NovelToon NovelToon
Dong Fangxuan

Dong Fangxuan

Status: tamat
Genre:Action / Tamat / Fantasi Timur / Iblis / Epik Petualangan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tumbal
Popularitas:466k
Nilai: 4.8
Nama Author: lienmachan

Walaupun identitasnya adalah seorang Tuan Muda dari keluarga Dong yang terkenal di dunia kultivator, tapi Fangxuan menjalani kehidupan yang begitu sulit karena tidak memiliki jiwa martial seperti murid sekte yang lainnya.

Hidupnya terlunta-lunta seperti pengemis jalanan. Fangxuan juga sering dihina, diremehkan, bahkan dianggap sampah oleh keluarganya sendiri.

Mereka malu memiliki penerus yang tidak mempunyai bakat apapun. Padahal, keluarganya adalah keluarga terhebat nomor satu di kota Donghae.

Karena malu terhadap gunjingan orang, tetua sekte Tombak Api mengutus seorang guru untuk melenyapkan nyawa Fangxuan dengan cara membuangnya ke lembah Kematian Jianmeng.

Namun, nasib baik masih berpihak padanya. Fangxuan diselamatkan oleh seorang Petapa tua. Bukan hanya itu, Petapa tua tersebut juga mengangkatnya sebagai murid satu-satunya dan mewariskan seluruh ilmu kanuragan yang dimilikinya.

"Aku akan membalas mereka semua yang selama ini menindas ku. Tunggulah ajal kalian!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lienmachan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Bab 9~Dimulainya Kompetisi

Seorang gadis muda turun dari kudanya, kemudian melangkahkan kaki memasuki penginapan. Di tangannya ada sebilah pedang dengan sarung yang antik serta cantik.

Semua pasang mata menatap kagum ke arah gadis tersebut, bahkan beberapa pria sampai meneteskan liur melihat paras cantik gadis tersebut.

Namun, tak ada ekspresi dari wajah cantik itu. Gadis tersebut terkesan cuek dan dingin menanggapi godaan para lelaki tak tahu diri yang berusaha menggodanya di sana.

Kakinya terus melangkah menaiki anak tangga menuju sebuah kamar. Tangannya bergerak mengetuk pintu sedikit keras.

Tok ... tok ...tok

"Buka pintunya! Aku tahu, kau ada di dalam!" teriak gadis tersebut.

Fangxuan mengerutkan kening bingung sebelum melangkah membukakan pintu. Pemuda itu semakin bingung mendapati seorang gadis berdiri di depan kamarnya dengan wajah galak.

"Di mana dia?!" Gadis tersebut mendorong tubuh Fangxuan segera setelah pintu terbuka. Kakinya hendak melangkah namun tangan Fangxuan bergerak menghentikannya.

"Tidak sopan bagi seorang gadis masuk ke dalam kamar seorang pemuda!" Nada bicara Fangxuan penuh penekanan.

Gadis tersebut berdecih setelah menghempas tangan Fangxuan keras. "Hemh, yang tidak sopan itu adalah kau. Seenaknya saja memegang tanganku! Cari mati, heh?!" Tatapan tajamnya seolah ingin membunuh Fangxuan saat itu juga.

Namun, Fangxuan hanya menyeringai nampak mengejek menanggapi perkataan gadis tersebut.

"Kita tidak saling mengenal, maka sebaiknya kau pergi saja!"

"Tapi itu, aku ... dia__"

"Haish, sudahlah! Jika tidak tidak ada apa-apa lagi, sebaiknya kau pergi karena aku ingin istirahat." usir Fangxuan sembari mendorong tubuh gadis tersebut agar ke luar kamarnya.

"Eh, tunggu. Siapa yang menyuruhmu mengusirku?!"

Fangxuan tetap mendorong gadis tersebut ke luar kamarnya.

Seminggu telah berlalu, hari yang dinantikan akhirnya tiba. Tepat hari ini, di alun-alun kota diadakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Walikota Zhengwu, tuan Bao Lu.

Kompetisi ini bertujuan untuk mencari kesatria hebat yang akan dijadikan prajurit khusus, kemudian ditugaskan menuju perbatasan negara sesuai instruksi Kaisar Hong Ju untuk mengikuti perang kali ini.

Dengan diiming-imingi hadiah besar, para kesatria yang mengikuti kompetisi pasti banyak dari biasanya. Bagaimana pun, hadiah yang dijanjikan bisa menarik minat mereka walau hanya mendengar namanya saja. Sebuah benda pusaka langka yang bernama Batu Keabadian, ditambah lima puluh batu spirit, itu bukan jumlah yang sedikit.

