NovelToon NovelToon
Bintang Hatiku

Bintang Hatiku

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: lautt_

Di antara pertemuan yang tidak disengaja dan percakapan yang tampak sepele, terselip rasa yang perlahan tumbuh. Arpani Zahra Ramadhani dan Fathir Alfarizi Mahendra dipertemukan dalam takdir yang rumit. Dalam balutan nilai-nilai Islami, keduanya harus menavigasi perasaan yang muncul tanpa melanggar batasan agama. Bersama konflik batin, rahasia yang tersembunyi, dan perbedaan pandangan hidup, mereka belajar bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang kesabaran, keikhlasan, dan keimanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lautt_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir dalam sebuah pertemuan

"Ada pertemuan yang tidak pernah direncanakan, tapi disiapkan oleh Allah untuk menjawab doa-doa yang tulus."

 

Hari yang Dinanti

Mentari pagi menyinari halaman pondok pesantren Al-Furqan yang dipenuhi aktivitas. Para santri sibuk mempersiapkan acara pengajian akbar yang akan segera dimulai.

Fathir Alfarizi Mahendra berjalan di halaman masjid sambil membawa beberapa brosur acara. Pikirannya campur aduk. Entah kenapa, hari ini hatinya gelisah. Sejak pagi, ada firasat aneh yang membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.

“Fath, lo kenapa? Dari tadi kayak orang kehilangan arah,” tegur Irwansyah Pratama sambil membawa kotak air mineral.

Fathir tersenyum tipis. “Entah kenapa, Yah. Aku ngerasa hari ini beda.”

Irwansyah tertawa pelan. “Beda gimana? Jangan-jangan hari ini hari lo ketemu jodoh?”

Fathir menggeleng sambil tertawa kecil. “Jodoh? Jangan bercanda, Yah. Aku cuma… punya firasat aneh aja.”

Irwansyah menepuk pundaknya. “Kadang, firasat itu jawaban dari doa-doa yang udah lama lo panjatkan.”

Fathir hanya terdiam. Kata-kata Irwansyah mengendap dalam pikirannya. Mungkinkah hari ini menjadi hari di mana doa-doanya menemukan jawabannya?

 

Kedatangan yang Tak Disangka

Di sisi lain kota, Arpani Zahra Ramadhani sedang dalam perjalanan menuju pondok bersama ibunya, Siti Rahmawati. Mobil yang mereka tumpangi melaju perlahan melewati jalanan kota Malang yang sejuk.

Arpa duduk di samping jendela, memandang keluar. Hatinya berdebar tanpa alasan yang jelas.

“Ibu, aku kok deg-degan ya?” gumamnya sambil memegang dada.

Bu Rahma tersenyum bijak. “Mungkin ada sesuatu yang akan terjadi hari ini, Nak. Kadang, firasat itu cara Allah memberi kita petunjuk.”

Arpa hanya mengangguk pelan. Ia tak tahu kenapa hatinya merasa seperti ini. Tapi ada satu harapan kecil yang ia coba tepis — harapan untuk bertemu Fathir di acara ini.

Saat mobil mereka berhenti di depan pondok, Arpa melihat keramaian. Santri dan keluarga memenuhi halaman. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran di dadanya.

Namun, langkahnya terhenti begitu matanya menangkap sosok yang tak asing — Fathir, berdiri di dekat panggung kecil, sedang berbicara dengan panitia. Ia terlihat lebih dewasa dari terakhir kali mereka bertemu, dengan peci hitam yang menutupi rambutnya dan sorot mata yang penuh ketenangan.

Jantung Arpa berdebar kencang. Ia tak menyangka doanya dijawab secepat ini.

 

Pertemuan yang Menggetarkan Hati

Fathir, yang sedang sibuk berbicara dengan panitia, tiba-tiba merasa seperti ada seseorang yang memperhatikannya. Ia menoleh ke arah kerumunan, dan matanya langsung tertuju pada sosok Arpa.

Untuk beberapa detik yang terasa seperti selamanya, mereka saling menatap. Mata mereka saling berbicara tanpa suara — tentang rindu yang terpendam dan doa yang tak pernah berhenti.

Fathir segera menunduk, mencoba menjaga adab. Tapi dalam hatinya, ia tahu ini bukan kebetulan.

Irwansyah yang memperhatikan kejadian itu dari jauh tersenyum lebar. “Gue udah bilang, bro. Hari ini hari lo.”

Fathir menarik napas panjang, mencoba mengendalikan emosi yang bergejolak. Ia tahu, pertemuan ini adalah ujian. Ujian untuk menjaga hati dan adab, bahkan di saat rindu sudah tak tertahan.

 

Percakapan yang Tak Direncanakan

Usai acara pengajian, Arpa berjalan pelan di sekitar halaman pondok. Ia tak tahu harus bagaimana. Ada keinginan kuat untuk bicara dengan Fathir, tapi ada juga rasa canggung yang menahannya.

Namun, takdir kembali mengambil alih.

“Assalamualaikum, Arpa.”

Arpa menoleh cepat. Di hadapannya berdiri Fathir, dengan senyum tipis yang terlihat gugup.

“Waalaikumsalam, Fath,” jawab Arpa pelan, jantungnya berdegup kencang.

Mereka berdiri dalam keheningan selama beberapa detik sebelum Fathir memecah suasana.

“Kamu kelihatan sehat. Aku… senang bisa ketemu kamu di sini.”

Arpa tersenyum kecil. “Aku juga nggak nyangka bakal ketemu kamu di sini. Rasanya seperti…”

“Seperti jawaban dari doa?” potong Fathir.

Arpa mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca.

“Aku masih sering mendoakan kamu, Arpa,” ucap Fathir akhirnya, suaranya terdengar tulus.

“Aku juga, Fath. Aku selalu menyebut nama kamu dalam doa,” jawab Arpa dengan lirih.

Ada keheningan yang indah di antara mereka. Tak ada kata cinta yang terucap, tapi hati mereka saling berbicara.

“Aku nggak tahu gimana akhir cerita kita,” lanjut Fathir, “tapi aku percaya, kalau memang kamu takdirku, Allah pasti pertemukan kita lagi di waktu yang lebih baik.”

Arpa tersenyum sambil menahan air mata. “Dan aku akan terus mendoakan kamu… sampai waktu itu tiba.”

Mereka berdua saling mengangguk, menyadari bahwa cinta mereka bukan tentang memiliki saat ini, tapi tentang merawat rasa itu dalam doa dan kesabaran.

 

Malamnya, di pondok pesantren, Fathir duduk di dekat jendela kamarnya, menatap langit malam yang dipenuhi bintang.

Di tempat berbeda, Arpa duduk di balkon rumahnya, memandangi bintang yang sama.

Keduanya mengucapkan doa yang sama dalam hati.

"Ya Allah, jika dia memang takdirku, dekatkan kami dalam ridho-Mu. Tapi jika bukan, jaga hati kami hingga kami bisa merelakan."

 

“Terkadang, pertemuan yang sederhana adalah jawaban dari doa-doa yang selama ini dipanjatkan dalam diam. "

1
Uryū Ishida
Gemesin banget! 😍
✨♡vane♡✨
Baca cerita ini adalah cara terbaik untuk menghabiskan waktu luangku
Dandelion: Jangan bosan ya bacanya
total 1 replies
KnuckleBreaker
Bagus banget! Aku jadi kangen sama tokoh-tokohnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!