Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.
Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.
Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.
Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?
Selamat Membaca💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Malam itu ia duduk sendri didepan ruang oprasi tidak ada yang menemaninya tidak ada keluarga, sedangkan keluarganya yang disini tidak mempedulikan dirinya dan adiknya.
Setelah berjam-jam menunggu akhirnya lampu diruangan oprasi mati menandakan bahwa oprasi sudah selesai. Tak berselang lama dokter yang mempimpin oprasi adiknya itupun keluar.
Ketika melihat seorang dokter keluar sabrina langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut "Dok bagaimana keadaan adik saya?" tanya sabrina. Dokter yang ditanya itu mengambil napas panjang sangat berat untuk mengatakan kondisi keadaan adiknya.
"Mbaaa akibat dari kecelakaan yang dialami adik mba yang begitu parah saat ini pasien masih mengalami keadan kritis akibat benturan yang terlalu keras dan banyaknya darah yang keluar walaupun saat ini kami sudah menggantinya kita masih harus menunggu perkembangannya" jelas dokter itu kepada sabrina.
Beberapa hari dirumah sakit dokterpun menyatakan bahwa syran koma setelah melalui beberapa pemeriksaan kondisinya sangat memprihatikan tubuhnya hanya dibantu oleh alat-alat yang ada disampingnya.
Sabrina berusaha tegar menghadapi ujian-ujian hidup yang dia alami baru beberapa bulan kepergian kedua orang tuanya sekarang dia harus menghadapi bahwa adik kesayanganya mengalami kecelakaan sama seperti kedua orang tuanya.
Sabrina sudah tidak bisa menangis lagi yang dipikirkannya dia harus kuat menghadapi semua, karena dia yakin apa yang diujikan kepadanya pasti dia bisa melewati itu semua dan dia yakin bahwa adiknya pasti akan sadar dan sembuh seperti dulu.
Sabrina saat itu yang baru lulus sekloah memutuskan untuk tidak berkuliah dia memilih untuk bekerja untuk biaya hidupnya sedangkan uang peninggalan orang tuanya ia simpan untuk pengobatan adiknya.
Hari-hari sabrina lalui dengan ceria tanpa ada beban sedikitpun dia selalu ramah kepada semua orang. Sabrina berkerja disalah satu toko ternama di ibukota kota J dimana toko tersebut menjual barang bermerek.
Banyak artis yang mondar mandir ketoko tempat di bekerja. Karena sabrina anak yang sangat mudah bergaul dia sidah mempunyai sahabat disana.
pagi itu sabrina pergi ketempat dia bekerja seperti biasanya. "Selamat pagi pak aris" sapa sabrina kepada bapak yang sekitar berusia 40 tahunan yang setiap paginya selalu membukakan toko tempat dia bekerja.
"Pagi mba sabrina sendirian datangnya?"
"Iyaa pakk.. sudah mau pergi ketoko yang lain?"
"Iyaa mbaa saya duluan yaaa takutnya telat"
"Iyaa pak hati-hati dijalan"
Setelah kepergian pak aris sabrina masuk kedalam menaruh tasnya keloker kerjanya dan bersiap-siap untuk membersihkan toko tersebut.
Karena toko itu tidak terlalu besar mereka hanya berlima, empat pegawai dan 1 menejer toko.
Apabila toko sedang dalam keadan sangat ramai menejer tokonyapun ikut melayani para pelanggan.
"Haayyy sab udah lama datangnya?" tanya rena teman sabrina yang merupakan salah satu sahabatnya disana.
"Emmmm lumayanlahhh.... mana yang lain ren?"
"Mungkin masih dijalan sab"
Mereka berduapun membersihkan toko tersebut dan tidak berselang lama teman-teman merekapun yang lain datang termasuk menejer toko merekapun datang.
"Shin besok kamu ambil off engga?"
"Kayanya engga deh sab. kenapa kamu mau tukar off sama aku?"
"Iyaaa shin aku udah lama engga ngejenguk adik aku yang dirumah sakit aku udah kangen banget sama dia"
"Ya udah sab kita tukar aja"
"Makasih yaaa shin kalo gitu aku langsung ngomong sama pak tito buat izin besok"
Setelah itu sabrinapun pergi menemui pak tito untuk memintak izin agar besok dia bisa oof dan berkunjung kerumah sakit.
"Permisi pak maaf mengganggu waktunya"
"Iyaa sabrinaa ada apa?"
