mobil, menarik paksa Freya untuk keluar. "Baru tadi pagi aku menjelaskan tugasmu, dan sekarang kau malah—"

"M-maaf, Tuan!" Freya memotong cepat, menunduk. "Aku benar-benar minta maaf."

"Kau ini... "

"Sudah," potong Steven dingin. "Kita masuk sekarang." Ia melangkah lebih dulu menuju rumah itu. Sementara, Freya dan Miko mengikuti di belakang sambil berbisik pelan dengan nada menegur, membuat Freya hanya bisa mengangguk-angguk kecil dengan wajah bersalah.

Begitu pintu utama terbuka, mereka disambut oleh seorang pria paruh baya dengan senyum lebar yang tampak dibuat-buat.

"Akhirnya kau datang, Steve. Papa sangat merindukanmu."

Miko sedikit memiringkan kepala, lalu berbisik pelan pada Freya, "Itu ayah Tuan Steven. Namanya tuan Denis."

"Oh... " Freya mengangguk kecil.

Belum sempat suasana mencair, seorang wanita elegan melangkah mendekat dan berdiri di sisi Denis, dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya.

"Kau sudah datang, Steve? Bagaimana kabarmu, hm?"

Miko kembali berbisik, "Itu Nyonya Rena, ibu tiri Tuan Steven."

"Aku mengerti," sahut Freya lirih.

Steven menatap mereka datar. "Seperti yang kalian lihat, aku jauh lebih baik tanpa kalian. Justru sebaliknya, kalian terlihat tidak baik-baik saja."

Kepalan tangan Rena mengeras sesaat, namun senyum di bibirnya tidak goyah. "Syukurlah kalau begitu."

"Sudah, sudah," sela Denis cepat. "Sekarang, kita ke meja makan. Semua hidangan sudah siap."

Mereka berjalan lebih dulu, Steven mengikuti tanpa ekspresi, sementara Miko dan Freya berada di belakang.

Begitu memasuki ruang makan, langkah Steven melambat. Di atas meja terhidang berbagai makanan dan semuanya adalah makanan kesukaannya.

Ia tersenyum tipis, dingin. "Kalian benar-benar niat menyenangkan ku, ya."

"O-oh, itu... "

"Aku masih ingat," potong Steven. "Dulu, setiap kali datang ke sini, kalian selalu menyajikan makanan yang paling tidak kusukai."

Denis dan Rena terdiam. Jari-jari mereka mengepal. "Itu dulu, Steve," ucap Denis akhirnya. "Sekarang, Papa sudah tua. Papa ingin memperbaiki hubungan kita."

"Cih... Menggelikan!" gumam Steven.

Steven duduk tepat di hadapan Denis. Miko dan Freya berdiri di belakangnya, tegak seperti bayangan.

"Kalian juga duduklah," ujar Rena pada mereka berdua. "Kita makan bersama."

Mata Freya langsung berbinar. Ia hampir menarik kursi di samping Steven, namun, tangan Miko sigap menahannya.

"Kami tidak lapar, Nyonya," ucap Miko sopan.

Freya langsung memanyunkan bibirnya kesal. "Kalau kau tidak lapar, jangan seret aku juga!" gerutunya dalam hati. "Aku bisa pingsan kelaparan. Apalagi melihat makanan sebanyak itu!"

"Oh... begitu," sahut Rena singkat.

Freya mengangkat tangan ragu. "Maaf, di mana toiletnya?"

"Sebelah sana," jawab Rena sambil menunjuk.

Freya mengangguk dan segera pergi. Begitu menjauh, wajahnya langsung berubah masam. "Cih, menyebalkan. Kapan aku makan? Kenapa aku tidak tahu jika perut ku sendiri sudah kenyang?" gerutunya kesal. "Apa dia tidak tahu, bodyguard membutuhkan tenaga besar."

Ia terlalu sibuk menggerutu sampai tidak memperhatikan jalan. Hingga—

BRUKH!

"Aduh!"

"Hei! Kau tidak punya mata, ya?" bentak seseorang.

"M-maaf, aku tidak—" Ucapan Freya terhenti. Matanya membelalak saat melihat orang di depannya.

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!