NovelToon NovelToon
Di Dua Hati

Di Dua Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: deti apriyani

Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.

Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.


Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.

Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Perjanjian

Rey , Dinda dan Bayu akhirnya pergi meninggalkan rumah Rara dengan penuh khawatir dan cemas

Mereka masih menyusuri tempat-tempat yang biasa Rara lewati atau datang tapi hasilnya nihil , merekapun masih belum mendapat jawaban dari setiap pesan atau panggilan dari hp Rara atau Ayah Bunda nya

***

Di Ruko Tua

Rara memakirkan motornya di depan gedung ruko dua lantai tua yang kusam itu berharap semoga bisa mendapatkan apa yang dia butuhkan

"Permisi.. " Rara membuka pintu dengan rasa cemas dan sedikit takut

Terlihat ada 2 orang laki-laki di dalam

Yang satu bapak yang bisa di bilang seumuran Ayahnya sedang duduk di belakang meja yang lumayan besar dan satu terlihat berusia 30 tahunan berbadan kekar sedang duduk di sofa yang tidak jauh dari meja

"Wah..wah..wah.. Kita kedatangan bunga segar" ucap lelaki tua itu sambil tersenyum genit menatap Rara

"Ada perlu apa?" tanya pria kekar

"Saya ma.. mau pinjam dana" ucap Rara sedikit takut

"Jangan galak-galak gitu doy nanti dia kabur loh.." ucap Bapak tua itu masih tersenyum genit pada Rara

"Ayok ajak masuk" titah Bapak tua

Rara pun masuk kedalam dan duduk di depan meja Bapak tua itu atas perintah pria tadi

"Kamu perlu dana cantik?" tanya Bapak tua

"I..i.. iyaa" jawab Rara terbata-bata

"Jangan takut begitu saya gak galak kok" Bapak itu masih dengan genitnya

"Kamu butuh berapa?" tanya nya lagi

"200 juta pak" jawab Rara maaih takut

"Hhmm.. 200 juta ya" Bapak itu mengangguk nganggukan kepala nya

"Kamu punya apa untuk jadi jaminannya?" tanya Bapak itu masih dengan tatapan yang membuat Rara ngeri

"Ini.." Rara menyerahkan sertifikat rumahnya

Kemudian Bapak-bapak itu melihat dan membolak balikan sertifikat tersebut

"Hhmm kalau ini gak bisa sampai 200 juta bangunan nya terlalu kecil" Bapak itu mengangkat sebelah alis nya

"Tapi saya butuh dana nya 200 juta Pak untuk operasi ayah saya. Saya hanya punya ini sebagai tambahan" Rara mengeluarkan laptopnya, hp milik nya dan ayah bunda nya serta BPKB motor

"Hhmm ternyata kamu lagi butuh banget ya uang nya" seru Bapak itu lagi

Rara hanya mengangguk

Bapak itu terus saja menatap wajah Rara sambil tersenyum membuat Rara tidak nyaman

Beberapa saat kemudian

"Baiklah karna kamu anak yang cantik dan manis saya akan kasih dan hanya akan mengambil ini" ucap Bapak tersebut sambil mengambil sertifikat dan BPKB motor nya

"Yang lainnya boleh kamu bawa" lanjut Bapak itu

"Terima kasih Pak" jawab Rara merasa lega

"Tapi... " Bapak itu menghentikan ucapannya

"Panggil Gio" perintah Bapak itu pada lelaki tadi sambil mengarahkan kepalanya keatas

Lelaki kekar tadi pun langsung bergegas menaiki tangga menuju lantai atas

Tidak lama turun dengan seorang laki-laki yang mungkin hanya beda beberapa tahun dengan Rara

Laki-laki tinggi , putih bermata agak sipit dan berhidung mancung. Wajahnya cukup tampan hanya saja terlihat aura seperti lelaki temprament dan playboy

"Wah ada bidadari dari mana ini" anak lelaki tadi langsung tertuju pada Rara

Laki-laki itu menatap Rara dengan tatapan Player membuat Rara menjadi makin tidak nyaman

"Gimana hebatkan" ucap Bapak itu

"Ini sih sempurna banget pah" jawab Lekaki itu kepada Bapak tua yang ternyata papahnya

"Oke lah kalo lo suka ambil duitnya 200 juta di atas buat dia" suruh Bapak itu pada anaknya

"Oke.." jawab lelaki bernama gio itu tanpa melepaskan pandangannya pada Rara

"Anak om lagi ambil uang nya kamu baca dulu ini surat perjanjian nya dan tanda tangan kalo setuju" Bapak itu memberikan selembar kertas

"Surat perjanjia?" tanya Rara

"Iyalah surat perjanjian soalnya jaminan yang kamu kasih itu gak seberapa anak cantik di banding uang yang saya kasih sama kamu apalagi belum termasuk bunga nya setiap bulan" Bapak itu berbicara menakutkan

"Tapi kalau kamu setuju kalau tidak ya silahkan ambil lagi ini dan pergi dari sini" jawab Bapak itu menyerahkan sertifikat dan BPKB

"Baik saya akan baca dulu" jawab Rara mengambil kertas itu

Rara yang tidak punya pilihan akhirnya menetujui surat perjanjian tersebut yang isinya dia harus membayar bunga dari pinjamannya setiap bulan dan jika tidak bisa melunasi dalam waktu 6 bulan dia akan menyita rumah dan motor Rara serta harus menikah dengan gio anak nya itu.

