NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Athira Ardillah

Sebuah cerita hidup perjuangan Nadia, Seorang wanita berusia 18 tahun yang rela mengikat dirinya dengan menikahi laki-laki kaya raya demi keluarganya di panti asuhan sejahtera. Dia menikah tanpa dicintai dan diinginkan.

Merasa menjadi orang ketiga, apakah Nadia mampu bertahan di sangkar indah yang dibuat suaminya ataukah berhasil melepaskan diri dan memulai kehidupan yang dia inginkan dari awal lagi ?

Kisah hidup Nadia akan kita mulai sebentar lagi, dibumbui dengan cerita manis, mengharukan dan penuh air mata yang membuat hati sesak. Karena satu persatu rahasia dan orang masa lalu kembali menghantui kehidupan mereka. Mampukah mereka bertahan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athira Ardillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa dia ?

Nadia mengikuti perintah suaminya dan turun dari mobil, kakinya melangkah seiring dengan langkah kaki Ibra, namun langkah nya di kejutkan oleh seorang wanita yang tiba-tiba memeluk suaminya.

"Kamu dari mana honey..? " tanya wanita itu sambil memeluk tubuh Ibra.

Nadia mengerutkan dahinya melihat tingkah wanita di depannya, namun ia tidak terlalu memperdulikan karena sejak awal Ibra sudah mengatakan bahwa ia punya seseorang yang ia cintai, "mungkin itu adalah kekasihnya om," lirihnya.

"Antar dia masuk," perintah Ibra pada seorang pelayan.

"Mari nona, saya antarkan ke kamar anda untuk beristirahat."

Nadia memasuki pelayan tersebut, masih dengan beberapa pelayan yang membantunya berjalan dengan memegangi gaunnya. Hingga sampai di pintu sebuah ruangan pelayan itu mempersilahkan Nadia masuk terlebih dahulu, "silahkan nona," ucapnya.

Nadia meliahat keseluruhan isi kamar yang di dominasi warna ungu tersebut, ada sedikit senyum simpul di wajahnya melihat dekorasi kamar yang akan ia tempati.

"Ini kamar yang akan anda tempati nona, kamar tuan muda berada tepat disebelah kamar ini," jelasnya.

"Uhmm, apa saya boleh meminta tolong kepada kalian untuk membantu melepaskan gaun ini bu ?" tanya Nadia sedikit ragu ketika hendak meminta tolong pada pelayan yang sudah sedikit berumur tersebut.

"Panggil saya bibi Audrey nona, saya kepala pelayan disini, dan kedua pelayan yang sedang memegang gaun anda adalah pelayan yang khusus melayani anda nanti." jelasnya pada Nadia.

"Ohhh,,,, " Nadia hanya ber oh ria, hehe

"mohon bantuannya nona muda," ucak kedua pelayan itu menunduk.

"Kalian bantu nona membersihkan diri," ucap kepala pelayan pada bawahannya.

"Saya mohon agar nona tidak keluar kamar terlebih dahulu untuk sementara waktu agar terhindar dari kemarahan tuan muda," ucapnya kemudian pergi dan  menutup pintu kamar dengan pelan.

"Kenapa om sangat suka sekali marah," dengusnya sedih sembari melangkah dan duduk di tepi  ranjang

Tangan Nadia menyentuh permukaan ranjang yang sudah di balut bad cover halus berwarna ungu dengan motif abstrak, tangan itu masih bergerak menggosok-gosok permukaan seprai yang dirasa sangat lembut dengan mata terpejam. Ia tidak akan mengira akan terjadi kejutan seperti ini dihidupnya.

"Saya siapkan air hangat terlebih dahulu untuk anda mandi nona," ucapan pelayan itu membuyarkan lamunannya.

"Tolong bantu aku melepaskan ini dulu, ini sangat berat," ucap Nadia pada pelayan yang hendak menuju kamar mandi.

Tepat saja dugaan Nadia gaun itu sangat susah dilepaskan, apalagi hiasan pengantin yang ada di kepalanya, sungguh merepotkan semua pakaian ini, ucapnya dalam hati.

"Awww, jangan menarik rambutku seperti itu kak," rintih Nadia ketika salah seorang pelayan menarik hiasan pengantin yang menempel di rambut Nadia.

"Maaf nona," ucap pelayan itu.

Setelah melakukan banyak usaha untuk melepas semua atribut pengatin yang ia pakai, Nadia akhirnya bisa bernafas lega ketika semua atribut sudah berhasil terlepas dari tubuhnya, "Hufttt akhirnya,"

"Saya sudah siapkan air hangat nona, mohon untuk membersihkan diri anda terlebih dahulu," ucap salah seorang pelayan yang melihat mata Nadia mengantuk.

Nadia segera beranjak dari kursi dan berjalan kearah kamar mandi diikuti oleh dua pelayan, "Eitt tunggu-tunggu, aku bisa mandi sendiri, kalian keluar saja, aku sudah tidak butuh apa-apa," ucapnya cepat ketika mengetahui dirinya diikuti.

"Tapi nona sudah tugas kami untuk melayani anda," jawab para pelayan itu.

"Hahhh, apa om juga kalian mandikan ??" tanya Nadia yang hanya mendapat gelengan kepala dari kedua pelayan itu.

"Huftt, kirain kakak-kakak juga membantu om saat mandi," cekikik Nadia dengan bayangan yang sudah liar kemana-mana..

"Sudah kak kalian pergilah, aku bisa mandi sendiri, cepat pergi aku bisa mengatasi semuanya," ucap Nadia meyakinkan pelayan itu kemudian masuk kedalam kamr mandi.

