NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYM SEMBILAN

Fasha menguatkan diri, sejatinya meski sudah cukup sakit, Fasha masih berharap jika Bachrie kembali seperti semula. Bachrie yang sayang padanya, Bachrie yang dia cintai selama kurang- lebih sepuluh tahun terakhir.

Pagi ini, Fasha keluar kamarnya. Kamar di lantai atas yang sudah menjadi miliknya seorang, semalam dia tidur dengan nyenyak bersama Bachrie meski sempat beberapa kali suaminya keluar saat Azahra bilang Azalea rewel.

Yah, Azalea memang terbilang bayi yang sangat rewel, bahkan anak itu menangis di pagi hari yang tenang begini. Ah, meski anak itu datang membawa petaka bagi rumah tangganya bersama Bachrie, Fasha tak bisa terus membiarkan bayi dua bulan itu tantrum.

Makanya, dari anak tangga, Fasha menuju kamar utama yang ternyata sudah diisi dengan tempat tidur Azalea. Ini lucu sekali, setelah kemarin dia menghibahkan kamar tersebut, Azahra langsung memungutnya.

Namun, bukan itu masalahnya. Fasha datang ke kamar ini hanya untuk memeriksa Azalea yang menangis tak kunjung usai.

Fasha sudah punya tiga keponakan lucu dari Rayyan adik bungsunya. Tentu saja dia tahu cara menenangkan bayi mungil.

Fasha ambil Azalea, menimangnya, lalu membawanya keluar. Dia cari ibunya yang ternyata benar dugaannya, wanita itu sedang ada di dapur untuk memasak.

Entahlah, Fasha juga bingung, kenapa Azahra sampai tidak mendengar tangisan Azalea yang bisa dikatakan berisik. "Zahra, lihat, Azalea menangis terus!"

Segera, wanita berhijab coklat itu menoleh, kemudian berlari meraih Azalea dengan muka cemas, sebelum akhirnya menyeletuk-kan sebuah kalimat yang menyulut persepsi liar.

"Memangnya Kak Fasha apain Azalea?"

"Loh, kok Fasha apain?!"

Fasha tentu melotot, dia menolong Azalea, bahkan sengaja memberikan Azalea kepada Azahra agar diberikan susu atau apa pun yang bisa membuat bayi itu tenang.

Namun, lihatlah bagaimana Azahra menuduh dirinya dengan kalimat konyol. Bachrie turun dari anak tangga setelah rapi dengan pakaian kerjanya.

Segera, Lelaki itu meraih Azalea sambil melirik Azahra yang juga menangis seketika dia datang. "Di paha Azalea merah, seperti bekas dicubit, Mas. Pantas Azalea menangis sampai tidak bisa berhenti," adunya.

Fasha mendelik, lalu menatap paha Azalea yang memang merah menyala seperti bekas cubitan yang cukup keras. Ini, seperti sebuah ranjau untuknya, di mana Fasha datang demi menolong Azalea tapi justru terjebak sebagai tersangkanya.

Tak hanya Bachrie yang terlihat kesal, petaka Fasha baru dimulai saat mertuanya datang dan meraih Azalea dengan raut posesif.

"Fasha!" Fatima berteriak. "Kamu apakan anak bayi tidak berdosa ini, hah?!"

Fasha menatap Bachrie yang seolah menudingnya. Baiklah, Azahra boleh memfitnah dirinya, tapi Bachrie, seharusnya lelaki itu tidak pernah menatapnya dengan cara rendah seperti itu.

"Kalau Azahra menuduh ku, aku masih maklum, Mas. Tapi kalau sampai kamu ikut- ikutan tuduh aku, berarti kamu sama busuknya dengan wanita ular ini!"

Tamparan keras mendarat di pipi Fasha yang langsung memerah. "Jadi kamu bilang Ummi juga wanita ular, begitu?"

