Mandala, pemuda tampan berusia 24 tahun dari kampung di seberang kota, bekerja sebagai sopir pribadi di sebuah perumahan elit. Tanpa diketahui siapa pun, pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah melainkan jalan untuk menemukan jati dirinya.
Mandala menyimpan kebencian mendalam pada ayah kandung yang tak pernah ia kenal, pria yang ia yakini telah menghancurkan hidup ibunya hingga mengalami gangguan jiwa. Ketika ia ditugaskan mengantar Keyla, putri cantik seorang konglomerat, Mandala yakin takdir sedang memihak dendamnya. Keyla adalah anak dari pria yang ia sebut Ayah.
Cinta pun ia jadikan senjata. Mandala berniat membalas luka masa lalu dengan membuat Keyla jatuh cinta padanya. Namun seiring waktu, perasaan yang tumbuh tak lagi bisa dikendalikan, dan rencana balas dendam perlahan runtuh.
Saat Mandala hampir menuntut pertanggungjawaban, Kenyataan mengejutkan terungkap.
Bagaimana kebenaran tentang Mandala dan bagaimana kisah cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertama menjadi sopir.
Mandala duduk di tepi tempat tidur, punggungnya sedikit membungkuk, kedua telapak tangannya bertumpu di lutut. Lampu kamar menyala redup, cukup untuk menerangi ruang kecil itu tanpa benar-benar mengusir bayangan di sudut-sudutnya.
Pikirannya kembali berputar.
Ia datang ke rumah ini bukan semata karena kemudahan. Bukan hanya karena tawaran tinggal dekat kampus, atau pekerjaan yang datang di saat ia butuh. Ada niat lain yang sejak awal ia simpan rapat niat yang tak pernah ia ucapkan pada siapa pun.
Mandala menghembuskan napas pelan.
Ia mengingat alasan pertamanya menerima posisi sebagai sopir Keyla. Bukan kebetulan. Ia sengaja mendekat. Sengaja memilih jalur yang membawanya ke lingkaran keluarga Pratama.
Bayu Pratama.
Nama itu kembali muncul di kepalanya, membawa serta bayangan seorang laki-laki yang selama ini hanya ia kenal dari potongan cerita ibunya cerita yang sering terputus, bercampur antara kenyataan dan luka, antara ingatan dan kegilaan.
Laki-laki yang kini dipanggil ayah oleh Keyla.
Laki-laki yang, menurut Mandala, seharusnya juga bertanggung jawab atas kehadirannya di dunia.
Jarinya mengepal tanpa sadar.
Ia bukan datang untuk membuat keributan. Bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Mandala tahu betul posisinya anak kampung, mahasiswa pas-pasan, menumpang hidup di antara dinding-dinding megah yang bukan miliknya.
Karena itu ia memilih pelan.
Menyelidik dengan cara paling aman, menjadi orang yang tak mencolok. Sopir yang patuh. Teman kampus yang biasa. Seseorang yang ada, tapi tak dianggap ancaman.
“Pelan aja,” gumamnya lirih.
Ia ingin tahu kebenaran. Bukan versi ibunya yang rapuh di balik dinding RSJ. Bukan pula cerita orang-orang yang tak pernah benar-benar hadir di hidupnya. Ia ingin melihat sendiri seperti apa laki-laki itu, bagaimana caranya menjadi ayah bagi Keyla, sementara ia tak pernah ada untuknya.
Namun pikiran Mandala mendadak terhenti.
Bayangan Keyla muncul.
Bukan Keyla sebagai putri konglomerat. Bukan Keyla sebagai tujuan awal rencananya. Tapi Keyla yang berdiri di balkon tadi sore diam, sendirian, dengan ekspresi yang tak bisa ia tafsirkan.
Mandala menutup mata sejenak.
Ada sesuatu yang mulai bergeser, dan itu membuat dadanya terasa tak nyaman.
Ia membuka mata kembali, menatap lantai kamar.
“Jangan campur aduk,” katanya pada diri sendiri. “Fokus.”
Ia datang dengan tujuan. Dan tujuan itu belum berubah meski jalannya kini terasa lebih rumit dari yang ia perkirakan.