Satu batu spirit setara dengan sepuluh ribu koin perak. Jika lima puluh batu spirit? Hemh, kalian bisa bayangkan bukan jumlah uang yang akan didapatkan dari kompetisi ini, mereka akan mendadak kaya.

Sesuai yang dipikirkan Fangxuan sebelumnya, bahwa tempat ini pasti sudah dipenuhi orang-orang kuat yang akan mengikuti kompetisi. Kompetisi ini bisa disebut ajang pencarian bakat atau adu kekuatan para kesatria. Bukan hanya penduduk kota Zhengwu saja, melainkan penduduk kota sekitar pun ikut dalam kompetisi tersebut.

Banyaknya penduduk yang mengikuti kompetisi, mengharuskan para tetua membentuk Tim yang sudah dipilih acak sebelumnya. Satu Tim terdiri dari lima orang, termasuk pria dan wanita. Dengan cara ini, mereka bisa memperkecil jumlah kesatria yang mengikuti kompetisi tersebut. Jika diseleksi atau diuji satu persatu, maka membutuhkan waktu yang sangat lama. Maka dari itu, para tetua pun berpikir untuk mempersingkat waktu dengan cara menyingkirkan lewat per kelompok.

Yang terkuat yang akan bertahan. Namun, bukan hanya kekuatan saja yang dibutuhkan dalam sebuah Tim, melainkan kerja sama antar anggota.

Pria, wanita, tua, muda, miskin, kaya, semua kalangan bisa mengikuti kompetisi tersebut dengan catatan memiliki ilmu bela diri yang cukup. Semua orang bebas mengikuti kompetisi ini asalkan dirinya siap untuk menanggung konsekuensinya.

Apapun bisa terjadi di dalam kompetisi ini. Maka dari itu, mereka harus bersiap menanggung resiko yang kemungkinan akan terjadi kepadanya. Seperti terluka ringan ataupun terluka berat, dan yang paling terburuk yaitu, kematian.

Benar, kematian. Karena, di dalam kompetisi ini mereka harus berusaha mengalahkan musuh untuk bisa bertahan dan maju ke tahap selanjutnya agar terpilih menjadi prajurit khusus.

Setelah dilakukan pemilihan acak, satu persatu nama yang disebutkan berbaris sesuai tim masing-masing termasuk gadis yang waktu itu menerobos masuk kamar Fangxuan.

Sedangkan Fangxuan sendiri hanya melihat-lihat saja tanpa mendaftarkan namanya untuk ikut kompetisi. Ia terlalu malas untuk itu.

Namun, tiba-tiba saja salah satu tetua menunjuk Fangxuan agar masuk ke barisan ketika melihatnya di antara kerumunan warga.

"Hah? Aku?!" Fangxuan menunjuk dada menggunakan jarinya. Ia celingukan tak percaya jika tetua itu menunjuk dirinya untuk ikut serta.

"Ya, tentu saja kau, anak muda. Bukankah kau berada di sini untuk ikut kompetisi?!" Tetua tersebut berjalan menghampiri.

"Tapi, aku tidak mendaftarkan namaku."

"Tidak apa-apa, biar aku yang mewakili untuk menulis namamu di lencana ini." Tetua tersebut mengeluarkan sebuah lencana yang sama bagi peserta kompetisi dan menuliskan nama Fangxuan.

Suasana menjadi ricuh seketika karena tetua Fu menunjuk seorang pemuda asing yang bahkan tak mendaftar.

"Apa kalian menolak keikutsertaannya?!"

Semua orang bungkam atas pertanyaan tetua Fu yang terkenal kejam dan tak pernah ingin dibantah.

Para tetua lain dan pejabat kota saling memandang, kemudian mengangguk setelah berunding. Tapi, peserta yang berada satu tim dengan Fangxuan masih menolak dan tak mau bergabung dengannya.

Mereka menganggap Fangxuan tidak memiliki kualifikasi sebagai pendekar dari segi penampilan juga kekuatan dan bisa saja akan menjadi beban dalam tim.

Fangxuan memiliki ilmu menekan kekuatan jiwa martial yang diajarkan gurunya, kakek Yaoshan, agar pemuda itu tak mendapat intimidasi orang-orang kuat yang akan membahayakan nyawanya.

