Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09. Bertemu Direktur Baru
" Bas , di panggil sama Pak Samsul , cepetan gih !". ujar Tommy.
" Tumben Tom , ada apa ya , apa aku ada salah ya ".
Tommy hanya mengangkat bahunya , " Mana kutahu , kalau tentang punya salah , kamu memang banyak salahnya Bas , terutama sama Aleta ".
" Kamu ya Tom , mulut mu pagi - pagi udah bikin sakit hati saja , itu mah enggak usah kamu ingetin terus juga aku selalu ingat ".
" Syukurlah ....biar kamu enggak nyakitin hati wanita lagi , cukup Aleta ......biar aku nanti yang akan mengobati lukanya ". Tommy menaik turunkan kedua alisnya.
" Coba saja kalau bisa, aku yakin Aleta akan muntah ".
" Sialan kamu Bas ". Bastian tergelak, kini ia bisa gantian meledek Tommy.
Bastian mengetuk pintu ruangan Pak Samsul , hingga suara dari dalam mempersilahkannya untuk masuk.
" Permisi , Pak Sam memanggil saya ?".
" Iya Bas, sini !".
" Ada apa ya ?".
" Enggak ada apa - apa , cuma saya mau ajak kamu ke ruangan Pak Direktur yang baru itu, sekalian menjelaskan proyek yang sedang kita tangani ".
" Baik Pak ".
Pak Samsul dan Bastian berjalan beriringan menuju ruangan Direktur di lantai yang berbeda.
" Bas , kamu jalan dulu , tunggu saya di sana , saya mau ke toilet dulu ". Bastian mengangguk. Ia terus berjalan hingga sampai ke meja Aleta.
Ia berhenti sejenak untuk menetralkan debar jantungnya yang tiba - tiba berdetak dengan kencang.
Jantung , kenapa kamu berdetak kencang sekali....Aleta , kamu makin cantik dan benar hati ini masih sangat mencintai kamu.
Bastian sampai meraba dadanya , ia merasakan debar jantungnya , lalu tanpa sadar melangkah mendekati meja mantan tunangannya itu.
" E hem.....". Bastian berdehem , mengalihkan perhatian Aleta dari layar komputer. Rupanya gadis sedang sangat serius sampai dia tidak sadar ada seseorang yang mendekat ke arahnya.
" Ada apa Bas ?". tanya Aleta begitu santainya seperti tidak pernah ada hubungan di antara mereka.
Padahal dalam hati Aleta pun ada getaran , antara masih sedikit cinta dan benci yang menggunung. Tapi ia tahan , agar ia tidak mengucapkan kata - kata kotor pada Bastian , karena ini sedang ada berada di kantor, tidak etis rasanya membawa masalah pribadi ke tempat pekerjaan , ia harus profesional.
" Aleta, aku minta maaf ".
" Aku tanya ada apa , kenapa kamu malah minta maaf Bas , aneh deh....memangnya kamu punya salah sama aku "
" Aku.....memang salah , aku khilaf, tapi jujur ....aku masih mencintai kamu Ta ".
Aleta tertawa kecil , " Kamu lucu Bas , ini di kantor kalau kamu lupa , sebenarnya kamu mau apa sih Bas ?". Aleta terpancing.
" Tidak ada Ta , aku hanya berharap kamu mau memafkan aku, dan.....". Mumpung mereka sedang berdua, Bastian tidak menyia- nyiakannya , ia segera mengeluarkan semua keresahan dan keinginannya.
" Dan apa ?". Aleta penasaran , apa yang akan di ucapkan Bastian selanjutnya.
" Dan....kalau bisa , kita bisa bersama lagi seperti dulu Ta ".
" Hah ??? Kamu kayaknya butuh obat deh Bas ....apa jangan - jangan kamu masih tidur, bangun Bas.....enggak usah aneh - aneh , aku enggak minat balik sama kamu...amit - amit jabang bayi ". Aleta sampai mengetukkan kepalan tangannnya ke keningnya dan ke meja sebanyak tiga kali.
Tanpa mereka sadari , pembicaraan mereka di tonton oleh Elang dari dalam ruangannya.
Elang yang tidak sengaja mengecek cctv , langsung terpaku melihat interaksi antara Aleta dan seorang laki - laki yang tentunya Elang kenal meski belum tau siapa nama laki - laki itu.
Tak lama pintunya di ketuk oleh Aleta.
Tok...tok....tok....
" Pak....ada Pak Samsul dan Pak Bastian ".
" Masuk !!" ucap Elang tegas.
" Silahkan duduk Pak Samsul dan Pak.......?". Elang menatap seseorang yang berdiri di samping Pak Samsul.
Deg..... Dia......jadi dia....
Elang menanyakan namanya , tapi Bastian terdiam dan terpaku menatap sang Direktur baru , yang ia kira karyawan baru , tapi ternyata malah pimpinan tertinggi di perusahaan tempatnya bekerja
Jelas Bastian shock bukan main , ia sudah berbuat tidak sopan kemaren, beruntung ia tidak memaki atau berbicara kotor....kalau iya , pasti tamat sudah hidupnya.
" Bastian ". jawab Pak Samsul akhirnya, sambil menyenggol lengan Bastian
" Ah iya, Pak Bastian.....maaf saya masih belum mengenal anda ".
" Eh , tidak apa - apa Pak , saya minta maaf ya Pak , saya tidak tau kalau Bapak Direktur baru itu , saya sudah tidak sopan pada anda Pak ".
" Tidak usah di pikirkan Pak Bastian , saya bukan orang yang mudah tersinggung kok , duduklah !".
Mereka membahas pekerjaan, tapi tentu saja ada rasa tidak nyaman pada diri Bastian.
Pembicaraan berjalan dengan lancar, hingga Pak Samsul dan Bastian pamitan keluar.
Setelah kepergian kedua bawahannya , Elang meminta Aleta untuk masuk ke dalam.
" Kamu mengenal Pak Bastian ?". tanya Elang.
" Tidak ". jawab Aleta.
Dia memanggilku hanya untuk menanyakan si brengsek Bastian, sungguh tidak bermanfaat sama sekali , buang waktuku saja....menyebalkan.
" Ya sudah , kamu siap - siap , sebentar lagi ikut saya bertemu dengan klien ".
" Biasanya sama Pak Bayu , Pak "
" Bayu juga ikut , kalian berdua harus selalu mendampingi kemanapun saya pergi ".
" Baik Pak ".
Kamu berbohong padaku Aleta , kalau kamu tidak mau jujur , biar aku cari tau sendiri....
Elang mulai penasaran dengan pribadi Aleta , ia juga tidak tau kenapa . Aleta seperti sebuah magnet dan dia layaknya besi , hingga menariknya agar selalu merapat ke arah Aleta.
Tak membuang waktu , Elang segera menelpon seorang detektif kenalannya untuk mencari informasi tentang Aleta.
Bersambung......