♥️♥️♥️
Perjodohan diusia muda? Yakin berjalan lancar? Usia yang masih labil, tanggung jawab besar, bisakah? Mampukah?.
Akan jadi apa pernikahan tanpa adanya ilmu pengetahuan yang cukup? Mental yang bahkan masih perlu bimbingan orang tua, apa keputusan orang tua mereka sudah benar untuk masa depan anak-anak nanti? Entahlah, semoga aja semuanya baik-baik saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SP_Daffotta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab VII
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
Hujan rintik masih mengguyur kota J, Zarine dan Rafka masih di atas motor, berkendara membelah jalan, pikiran mereka berdua berkecamuk, mencari alasan kuat dari perjodohan yang ditawarkan pada mereka.
‘Apa? Kenapa? Ada apa sebenarnya?.’
Tak dapat dipungkiri mereka terpikirkan tentang itu, yang kelihatannya baik-baik saja, bisa jadi punya banyak pikiran, ‘kan?.
Sedang asik dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba sebuah tangan melingkar diperut Rafka, terkejut? Jelas!.
“Kepalaku pusing Raf,” Zarine berucap lirih sambil kepalanya bersandar pada punggung Rafka.
Pemuda itu diam saja, tangannya menyentuh tangan Zarine, hangat, bukan hanya suasananya, tapi tangan Zarine benar-benar hangat, tanda bahwa Zarine sedang tidak baik-baik saja.
Tanpa banyak kata, Rafka melajukan motornya agak cepat, begitu sampai di rumah Zarine, Rafka langsung menggendong gadis cantik itu masuk rumah.
“Permisi Tante, Om, Rafka nganterin Zarine pulang, tapi maaf, Zarine kehujanan, terus ini agak panas,” suara Rafka merasa bersalah, Ayah Abdi menggantikan Rafka menggendong anaknya dan membawanya ke dalam kamar pribadi Zarine.
“Terima kasih ya Rafka udah nganterin Zarine, ya namanya juga cuaca, ngga menentu, ngga usah merasa bersalah, besok juga sembuh kok Zarine-nya,” Ibunya Zarine menenangkan Rafka yang dilanda rasa bersalah.
“Lain kali ngga usah ngajak Zarine pulang bareng! Dah sana pulang! Ngapain masih di sini?!” suara ketus Kak Rafa mengusir Rafka membuat sang Ibu melototkan matanya pada anak sulungnya itu.
“Rafka pamit pulang ya Tante, Kak Rafa, sekali lagi maaf,” Rafka berlalu pergi sambil matanya bertemu tatap dengan mata Rafa.
“Duh! Jangan ketus-ketus dong Kak, kasian Rafka, kita ngga bisa nyalahin dia sepenuhnya, cuaca sekarang memang ngga nentu, jangan jahat-jahat, siapa tau nanti beneran jadi ipar,” Ibu berucap bercanda.
“Kalau sampai dia jadi iparku, 24/7 aku ganggu!” seperti punya dendam kesumat, Rafa berucap berapi-api.
“Loh? Rafka mana?” Ayah Abdi tanya setelah keluar dari kamar putrinya.
“Udah pulang!” Rafa dengan ketusnya berucap sambil berlalu pergi.
“Kenapa si Rafa?” Ayah bertanya heran.
“Masih marah agaknya soal perjodohan itu, apa lagi tadi Rafka nganterin Zarine kehujanan, ya gitu deh, ketus,” Ibu menjelaskan sambil menatap sang suami.
Malam harinya.
“Ibu? Bisa ngga kasih aku alasan yang lebih masuk akal kenapa aku dijodohin sama Rafka?” Zarine bertanya dengan tubuh bersandar pada ranjang.
Gadis itu baru selesai makan dan minum obat, panasnya bahkan belum turun.
“Kamu istirahat aja dulu, jangan banyak pikiran, sembuh dulu, baru nanti bahas itu,” Ibu dengan senyum teduhnya mengalihkan pembicaraan Zarine.
Wanita yang melahirkan Zarine itu pun pergi, membiarkan anaknya istirahat.
Di dalam kamar orang tua Zarine.
“Gimana si bungsu? Udah mulai turun belum panasnya?” Ayah Abdi bertanya setelah melihat istri tercinta naik ke ranjang.
“Belum turun panasnya, tapi Yah, dia tadi bilang, dia minta alasan yang kuat kenapa dia dijodohin sama Rafka,” Ibu mengutarakan apa yang Zarine bilang.
Ayah Abdi diam menatap atap kamarnya.
“Kemarin si Hiko dateng ke kantor Ayah, biasa bicarain bisnis, terus Ayah iseng tanyain soal perjodohan itu, Ayah juga pengen denger alasan kuatnya,” Ayah Abdi.
“Terus? Kata Hiko gimana?” Ibu penasaran.
“Dia bilang ... .” Ayah menjelaskan dengan rinci pembicaraannya dengan Papa Hiko.
“Kita bicarakan lagi nanti, tunggu Zarine sembuh, kalau perlu si Hiko sekeluarga harus dateng ke sini, ini semua dia penyebabnya,” Ayah Abdi memutuskan pembicaraan, memeluk sang istri dan keduanya pun tertidur.
.......
.......
.......
Bersambung ...
Lope you pull guys♥️
...Terima kasih guys🌹...
Ayo baca ulang karyaku, ada perubahan yang agak besar loh, in syaa Allah alurnya aku ubah biar tambah cantik😚
Love you all😚