Author update hari, SELASA dan KAMIS
Reyna Maureen Alexandria seorang gadis dingin tak tersentuh. dia juga seorang ketua Geng motor Black Rose.
Reyhan Saputra Smith adalah ketua OSIS sekaligus kapten basket disekolah TUNAS BANGSA. Reyhan adalah cowok dingin dan cuek dia terkenal di sekolah Tunas bangsa disebut Ketos kutub karena sifatnya yang dingin sama orang lain.
Reyhan juga adalah siswa paling pintar disekola Tunas bangsa. Setelah kedatangan siswi baru yang bernama Reyna, Reyhan menjadi pribadi banyak bicara.
Apakah mereka akan tumbuh benih-benih cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 008: TANTANGAN DAN DINDING TINGGI
Reyna membaringkan kepalanya di atas meja belajar, matanya terpejam seolah kelelahan berat. Citra yang duduk di sampingnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sahabat dekatnya itu, namun ia tidak berani membangunkan Reyna lebih dulu. Suasana kelas menjadi hening saat guru yang mengajar berdiri di depan papan tulis dengan panduan tajam mengamati satu per satu muridnya.
"Baiklah anak-anak, siapa yang bisa mengerjakan soal ini?" tanya Ibu Guru sambil menunjuk deretan soal yang terlihat sangat rumit di papan tulis.
Namun, tak satu pun tangan yang terangkat. Semua murid saling pandang, ada yang menunduk, ada pula yang berpura-pura sibuk. Keheningan itu membuat Ibu Guru menghela napas panjang.
"Baiklah, kalau tidak ada yang mau maju, biar Ibu yang tunjuk sendiri," ucapnya tegas. Ia mulai berjalan menyusuri lorong meja murid, matanya berputar mencari siapa yang akan menjadi sasaran. Namun langkahnya terhenti dan matanya terbelalak lebar saat melihat sosok yang sedang tertidur pulas di mejanya.
Ibu Guru segera berjalan cepat mendekati meja itu. Citra yang menyadari kedatangan guru itu langsung menyikut lengan Reyna dengan panik. "Reyna, bangun... Reyna, ayo bangun!" bisiknya berulang kali, namun Reyna belum juga bergerak.
BRAK!
Suara gebrakan keras terdengar memecah keheningan, berasal dari tangan Ibu Guru yang menghantam meja. Reyna pun tersentak bangun, ia mengangkat kepalanya perlahan lalu menatap tajam ke arah orang yang berani mengganggu tidurnya. Tatapannya begitu datar, dingin, dan terlihat sangat malas.
"Reyna! Beraninya kamu tidur di jam pelajaran Ibu! Kamu ini sudah kelas sebelas, harusnya lebih disiplin!" tegur Ibu Guru dengan nada marah.
Reyna hanya memutar bola matanya malas. "Pelajaran Ibu membosankan, buat ngantuk saja," jawabnya santai tanpa rasa bersalah.
"Sudah, jangan banyak alasan! Sekarang kamu maju ke depan dan kerjakan semua soal di atas!" titah Ibu Guru sambil menunjuk papan tulis.
Reyna berdiri perlahan, lalu menatap lurus ke arah gurunya dengan senyum tipis yang penuh tantangan. "Oke, gue mau mengerjakan. Tapi ada syaratnya. Kalau gue bisa mengerjakan semua soal itu dengan benar, maka semua siswa di kelas ini boleh pulang lebih awal."
Ibu Guru terdiam sejenak, lalu menjawab dengan tegas, "Baiklah, Ibu setuju. Kalau semua jawabanmu benar, kalian boleh pulang sekarang juga."
Tanpa bicara lagi, Reyna berjalan santai ke depan. Ia mengambil kapur tulis dan mulai bergerak cepat. Bagi murid lain, soal-soal itu tampak seperti bahasa asing yang sulit dimengerti, tapi bagi Reyna, semua itu terlihat begitu mudah dan sederhana. Kurang dari sepuluh menit, seluruh papan tulis sudah penuh dengan tulisan dan jawaban lengkap.
Semua murid dan Ibu Guru tertegun melihat kecepatan dan ketangkasan Reyna. Ibu Guru segera memeriksa satu per satu jawaban itu dengan saksama. Semuanya benar. Tidak ada satu pun kesalahan, bahkan cara pengerjaannya pun terlihat lebih ringkas dan cerdas dari yang diajarkan.
"Kalian... boleh pulang," ucap Ibu Guru dengan nada lesu dan tak percaya.
Seketika itu juga, ruangan kelas XI IPA 1 dipenuhi sorak sorai kegembiraan. Mereka berteriak senang dan bersyukur pada Reyna, gadis yang dijuluki Gadis Ice Tak Tersentuh, gadis dingin namun jenius yang selalu menyelamatkan mereka dari pelajaran yang membosankan.
Tak lama kemudian, Reyna sudah berada di atas motor sport kesayangannya. Ia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota, namun ia tidak mengarahkan motornya ke jalan menuju rumah. Ia pergi ke sebuah danau kecil yang tersembunyi di pinggiran kota, tempat favoritnya saat pikirannya sedang kacau atau saat ia ingin sendiri jauh dari keramaian.
Ia duduk di tepi danau, melempar batu-batu kecil ke permukaan air sembari menatap pantulan dirinya di sana. Angin sore menerpa wajahnya, sedikit menyejukkan hati yang selalu terasa berat.
"Ternyata lo juga sering ke sini," sebuah suara berat dan dalam tiba-tiba terdengar dari belakang punggungnya.
Reyna menoleh sekilas. Itu Reyhan, ketua OSIS yang begitu populer, cerdas, dan tampan di sekolahnya. Tanpa meminta izin, Reyhan berjalan mendekat dan duduk tepat di samping Reyna. Tatapan Reyhan tertuju lekat pada wajah gadis di sampingnya itu, wajah yang selalu membuatnya penasaran dan ingin tahu lebih dalam.
Namun, Reyna segera berdiri dan bersiap pergi seolah kehadiran Reyhan sama sekali tidak penting.
"Reyna, tunggu," panggil Reyhan. Ia berdiri dan berjalan menghampiri Reyna, tapi ia tidak berani menyentuh pergelangan tangan gadis itu. Ia sudah tahu betul, Reyna sangat membenci disentuh oleh siapa pun.
"Apakah, kita tidak bisa berteman?" tanya Reyhan dengan nada lembut, lalu mengulurkan tangannya ke arah Reyna sebagai tanda persahabatan.
Reyna menatap tangan itu sekilas, lalu menatap mata Reyhan dengan tatapan sedingin es.
"Aku tidak butuh teman," jawabnya datar, lalu berbalik badan meninggalkan Reyhan yang masih berdiri kaku dengan tangan yang masih terulur di udara.
Reyhan menarik kembali tangannya perlahan, menatap punggung Reyna yang semakin menjauh. "Gue harus menyelidikinya. Pasti ada sesuatu di masa lalu yang membuatnya menjadi orang tertutup, dingin, dan tidak mau dekat dengan siapa pun. Di sekolah pun dia sendiri, tidak punya teman, seolah dia membangun tembok tinggi di sekelilingnya," gumam Reyhan dalam hati
bedahxbeda
kepalahxkepala
bedah, melongoh.,
wlpun reader tau mksudny tp kurang enk aja d bacanya.