Yang di pikiran Rara sekarang hanyalah bagaimana menyelamatkan nyawa ayahnya

***

Di Rumah Sakit Harapan

Rara yang sudah mendapatkan langsung membayarkan biaya operasi nya agar ayahnya bisa secepatnya di operasi

Rara tidak memberi tahu Bunda nya dari mana uang itu iya dapatkan , Rara sudah mendapatkan alasan yang baik dan Bunda nya percaya

Rar pergi ketaman hendak mencari udara segar

Di taman rumah sakit Ken sedang terduduk sendirian di kursi panjang menatap ke atas langit

"Ken.." wanita itu langsung memeluk pundak Ken dari belakang tanpa rasa malu

Ken langsung terperanjak dan marah mengkibas kan tangan wanita itu kasar

"Beraninya kamu!" nada nya sedikit berteriak

"Ken maafkan aku" ucap wanita itu memelas

"Lyra hentikan dan pergi dari hadapanku atau aku tidak akan mengampuni mu" nada bicara Ken seperti mengancam penuh penekanan

"Tapi Ken please kita ngomong sebentar aja" pinta dokter Lyra

"Pergi atau kamu tau akibatnya jika masih di kukuh di sini. Kamu tau kan aku bisa melakukan apapun termasuk menghancurkan karir mu itu" Nada bicara Ken semakin marah

"Baiklah Ken aku akan pergi tapi aku akan kembali lagi sampai kamu mau mendengarku" rintih dokter Lyra seraya pergi

Ken sangat kesal hingga meninju sandara kursi besi itu dan tidak sengaja melihat Rara ada di belakangnya sedari tadi yang tidak sengaja mendengar percakapan Ken dan Lyra

"Sedang apa kau di situ" teriak Ken pada Rara

"Menguping?" Decak Ken bertambah kesal

"Ti.. tidak aku sedang mencari udara segar dan tidak sengaja mendengar percakapan kalian" Rara tebata bata

"Aarrghh kenapa lagi aku terbata-bata kaya merasa bersalah aja" gumamnya dalam hati

"Sedang apa kau di sini? " tanya Rey lagi

"Kan aku tadi sudah bilang sedang mencari udara segar"

"Bukan maksud ku sedang apa kau di rumah sakit ini malam-malam, jam segini tidak ada bakti sosial"

"Ayahku sedang di rawat di sini"

"Oh.. " jawaban singkat Ken

Ken pun langsung bersandar di kursi yang tadi menghirup udara segar

Rara pun duduk di belakang nya lumayan jauh di atas rerumputan sambil meluruskan kaki nya yang terasa lelah dan menumpulkan tangannya ke belakang sebagai tumpangan sandara

Rara memejamkan mata nya menikmati udara malam yang dingin itu

Ketika Rara membuka mata dia kaget melihat Ken yang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan sangat dingin

"Kenapa dia menatapku begitu seperti mau menguburku hidup-hidup saja. Apa karna aku tadi mendengarkan pembicaraannya?" Rara bergumam dalam hati

Karna Rara merasa tidak nyaman ada Ken di sana dia pun pergi meninggalkan taman dan masuk kedalam ruangan ayahnya untuk istirahat

Ketika sedang merebahkan tubuhnya di sofa Rara mengambil hp nya, betapa kagetnya dia melihat puluhan telfon dan pesan dari Dinda , Bayu dan Kak Rey yang panik mencarinya

Rara hendak menelfon Dinda tapi dia urungkan karna ini sudah larut malam

"Sebaiknya besok saja sudah waktu nya mereka istirahat" gumam Rara

1
Diiaan
th 2020 baca pertama kali, dan skrg baca lagi di th 2025😁
susi lufia
nggak pernah bosan ngulang bacanya
Maya Sari Niken
bagus sih,tpi maaf terllu bnyak basa basinya dr bab awal dan terllu detail setiap kejadian dceritain scra dtail smpai dialog sama pelayan kamar hotelpun secara komplit
ibaratnya ga praktis panjang lebar
Maya Sari Niken
sebodoh2nya orang masa ga dipikirin dlu walau darurat
mau nikah aja sama orang asing
Maya Sari Niken
bapaknya Ken itu
yuli93
bagus
Katarina Sutirah
bagus jalan cerita nya
Gustein Arifin👑
akhirnya ketemu juga novel iniii haaaa😭😭😭udh lma w cari" baru ktemu
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂
Aprilia Amanda
eh sinting. sikap lu bikin gw gedeg tau ga😒
Aprilia Amanda
knp ya klo cowo ngacak² rambut cewe walaupun cuma sebentar rasanya nyamaaaaannnn banget??🤭
Aprilia Amanda
kok lyra manggilnya kak rey sih
Aprilia Amanda
nyari perkara lo will
Aprilia Amanda
ikut terharu keinget dulu tau hamil dedek. setelah penantian lama alhamdulillah dikasih kepercayaan juga sm allah😇
Aprilia Amanda
hamil ini😄
Aprilia Amanda
yaelah thor. yg jelas ngapa klo bikin adegan tuh🤣
Aprilia Amanda
dika sadboy🥺😄
Aprilia Amanda
lucu si ken🤣
Aprilia Amanda
akhirnya gol juga🤣
Aprilia Amanda
ah elah ganggu aja sih🤣
Aprilia Amanda
udah tua gk mikir dulu kalo ngomong. asal mangap aja tu mulut. harta ga di bawa mati woyyyyy😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!