Di luar kamar, kompleks perumahan semakin sunyi. Malam menyelimuti rumah Pratama dan rumah kecil tempat ia kini tinggal dengan jarak yang sama hanya satu halaman, satu sudut pandang, dan satu rahasia besar yang perlahan mendekat.
Mandala merebahkan tubuhnya ke kasur, menatap langit-langit.
Mandala akhirnya terlelap malam itu.
Untuk pertama kalinya sejak beberapa hari terakhir, tidurnya cukup dalam. Seolah tubuh dan pikirannya sepakat untuk memberi jeda melupakan sementara niat, rahasia, dan simpul rumit yang mulai terbentuk di kepalanya.
...
Pagi datang tanpa ampun.
Alarm ponsel bergetar di meja kecil samping ranjang. Mandala terbangun, duduk perlahan, lalu mengusap wajahnya. Dunia tidak berubah hanya karena ia tidur. Tanggung jawab tetap menunggu.
Ia bersiap dengan cepat. Kemeja sederhana, sepatu yang sudah bersih sejak semalam, sikap yang ia rapikan lebih dulu sebelum langkahnya. Hari ini ia bukan hanya mahasiswa.
Ia sopir Keyla.
Di halaman rumah, mobil sudah siap. Tak lama kemudian Keyla keluar dari pintu utama rumah Pratama. Rambutnya diikat rapi, ransel tersampir di bahu, ekspresinya kalem profesional, seperti biasa.
“Pagi,” ucapnya singkat.
“Pagi,” jawab Mandala sambil membuka pintu mobil.
Perjalanan ke kampus berlangsung tenang. Radio mati. Tidak ada obrolan basa-basi. Tapi keheningan itu tak terasa canggung lebih seperti dua orang yang sama-sama sibuk dengan pikirannya sendiri.
Akan tetapi, ada satu di pikiran Mandala saat melirik Keyla di kaca depan, "hidup kamu benar-benar beruntung Keyla, andai kamu tahu siapa ayahmu. Mungkin kamu tidak mau dekat dengan ku."
Mandala mencoba tenang, meski Batinnya hancur. Memang bukan hal menyedihkan lagi untuk Mandala, namun' semua baginya harus terkuak dengan benar, agar tak menjadi fitnah di hatinya... Meski ia pernah ingat ucapan orang tua angkatnya, semua tak perlu lagi di cari tahu' karena akan percumah dan Mandala pasti akan di tolak keluarga Pratama.
...
Begitu mobil berhenti di area drop-off kampus, Mandala turun lebih dulu. Ia berjalan ke sisi Keyla, refleks menjalankan peran yang kini melekat padanya.
Dan di sanalah semuanya berubah.
“Keyla.”
Suara itu keras. Tajam. Sarat emosi yang tak disaring.
Mandala menoleh.
Erga berdiri beberapa meter dari mereka. Rahangnya mengeras, matanya tertuju lurus pada Keyla lalu bergeser ke Mandala. Tatapan itu bukan sekadar heran. Ada marah. Ada cemburu yang tak disembunyikan.
“Kenapa kamu datang sama dia?” Erga bertanya, suaranya naik. “Sejak kapan?”
Beberapa mahasiswa mulai melirik. Situasi yang seharusnya biasa, berubah jadi pusat perhatian.
Keyla menghela napas pendek. “Erga, jangan mulai di sini.”
“Mulai apa?” Erga melangkah mendekat. “Aku lihat sendiri. Mobil ini. Kamu. Sama dia.”
Mandala tetap diam. Tangannya menggenggam tali tas. Ia tahu, satu kata darinya justru akan memperkeruh segalanya.
“Dia sopir aku,” kata Keyla tegas. “Sekaligus teman kampus. Satu jurusan. Itu saja.”
Erga tertawa kecil, pahit. “Sopir?”
Pandangan Erga kembali ke Mandala. “Kamu yakin cuma itu?”
Keyla menatap Erga lurus. “Yakin.”
Mandala bisa merasakan ketegangan itu menyentuh udara, menekan dada. Ia memilih tetap diam saat Keyla berdiri di depannya, membelanya tanpa ragu.
Padahal beberapa hari lalu… Keyla pernah melihat Erga.
