Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Petaka di Resort

"Om! Om! Mau gak jadi Papa kami?"

Tiga anak kembar yang sedang aktif-aktifnya itu menyerbu seorang pria tinggi yang berdiri di lobi Hotel, sebuah hotel termewah di kota itu. Pria itu memakai jas rapi, wajahnya dingin dan gagah—cukup untuk membuat tiga bocah itu berhenti bermain dan langsung terpana.

Pria itu menoleh perlahan, menatap mereka dengan tatapan tajam seolah kehadiran tiga bocah itu adalah gangguan besar.

"Om! Mau gak jadi Papaku?" tanya Farad, kembar kedua, polos dan paling cepat terpikat oleh pria asing tersebut.

"Iya, Om. Mau gak jadi Papa kami? Kami gak punya Papa, dan Om keren banget," sambung Fared, kembar pertama yang selalu cerewet.

"Om ganteng, Mama kami cantik dan jago masak! Om pasti suka Mama kami," tambah Farid, kembar ketiga.

Pria itu menghela napas kasar, jelas tidak suka didekati anak-anak. Tanpa ampun, dia mendorong mereka satu per satu hingga terjatuh.

"Bocah-bocah sial! Minggir!" hardik pria itu— Leonhart Varellion, CEO yang terkenal kaya dan memiliki wajah yang membuat wanita manapun terkesima , terkenal dingin dan tidak punya hati, terutama pada anak-anak.

"Huaaaaa… Mamaaa…!!"

Tiga kembar itu menangis bersamaan.

Di saat mereka merangkak bangun, seorang wanita cantik dengan seragam staf resort berlari menghampiri. Dengan cepat ia memeluk ketiga putranya dan memeriksa satu per satu.

Leon mendadak membeku.

Wanita itu… adalah seseorang yang tidak pernah ia duga akan ia temui lagi.

Alya Renatha.

Wanita yang dulu sempat menjadi istrinya sebelum ia menceraikannya tanpa penjelasan.

Enam tahun yang lalu

“Alya, tolong antar minuman dan buah ini ke Vila Utama.”

Alya mengangguk dan mendorong troli berisi minuman premium serta hidangan ringan. Ia bekerja sebagai staf pelayanan di Resort Indraloka, tempat yang sering disewa pejabat, artis papan atas, sampai pengusaha asing yang menghabiskan puluhan juta semalam.

Alya bertubuh mungil, tingginya hanya 160 cm—tetapi ia pekerja keras. Banyak tamu laki-laki yang jatuh hati karena wajah ayunya, namun Alya selalu menolak tip atau ajakan makan malam yang mencurigakan. Ia tidak mau terlibat dalam dunia gelap pria-pria kaya itu.

Hari itu, ia mendapat tugas mengantar hidangan ke vila paling mahal—tempat orang-orang penting menginap. Ia mengetuk pintu berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Pintu sedikit terbuka.

Takut terjadi sesuatu, Alya masuk perlahan.

Namun begitu ia melangkah, seseorang menarik pinggangnya dari belakang dan menutup pintu. Seorang pria dengan aroma alkohol menyengat menyandarkan tubuhnya pada Alya.

“Lepaskan saya, Tuan!”

Alya berusaha mendorongnya.

Pria itu mendorong Alya ke kasur besar di tengah ruangan. Semua pakaiannya sudah berantakan—jelas ia sedang mabuk berat.

Saat Alya hendak kabur, kakinya ditangkap. Tubuhnya terjatuh ke lantai dan kepalanya membentur pinggiran meja. Pandangannya berkunang-kunang, tubuhnya goyah, dan ia tidak sanggup melawan saat pria itu mengangkatnya kembali.

“T-tolong… jangan…” Suaranya pecah, kepalanya berdenyut hebat.

Tapi pria itu tidak mendengar apa pun selain nafasnya sendiri.

Dan malam itu… segalanya terjadi.