Pertama kalinya, Fasha menerima sebuah kekerasan di fisiknya. Sakit, dan itu tidak lebih sakit daripada hatinya yang remuk menjadi serpihan bubuk.

Sontak, Fasha menitihkan air mata dan disaat itu pula, Bachrie terjaga akan kekhilafan yang dilakukannya pagi ini. "M-maaf, Sayang..."

Fasha tak menjawab, wanita itu sudah mati hatinya, telah wafat harapannya, begitu rusak ketulusannya, dan amat sangat tercemar rasa cintanya, kini.

Fasha memang belum hamil, tapi tidak perlu juga Bachrie menuduhnya menyakiti Azalea yang bahkan tidak dia benci sama sekali.

Fasha berjalan pelan sekali menuju anak tangga, menaikinya dengan langkah yang juga sangat pelan. "Mas minta maaf."

Sepanjang jalan, Bachrie hanya menyuarakan kata maaf, maaf dan maaf. Fasha menuju kamar, berlanjut ke sebuah ruangan di mana koper besar dia tarik dan Bachrie menepis.

"Jangan pergi," larangnya seraya memeluk wanita yang tak bicara sepatah pun kata.

Bachrie menyesal. "Mas minta maaf. Kamu tahu, Azalea dan Ummi kelemahan ku. Jadi tolong jangan sakiti mereka hanya karena kamu tak suka dengan Zahra."

Fasha menjawab lirih. "Apa yang membuat mu percaya kalau Zahra terlalu baik dan aku jahat, Mas?"

Bachrie melerai pelukan, kemudian menatap Fasha penuh sesal.

"Apa yang membuat ku terlihat seperti monster di mata kalian hm?"

Bachrie menunduk lebih dalam.

"Apa karena aku dilahirkan menjadi seorang Nona muda? Atau karena, King Miller ayahku yang sangat arogan?"

Bachrie tercenung tak mampu menjawab semua pertanyaan itu. Karena sungguh, dia juga sempat berpikir, Fasha yang lebih berkemungkinan memiliki watak arogan dan picik dari pada Azahra yang bahkan dilahirkan miskin dan merasa rendah diri.

Namun, Bachrie lupa jika dia juga sangat amat menyayangi Fasha. Maka seburuk apa pun wanita itu, bukankah seharusnya Bachrie tidak menamparnya? "Mas minta maaf."

"Apa waktu hampir sepuluh tahun kita hanya akan berakhir menjadi orang asing, Mas? Apa waktu yang selama itu tidak cukup untuk bisa menyelami watak aku, Mas?"

"Maafkan, Mas." Bachrie menunduk. Hancur, semua masalah rumah tangga ini terjadi setelah kepergian kakaknya yang menitipkan Azahra dan Azalea. "Maaf," sesalnya.

"Sudah kubilang, aku ke sini untuk mu. Aku ke sini mengukuhkan langkah ku untuk mu. Aku bahkan membodohi King Miller, lelaki tulus yang rela masuk neraka demi aku, hanya untuk lelaki yang ingin meraih surga dengan cara menyakiti aku!!" Fasha berteriak.

"Aku khilaf, tadi."

"Kalau hanya hati yang sakit, Acha siap menanggung semuanya, Acha sudah terlanjur sangat bodoh karena terlalu sayang padamu, Mas, tapi kalau sudah fisik yang kamu sakiti, Acha tidak yakin akan bertahan."

"Mas minta maaf." Bachrie peluk wanita itu seraya menangis. "Ini yang terakhir, Mas melakukannya. Menyakiti mu, Mas juga ikut sakit, asal tahu saja."

...][∆°°°°^°°∆°°^°°°°∆][...

Yah, hari ini sempurna. Semua berlalu, seolah- olah detik dan waktu telah menjadi abu, bumi berporos, bergulir dengan masa depan yang tertarik ke masa lalu.

Bachrie dan penyesalannya, kini terbangun dari tidurnya. Pagi kemarin, Bachrie mendadak cuti satu hari demi menenangkan Fasha yang dia tampar atas nama khilaf.