Di depan sebuah kafe, berdiri dekat mobil Erga bersama sahabatnya sendiri. Tertawa. Terlalu dekat. Saat itu Keyla pulang membonceng motor Mandala karena sopir tak datang menjemput.
Namun hari ini, Keyla memilih menutupinya.
“Aku capek jelasin hal yang sama,” lanjut Keyla dingin. “Kalau kamu nggak bisa percaya, itu masalah kamu.”
Erga terdiam. Wajahnya kaku, seperti tak menyangka akan ditinggalkan begitu saja.
Keyla berbalik, lalu tanpa ragu menarik pergelangan tangan Mandala.
“Yuk,” katanya singkat.
Mandala tersentak kecil, tapi tak menolak. Ia mengikuti langkah Keyla masuk ke area kampus, melewati tatapan-tatapan penasaran.
Ia tidak menoleh ke belakang.
Namun ia tahu, di belakang mereka, Erga masih berdiri sendiri dengan amarah dan cemburu yang tak sempat ia tuntaskan.
...
Sementara di lorong kampus, Keyla sempat meminta maaf sebab terus terang menyebut Mandala sopir di depan umum.
"Man, maaf... Aku tadi keceplosan. Soalnya kamu tahu sendiri. Erga hampir saja emosi gak jelas pas lihat kita." ungkap Keyla.
Mandala tersenyum miring meski Keyla tak menyadarinya.
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu🥰🤗💪
rasain tuh Keyla bela Mandala 😡😡
Erga stresss tuhh dia yg selingkuh dia yg gk Terima Keyla dg Mandala 😡😡
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetp semangat sayyy quuu🥰🤗💪
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy 💪💪
padahal dia yg salah selingkuh dg sahabat Keyla 😡😡
Bayu bukan ayah mu Mandala 😌😌
duhh Erga yg pura-pura siapa coba? qm yg pura-pura bukan Mandala pakai suruh Mandala jaga jarak dg Keyla, lalu perselingkuhan mu dg sahabat nya Keyla??
greget sama Erga 😌😌😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪🐱
kau harus cari tau kebenarannya Mandala 😌😌
waduhhhh Erga cemburu gk tuh Keyla jalan dg Mandala 😆😆
Erga gk tau malu dia yg selingkuh dg Sahabat nya Keyla, dia pula cemburu Keyla dg Mandala 😌😌
penasaran...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quu 🥰🤗💪
duhhh jangan² Mandala jatuh cinta dg Keyla tapi blm sadar 😄😄
qm bukan anak nya Bayu Pratama gk pantas qm panggil Ayah 😁😁
seandainya Mandala tau yg sebenarnya pst kecewa sama Alira. tapi jgn dulu tau yaa, nnt cepat tamat pula 😄😄
duhh ternyata Pak Arifal itu tetangga rumah nya sama Bayu Pratama.. ?? kebetulan sekali.
Mandala pun bertemu dg Pak Arifal di bengkel....
duhh akhirnya Mandala tinggal dg Pak Hermawan...
gmn yaa selanjutnya..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🥰🤗 tetap semangat Sayyy quuu🤗🥰💪
gmn yaa reaksi Bayu nnnt jika tau siapa Mandala 🤔🤔
duhhh jgn² Bengkel yg Pak Arifal maksud sama dg bengkel nya Keyla dongg...
gmn yaa reaksi Pak Arifal jika tau siapa Mandala 🤔🤔
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
akhirnya Mandala di Terima kerja jadi sopir nya Keyla...
duhhh Keyla ada² saja Mandala tinggal sama Pak Hermawan dekat rumah nya.
gmn klo Bayu dan Sekar tau siapa Mandala?
penasaran....
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyy quuu🐱🤗🥰💪
duhh dalam perjalanan, Keyla curhat ke Mandala dong 🤗
waduhhh Mandala mau jadi sopir nya Keyla?? duhh gmn nnt jika Mandala ketemu Bayu Pratama🤔🤔
Keyla chat Mandala dan blg Ayahnya mau ketemu dg Mandala dong...
penasaran gmn nnt nya Mandala ketemu dg Bayu 🤔🤔
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu🤗 tetap semangat sayyy quuu🐱🥰💪