NovelToon NovelToon
Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.

Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.

Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga

Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.

Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.

Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.

Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.

Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.

Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nilai Sebuah Poin Sistem

Suasana di Desa senantiasa tenang dan sunyi.

Tidak ada suara klakson kendaraan, tidak ada juga hiruk pikuk manusia yang terburu-buru.

Yang terdengar hanyalah kokok ayam dari kejauhan, desir angin yang menyapu ladang, serta langkah kaki beberapa warga desa yang sedang beraktivitas.

Saat ini gadis muda bernama Alina Grace, ia berdiri di depan rumah kayu tuanya, menatap matahari yang perlahan naik di balik pepohonan.

Hari ini, tepat tiga hari berlalu sejak Sistem Perdagangan Dunia Pararel aktif.

Tiga hari yang terasa jauh berbeda dari delapan belas tahun hidupnya di keluarga Kalingga.

Pada hari pertama, ia berhasil menjual segenggam tanah.

Hari kedua, ia mencoba menjual sedikit air sumur, hanya beberapa liter, tapi itu cukup untuk menguji kestabilan harga barang yang ditawarkan Sistem padanya.

Di hari ketiga yaitu hari ini, semuanya baru saja dimulai

“Total, empat puluh enam poin.”

Alina sedang membuka tabel sistem, dan menatap angka itu dengan mata jernihnya.

[Status Pengguna]

Level Sistem: 1

Poin Sistem: 46

Tidak banyak, tapi bagi seseorang yang kemarin bahkan tidak punya uang seribu rupiah di sakunya, angka itu terasa seperti harta karun.

Yang lebih penting, ia masih memiliki ladang yang utuh, air yang cukup, dan rumah yang meski reyot, tetap bisa ditinggali.

“Kalau aku ceroboh, semuanya bisa habis hanya dalam seminggu,” gumamnya pelan.

“Kalau aku sabar, semua ini bisa jadi fondasi hidupku.”

Alina mengambil ember kayu, lalu berjalan menuju ladang.

Hari ini ia berniat membersihkan sebagian kecil area ladangnya, bukan untuk dijual, melainkan untuk ditanami.

Ia tidak tahu banyak soal bertani, namun setidaknya ia tahu satu hal, yaitu tanah subur yang ditanami akan terus menghasilkan.

Sementara tanah subur yang dijual habis, nantinya hanya menyisakan kehampaan.

Tampak beberapa warga desa lewat di kejauhan, dan karena setiap hari mereka lewat, mereka sudah mengenali Alina juga sebaliknya.

“Pagi, Alina!” Seorang ibu paruh baya tersenyum sambil membawa keranjang berisi sayur.

“Pagi, Bu,” jawab Alina dengan senyum kecil.

Tidak ada tatapan curiga, tidak ada gosip, bahkan tidak ada sikap dingin.

Penduduk Desa tidak peduli dari mana Alina berasal.

Yang mereka lihat hanyalah seorang gadis muda yang kini tinggal sendirian di rumah tua ujung Desa, jauh dari keramaian Desa.

Setelah beberapa jam membersihkan rumput liar yang memenuhi ladangnya, Alina kembali ke rumah dengan tubuh berkeringat dan perut lapar.

Ia duduk di kursi reyot, menghela napas panjang, membiarkan angin menyegarkan tubuhnya.

“Kalau terus begini, aku tidak bisa hanya bergantung pada Sistem!”

Ia menatap layar hologram sistem, lalu sebuah pemikiran muncul di benaknya.

“Poin ini, sebenarnya apa saja kegunaannya? Apa hanya berguna untuk segala yang berkaitan dengan Sistem?”

Seolah mendengar pertanyaan itu~

[Ding!]

[Syarat terpenuhi.]

[Jumlah Poin Sistem telah mencapai syarat membuka fitur baru.]

[Fitur baru dibuka: Konversi Nilai Poin.]

Alina, seketika terdiam.

“Sistem, apa maksud dari konversi nilai poin?”

Cepat layar sistem berubah, menampilkan menu baru.

[Fitur Baru: Konversi Poin]

[Poin Sistem dapat ditukar dengan mata uang dunia asal Pemilik Sistem]

[Kurs saat ini: 1 Poin Sistem \= Rp1.000.000]

[Batas penukaran harian:

Sistem Level 1 - Maksimal 10 Poin per hari]

Untuk beberapa detik, Alina tidak menunjukkan reaksi apapun selain bengong

Lalu~

“Apa…?!” Ia bangkit berdiri begitu cepat hingga kursi yang didudukinya hampir roboh.

“Satu poin setara dengan satu juta uang tunai?!”

Tangannya gemetar saat menatap angka di layar hologram.

Saat ini ia memiliki empat puluh enam poin. Jika ditukar ke uang tunai, berarti ia akan mendapatkan uang tunai senilai empat puluh enam juta rupiah.

Jumlah uang segitu bagi keluarga Kalingga mungkin tidak berarti apa-apa, tapi bagi Alina yang saat ini tidak memiliki sepeserpun uang, uang itu bisa menyelamatkan hidupnya, sekaligus bisa memperbaiki rumah kayu reotnya.

Namun kegembiraannya tidak langsung berubah menjadi keserakahan.

“Batas sepuluh poin per hari,” gumamnya.

“Berarti Sistem tidak ingin aku mengguncang dunia terlalu cepat.”

Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh seperti genderang perang.

“Oke, aku harus melakukannya dengan pelan-pelan.”

Alina mengulurkan tangan, menyentuh menu konversi.

