Kiran adalah wanita yang mempunyai wajah jelek, bahkan semua orang menyebutnya dengan sebutan wanita si buruk rupa. Kiran dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pengusaha tampan bernama Viki.
Viki terpaksa menikahi Kiran untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya yang hampir bangkrut.
Kehidupan Kiran sangatlah menderita, hingga suatu saat Kiran memergoki Viki sedang selingkuh dengan wanita lain. Kiran memutuskan untuk bercerai dengan Viki, dan bertekad ingin membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita.
Akankah Kiran berhasil membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 DESI
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, 1 Minggu sudah Kiran berada di rumah sakit untuk menjalani pemulihan operasi wajahnya dan saat ini Kiran akan pulang ke hotel.
Sebelum menuju hotel, Raj membawa Kiran mampir di sebuah restoran. Kiran tampak menundukkan kepalanya karena semua orang terlihat memperhatikan Kiran.
"Kamu kenapa?" tanya Raj.
"Raj, semua orang memperhatikanku apa wajahku mengganggu mereka?"
Raj terkekeh. "Mereka memperhatikanmu bukan karena terganggu, tapi mereka terpesona akan kecantikanmu," sahut Raj.
"Iyakah?"
"Iya, sekarang wajah kamu sudah cantik stop menundukkan wajah kamu."
Kiran mulai mengangkat wajahnya, dilihatnya Raj tersenyum ke arah Kiran hingga akhirnya Kiran pun membalas senyuman Raj.
"Apa yang selanjutnya mau kamu lakukan? kita tidak selamanya harus tinggal di sini kan? kita harus kembali ke Indonesia," seru Raj.
"Tujuan aku seperti ini untuk balas dendam kepada keluarga Mas Viki, jadi aku ingin keluarga mereka hancur," sahut Kiran dengan menggebu-gebu.
"Baiklah, biar aku urus semuanya, aku tahu apa yang harus lakukan."
Kiran tampak memicingkan matanya ke arah Raj merasa curiga dengan apa yang akan dilakukan oleh Raj, tapi berbeda dengan Raj yang tampak menyunggingkan senyumannya.
Setelah selesai makan, mereka pun kembali ke hotel.
"Kiran, kamu langsung istirahat saja ya, soalnya aku ada janji sama seseorang," seru Raj.
"Kamu mau pergi ke mana? jangan bilang kamu mau pergi dan meninggalkan aku di sini sendirian."
Raj menjitak kening Kiran dengan gemasnya. "Harus berapa kali aku bilang kalau aku tidak akan meninggalkanmu, aku hanya pergi sebentar karena ada janji sama rekan Bisnisku, aku gak bakalan lama kok palingan cuma 2 jam an."
"Ya sudah, awas saja kalau kamu berani meninggalkanku," kesal Kiran.
"Iya-iya bawel."
"Berani kamu menyebutku bawel," kesal Kiran dengan mencubit lengan Raj.
"Aw, sakit Kiran ampun."
"Ternyata aku baru tahu, kalau kamu memang pria yang sangat menyebalkan."
"Menyebalkan juga, tapi aku suka ngangenin loh," goda Raj.
Kiran mendelikan matanya, hingga beberapa saat kemudian mobil Raj pun sampai di depan hotel dan Kiran pun langsung keluar dari mobil lalu masuk ke dalam hotel tanpa memperdulikan Raj sehingga membuat Raj terkekeh.
Raj pun segera melajukan mobilnya ke suatu tempat, Raj adalah orang yang sangat berpengaruh jadi dia tidak akan kesulitan saat bepergian ke negara mana pun karena koneksinya ada di mana-mana.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Raj pun sampai di sebuah gedung pencakar langit yang sangat megah itu.
Raj di sambut oleh karyawan di sana dan Raj pun segera melangkahkan kakinya menuju ruangan pemilik perusahaan itu.
"Selamat siang Kim," seru Raj.
"Selamat siang Raj."
Kedua pria tampan itu saling berpelukan, Kim adalah sahabat Raj dan beliau merupakan pemilik rumah produksi terbesar di Korea.
Banyak aktris dan aktor yang dia tenarkan, dan kebanyakan dari mereka terkenal dan sukses dalam sekejap.
"Silakan duduk, Raj."
"Terima kasih."
"Ada apa? apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Kim.
"Iya, saat ini aku memang butuh sekali bantuanmu."
"Apa yang mau aku bantu?"
