NovelToon NovelToon
Upstage My Heart

Upstage My Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Romansa / Showbiz / Slice of Life / Cintapertama
Popularitas:485
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Kisah Lyla, seorang make-up artist muda yang menjalin hubungan diam-diam dengan Noah, aktor teater berbakat. Ketika Noah direkrut oleh agensi besar dan menjadi aktor profesional, mereka terpaksa berpisah dengan janji manis untuk bertemu kembali. Namun, penantian Lyla berubah menjadi luka Noah menghilang tanpa kabar. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Lyla yang telah meninggalkan mimpinya sebagai make-up artist, justru terseret kembali ke dunia itu dunia tempat Noah berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Telpon Tegah Malam

Malam itu, kamar Lyla terasa lebih dingin dari biasanya. Tapi bukan udara yang membuatnya menggigil—melainkan pikiran yang berputar-putar tak berhenti.

Ia sudah berbaring di tempat tidur, lampu sudah dimatikan, hanya lampu belajar yang masih menyala remang di sudut meja. Tapi Lyla belum bisa tidur.

Dengan cepat, ia menarik selimut sampai menutupi wajahnya, lalu berguling ke kanan kemudian ke kiri—kemudian kembali ke kanan.

“Astaga… kenapa harus pakai lambang love segala…” gumamnya pelan, nyaris seperti bisikan ke diri sendiri.

Wajahnya panas, bahkan dalam gelap. Ia memejamkan mata erat-erat, tapi yang muncul malah ekspresi Noah saat tersenyum sambil membentuk lambang hati itu.

Lyla menjerit kecil, masih di balik selimut, lalu memeluk bantal erat-erat.

“Enggak mungkin… dia cuma iseng… iya kan?”

Tapi detak jantungnya yang tak mau tenang justru membantah logikanya sendiri.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Sebuah notifikasi muncul.

Noah: “Lyla, kamu udah tidur?”

Jantung Lyla langsung berdebar kencang.

"Hah?! Kenapa dia chat? Malam-malam begini?"

Tangannya gemetar, ingin membalas tapi ragu. Baru saja ia akan menyentuh layar, ponselnya berdering. Noah menelpon.

Lyla terlonjak. Matanya melebar. “Hah? Dia... telpon?!”

“Kenapa tiba-tiba telpon…” bisiknya panik sambil menatap layar ponsel seolah sedang menatap bom waktu.

Setelah menarik napas panjang, ia menekan tombol hijau.

Bip.

“H-hallo…” suaranya pelan, gugup.

“Halo, Lyla. Maaf, aku menelpon malam-malam,” suara Noah terdengar dari seberang. Hangat.

“Iya… nggak apa-apa kok,” jawab Lyla cepat, mencoba terdengar santai padahal senyumnya hampir meledak.

“Hmm…” hening sejenak. “Besok kamu sibuk ga?”

Lyla menahan napas. “Sepertinya… enggak.”

“Mau pergi?”

Pertanyaan itu membuat Lyla membeku beberapa detik.

“Ehm…” ia sempat bingung menjawab, tapi akhirnya berkata pelan, “Iya…”

Noah tertawa kecil. “Oke. Nanti aku kabari ya.”

“O-oke…”

Begitu telepon ditutup, Lyla terdiam di tempat. Matanya menatap langit-langit.

Beberapa detik kemudian, dia berguling, menenggelamkan wajah ke bantal sambil menjerit tertahan.

“Aaaaaaa!! Kenapa dia ngajak pergi?!! Kenapa aku jawab iyaaaa?!”

Ia menutup wajah dengan selimut, berguling-guling seperti cacing kepanasan.

Malam itu, Lyla resmi dinyatakan tidak bisa tidur.

*

Pagi harinya, Lyla sudah bangun, mandi, dan berdandan rapi padahal janji bertemu baru jam 10. Tapi jam 8 pagi, dia sudah sibuk mondar-mandir di kamarnya, seperti orang yang mau ikut lomba fashion show.

