Maharani Qirani putri yang di buang kedua orang tuanya karena terlahir sebagai wanita, kedua orang tuanya berharap memiliki anak laki laki.
Bagaimana dengan kehidupan Maharani setelah ini yuk ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Sayang ternyata sangat menyenangkan ya jualan disini, tapi tentu saja habis karena semua kue dan makanan yang di buat oleh Rani sangat enak, nanti ajari mommy ya kita bisa buka restoran atau cafe pasti semua suka" ujar mommy antusias
"Nyonya jangan lupakan kami, kami ikut" ujar Mila dan Lisa
"Tentu kalian ikut bukanya kalian sudah menjadi bodyguard Rani" jawab mommy
"Jadi kami bisa menjaga Rani terus nyonya, kami kira setelah ini kami berpisah dengan Rani" ujar Mila
"Tidak ada yang memisahkan kalian tenang saja" jawab mommy
"Terima kasih nyonya" jawab Mila dan Lisa senang.
"Nyonya dan Rani jika ingin pergi ke rumah pak RT silahkan biar kamu yang membereskan semuanya" ujar Lisa
"Benar ini serahkan semua pada kami" sambung Mila
"Tadi apa tidak apa apa?" tanya mommy dan Rani bersamaan
"Tentu tidak apa apa" jawab keduanya
"Baiklah terima kasih kak maaf merepotkan" ujar Rani begitu juga mommy
Setelah itu Rani dan mommy masuk rumah dan bersiap setelah siap mere bertiga pergi.
Sedangkan triple bersama Mila dan Lisa, Lisa dan Mila pun mulai membersikan semua.
Triple D saat ini ada di belakang rumah sedang menikmati suasana sejuk disana sembari duduk di ayunan milik Rani.
"Kak... Abang menemukan sesuatu jika Rani sering di hina dan di ganggu dengan satu murid bernama Dila" ujar Dendi
"Siapa yang berani menghina adikku" kesal Dean
"Anak siapa dia?" tanya Denis dingin
"Anak dari Tejo pemilik usaha mebel jati dan juga merangkap seorang camat disana" jawab Dendi
"Hanya seperti itu sombong, lakukan seperti biasa" perintah Denis pada Dendi
"Diap bos" jawab Dendi senang, setelah itu ia mulai menggunakan leptopnya untuk melakukan sesuatu.
"Kak lihat dia melakukan korupsi dan punya istri serta memiliki anak 7, yang lebih mengejutkan lagi ia bersekolah di tempat sang sama" ujar Dendi heboh
"CK... Sampah, bereskan" ujar Denis sembari menyeringai kejam lalu memejamkan matanya lagi.
"Abang kenapa Abang tidak cari orang tua Rani yang sebenarnya, kita bisa buat pelajaran dari mereka" ujar Dean
"Benar juga, baiklah setelah ini Abang akan cari tau siapa orang tua bodoh itu" jawab Dendi.
"Iya kita buat mereka berlutut di kaki Rani suatu saat nanti" ujar Dean dengan dingin
"Iya Abang akan ajarkan Rani ilmu IT" ujar Dendi
"Kakak akan ajarkan ilmu berbisnis dengan benar" ujar Denis
"Dan aku... Aku akan ajarkan Rani ilmu bela diri untuk menjaga dirinya sendiri saat kita sedang jauh darinya" ujar Dean
"Bagus sepakat" ujar ketiganya dengan semangat.
Sedangkan saat ini Rani dan Daddy serta mommy sudah ada di rumah ibu RT.
Mommy dan Daddy sudah menceritakan semua tentang Rani sebenarnya, ibu tr yang mendengar itu sangat sakit hati dan sedih.
Ia tidak menyangka di balik sifat Rani yang dewasa menyimpan cerita yang menyakitkan.
"Ya Allah nak tega sekali mereka, ibu berharap suatu saat nanti mereka menyesali semua ini tapi semua terlambat. Ibu doakan semoga kamu menjadi wanita yang sukses dan luar biasa, tunjukan pada mereka yang tidak menginginkan kamu. Jika kamu bukan perempuan biasa" ujar ibu RT
"Terima kasih Bu sudah baik dengan Rani selama ini, Rani juga berterima kasih atas kebaikan warga di sini" ujar Rani sedih
" Tentu sayang kamu pantas untuk di sayang jadi mulailah hidup baru dengan mommy mu, ibu yakin kamu akan bahagia" jawab ibu RT
"Denisa aku titip Rani, aku sangat mengenal Rani dari dia masih bayi merah, aku dulu sangat dekat dengan bi Rosmana dia wanita yang baik hinggap semua warga disini sangat menyukainya begitu juga dengan Rani" ujar ibu RT sembari menangis.