"Aku punya teman wanita, dia cantik dan berbakat. Aku ingin kamu jadikan dia sebagai aktris terkenal, aku akan bayar kamu berapa pun asalkan dia bisa terkenal sebagai aktris hebat," seru Raj.
"Siapa wanita beruntung itu? apa dia kekasihmu?" goda Kim.
"Bukan Kim, dia teman masa kecilku dan dia ingin membalaskan dendam kepada orang-orang yang sudah menyakitinya."
"Maksud kamu apa?" tanya Kim tidak mengerti.
Raj pun menceritakan semua yang menimpa Kiran dan tujuan dia ingin menjadikan Kiran sebagai aktris. Kim sangat terkejut mendengar cerita sahabatnya itu.
"Astaga, baiklah besok pagi kamu bawa wanita itu dan aku pastikan dia akan menjadi aktris terkenal," seru Kim.
"Terima kasih, Kim."
Akhirnya Kim dan Raj pun berbincang-bincang, dan setelah puas berbincang-bincang Raj memutuskan untuk kembali ke hotel.
Raj memang berniat akan menjadikan Kiran seorang artis hebat, karena yang akan Raj jadikan target pertama balas dendam Kiran adalah Ishika.
"Tenang Kiran, urusan balas dendam biar aku yang urus," batin Raj dengan senyumannya.
***
Keesokan harinya...
Kiran mematut penampilannya di depan cermin, pagi ini Raj mengirim sebuah baju untuk Kiran dan Kiran harus memakainya.
"Astaga, sebenarnya Raj mau bawa aku ke mana sih pagi-pagi seperti ini?" gumam Kiran.
Kiran kembali memperhatikan wajahnya yang baru itu, sebuah senyuman terbit dari wajahnya.
"Kenapa aku tidak melakukannya dari dulu, mungkin semua orang tidak akan menghina dan membullyku," gumam Kiran kembali.
Tok..tok..tok...
Suara ketukan pintu kamar hotelnya mengagetkan Kiran, dia pun dengan cepat menyambar tas selempangnya dan segera membuka pintu.
Ternyata di depan pintu sudah berdiri Raj, bahkan Raj sampai melongo melihat penampilan Kiran yang sangat cantik membuat Kiran merasa malu karena Raj memperhatikan Kiran dari bawah hingga atas.
"Kok kamu lihatin aku kaya gitu sih? aku jelek ya? ini kan baju yang kamu berikan tadi malam, apa tidak cocok dipakai olehku?" cerocos Kiran.
"Astaga, pagi ini justru kamu sangat cantik Kiran dan aku yakin produser akan sangat menyukaimu."
"Apa, produser?"
Raj tidak mau membuang-buang waktu, dia pun dengan cepat menarik tangan Kiran sehingga Kiran tersentak.
Selama dalam perjalanan, Kiran tampak bingung dengan apa yang tadi Raj katakan.
"Raj, sebenarnya kamu mau bawa aku ke mana? jangan aneh-aneh Raj, aku tidak suka," kesal Kiran.
"Sudah jangan banyak bicara, ini adalah salah satu cara untuk membalaskan dendammu jadi kamu jangan banyak protes."
"Ih, kok kamu gitu sih?"
Raj hanya tersenyum sedikit ke arah Kiran, lalu dia pun kembali fokus mengemudikan mobilnya. Hingga beberapa saat kemudian, Raj pun sampai di rumah produksi milik Kim.
"Ini kan, sebuah rumah produksi," seru Kiran.
"Pintar sekali kamu, mulai sekarang aku akan menjadikan kamu seorang artis terkenal," sahut Raj.
"Apa?"
Lagi-lagi Kiran terkejut dengan perkataan Raj, Raj pun kembali menarik tangan Kiran untuk masuk ke dalam rumah produksi itu. Raj memperkenalkan Kiran kepada Kim dan Kim langsung tertarik kepada Kiran.
"Baiklah Raj, aku sangat tertarik dengan Kiran, bagaimana untuk awal debutnya aku jadikan Kiran model iklan dulu nanti kalau Kiran sudah berhasil dan sponsor menyukainya, maka kita akan lanjut ke mini seri atau drama korea," seru Kim.
"Aku setuju."
Raj dan Kim saling berjabat tangan, sementara itu Kiran hanya bisa terdiam dia seakan kena serangan jantung karena Raj ingin menjadikannya sebagai Aktris sedangkan Kiran sama sekali tidak ada bakat dalam hal itu.