Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9~
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
"Grisha, kamu ingin mengatakan apa, Nak?" tanya Alga lembut sambil mengelus kepala Putrinya itu.
"Papa, aku ingin buku gambar, aku ingin menggambar pemandangan di luar sana, apakah Papa mau membelikan untukku?" tanya Grisha ragu-ragu.
Alga tersenyum. "Papa akan belikan yang banyak untuk Grisha," kata Alga.
"Terima kasih Papa," kata Grisha memelui Papanya.
"Ya udah, kamu duduklah di sini, Papa akan memasak, besok kita akan pergi beli buku gambar dan kuas untuk melukis," kata Alga.
Ia pun turun dari anak tangga lalu berjalan mencari dapur, rumah ini luas sekali," kata Alga masih terkagum-kagum. Ia pun keluar dari rumah untuk mengambil ikannya di dalam ember yang masih ada di luar lalu memasukkan ke dalam.
"Hmm... jika aku masak 1 ekor ikan ini nggak masalah kan? Kan tadi sistem bilang memelihara ikan, dia nggk bilang jika semuanya di pelihara," kata Alga berpikir sejenak.
Ia pun membawa ikan di ember itu berjalan menuju dapur, dan Alga merasa terpukau dengan kemewahan dapur itu, layaknya seperti dapur seorang koki.
Alga melihat ada kulkas 2 pintu, dan itu ada dua buah. Di sana juga sudah tersedia beras 100 kilo di senyah wadah, mungkin cukup untuk makan selama 1 tahun, bahkan lebih.
Ada juga pendingin minuman, dan di dalamnya banyak sekali minuman kemasan, susu dan lain-lain.
Alga penasaran dengan kulkas tersebut dan ia membukanya, di dalamnya penuh dengan bahan masakan, seperti sayur mayur, Alga membuka kulkas satu lagi dan ia melihat ada berbagsi buah-buahan.
"Wah, ini benar-benar surga dunia," kata Alga dengan mata membulat, ia benar-benar tak menyangka itu.
"Apa semua ini nyata? Apa aku sedang bermimpi?" tanyanya syok.
Alga masih tak percaya dengan apa yang ia alami sekarang. "Apa aku sedang bermimpi?... tidak, aku harus segera memasak, Grisha pasti sudah lapar," ucap Alga menepis keraguannya itu.
Ia pun mulai masak, mengambil tomat, kunyit, jahe dan bawang lalu memotongnya. Alga juga membersihkan ikan dan memotong menjadi bagian kecil-kecil.
Setelahnya, ia memasukkan ke dalam panci dan menunggunya matang.
Bebeberapa saat, setelah matang, Alga memindahkan ke dalam mangkok lalu membawanya ke lantai atas di mana Grisha berada.
Saat sampai di lantai atas, Alga melihat Grisha telah tertidur pulas di tepi jendela kaca itu.
Alga menarik nafas pelan, ia meletakkan mangkok itu di lantai, lalu menghampiri Grisha dan mengelus rambutnya.
"Sayangnya Papa, pasti capek ya karena ikut dengan Papa tadi ke laut, lain kali Papa nggak bawa Grisha ke laut lagi, maafkan Papa ya, Nak. Papa beluk menjadi ayah yang baik untuk kamu," kata Alga merasa bersalah.
Alga mengendong Grisha masuk ke dalam kamar lantai atas itu. Kamar itu terlihat luas dan mewah, ia perlahan-lahan meletakkan Grisha di atas kasur empuk dan menyelimuti ndengan selimut bulu yang lembut dan nyaman.
"Selamat malam kesayangan Papa, sekoga mimpi indah, dan semoga kehidupan kita menjad lebih baik," kata Alga mencium kening Grisha dengan lembut, lalu ia pun keluar dari kamar, untuk mengambil kembali mangkok ikan untuk di bawa kembali ke dapur.
...*******...
Malam hampir larut, yang menunjukkan pukul 11 malam. Saat iti Norman dan Jusuf menggunakan penutup wajah berjalan ke pelabuhan..
"Hey Jusuf, kamu cek di sekitar apa ada orang tidak?" bisik Norman melihat sekitar yang gelap, itu yang hanya di terangi sunar bulan.
"Iya iya," jawab Jusuf berputar ke belakang dan malah menginjak kaki Norman.
"Hey! Jusuf! Kau menginjak kakiku! Sakit tau!" bisik Norman merasa kesal Dan kesakitan.
"I-iya, maaf maaf, aku nggak lihat apa pun, gelap banget," kata Jusuf.
"Udah, ayo cepat kita masuk ke sampan Alga," bisik Norman lagi, tidak ingin ada yang melihat mereka, di sana cukup banyak sampan para nelayan, Norman menghidupkan lampunya dan menyenter setiap sampan di sana, untuk mencari sampan Alga untuk mereka curi.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...