Berharap, Fasha tak pergi darinya, dia peluk wanita itu seharian kemarin hingga tertidur, semalaman pun Bachrie tak membiarkan Fasha beranjak dari tubuhnya.

Namun, lihatlah, ketakutannya pagi ini pun terjadi pada akhirnya. "Acha," sebutnya seraya terlonjak dari selimutnya.

"Sayang, ... Cha!"

Bachrie berlari ke kamar mandi kamar tersebut, lalu berlari keluar setelah tak mendapati istri pertamanya. Bachrie menuruni anak tangga, menyisir seluruh sudut rumah sambil memanggil nama Acha.

Takut, dia takut Fasha pergi karena dia yakin Fasha sudah cukup memiliki alasan untuk tidak lagi bertahan di sisinya. "Sayang!"

Di luar, hanya ada Azahra, Azalea, dan Ummi saja, bahkan Abah pun tiada. "Ummi, Acha ke mana?"

"Ummi belum lihat." Wanita itu melongo karena memang belum sekalipun melihat kelebatan raga Fasha.

Azahra yang menimpali. "Zahra lihat, Kak Fasha keluar pagi- pagi sekali, tapi saat Zahra tegur, dia bentak Zahra, Mas."

Bachrie mengusap wajahnya, menyugar rambut hingga tengkuk. Sebelum, dia kembali menaiki anak tangga.

"Kamu mau ke mana?"

"Susul Acha!"

1
WHATEA SALA
Saya parnah di komeni penulis seperti author bilang,ya kaget aja...padahal komen ku gak membahas author nya "bikin cerita kok gini" cuma kesel sama si peran dalan ceritanya" ...ya sudah aku bilang"klu gak boleh komen ya maaf"gitu aja sih😁😁
WHATEA SALA
Azara sudah terbongkar kedoknya,mungkinkah fasha mau kembali pada bakrie..?? berharap sih enggak
WHATEA SALA
Klu masih cinta kenapa pulang ke indonesia,pake marah nangis kecewa..di nikmati aja apa yang terjadi meskipun sakit yang penting kan cinta..cinta...cinta,makan tu cinta klu sudah sampai muntah2 masih bilang masih cinta kah....!!??
WHATEA SALA
Syukurin kena tuduh...sudah suami di ambil orang e sok2an peduli sama anak nya,tinggal panggil emaknya kasih tau anak nya nangis
WHATEA SALA
Sombong amat anak nya miller tapi sombong mu gak ada guna karna suamimu nikah lagi....masih mau bertahan..??
WHATEA SALA
Preettt....mulai agama jadi sasaran
WHATEA SALA
oalah....fasha plus mu tambah😩😩
WHATEA SALA
Pergi aja fasha...kesannya kok seperti rebutan minta di kelon,pada kurang kerjaan,uuuphs...maaf cuma komen
WHATEA SALA
Andai bakrie dapat wasiat untuk terjun dari gedung mencakar langit kira kira mau gak ya...? ya jelas gak maulah karna tidak menguntungkan dan ada orang tercinta yang akan menangisin nya tapi wasiat ini sangat menguntungkannya walau ada hati tersakiti.keren ya laki laki macam ini
Eli Elieboy Eboy
𝑏𝑖𝑎𝑟 𝑔𝑎𝑘 𝑗𝑑 𝑑𝑢𝑑𝑎 𝑛𝑔𝑒𝑛𝑒𝑠 𝑙𝑜🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑚𝑢𝑎 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑟 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟𝑎 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑖𝑡𝑢 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑢𝑔𝑎𝑙2𝑎𝑛 𝑡𝑝 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑦𝑔 𝑔𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑛𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑟𝑖𝑎 𝑙𝑎𝑖𝑛 😡😡😡
Eli Elieboy Eboy
🤣🤣🤣 𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑑𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑔𝑖𝑙
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!