Di depan cermin, Lyla memegang dua baju—satu kaus polos dengan jaket jeans, satu lagi blus manis bermotif bunga kecil.

“Baju mana yaa…” gumamnya sambil tersenyum lebar.

Ia coba mengangkat kedua baju itu di depan cermin, menimbang-nimbang. “Yang ini santai, tapi yang ini manis…”

Tiba-tiba ia menunduk dan menepuk-nepuk wajahnya sendiri pelan-pelan.

“Bodoh… bodoh…” bisiknya, panik sendiri. “Ini kan bukan… kencan…”

Lalu ia menatap bayangannya di cermin, mendekat sedikit, dan mengerucutkan bibir.

“Atau… apa iya dia ngajak secara nggak langsung?”

Wajahnya memerah, lalu tertawa kecil dan berputar sekali dengan senyum mengembang seperti bunga mekar.

“Duh Lyla… kamu kenapa sih hari ini norak banget!”

Namun, dia tetap lanjut memilih baju dengan semangat 100%.

*

Lyla melangkah pelan menuju taman tempat mereka janji bertemu. Rambutnya ia biarkan terurai, dress putih bermotif bunga kecil menari pelan tertiup angin. Makeup-nya tipis, hanya sedikit blush dan lip tint, tapi cukup membuat wajahnya tampak segar.

Dalam hati, ia gelisah sendiri.

"Apa aku berlebihan? Ini cuma… pergi bareng…"

Tapi senyumnya terus muncul tanpa bisa ditahan, matanya lalu menangkap sosok yang duduk di bawah pohon besar. Noah.

Ia mengenakan kaus putih polos, kemeja abu-abu muda yang dibiarkan terbuka, dan celana hitam slim fit. Sneakers putih bersih melengkapi penampilannya. Rambutnya agak berantakan tapi tetap rapi—gayanya sederhana, tapi justru itu yang bikin dia terlihat seperti karakter utama cowok keren di drama

Tanpa sadar, Lyla menahan napas.

Noah berdiri ketika melihat Lyla datang. Senyumnya muncul, tenang dan santai.

"Lyla..." panggilnya.

Lyla tersenyum kecil sambil berjalan mendekat, tapi pipinya sudah merah sejak lima langkah yang lalu.

"Maaf aku terlambat," ucap Lyla dengan senyum canggung, merasa bersalah. Padahal, dia yang tadi pagi paling sibuk siap-siap sejak jam delapan.

"nggak apa-apa kok," jawab Noah, masih dengan senyum santainya. Tatapannya menyapu penampilan Lyla dari ujung rambut hingga ujung kaki, membuat gadis itu makin salah tingkah. "Kamu pasti sibuk… menyiapkan semuanya?"

Lyla membeku sejenak. Hah? Keliatan ya? batinnya panik.

"Hehe…" Dia hanya bisa tertawa kecil, mencoba menyembunyikan wajah yang mulai memanas. "Enggak juga, cuma… ya, siap-siap aja sedikit."

Noah mengangguk, lalu menambahkan dengan ringan, "Kamu cantik, Lyla."

Duar.

Seperti ada kembang api yang meledak di hadapannya. Detik itu juga, Lyla merasa seperti tokoh utama drama remaja. Ingin rasanya menari di tengah taman, atau berputar sambil tertawa seperti di film.

Tapi yang keluar hanya...

"E-eh... makasih..." jawabnya lirih sambil menunduk, tangan meremas ujung dress-nya gugup.

Noah tersenyum melihat reaksi Lyla. "Yuk duduk dulu. Aku bawa minuman dingin, takut kamu kepanasan."

"Ah, makasih," balas Lyla, berjalan bersamanya menuju bangku taman.

1
StellaY
semangat terus thor💪
meongming: yesss💪💪
total 1 replies
StellaY
uwu banget😍😍
meongming: seneng ada yang suka 🤩 makasih dukungan mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!