"Tentu Zaskia aku akan merawat dan membesarkan Rani dengan kasih sayangku, jika kamu merindukan Rani kamu bisa datang kerumah ku atau kami yang berkunjung ke desa ini, karena bagaimana pun desa ini lah tempat berlindung Rani dan nek Ros selama ini" jawab mommy dengan sungguh sungguh.
"Benar, dan untuk itu saya sebagai Daddy Rani saat ini mengungkapkan terima kasih dan juga akan memberikan bantuan untuk membangun desa ini, kami akan membangun jalan agar memudahkan tranportasi menuju kota, tolong adakan rapat desa satu bulan lagi karena saya akan datang bersama yang lainya untuk membangun desa ini lebih maju" ujar Daddy Daris
Ibu RT dan pak tr yang mendengar itu sangat bahagia
"Alhamdulillah, baik pak terima kasih atas kebaikannya saya selaku RT dini mewakili seluruh warga mengucapkan terima kasih, kami akan umumkan pada warga dan juga akan mengadakan rapat di waktu yang di tentukan" jawab pak Hartono selaku suami ibu Zaskia
Setelah itu mereka pun berbincang lainya hingga siang mereka pun pamit pulang.
Sesampainya di depan rumah Rani melihat anak laki laki yang biasa datang kerumahnya untuk mengambil makanan.
"Kamu sudah datang dek, maaf ya kakak baru pulang apa sudah lama?' tanya Rani
"Belum lama kak" jawab bocah itu
"Ayo duduk dulu, tunggu sebentar ya" ujar Rani lalu masuk rumah
Mommy tertegun melihat Rani lalu menoleh kearah Daddy yang tersenyum
"Mommy akan tau" jawab Daddy dan benar saja Rani keluar membawa katung yang berisi makanan.
"Eh dek apa itu ini adik kamu, kok di bawa kemari pasti kamu lelah membawanya" tanya Rani yang baru sadar jika anak laki laki itu membawa adiknya.
"Iya kan maaf kami tidak ada tempat untuk berteduh selama ini kami tinggal di masjid tadi mau tinggal adiknya takut hilang" jawab anak itu
"Ya Allah dek kenapa gak kemari kan bisa tinggal sama kakak dari pada di luar" ujar Rani terkejut begitu juga mommy dan Daddy
"Rani ajak masuk dulu adiknya" ujar mommy dan Daddy yang tidak tega melihat anak itu
"Ayo masuk dek" ajak Rani
"Gak usah kak, kami kotor nanti lantainya kotor" jawab anak itu takut
"Kotor apa, gak usah di pikirkan kalah kotor bisa di bersihkan lagi" jawab mommy dan Rani lalu Rani mengambil adik kecil yang baru berusia dua tahun itu dari gendongannya bocah lima tahun itu.
Setelah di dalam anak itu duduk dengan diam takut mengotori rumah Rani.
"Nak siapa namamu?" tanya Daddy
"Lilo tuan" jawab anak itu
"Ini adikmu siapa namanya?" tanya mommy
"Leno " jawab Lilo
"Lalu dimana kedua orang tuamu nak?" tanya mommy lagi
"Sudah meninggal, ayah sakit lalu meninggal lalu ibu juga ikut meninggal," jawab Lilo
"Lalu apa ada saudara lain?" tanya Daddy
"Ada tapi Lilo dan Leno di usir dari rumah" jawab Lilo dengan pelan.
"Astaghfirullah al'adzim" seru mommy dan Daddy yang sedih melihat nasib anak anak ini.
Mommy dan Daddy saling pandang dan mengangguk.
bersambung
scra frsatnya bnr,jdinya ga msti hdp brng sm kingkong....🤣🤣🤣....
Laaahh.....
mling triak mling....siap2 malu lh klian....
😭😭💪
dnia emng smpit....yg jd krban trnyta msh kluarga shbtnya rani,jd sklian aja blsnya y....biar tu orng malu sklian.....
btw,kpn rani ktmu pwangnya y???