"Pak saya besok mau izin buat off bisa pak ?"
"Loh bukannya besok itu jadwalnya shinta yaa?"
"Iyaa pak saya mau tukaran sama shinta kebetulan tadi udah ngomong sama shintanya dan dia setuju buat tukaran"
"Ooo gitu ada keperluan yaa jadi pengen tukeran jadwal off"
"Iyaa pak saya sudah lama engga ketemu adik saya jadi kepengen ketemu"
"Ooo yaudah kalo gitu bisa sab"
"Terimakasih pak tito kalo gitu saya permisi dulu mau kembali bekerja"
...----------------...
Pagi itu sabrina bangun sangat pagi dia bersih-bersih rumah sendiri semenjak kecelakaan adiknya tidak ada pembantu dan supir lagi yang membantu dirumahnya mobil yang adapun dia jual untuk ditabung buat biaya pengobatan adiknya.
Jadi saat itu dia menjadi sangat mandiri dia membersihkan sendiri rumah peninggalan orang tuanya itu, banyak kenangan manis terdapat didalam rumah itu kenangan manis bersama mamah, papah dan adiknya.
Setelah membersihkan rumah dia pun berisap-siap untuk kerumah sakit dia memasang wajah yang sangat ceria karena dia tidak ingin adiknya melihat wajah sedihnya walaupun adiknya itu tidak merespon dia sama sekali setiap kali bertemu adiknya dia selalu melihatkan wajah cantik dan cerianya
Setalah 2 tahun lebih adiknya koma belum terbangun perawat dan dokter yang menangani adiknyapun mengenal dia sehingga orang-orang disana sangat mengenal sabrina
"Pagi suss"
"Pagi sabrina mau ketemu syran yaa"
"Hehehe iya sus mau nemuin pangeran tidur yang ganteng nih sus hehehe"
"Hehehe ketemu adik gantengnya yaa selamat menikmati waktu berdua yaaa.."
"Hehehe iya kalo gitu saya kedalam dulu sus"
Setelah basa basi kepada perawat disana sabrinapun masuk kedalam ruangan adiknya diapun bertemu kepada dokter yang sedang memeriksa adiknya.
"Pagi dok"
"Pagi sabrinaa"
"Bagaimana keadaan adik saya dok?"
"Jangan khawatir sab syran baik-baik saja kondisinya seperti biasa dalam keadaan stabil"
"Alhamdulillah"
"Kalo begitu saya permisi dulu ya sab silahkan menikmati wakti berdua dengan syran pasti sudah kangen kan hehe"
"Hehe iya dok udah kangen sekali"
Setelah kepergian dokter yang sudah memeriksa adiknya dia mendekati adiknya dan mengelus rambut dan pipi adiknya dia selalu menceritakan kegiatan dia sehari berharap adiknya itu akan membalas perkataannya namun adiknya itu sama sekali tidak meresponnya.
"Haii dekk apa kabar?"
"Kamu ganteng sekali dekk.. dek kak sab rindu sekali sama kamu dek"
"Kaka kangen dengan cuekmu rindu suaramu"
"Bangun dong dek mau sampai kapan tidurnya dek?"
"Engga cape apa tidur teruss? kamu udah kaya pangeran tidur looo dek heheehe"
"Perawat-perawat disini pasti udah terkagum-kagum sama kamu karena saking gantengnya kamu dek hehehe"
"Dek engga kangen sama kaka apa ? engga kangen dengan suara kaka yaaa"
"Kaka sayang banget sama kamu dek jangan tinggalin kaka yaaa yang kaka punya sekarang cuma kamu aja"
"Bangun dong dek kaka sab cium nih kaka towel-towel lo yaaa pipinyaa hehehe"
"Kamukan engga sukaaa kalo kaka gituin hahahaa"
"Bilangnya bukan anak kecil lagi hahaha"
"Muuaaaaaaaaccccchhhh"
"Hahahahaha yaaa ampun syr kamu udah kaka cium-cium lo hahaa"
Seharian penuh sabrina lalui bersama adiknya, dia bercerita banyak meluapkan rasa rindunya kepada sang adik ketika mendekati sore dia pun pulang.
"Yaaa udaahh dekk kalo mau masih tidurrr kaka pulang delu yaaa dek nanti kaka kesini lagi muaaachhh hari ini kaka puas banget ciumin kamu heheehe dadah adek kesayangan kaka sab"
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