NovelToon NovelToon
Jodohku

Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Adira amna

perpisahan kedua orang tuanya itu,membuat seorang gadis bernama Adira Amna (21) sulit untuk menjalin sebuah hubungan serius dengan laki-laki.

hingga dengan tiba-tiba, Amna dilamar oleh seorang pria yang baru dikenal nya selama beberapa minggu! lalu,apakah Amna akan menerima lamaran dari pria tersebut?


penasaran sama kelanjutan ceritanya? yuk baca👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira amna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9

Tante Erna dan keluarga, memutuskan untuk pulang keesokan hari nya. Saat makan malam tadi, om Firza meminta Radit untuk bertanya pada Amna, tentang mahar yang akan amna minta nanti. Karna saat dirumah Amna tadi, mereka belum menanyakan hal itu, karna saking asyiknya bertukar cerita. Dan Saat sudah berada dikamar, Radit pun langsung mengirimi Amna pesan.

Namun setelah menunggu cukup lama, pesan itu tak kunjung dibaca oleh Amna. Radit pun memutuskan untuk menelpon nya, tapi lagi-lagi tak ada jawaban dari wanitanya itu. Dan itu berhasil membuat Radit gusar, akhirnya Radit memutuskan untuk ke rumah Amna saat itu juga.

"Loh... Mau kemana mas!?" tanya Farah, saat ia melihat Radit keluar dari kamar, dengan memakai jaket.

"Ke rumah Amna sebentar, soalnya dari tadi mas chat ga di bales, mas telpon juga ga di angkat. Mas khawatir" ujar Radit, yang masih mencoba menelpon Amna dan langsung jalan begitu saja.

Farah yang melihat nya pun, hanya menggelengkan kepala dan mendengus. "dasar bucin"

Sementara orang yang dikhawatir kan, sedang berada dirumah bude Salma. kedua anak bude Salma, memang baru datang jam 7 tadi.

"Kamu beneran mau nikah ini de?" tanya Alfan, sambil memakan cemilan.

"Ya beneran lah mas, masa bohongan!" Amna yang sedang bermain dengan keponakan nya itu pun, menjawab dengan ketus.

"Besok disuruh kesini lagi, calon suami kamu itu. Mas mau kenal!" Amna pun hanya mengiyakan saja, perintah mas nya itu.

"Lagian kamu itu de, bisa-bisanya lamaran mendadak begini..!" gerutu nazar, yang sedari tadi hanya diam duduk di sebelah Alfan.

Sementara Amna hanya memajukan bibir nya saja, tanpa menimpali ucapan sepupu nya itu. Amna sebenar nya merasa bersalah pada kedua mas nya itu, karna Amna lupa memberitahu mereka kalau akan dilamar. kedua nya tau dari bude salma saat sore tadi.

"Amna itu dirumah ada Radit!" teriak Yaya, tiba-tiba mengagetkan mereka semua.

"Loh... Ngapain mas Radit kesini?" tanya Amna pada Yaya, Dan yang di tanya pun hanya mengangkat bahu saja.

"Ayo.. mas juga mau ketemu sama dia. kebeneran, ga usah nunggu sampai besok" ujar Alfan yang langsung berdiri, di ikuti juga oleh nazar.

Amna berjalan lebih dulu, lalu di ikuti oleh kedua mas nya dan Yaya dibelakang. Amna sempat berfikir, untuk apa Radit datang malam ini, bukankah siang tadi ia bilang akan datang lagi besok.

Saat Amna memasuki rumah nya, ia melihat Radit duduk disana. "Mas Radit".

Begitu melihat Amna, Radit langsung menghampiri dan memeluk nya. "Mas khawatir sayang!" lirih Radit.

"De.." panggil Alfan dengan suara tegas. Dan Radit pun baru sadar, kalau bukan cuma Amna yang berada disitu.

Amna meringis melihat wajah datar Alfan."Mas Radit kenalin, ini mas Alfan dan mas nazar, Kakak sepupu Amna!"

Radit pun langsung mengulurkan tangan nya." Radit mas!" Radit tersenyum canggung, saat berjabat tangan dengan Alfan.

"hmm... Amna bikinin minum dulu ya mas!" Amna langsung berlari kecil menuju dapur.

Sementara ketiga lelaki yang duduk diruang tamu itu, hanya saling membisu. Hingga Amna kembali dengan membawa tiga cangkir kopi. mereka masih juga tak bersuara.

"Mas Alfan, tadi katanya mau kenal sama mas Radit?" Amna langsung melipat bibir nya kedalam mulut, saat ditatap dengan tajam oleh Alfan.

"Kamu masuk sana de, ke kamar" perintah Alfan dengan tegas. Amna pun hanya bisa menurut dan langsung pamit pada Radit untuk ke kamar.

Setelah Amna meninggalkan ruang tamu, Alfan dan nazar pun mulai menanyakan banyak hal pada Radit. mulai dari pekerjaan sampai alasan lelaki itu melamar adiknya.

"Jangan pernah kecewa kan Amna, dan membuat nya menangis. kalau itu sampai terjadi, kamu langsung berurusan sama saya!" wajah Alfan datar saat mengatakan itu. Dan Radit pun hanya menganggukkan kepala saja.

Ketiga nya melanjutkan obrolan, hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul 11.00. Karna saking fokus nya pada cerita kedua sepupu Amna itu, Radit jadi melupakan tujuan nya datang kesini.