 

Alfred, seorang pria tua berambut perak, masuk ke dalam vila pribadi itu dan langsung terkejut ketika melihat cucunya sedang menindih seorang gadis pelayan. Alya yang sudah berlinang air mata hanya bisa pasrah, menatap Alfred seolah meminta pertolongan.

“Ayah, di mana Leon?” Rafael masuk beberapa detik kemudian dan langsung membelalak. “Astaga! Apa yang kamu lakukan, Leon?!”

Leonhart yang sudah tepar berat tidak menggubris mereka bahkan mungkin tidak mendengar dan masih tidak mengenakan sehelai benang pun.

Alfred cepat-cepat meraih selimut dan menyelimutkan tubuh Alya. Dari raut wajahnya jelas ia tahu bahwa cucunya yang mabuk itu telah memaksa gadis tersebut.

Alya bergegas pergi sambil menangis, merasa kehormatannya direnggut oleh pria asing itu. Ia merasa dirinya kotor, tak suci lagi, dan mendadak menganggap dirinya tak ada bedanya dengan teman-temannya yang terpaksa tidur dengan tamu kaya tanpa ikatan apa pun.

“Putramu itu sudah mencemari seorang gadis,” ucap Alfred berat kepada Rafael.

“Sepertinya Leon kalau sadar juga tidak akan mau melakukan itu. Ini kecelakaan,” jawab Rafael, mencoba membela anak satu-satunya.

“Dia tetap harus bertanggung jawab,” balas Alfred tegas.

“Ayah! Tidak ada yang tahu selain kita dan gadis itu. Kita bisa menutup mulutnya dengan uang. Leon itu pewaris satu-satunya dan pantas mendapat wanita yang setara,” sahut Rafael.

“Apa aku membesarkanmu untuk berpikir seperti itu? Laki-laki yang punya harga diri tidak akan lari dari tanggung jawab. Kamu lupa masa mudamu sendiri? Kamu ingin Leon mengulang kesalahanmu?” tanya Alfred tajam.

“Tapi Ayah…”

“Suka atau tidak, Leon harus menikahinya,” putus Alfred.

Rafael terlihat jelas tidak rela bila anaknya, pewaris keluarga Leonhart, harus menikahi seorang pelayan.

“Mumpung kita masih di sini, cari tahu siapa gadis itu,” ucap Alfred sambil melirik Leon yang masih terkapar tak sadar.

 

Beberapa jam kemudian

Leonhart terbangun dengan selimut menutupi tubuhnya. Di ujung tempat tidur, Rafael duduk sambil menatapnya dengan kecewa.

“Banyak wanita lain yang lebih layak. Kenapa justru menggauli pelayan?” tanya Rafael dingin.

Leon mengusap wajahnya, duduk, dan baru sadar bahwa ia masih tanpa busana.

“Apa maksud Papa?” gerutunya.

“Kamu harus menikahi gadis itu. Itu permintaan Kakekmu,” jawab Rafael.

“Gadis apa, Pa?” Leon terlihat kesal, lalu membeku setelah sadar situasinya.

“Pelayan yang kamu tiduri. Papa tidak bisa menolak keputusan Ayah. Kali ini Papa tidak bisa melindungimu.”

Leon memukul kasur keras-keras. “Sial! Aku bahkan tidak ingat apa pun! Itu cuma kecelakaan!”

“Leon, turuti perintahnya. Kalau tidak, pewaris kekayaan keluarga bisa jatuh ke cucu yang lain. Ingat, kamu sudah membuat masalah besar. Papa sudah mencari tahu identitas gadis itu. Kamu bisa menikahinya secara kontrak, diam-diam. Lagi pula… umur kakekmu tidak lama. Setelah beliau tiada, kamu bisa menceraikannya.”

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Kocak nih para bocil 😁

2026-01-18

1

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Insyaa ALLAH kakek panjang umurnya.

