NovelToon NovelToon
Pernikahan Terbuka

Pernikahan Terbuka

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Nilwa Sari

"Apa kamu tidak keberatan berbagi suami denganku?"

Anyelir menipiskan bibir. "Pertama, pelajari lagi tata bahasa. Pertanyaanmu bikin salah paham. Kedua, hanya saya Istri satu-satunya. Ketiga, saya tidak pernah peduli dengan urusan pribadinya."

"Oh, My Darling love you too. Thanks untuk pujian manisnya," balas Axton dengan nada mencibir.

Axton dan Anyelir adalah korban perjodohan dari ketamakan orang tua masing-masing. Keduanya tidak saling mencintai, tidak saling menginginkan, tidak juga ingin terikat terlalu lama. Akan tetapi, suatu hari, baik Axton maupun Anyelir justru sepakat menjalani 'open marriage'.

Di mana, masing-masing dari mereka bebas menjalin hubungan dengan orang lain di luar pernikahan itu. Terkecuali di depan media dan keluarga, Axton dan Anyelir akan tetap menunjukan hubungan yang manis, berlagak sebagai pasangan ideal dan serasi.

Benar, seharusnya mereka hanya perlu berpura-pura tanpa harus saling menyakiti akan perasaan terlarang itu.

Cover by Canva

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilwa Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman di Depan Mata

"Bu Anyelir ke mana, Pak?"

Axton mengalihkan pandangan dari semula hanya lurus ke depan menjadi menoleh ke samping. Menyambut sapaan Sasa yang tak lain asisten kepercayaan Anyelir.

"Nggak sopan kamu menyambut kedatangan saya dengan langsung bertanya di mana istri saya."

Sasa meringis, mengangguk-anggukkan kepala. Keluar grusak-grusuk dari bangku untuk bergegas menghampiri Axton yang kini termangu di tengah-tengah ruangan kerja. Begitu sampai di hadapannya, Sasa main meraih tangan kanan Axton, menjabat erat.

"Maafin saya, Pak. Jangan pecat saya, ya. Kalau Bapak lupa, saya sudah bekerja bersama Bu Anyelir sejak masih kuliah semester empat. Dan sekarang umur saya dua puluh lima tahun. Bapak bisa hitung sendiri sudah berapa lama saya bekerja ikut Bu Anyelir. Intinya sudah lama banget. Lagian, yang berhak pecat saya itu cuman Bu Anyelir. Jadi, Bapak nggak punya wewenang—"

"Apa sih, Sa. Pagi-pagi udah berisik banget."

Axton menarik tangannya paksa dari genggaman Sasa. Menggosok-gosok telinganya yang terasa gatal berdengung karena ocehan Sasa.

Asisten Anyelir itu memang terkenal dengan banyak bicara serta gaya bicaranya yang cenderung cepat. Sampai-sampai untuk orang sekelas Axton yang perlu memahami bait per bait kata, susah sekali menangkap apa yang dijelaskan Sasa. Hanya orang-orang yang mempunyai kesabaran seluas samudera seperti Anyelir yang betah dan sanggup menanganinya.

"Ya habisnya tatapan Bapak kayak mau menelan orang. Saya, 'kan jadi takut."

Axton mendengkus keras, mengibaskan tangan mengusir.

Namun, seperti susah sekali dibilangin atau anaknya saja yang terlampaui keras kepala, Sasa tak lekas undur diri. Malahan, kembali menanyakan keberadaan Anyelir yang tumbenan tidak datang ke kantor bersama Axton.

Biasanya, tiada hari untuk Axton dan Anyelir kedapatan selalu datang bersama. Berjalan saling menggenggam tangan, sesekali juga merangkul posesif satu sama lain.

Sungguhan pasangan yang sangat ideal dan terbilang cukup romantis. Harmonis juga, jauh dari gosip miring. Sampai-sampai banyak yang mengundang Axton dan Anyelir untuk menjadi juru bicara di sebuah webinar, event, sampai podcast baik dari konter kreator maupun artist yang berkaitan dengan rumah tangga. Sayangnya, selalu keduanya tolak halus. Dengan alasan yang bisa dimaklumi, urusan pekerjaan yang memang tak pernah ada kata habisnya.

"Jadi, Bu Anyelir ke mana, Pak? Kurang enak badan, sakit?"

"Apa bedanya kurang enak badan dengan sakit?"

Axton geleng-geleng kepala. Bisa bad mood parah jika diteruskan mengobrol tidak penting dengan Sasa. Jadinya, Axton yang memilih undur diri menuju mejanya. Tak lupa sembari menjawab pertanyaan kepo Sasa yang tak akan berhenti sebelum diladeni.

"Hm, kurang enak badan. Nggak masuk kerja hari ini."

"Hamil, Pak?"

Mendengar kata hamil, entah kenapa mood anjlok Axton seketika bangkit kembali. Senyum-senyum sendiri.

"Belum. Doakan saja secepatnya."

"Aamiin, Aamiin. Semoga Bu Anyelir dan Bapak Axton cepat diberi momongan. Biar saya alih profesi jadi baby sister aja. Capek banget kerja kantoran, saya mau diam aja di rumah."

"Kalaupun saya nanti punya anak, ogah banget anak saya diasuh sama kamu," sahut Axton nyelekit. Kontan membuat wajah Sasa tertekuk masam dengan pundak yang merunduk lesu.