[Konversi Poin Sistem Menjadi Uang Rupiah]

[Jumlah: 5 Poin]

[Konfirmasi?]

[Ya][Tidak]

Alina berpikir sejenak.

Lima juta saat ini sudah cukup untuk membeli kebutuhan dasar seperti benih tanaman, dan memperbaiki atap rumah yang bocor. Dia juga akan membeli kebutuhan pokok.

Setelah sejenak berpikir, Alina langsung melakukan konfirmasi dengan menekan tombol [Ya]~

[Ding!]

[Konversi berhasil.]

[Saldo Poin Sistem: 41]

[Saldo Dunia Asal: Rp5.000.000]

Tidak ada cahaya menyilaukan, tidak ada juga suara ledakan.

Namun beberapa detik kemudian, ponsel lama satu-satunya alat elektronik di rumah kayu bergetar, tanda ada pesan masuk.

Alina membukanya dengan tangan gemetar.

Notifikasi masuk.

[Transfer Masuk: Rp5.000.000]

Alina menutup mulutnya menggunakan tangannya.

Air mata perlahan menggenang, bukan karena sedih, tapi karena lega sekaligus bahagia.

“Ini nyata, aku akhirnya memiliki uang~”

Ia tidak lagi sepenuhnya terjebak di desa terpencil tanpa uang juga tanpa masa depan.

Hari ini juga setelah pergi ke Kecamatan untuk mengambil uang di ATM, Alina pergi ke warung kecil di Desa, dimana ia sengaja membeli barang-barang di Desa supaya tidak sulit membawanya pulang.

Di warung ia membeli beras, telur, minyak, sayuran, dan beberapa kebutuhan lain, tapi jumlahnya tidak berlebihan dan tidak mencolok.

Pemilik warung tersenyum ramah. “Baru pindah ya? Semangat ya hidup di Desa.”

“Iya Bu,” jawab Alina lembut. “Terima kasih!”

Sore harinya, ia membeli beberapa alat tani sederhana dan beberapa jenis benih sayuran dari pedagang keliling yang kebetulan lewat di depan rumahnya.

Tidak ada yang curiga.

Tidak ada yang bertanya berlebihan tentang apa akan dilakukan Alina.

Malam pun datang dengan sunyi.

Alina duduk di depan rumah, menatap bintang yang bertaburan di langit.

Untuk pertama kalinya, perutnya kenyang, tidak lagi memakan sayuran liar seperti hari-hari kemarin.

Dan untuk pertama kalinya sejak terusir, ia tidak takut pada hari esok.

[Ding!]

[Sistem mendeteksi kondisi Pemilik Sistem jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya, dan telah mengambil keputusan yang bijak untuk bertahan hidup.]

[Poin Pengalaman Sistem Meningkat.]

[Level Sistem naik.]

[Level Up!]

[Level Sistem: 2]

[Fitur terbuka:

• Batas konversi poin meningkat (20Poin Sehari)

• Akses informasi barang dunia lain lebih detail.]

Alina tersenyum kecil.

“Naik level hanya karena aku hidup dengan baik?”

[Ding!]

[Penjelasan: Sistem sangat menghargai kualitas kehidupan Pemilii Sistem.]

Ia mengangguk pelan. “Kalau begitu, aku akan berusaha untuk hidup lebih baik lagi di masa depan!” gumamnya sembari tersenyum kecil.

Angin malam berhembus lembut.

Di kejauhan, ladang miliknya terhampar luas, tapi kini tidak lagi tampak sebagai simbol keterpurukan, melainkan sebagai sumber kejayaan yang tak terbatas.

Dan jauh di balik desa kecil itu, dunia lain terus berputar, menunggu barang, menunggu dimulainya perdagangan, menunggu seorang gadis bernama Alina Grace untuk mengubah takdirnya.

1
Tatang
keren
Andira Rahmawati
aaahhhh..lanjut thorrr..💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow bang Raka mulai posesif ya nih 🤭🤭😂😂
Lala Kusumah
ciut juga tuh nyali pas ketemu Raka ya 😂😂😂🤭🤭
Lala Kusumah
hajar mereka Alina 💪💪💪
Murni Dewita
💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow Raka selalu ada buat Alina ya, kereeeeeennn 👍👍👍
SiPemula: harus itu Hahahaha😄
total 1 replies
Rayyanah Rayya
alur x bagus, penulisan x juga bgus, ga bosen baca x
SiPemula: terimakasih! jangan bosan membacanya!
total 1 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut, semangat sehat ya 💪💪😍
SiPemula: siap, lanjut dan terimakasih🙏
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak...
total 1 replies
Lala Kusumah
wah siapa Raka sebenarnya ya, penasaran 🤔🤔🤔
Lala Kusumah: ish....
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
siapa Raka sebenarnya hingga Hendrawan takut ketika melihatnya,jadi penasaran
SiPemula: nanti akan terungkap semua
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: ok siap.... 👍
total 1 replies
Rizki Rahmawan
selamat sore menjelang malam semua sehat selalu semangat semuanya 😄😄🙏🙏
SiPemula: sehat selalu juga gan.... 👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
SiPemula: siap, double mulai hari ini
total 1 replies
Lala Kusumah
wow....
SiPemula: hehehe
total 1 replies
Lala Kusumah
kereeeeeennn Alina 👍👍👍😍😍😍
SiPemula: makasih kak👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak
total 1 replies
Moh Rifti
lanjut 👍👍😍👍👍👍
SiPemula: siap....
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
SiPemula: ok kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!