Tiba-tiba saja gadis yang menerobos kamar Fangxuan berdiri di sampingnya diikuti seorang pemuda seumuran dengannya. Mereka menyatakan akan bergabung bersama tim Fangxuan.

"Aku tak percaya, Nona Muda Chan memilih bergabung dengan si pecundang itu." cibir salah satu.

"Waah, sepertinya mereka memilih untuk kalah di tahap pertama!"

"Benar. Aku yakin, kedua orang itu pasti menyesal setelahnya."

"Kumpulan orang bodoh,"

Celotehan mereka terdengar jelas di telinga ketiganya. Namun, mereka memilih diam tak membalas ejekan semua peserta kompetisi itu. Bukan hanya para peserta, bahkan para penduduk yang menonton pun ikut mengejeknya. Tapi, ketiganya hanya tersenyum menanggapinya.

Setelah walikota mengumumkan untuk memulai kompetisi, para peserta bersiap memasuki ruang dimensi yang akan segera dibuka ketika hitungan terakhir.

Satu ... Dua ... Tiga ...

Wuuuusssshhhhh

Satu persatu tim memasuki ruang dimensi yang mulai dibuka oleh tetua sekte Tengkorak Iblis. Mereka melesat cepat seperti kilat, berhembus seperti angin.

Portal ruang dimensi tertutup kembali ketika semua peserta sudah masuk ke dalam. Namun, tak lama kemudian jeritan peserta lain terdengar melengking dari kejauhan.

"AAAAAARRRRRGGGGGHHHHHH!"

Semua peserta terkejut mendengar jeritan tersebut sehingga mereka diam saling memandang.

"Apa yang terjadi?!"

...Bersambung ......

1
Abiyyu Sultan
sepertinya anda kurang ngopi🤭🤭
Atang Priatna
nanti bikin tokoh namanya thor lu eblek .
Atang Priatna
thor xi tong itu 2marga xi yuqi pebulutangkis cinakan, tong phu, tong eng tunama cina contohnya thor ma,af bukan menggurui
Machan: othor mah nggak tau itu nama pebulutangkis🙏 nama tokoh dan tempat serta nama" lain yang aneh dibaca itu hasil dari translet indo-china mulai dari bunga, hewan, daun, dsb. makanya mungkin terkesan aneh untuk dibaca karena itu hasil imajinasi othor sendiri.

makasih lho atas kritik dan sarannya🙏☺️
total 1 replies
Atang Priatna
marga nama cina mungkin ribuan tanya thor dugele
Atang Priatna
sialan sianjing, ntar ada sibagong, sibabi dan lain2 sialan ini autho kesusahan amat tuk mencari nama2 dengan identik cina hahah lihat atuh novel khopingho jiplak ajah nama2nya.
Machan: aduh, othor mah memang sengaja nyari nama yang beda aja bukan kesusahan cari nama soalnya nama China bisa Gugel😳
total 1 replies
Atang Priatna
tdk elok ini cerita dialog ci mc dengan cikembar nyelilip ada nama xi alan kelihatan ini novel saduran x ya
Machan: maksudnya sanduran itu apa ya?
total 1 replies
Atang Priatna
hahah cerita novel ini banyak loncat2 dan bodohnya si mcnya kok kalah oleh cikmbar gimana thor
Machan: bukan loncat" kak, memang sengaja kasih plot twist dan kekuatan MC belum keluar aja☺️
total 1 replies
Jaka tingkir
athor kenapa gax apdet lagi ceritanya ditunggu malah hilang/Right Bah!/
Sarah Arami
seru
Machan: 🥰 makasih bintang 5 nya, kak Sarah🤗
total 1 replies
Anton Setiawan
Hukuman yg di inginkan Chu Qian dong kalo begitu...
Machan: begitulah😅😅
total 1 replies
Anton Setiawan
Walaupun di awal sulit di cerna jalan ceritanya, tp belakangan assik jg ceritanya..
Machan: makasih bintang 5 nya, kak Anton🥰
makasih juga saweran giftnya🤗 sehat dan bahagia selalu untukmu🙏
total 1 replies
Yanka Raga
Bantaaaii 😡
Himawan Wawan
Luar biasa
Machan: terima kasih bintang 5 nya, Om Wawan🥰🤗
total 1 replies
Umar Muhdhar
3
Machan: 😜😜😜😜😜
total 1 replies
Umar Muhdhar
q
Umar Muhdhar
b
Umar Muhdhar
4
Umar Muhdhar
h
Umar Muhdhar
e
Umar Muhdhar
t
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!