NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / CEO / Romansa
Popularitas:43.6k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Julianto

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Julianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

"Apa maksudmu?" Minggir lah bocah-bocah nakal!" teriak Leon kesal.

"Om! Om! Mamaku cantik dan pintar, Om pasti suka," ucap Fared terus memaksa.

Leon mendorong mereka dengan kuat sampai mereka terjatuh ke lantai, mereka menangis kesakitan dan tangisan semakin kuat.

"Huaaaa huaaa, mamahh" tangis mereka bertiga.

"Ada apa, tuan?" tanya asistennya.

"Bocah-bocah ini menggangguku," jawab Leon seolah tidak bersalah padahal sudah membuat mereka jatuh.

Saat bersamaan Alya keluar karena mendengar tangisan anak-anaknya, dia menghampirinya dan membantu membangunkan ketiga kembar tersebut.

"Ada apa?" tanya Alya.

Leon yang melihat wanita yang familiar terkejut, dia melihat mantan istrinya yaitu Alya berdiri di depannya dengan wajah yang lebih dewasa serta lebih cantik dari pada saat menjadi istrinya dulu. Alya menoleh ke belakang dan dia pun sama-sama terkejut ketika bertemu dengan mantan suaminya lagi.

"Mama," ucap mereka sambil memeluk Alya.

"Mama?" gumam Leon.

"Ayo kita masuk saja! Mama harus diinterview setelah ini," ajak Alya sambil menggandeng si kembar tiga.

Leon terus memperhatikan mereka sampai mereka menghilang dibalik lift yang pintunya tertutup. Tentu saja Leon merasa penasaran anak-anak siapa yang dibawa Alya dan kenapa mereka dipanggil Mama?

"Rick, cari informasi tentang mereka dan suami Alya sekarang," ucap Leon.

"Kenapa anda ingin mencari tahu, Tuan?"

Leon menatap tajam kepada asistennya tersebut dan Rick langsung mengangguk paham. Dia hanya ingin memastikan jika itu bukan anak-anak Alya dan wanita itu hanya seorang pengasuh saja, atau kemungkinan lain Alya sudah menikah lagi setelah bercerai dengannya.

"Tuan, sekarang anda harus segera di ballroom karena meeting akan dimulai," ucap Rick.

"Baiklah, aku akan kesana dan jangan lupakan tugasmu setelah ini!"

Di sisi lain, Alya meminta ketiga anak kembarnya supaya duduk saja dan tidak kemana-mana karena setelah ini dia dipanggil interview.

Namun, pikirannya masih kacau karena bertemu dengan mantan suaminya dan terlebih lagi pria itu melihat anak-anak kembarnya.

"Kalian di sini saja dan jangan kemana-mana! Jika kalian sampai ketemu Om tadi langsung teriak panggil Mama. Oke?"

"Om tadi jahat banget, kami didorong."

"Memangnya kalian melakukan apa?" tanya Alya.

"Kami hanya bilang supaya Om tadi jadi Papa kami."

Alya pun mendelik mendengarnya dan pantas saja pria arogan tadi marah, ternyata sifat arogan Leon belum hilang sampai saat ini.

"Jangan melakukan itu lagi pada orang yang belum kalian kenal apalagi menawari jadi Papa kalian karena itu sangat tidak sopan. Mama juga tidak pernah mengajarkan seperti itu kepada kalian. Paham?" ucap Alya.

"Tapi kan selama ini kami memang tidak punya Papa, tidak seperti anak-anak lainnya. Kenapa sih kami tidak punya Papa?" tanya Farid dengan wajah sedihnya.

Alya paham jika ketiga anaknya sangat ingin punya seorang papa, tapi mau bagaimana lagi? Alya sudah menjanda saat dirinya hamil mereka dan sekarang ia pun merasa tidak mau mencari suami baru karena belum tentu suami barunya mau menerima si kembar.

"Suatu saat kalian akan paham kenapa kalian tidak punya Papa. Sekarang tunggu di sini dan doakan Mama lolos interview supaya jika sudah bekerja nanti bisa belikan kalian laptop baru. Mau?"

"Mau!" jawab mereka bersama-sama dengan antusias.

Saat bersamaan, nama Alya dipanggil, dia lantas masuk ke dalam dan meninggalkan anak kembarnya di depan ruang interview. Beberapa saat Alya masuk, Leon dan asistennya lewat lagi, mata Leon langsung melihat bocah kembar itu. Kembar F langsung menunduk ketakutan dan tidak mau melihat pria jahat itu.