Nadia melihat ke dalam bak mandi yang sudah di siapkan oleh para pelayan, harum aroma yang keluar dari dalam bak mandi itu mengisi udara di seluruh ruangan, "aku sangat lelah, rasanya memanjakan diri dengan berendam sebentar sangat menyenangkan." ucapnya, yang kemudian langsung memasukkan kakinya kedalam bak mandi.

Hangat dan menenangkan. itu yang ada dipikran Nadia ketika kakinya menyentuh air di dalam bak mandi itu, Nadia menenggelamkan tubuhnya, cukup lama ia berendam hingga membuatnya mengantuk dan tertidur.

"Nadia.. Nadiaaaa.... Hey gadis kecil buka pintunya." teriak  Ibra ketika tidak mendapati respon dari Nadia didalam sana.

Brug brug brug

Laki-laki itu mengetuk pintu beberapa kali dengan kasar, "Nadiaa... Nadia..." Teriak Ibra lagi.

Nadia sedikit tersentak ketika merasa namanya di panggil dengan keras, dia baru sadar kalau tertidur di dalam kamar mandi, "Aisss bodohnya aku, om pasti semakin marah..." pikirnya.

Ia segera bangkit dan membilas diri dibawah shower kemudian bergegas mengeringkan tubuhnya, teriakan Ibra masih terus terdengar memanggil-manggilnya, "iya om sebentar."

Nadia bergerak cepat untuk memakai baju yang tentunya sudah disiapkan oleh pelayan di atas meja sebelumnya. Ceklekk, pintu itu pun terbuka dan terlihat wajah Ibra yang semakin terlihat kesal dari sebelumnya.

"Kauu...." teriak Ibra lagi.

"Maaf om, Nadia ketiduran bentar tadi hehe,,," ucapnya dengan sedikit meringis.

"Whatt ??," teriaknya. jadi dari tadi urat leher gue sampek mau putus tapi yang gue teriakin malah enak-enak tidur di dalam kamar mandi, pikir Ibra merutuki kebodohannya.

"Ada apa om manggil-manggil sampek kayak gitu."

"Mulai malam ini kamu tidur di kamar mandi," ucapnya kemudian meninggalkan Nadia yang masih melongo tidak terima dengan perkataannya.

"Ommm, ommm kok gitu nggak kasian sama Nadia," gadis itu masih merengek mengejar Ibra yang tetap tidak menghiraukannya.

"Omm maafin Nadia dong,masak iya suruh  tidur di kamar mandi, ommm ya,,, gak tidur di kamar mandi kan ?" gadis itu masih terus mengikuti Ibra kemanapun Ibra pergi.

"Ommm maaf ya..." ucap Nadia lagi.

"Diam gadis kecil, kau membuat mood ku semakin berantakan," ketus Ibra.

Nadia hanya diam dan cemberut karena Ibra selalu kesal karenanya, "Om selalu marah-marah," gerutunya.

"Aku hanya diam," uap Ibra malas.

"Sama aja om, itu namnya marah."

"Kau menjadi sangat banyak omong sekarang," ucapnya lagi.

"Om.. nggak tidur di kamar mandi kan ?" ucap gadis itu lagi sambil memamerkan semua giginya.

"Sejak kapan kamu tinggal dengan gadis nakal ini Ibra," ucap wanita tadi yang memeluk Ibra di depan rumah, wanita itu  terlihat seusia dengan Ibra.

"Bukan urusanmu," ucap Ibra singkat.

"Dia sangat nakal honey, lihatlah rambutnya bahkan ia tidak menyisirnya sama sekali," ucap wanita itu jijik dengan penampilan Nadia.

"Pergilah Nadia, jangan kunci pintu dan tertidur di kamar mandi lagi atau kau akan tidur disana selamanya."

Muncul senyum manis dari sudut bibir Nadia, "makasih om," kemudia ia berlari kecil dengan senangnya menuju kamar seperti mendapat sebuah hadiah.

Ibra hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan gadis itu, dia benar-benar seperti anak kucing, gumamnya pelan.

"Siapa dia Ibra, kenapa ada dia di sini ???"

.

.

.

Jika kalian menyukai karya author jangan lupa beri dukungan like dan vote melalui koin atau poin ya.

Jangan lupa juga untuk klik favorit agar kalian bisa tau update cerita selanjutnya.

Terimakasih atas dukungan dan komentar positif teman-teman.

1
Rusmini Mini
dah gak sabar nih /Grin//Grin/
Rusmini Mini
kenapa gak di jadikan satu di sini aja thor
Rusmini Mini
Luna...perasaan kamu sm Rafael gimana...
Rusmini Mini
kpn bahagianya para anak buah Ibra
Rusmini Mini
emang ada ya bayi cowok yg posesif pd mak nya /Grievance//Grievance/
Rusmini Mini
/Kiss//Kiss//Kiss//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
Ibra jgn kejam dong ingat skrg kamu fah punya klg
Rusmini Mini
kasihan tp ini bwt pelajaran utk 2 dokter sombong itu rasain lu..../Smug//Smug/
Rusmini Mini
/Grin//Joyful//Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
kok dikit thor episodenya /Grimace//Grimace/
Rusmini Mini
ulo marani gebuk... mau panjang atau pendek karirmu dokter wiliam dan clarisa
Rusmini Mini
pacar Luna punya selingkuhan... dan dia...
Rusmini Mini
malah ikutan mulez ....
Rusmini Mini
ayo buruan ....keburu bayinya mbrojol di jln /Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
bang bayik dgn bang El aja udh gak suka alias cemburu /Smug//Smug/
Rusmini Mini
mode tuan dan nyonya lagi sayang sayangan ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
gak ada visualnya thor
Rusmini Mini
ohmegot /Gosh//Gosh/
Rusmini Mini
salam sayang jg thor ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
baru tenang dikit aja ada gangguan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!