Suami bosnya itu memang terkenal memiliki mulut terlampaui jujur. Saking jujurnya, kebanyakan tidak enak di hati. Berbeda dengan Anyelir. Walaupun acuh tak acuh, tak pernah berbicara menyakitkan pada bawahnya. Paling banter tegas yang tidak menyudutkan dan mempermalukan.

Menyadari keterdiaman Sasa yang bisa jadi tersinggung dengan perkataannya, Axton pun langsung ambil tindakan. Tak mau sampai Sasa mengadu pada Anyelir yang bisa saja memengaruhi keharmonisan rumah tangga mereka.

"Udah sarapan belum? Kalau belum, sana ke kantin. Beli apapun yang kamu mau, nanti bilang aja saya yang bayar."

"Yang bener, Pak?!" sambut Sasa terlampaui senang. Ada binar menyala-nyala dari tatapan matanya.

Axton mengangguk, Sasa sontak bersorak kegirangan. Berlalu cepat menuju mejanya, membereskan asal kekacauan. Setelah agak rapi, baru pamit keluar sebentar.

Mendapati Sasa mulai berlalu, Axton menghela napas lega. Merebahkan punggung ke sandaran kursi, tatapannya masih terpaku pada jalan Sasa yang terlampaui riang.

Jika dibandingkan dengan Anyelir yang bak ice yang tak tersentuh, Sasa kebalikannya. Seperti pemandangan kebun bunga matahari dengan background senja di belakangnya. Indah yang menghangatkan, siapapun pasti setuju dengan pendapat Axton.

Tapi, walau indah dan hangat, Axton sama sekali tak pernah tertarik dengan Sasa. Baginya, perempuan itu seperti saudari perempuannya sendiri. Yang justru perlu dilindungi dan dijaga. Axton akan sangat marah besar jika sampai ada pria berengsek yang berbuat macam-macam pada Sasa.

Ngomong-ngomong tentang Sasa, sejak tadi ada yang mengganjal di hati Axton. Seperti ada yang terlupakan oleh Axton. Tapi, apa? Kenapa di umur yang masih dibilang segar bugar, Axton sudah memiliki penyakit pikun?

Sepertinya kena karma dari Anyelir yang pernah di ejeknya.

Selagi masih asik melamun, fokus Axton kontan buyar—sampai terkaget-kaget dengan wajah seseorang yang tiba-tiba sudah berada kelewat dengannya. Saking terkejutnya dan mungkin refleks tengah terancam, Axton mendorong sekuatnya wajah itu untuk setelahnya beranjak berdiri dan menyingkir mundur.

"Axton!"

Axton mengerjap, jantungnya bertalu-talu. Bukan terkejut dengan suara ... manja yang baru saja di dengarnya. Tapi lebih ke masih dalam kondisi belum pulih dari keterkejutan yang pertama.

Sampai Axton lumayan tenang—menatap lamat-lamat sosok yang baru saja mengejutkannya, baru dia menyadari jika bahaya tengah mengancam. Apalagi mendengar pengakuan lebih mengejutkan dari sosok itu yang kini tampil dengan dress pres body yang memamerkan lekuk tubuhnya, ancaman semakin terasa nyatanya.

"Halo, Axton. Maksudku, Pak Axton. Perkenalkan, saya Lilyana Justin—aktris baru di bawah naungan perusahaan Bapak. Mohon kerja samanya. Semoga sama-sama menguntungkan. Dalam bidang kerja sama ini, atau ... mungkin yang lain juga boleh." ujar Lily diiringi kekehan renyah—sosok mengancam yang barusan mengejutkan Axton. Yang setelah memperkenalkan diri, Lily tak lupa memamerkan senyum memikatnya. Mencoba merayu Axton yang barangkali lupa diri telah berjanji pada Anyelir untuk menjadi pribadi lebih baik lagi.

1
falea sezi
burukkkkk bkin. novel. gantung amat
falea sezi
novel pret
falea sezi
wanita goblok🤣
falea sezi
bukannya yg. di. wc. ciuman. ma cwek😒
Iim fendiwasa
Luar biasa
Iim fendiwasa
Lumayan
Murniyati
baru mulai bc
YuWie
semakin bingung..
YuWie
maksude aldric apa kie... biasanya cucu yg diharapkan kok malah mau ditumbalkan.
YuWie
manis kan interaksinya...kenapa juga pake perjanjian gak jelas
YuWie
entahlahhh axton sebwnarnya pribadi menyenangkan tapiiii jodohnya anye gak ya
YuWie
org kaya yg menyamar jadi OB..nemu dimn si Anye. Nah kapokmu kspan Axton, dpt saingan sepadan kamu y
YuWie
awal yg bagus..tapi opening bikin il fiil aja krn kesepakatan pernikahaan..hmmm
November
lanjut
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
pasti ulah bapaknya Ax ini 🙄
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
real banget gak sih pasangan gini.. karna aku juga sama suamu klo lg dtg gak benernya cara menunjukkan romantis kami suka aneh², ya noyor kepala lah, nabok lah, gigit lah, teriak² lah.. serasa liat diri sendiri di anyelir 😁
Nanaty
org tua mcm apa tuhh
Soraya
mampir dulu ya kak
keyna
lanjut Thor
Forta Wahyuni
ish, tega banget thor buat mreka pisah n org tua anton gk beres. lbh mentingin hrta dr pada kbahagiaan anaknya, axton jg gk tegas n baninya cuma bentak2 istri. banci loe, ma Bpk loe keder n ama istri loe bentak2. kluarga gk beres..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!