Karena buru-buru, Leon menghiraukannya dan masuk ke ruang ballroom untuk hadir di rapat penting.

Setengah jam kemudian.

Alya keluar dengan perasaan senang karena dia berhasil lolos interview dan bisa bekerja mulai minggu depan, ini pertanda ke depannya dia akan tinggal di Jakarta serta sewaktu-waktu bisa bertemu dengan Leon.

"Sayang! Mama sudah dapat kerjaan dan kita akan segera mencari rumah baru."

"Asyik! Mama, setelah ini kami mau es krim, ya?" tanya Farid.

"Oke, kita akan beli es krim setelah ini."Alya mengajak ketiga anak kembarnya pergi ke minimarket terdekat. Ketiga anak itu sangat gembira dan bersemangat karena sangat jarang sekali mereka makan es krim.

Setelah sampai di minimarket, ketiganya langsung berlari menuju ke bagian es krim dan memilih rasa favorit mereka masing-masing.

Farad memilih rasa cokelat, Fared memilih rasa stroberi, dan Farid memilih rasa vanila. Mereka begitu antusias menunjukkan pilihan mereka pada mama mereka.

Alya tersenyum melihat kebahagiaan anak-anaknya, lalu membayar es krim tersebut di kasir. Mereka berjalan menuju stasiun kereta api sambil membawa es krim yang sudah dibungkus dengan baik agar tidak meleleh.

Di dalam kereta api, mereka duduk berdampingan di salah satu kursi. Alya membuka bungkus es krim dan memberikannya pada ketiga anaknya.

Alya tersenyum puas melihat ketiganya menikmati es krim tersebut karena mereka memang jarang memakan es krim.

Tak lama, kereta api pun tiba di stasiun tujuan mereka. Mereka berjalan pulang ke tempat kost mereka dan kembali mengepak barang-barang yang akan dibawa pindah.

"Sudah jalan-jalan naik kereta api, sudah makan es krim dan sekarang bantu Mama menaruh semua mainan kalian ke dalam kardus," ucap Alya.

"Siap, Mah!"

"Setelah ini kalian bisa tidur siang."

Di satu sisi.

Di ruang ballroom hotel yang mewah, Leon duduk dengan serius di ujung meja panjang, berdiskusi dengan timnya mengenai masalah yang sedang dihadapi perusahaan mereka. Atmosfer rapat terasa begitu tegang dan penuh tekanan.

Seorang hacker misterius telah mencoba membobol sistem keamanan situs perusahaan mereka. Hacker tersebut terus-menerus berpindah lokasi dan sulit untuk dilacak. Semua anggota tim terlihat cemas dan frustasi karena belum bisa menangkap hacker tersebut.

"Kita harus segera mengambil tindakan! Keamanan cyber perusahaan kita harus diperkuat sebelum hacker ini merusak lebih banyak data," tegas Leon, memukul meja dengan kepalan tangannya. Wajahnya terlihat tegang, namun tetap tenang dan tegas.

Semua anggota tim mendengarkan perintah Leon dengan seksama, beberapa di antara mereka mengangguk setuju dan mulai mencatat poin penting yang telah disampaikan. Beberapa orang berbicara satu sama lain membahas strategi dan langkah-langkah yang harus diambil.

"Kami akan menyewa hacker handal dari luar negeri, Pak Leon ."

"Carilah yang terbaik! Ini sudah kesekian kalinya mereka membobol milik kita," ucap Leon .

"Baik, Pak Leon."

Setelah rapat usai, Leon melangkah keluar dari ruang pertemuan, pikirannya terus menerawang pada sosok yang dilihatnya tadi. Siapa lagi jika bukan Alya yang kini sepertinya bekerja di hotel tempat rapat tersebut diadakan.

Leon membuka pintu mobilnya dan duduk di kursi belakang. Tangan kanannya menyalakan mesin mobi dan wajahnya terlihat serius seolah mencoba mengingat kembali masa lalu bersama Alya yang sangat singkat tapi kenapa entah sulit ia lupakan.

"Apakah benar itu dia? Setelah sekian lama kita berpisah dan dia menghilang, kini dia bekerja di sini?" gumam Leon dalam hati.