2026-01-18

1

lihat semua
Episodes
1 Petaka di Resort
2 Keterpaksaan
3 Pernikahan Suram
4 Kekerasan
5 Kehamilan
6 Perceraian
7 Kepedihan Alya
8 Kejadian Tak Terduga
9 Bertemu Lagi
10 Mereka Anakku?
11 Muncul Pengganggu
12 Mulai Perhatian
13 Berusaha
14 Sama Persis
15 Kenakalan
16 Kesempatan
17 Letih
18 Kesakitan
19 Cucu ku?
20 Niat Jahat
21 Makin Jauh
22 Insiden
23 Kehancuran
24 Kesempatan Lagi
25 Kambuh
26 Cium
27 Anak Haram
28 Si Kembar yang Menolak
29 Jebakan Agra
30 Kasih Sayang Palsu
31 Hampir Jebol
32 Kesempatan Terakhir
33 Saham Untuk Triplets
34 Keinginan Apa?
35 Hari H
36 Mulai Posesif
37 Berduaan
38 Pacaran
39 Kejantanan Leon Yang Malang
40 Demam
41 Kesembuhan
42 Trauma Yang Kambuh
43 Mantan
44 Honeymoon
45 Honeymoon 2
46 Kebohongan Jardon
47 Kelembutan Di Pagi Hari
48 Hari Terakhir
49 Ketakutan
50 Kemarahan Leon
51 Pulang Liburan
52 Kembali Mabuk
53 Pindah Sekolah
54 Tingkah Aneh Triplets
55 Kesalahan Apa?
56 Hamil Lagi?
57 Asisten Baru
58 Mencurigakan
59 Drama Pagi
60 Semakin Memanas
61 Terciduk
62 Papa Idola Triplets
63 Twins Milik Triplets
64 Icibosnya Besar
65 Jadi Duda
66 Tambah Umur
67 Kebahagiaan Triplets
68 Lahir Lebih Awal
69 Pengen Minggat Dari Rumah
70 Beneran Pengen Minggat
71 Permintaan Maaf
72 Momen Pacaran Lagi
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Petaka di Resort
2
Keterpaksaan
3
Pernikahan Suram
4
Kekerasan
5
Kehamilan
6
Perceraian
7
Kepedihan Alya
8
Kejadian Tak Terduga
9
Bertemu Lagi
10
Mereka Anakku?
11
Muncul Pengganggu
12
Mulai Perhatian
13
Berusaha
14
Sama Persis
15
Kenakalan
16
Kesempatan
17
Letih
18
Kesakitan
19
Cucu ku?
20
Niat Jahat
21
Makin Jauh
22
Insiden
23
Kehancuran
24
Kesempatan Lagi
25
Kambuh
26
Cium
27
Anak Haram
28
Si Kembar yang Menolak
29
Jebakan Agra
30
Kasih Sayang Palsu
31
Hampir Jebol
32
Kesempatan Terakhir
33
Saham Untuk Triplets
34
Keinginan Apa?
35
Hari H
36
Mulai Posesif
37
Berduaan
38
Pacaran
39
Kejantanan Leon Yang Malang
40
Demam
41
Kesembuhan
42
Trauma Yang Kambuh
43
Mantan
44
Honeymoon
45
Honeymoon 2
46
Kebohongan Jardon
47
Kelembutan Di Pagi Hari
48
Hari Terakhir
49
Ketakutan
50
Kemarahan Leon
51
Pulang Liburan
52
Kembali Mabuk
53
Pindah Sekolah
54
Tingkah Aneh Triplets
55
Kesalahan Apa?
56
Hamil Lagi?
57
Asisten Baru
58
Mencurigakan
59
Drama Pagi
60
Semakin Memanas
61
Terciduk
62
Papa Idola Triplets
63
Twins Milik Triplets
64
Icibosnya Besar
65
Jadi Duda
66
Tambah Umur
67
Kebahagiaan Triplets
68
Lahir Lebih Awal
69
Pengen Minggat Dari Rumah
70
Beneran Pengen Minggat
71
Permintaan Maaf
72
Momen Pacaran Lagi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!