"Saya pamit pulang dulu mas, udah malam banget ini ternyata" ujar Radit yang berdiri dari duduk nya dan terkekeh pelan.

"Hati-hati dijalan!!" Alfan mengangkat sebelah tangan nya saat Radit membunyikan klakson motor nya. Tadi radit memang, menggunakan motor saat kerumah Amna.

****

Amna tidak masuk ke kamar sesuai perintah kakak sepupu nya itu. Ia memilih duduk di balkon bersama Yaya, mengobrol berdua dengan adiknya itu. Amna pun sudah tau, alasan mengapa Radit sampai datang kerumah nya malem-malem begini. Ternyata dari tadi Radit menghubungi nya. Amna pun baru sadar, kalau ia lupa membawa ponsel nya saat ke rumah bude Salma tadi.

"Ga usah di liatin terus, besok juga ketemu lagi..!" Amna dan Yaya kompak, menolehkan wajah nya ke asal suara itu. Ternyata mas nazar, sudah berdiri sambil menyenderkan tubuh nya di gawang pintu. Waktu mendengar suara motor tadi, memang Amna langsung berdiri di ikuti juga oleh Yaya.

Nazar mendudukkan dirinya, di kursi yang ditempati oleh Yaya tadi. "Pada tidur Sono, udah malem..!!" Akhirnya mau tak mau, Amna dan Yaya pun memasuki kamar mereka masing-masing.

✉️ Sayang mas sudah sampai dirumah.. besok pagi mas jemput ya!

Setelah berbalas pesan sebentar dengan Radit, Amna pun langsung memejamkan matanya. Dirinya benar-benar lelah hari ini, tetapi juga merasa bahagia.

****

"Amna.. Mau sarapan apa!?" itu suara Yaya, yang berteriak dari lantai bawah.

Amna yang sedang menyapu lantai atas pun, langsung melongok kan kepala nya ke bawah tangga. Disana ada Yaya, yang sedang berdiri memainkan ponsel nya.

"Tolong beliin gue bubur ayam aja. Inget ya, Jangan di kasih daun bawang!!" Amna memang tidak menyukai daun bawang mentah. Tetapi adiknya itu selalu lupa, setiap amna menitip beli bubur.

Kalau Altaf Jangan ditanya, biasa nya kalau hari Minggu gini, anak itu sudah menghilang dari bedug subuh 'alesan nya sih mau jogging'.

Saat sedang membilas pakaian yang sudah amna cuci. ia mendengar suara ketukan pintu dari arah bawah. Amna pun segera mencuci tangan nya, dan mengambil kerudung instan dikamar.

Ketika Amna ingin membuka pintu, ia mendengar suara motor Yaya berhenti. Dan benar saja, pintu itu pun langsung di buka oleh yaya, yang sedang menenteng plastik berisi bubur ayam dan lontong sayur. Ternyata di belakang Yaya juga ada Radit, yang hari ini terlihat lebih tampan, mengenakan celana Levis hitam dan kemeja hitam yang di gulung hingga ke siku. Amna pun dibuat terpana dengan penampilan lelaki itu.

"Mingkem na mulut nya, kemasukan laler baru tau rasa lu.." ujar Yaya, yang melewati Amna begitu saja.

Dan pipi Amna pun terlihat memerah karna ucapan Yaya barusan. "Duduk diatas aja mas! mas udah sarapan belum?"

"Niat nya kesini, emang mau ngajak sarapan bareng sayang!" ujar Radit, menunjukan beberapa plastik yang ia bawa dan menyerahkan nya ke Amna.

Pagi tadi Tante Erna dan keluarga nya, pamit pulang ke rumah mereka yang berada kota X. Maka dari itu, Radit langsung tancap gas menuju rumah Amna.

"Tau gitu mah, Amna ga usah beli sarapan tadi mas." ucap Amna, mengerucutkan bibirnya.

"Mas kan udah bilang sama Ade, kalau pagi ini mas mau ke rumah" Radit bicara, sambil mengikuti langkah Amna yang menaiki tangga.

"Iya.. Tapi mas ga bilang kalau mau bawain sarapan sekalian!!" Dan Radit pun hanya terkekeh, mendengar Amna bicara dengan nada yang ditekan.

"Ayah mana de?" tanya Radit, karna sedari tadi lelaki itu tidak melihat calon mertua nya.

"Ayah hari ini ada acara di Bogor, udah berangkat dari jam 6 tadi" jelas Amna, sambil menuang bubur nya ke dalam mangkok.

"Nanti mau ikut mas, ke makam ayah dan bunda ga de?" tanya Radit disela kunyahan nya.

"Mau mas, abis ini amna siap-siap." jawab Amna semangat.

Setelah menyelesaikan makan nya, amna pun memasuki kamar untuk segera bersiap. Sementara Yaya, langsung turun untuk mencuci piring bekas mereka makan.

*

*

*

*

*

1
buna
aku pun mau kak, tapi langka kaya nya
Dinar
Mau yang kaya Radit, co di mana ya Thor?
paket lengkap banget si Radit Radit itu Tuhan
Dini Mariani s
bagus
KoriZen _ Zaa
bagus banget kak ceritanya, saya sukaa
♡ ECHI ♡
lah ayang aku kenapa ada di sini /Smirk/
♡ ECHI ♡
lanjootttt
♡ ECHI ♡
lanjutttttt
♡ ECHI ♡
lanjut dong, yang banyak
♡ ECHI ♡
bagus
♡ ECHI ♡
mampir 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!