Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAIK LAH
Malam semakin larut tapi Krystal belum juga pulang dan itu membuat Kai begitu khawatir
HP-nya juga tak bisa dihubungi
Kai terus merutuk dalam hati menunggu wanita itu pulang, sudah jam berapa ini bahkan wanita itu tak mengabari sama sekali
Kai menghela nafas panjang, merasa begitu lelah menunggu ibu hamil itu hatinya juga merasa sangat khawatir dari tadi
Dengan cepat Kai menolehkan kepalanya saat pintu rumah mereka terbuka
Krystal masuk dengan wajah cerianya
"Dari mana kau hingga pulang malam ini?" tanya Kai sambil menatap tajam wanita itu
"Aku pergi menonton dengan teman-temanku," jawab Krystal sambil sibuk melepas sepatunya dan membuat Kai merasa diabaikan
"Tatap aku saat sedang bicara," kata Kai dengan nada marah
"Tuan tidak lihat aku sedang melepas sepatu," desis Krystal dengan entengnya
"Kau masih bisa menjawab seperti itu setelah membuat kesalahan," kata Kai sambil melotot
Krystal menatap Kai dengan sejuta tanya
"Apa salah ku?" rengek Krystal
"Kau baru pulang selarut ini! HP-mu tak bisa dihubungi," kata Kai mulai marah
"HP-ku habis baterai," jawab Krystal, lalu meninggalkan Kai yang masih duduk di kursi depan TV itu
Kai mendesis kesal pada wanita itu, Krystal begitu lihai menjawab semua omongannya
"Krys!" panggil Kai kesal
"Aku bilang berhenti!" teriak Kai dengan suara basnya terdengar begitu tegas hingga mampu memberhentikan langkah kaki Krystal
"Tatap aku saat aku sedang bicara," Teriak Kai lagi
"Kemari dan duduk disini!" Tegasnya pada wanita itu
Dengan perasaan takut Krystal berjalan kearah pria yang terlihat begitu marah itu
"Duduk," kata Kai, Krystal pun menuruti perintah itu dengan duduk di depan Kai sambil menundukkan kepalanya karena takut
"Bisa kah kau bersikap dengan baik, aku sedang berbicara denganmu," kata Kai
"Aku tak mau ini sampai terulang lagi, hubungi aku jika pulang terlambat, paling tidak kirimi aku pesan, agar aku tak merasa khawatir," sambung Kai
"Kau dengar aku?" tanyanya sekali lagi
"Iya" jawab Krystal sambil menunduk
"Kau itu tanggung jawabku sekarang, Krys! Jadi aku mohon ini kali terakhir kau melakukan ini," kata Kai
"Aku berjanji," kata Krystal dengan penuh rasa sesal
"Maaf.. jangan marah," sambung Krystal
"Aku tak akan marah jika kau tak salah," kata Kai
"Sudah makan malam?" tanya Kai
Krystal mengangguk mengiyakan pertanyaan itu
"Mandi dan istirahat lah," kata Kai
Krystal segera beranjak menuju kamar, membersihkan dirinya lalu ingin segera tidur, tubuhnya terasa sangat lelah
Saat keluar kamar mandi Krystal melihat Kai yang tengah duduk di ranjang sambil membaca entah kertas apa dengan memakai kaca mata yang terlihat sangat pas di wajah tampannya
Krystal mendekat lalu ikut mendudukkan dirinya di samping Kai
"Tuan sedang sibuk?" tanya Krystal
"Apa yang Tuan lakukan?" tanyanya lagi
"Tak ada," jawab Kai sambil menutup map yang sedang dibacanya itu
"Tidur lah," kata Kai sambil mengelus puncak kepala Krystal dengan lembur
"Nonton apa tadi?" tanya Kai
"Film," jawab Krystal
"Ya, aku tau Krys, judul nya maksudku," kata Kai sambil tertawa
"Entah lah, aku lupa," kata Krystal
"Itu film luar negri, aku bahkan tak tau siapa pemerannya," sambung Krystal
"Lalu untuk apa menonton," kata Kai
"Filmnya menceritakan tentang kehamilan," cerita Krystal
Kai sedikit tersentak mendengar itu, betapa Krystal begitu memperhatikan kehamilannya sampai menonton film seperti itu
"Jadi kau menonton film sambil belajar?" tanya Kai
"Seperti itu lah," jawab Krystal
"Lalu apa yang kau pelajari?" tanya Kai
"Ceritakan padaku," sambung Kai sambil menarik Krystal untuk tidur dalam pelukannya
"Tuan tau, walaupun bayinya masih di dalam perut, dia sudah bisa mendengar yang kita bicarakan," cerita Krystal
"Dia juga merasakan apa yang dirasakan ibunya, saat ibunya merasa sedih bayinya juga begitu" sambung Krystal
"Lalu?" tanya Kai saat Krystal berhenti bercerita
"Ini sangat nyaman," bisik Krystal
"Apa?" tanya Kai
"Berada di pelukan Tuan seperti ini," jawabnya jujur dan membuat Kai terpingkal geli
"Baik lah aku akan terus memelukmu dan kau terus lah bercerita," kata Kai sambil tersenyum
"Tapi aku takut," bisik Krystal dengan lirih
"Apa melahirkan begitu menyakitkan?" tanya Krystal pada Kai
"Kenapa bertanya begitu?" tanya Kai
"Aku melihatnya di film itu, dan cerita semua orang yang pernah melahirkan, katanya melahirkan begitu sakit," kata Krystal
"Kau takut?" tanya Kai
"Eemm," jawab Krystal sambil mengangguk
"Aku sangat takut," kata Krystal dengan air mata yang menetes
"Jangan menangis," kata Kai
"Kenapa kau sangat cengeng," sambungnya
"Bukannya cengeng, aku hanya takut bagaimana jika aku mati saat melahirkan," isak Krystal dan membuat Kai tersentak mendengarnya dari mulut ibu hamil itu
"Apa yang kau bicarakan" kata Kai
"Jika aku mati, Tuan akan menikah lagi anakku akan disiksa ibu tirinya juga seperti Sinderella," kata Krystal memikirkan masa depannya kelak
"Kau tak akan mati," kata Kai
"Yakin lah, kau tak akan mati!" yakin Kai sambil mengeratkan pelukannya
"Dari mana Tuan tau?" tanya Krystal.
"Pokoknya tidak, aku akan menemanimu saat melahirkan, dan akan aku pastikan kau tak akan mati," kata Kai sambil tersenyum
Kai mengelus perut ibu hamil itu, seketika hatinya menghangat merasakan desiran luar biasa yang menjalar di tangannya mengelus perut itu dengan lembut dan penuh kasih, hingga tak sadar bahwa Krystal sudah tertidur di sampingnya.
reader wajib baca ini.