Namun, Leon segera mengusir rasa penasaran itu dan kembali fokus pada jalan. Dalam perjalanan pulang, pikiran Leon terus bertanya-tanya tentang kehidupan Alya saat ini. Apakah dia bahagia? Apakah dia memiliki keluarga baru? Semua pertanyaan itu membuat Leon semakin penasaran.

"Rick, kamu sudah dapat informasi mengenai Alya?" tanya Leon sambil melihat asisten pribadinya yang sedang menyetir mobil."Tadi saya sudah bertanya pada resepsionis di lobi jika Nona Alya akan bekerja di hotel tersebut."

"Berani-beraninya dia menginjakkan kaki di Jakarta lagi," ucap Leon.

"Apa saya perlu menyuruh manajer hotel itu untuk memecat mantan istri anda?" tanya Rick.

"Tidak perlu, aku masih penasaran siapa tiga bocah kembar yang menyebut Alya dengan panggilan Mama."

1
Piyah
lanjur ga pake lama
Lian_06: Ditunggu aja update nya 😉
total 1 replies
Erna Wati
nah gitu dung anak2 KLO kayak gini kn enak. kalian hrus bisa lindungin mama dan adik2 .
Erna Wati
hadeh mulai deh Rafael 🙄 KLO cemburu. bilang dung .
Erna Wati
smga anak2 sadar. apa Farid sama Fared GK sadar ya tidak ada org tua. yg tidak sayang sama anak nya. ingat mama mu yg brjuang mlahirkan bertaruh nyawa membesarkan kmu Fared farid.kasih ibu panjang masa . buat Leon sama Rafael usir iblis arga
Lian_06: Iya bener banget tuh, semoga si Triplets bisa ngertiin orang tuanya 😔
total 1 replies
Piyah
lanjut ga pake lama
Lian_06: ok, tungguin update berikutnya ya😉
total 1 replies
Erna Wati
kasian dela
Lian_06: Iya , dapet masalah mulu😔
total 1 replies
Lian_06
Mana nih yang udah baca sampe bab ini🤭😄
Piyah
dah lah rafel kawinin dela aja biar seru punya bayi lagi saingan sm leon
Lian_06: Iya bener banget, biar makin ramai nanti apartemen Rafael sama Leon🤭😉
total 1 replies
Erna Wati
thor kurg banyak up nya kok up nya sedikit skrg 🙏
Lian_06: sebentar ya lagi banyak hal yang terjadi di dunia author, tapi besok akan double up kok😉
total 1 replies
Piyah
da kawinin aja jngn pura2 rahel, biar punya bayi lg
Lian_06: Tau nih si Rafael pura pura tapi mau😄🤭
total 1 replies
Erna Wati
jgn terlalu membenci Dela. Rafael Ter bucin loh, KRNA cinta sama benci itu beda tipis loh😘
Lian_06: sebenarnya Rafael sudah bucin itu, cuma gengsi nya aja tinggi, bikin gregetan liat nya😄🤭
total 1 replies
Erna Wati
Halah awas bucin tar
Lian_06: Ouh Pastinya sih🤭
total 1 replies
Piyah
kawinin aja si dela biar saingan sm leon punya bayi
Lian_06: Pengen nya begitu, tapi Opa Rafael sih yang menentukan😔
total 1 replies
Erna Wati
kurang up nya thor kok baru 1 aja . udah aku tungguin dari tadi pagi
Lian_06: Sabar ya Kak, ini lagi berusaha update rutin setidaknya setiap hari ada bab baru. 😄
total 1 replies
Erna Wati
sweet Rafael munafik bilang aja suka sama Dela. gpp kok yg pnting Dela baik . biar tau rasa mantan istri mu yg GK tau diri itu😘
Lian_06: bener banget tuh, biar mantan istrinya kebakaran jenggot😡 pasti seru 😉😄
total 1 replies
Erna Wati
cie Rafael sama Dela uhuuy
Lian_06: Ciee , Yang Salting nih😄
total 1 replies
Piyah
lanjut
Piyah
lanjutkan
Lian_06: Siap Kak, Pantengin terus aja kak cerita nya🤭😉
total 1 replies
Erna Wati
smga thor bisa up yg banyak ya
Lian_06: Tenang aja , Author bakal up tiap hari . yang pantengin terus cerita ini ya. dijamin seru banget drama triplet nya😄🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!