"Mas Kenzo! Pocongnya kabur lagi!" teriak Srini sambil ngemil ceker ayam._
"Bukan waktunya makan, sri! Itu pocong bawa kabur anak kepala desa!"
Kenzo, dukun muda nyeleneh dan Srini, kuntilanak centil juga narsis , harus menghadapi Gerombolan pocong pemburu nyawa,Pengkhianatan makhluk gaib yang mereka percaya ,Rahasia mengerikan di balik kematian orang tua Kenzo.
misteri apa yang terjadi mengapa bisa ribuan pocong mengepung sebuah desa dan mengapa orang tua Kenzo bisa mati secara misterius. temukan jawabannya di buku ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the last shadow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Tubuh Kenzo yang sempat tumbang akibat kehilangan banyak darah tiba-tiba bergerak. Dia bangkit berdiri seolah-olah tidak terjadi apa pun. Luka besar yang menganga di perutnya perlahan menutup sendiri tanpa meninggalkan bekas. Namun, yang berdiri di hadapan mereka sekarang bukan Kenzo yang dikenal melainkan sosok dengan ekspresi datar tanpa emosi.
Energi gaib meledak-ledak dari tubuhnya, menciptakan tekanan yang memaksa semua yang ada di sana bersujud.
Srini yang awalnya mengamuk menjadi tersadar dan terpaksa untuk ikutan bersujud.Energi tersebut menekan tubuh mereka, rasanya seperti tercekik oleh sesuatu yang tidak terlihat.
Saat energi tersebut sudah di netralkan,barulah mereka bisa bernafas dengan legah.
Mereka mencoba berdiri dan melihat kenzo yang seperti orang lain, bukan kenzo yang mereka kenal,mereka semua bingung apa yang telah terjadi dan mengapa kenzo terlihat berbeda.
"Hahahahahaha!" Tawa bergemanya memekakkan telinga.
Mata Kenzo yang biasanya coklat tua kini bersinar biru terang. Aura yang memancar dari tubuhnya begitu menakutkan.
"Aku penasaran... siapa yang membuat bocah ini sampai tumbang?" katanya dengan suara dingin yang penuh ejekan. "Ternyata kau, seekor lalat kecil peliharaan Mayangsari si wanita tua itu. Cih, lemah sekali. Tidak cocok merasakan kekuatanku yang sebenarnya."
Ki Darmo menegang, wajahnya menyiratkan kemarahan bercampur rasa takut. "Siapa kau sebenarnya?!" teriak Ki Darmo geram.
"Kau tidak layak tahu siapa aku," jawab sosok itu dingin.
"Sombong!" Ki Darmo melesat dengan kecepatan luar biasa, menendang sosok itu dengan sekuat tenaga. Namun, serangan itu ditahan dengan mudah hanya menggunakan satu jari.
"Lemah," ujarnya santai sambil menepuk-nepuk tangannya, seolah membersihkan debu.
Ki Darmo semakin bringas. Dia melancarkan serangan bertubi-tubi, bahkan memerintahkan seluruh pasukan pocongnya untuk menyerbu.
"Hacih!" Sosok itu tiba-tiba bersin.
Dalam sekejap, seluruh pocong yang mengeroyoknya berubah menjadi abu dan lenyap tertiup angin.
"Sepertinya aku kena flu," katanya santai sambil menggosok-gosok hidung.
Semua yang ada di sana terdiam melongo. Dengan satu bersin, pasukan pocong musnah tanpa sisa.
"Jadi bagaimana, lalat kecil? Kau mau menyerang lagi sepuasmu, atau aku yang menyerangmu?" tanyanya dengan senyum menyeringai.
Ki Darmo gemetar ketakutan. Instingnya mengatakan bahwa jika dia tetap melawan, dia akan musnah. Dia mencoba melarikan diri, namun tiba-tiba sosok itu sudah berada di depannya.
"Selamat tinggal, makhluk lemah," katanya sambil tersenyum manis.
Dengan satu tangan, dia meremas kepala Ki Darmo hingga hancur berkeping-keping. Darah dan serpihan kepala berceceran di tanah.
"Sepertinya waktuku nggak banyak. Bocah ini sebentar lagi akan bangun," gumamnya sambil menatap tubuh Kenzo.
Dia berbalik ke arah Srini dan seluruh pasukan Kenzo. "Kalian teruslah menjadi kuat, agar tidak menjadi beban," katanya tersenyum manis.
Setelah itu, tubuhnya limbung dan jatuh pingsan.
"Mas Kenzo!" Srini berteriak panik sambil menangkap tubuh Kenzo yang hampir terhempas ke tanah.
Tak berapa lama, Kenzo akhirnya siuman. Matanya perlahan terbuka, wajahnya tampak bingung.
Dia memegang kepalanya yang pusing. "Apa yang terjadi?" tanyanya dengan suara serak.
Matanya memandang sekeliling. Semua pocong telah lenyap, hanya menyisakan pasukannya sendiri. Di kejauhan, terlihat sosok pocong raksasa dengan kepala hancur, serta tubuh manusia yang hancur tercerai-berai.
"Sepertinya aku melewatkan sesuatu." gumamnya dalam hati,merasa terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
Kenzo masih mencoba memahami situasi saat Srini berdiri di sampingnya dengan wajah tegang. "Mas, kamu nggak ingat apa yang terjadi tadi?" tanya Srini khawatir.
Kenzo menggeleng pelan. "Yang kuingat hanya tusukan di perutku oleh manusia bodoh itu... lalu semuanya gelap."
Srini menatapnya serius. "kamu berubah, Mas. Sosok lain mengendalikan tubuhmu. Energinya luar biasa menakutkan. Dia menghancurkan seluruh pocong dengan satu bersin dan membunuh Ki Darmo dengan mudah."
Kenzo tertegun. "Sosok lain? Apa maksudmu?"
Srini menjelaskan semuanya dengan detail bagaimana aura Kenzo berubah drastis, bagaimana tawa menyeramkan bergema, dan kekuatan luar biasa yang ditunjukkan oleh sosok tersebut.
feed back la yaa😍