Dia seorang gadis mahasiswa yang terkenal sangat pendiam, tidak banyak bicara, suka menyindiri, dan sangat suka membaca buku. Tapi tidak ada yang tahu siapa sebenarnya dia, dibalik sikap penyendirinya itu, dia adalah sosok gadis yang paling dihormati dan ditakuti. Dia gadis serba bisa, menguasai jalur bisnis, kedoktoran, dan masih banyak kemampuan yang dia kuasai. Tapi disaat bersamaan dia disebut sebagai ratu iblis, menguasai kemampuan sebagai agen pembunuh no 1 yaitu K9.
Dunia memang modern tapi tidak ada yang tahu makhluk apa saja yang hidup dibumi modern saat ini. Dia adalah gadis dengan banyak rahasia, jiwanya harus terlempar kedunia yang seharusnya bukan dia tempati.
Menempati tubuh seorang nona muda yang ditelantarkan oleh keluarganya, ketika dia membuka mata disaat itulah nona terbuang menjadi seorang nona yang diharapkan.
Note : silakan membaca, saran yang baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angela Merry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
K9
Xiaoli tidak peduli apa yang sedang dipikirkan oleh saudara prianya ini. Dia sangat acuh untuk masalahnya asalkan itu tidak mempengaruhi moodnya. "hentikan wajah pembencimu, orang yang kau benci tidak ada disini. Jangan merusak suasana yang hangat hari ini" ucap Patriak yu. "lalu meimei apakah kau akan kembali bersamaku, aku berjanji akan melindungimu dari gadis sialan itu" ucap xizhan " tidak akan kuijinkan, xiaoxiao akan tinggal bersamaku" sela patriak yu "Tapi kakek dia adalah adikku, kediaman xi juga rumahnya" ucap xizhan "Kamu...." ucap patriak yu sedikit tidak percaya. "kediaman xi bukan lagi milikku. Saya telah keluar dari kediaman itu sejak 1 tahun yang lalu, dan itu disebabkan oleh kepala keluarga xi sendiri. Saya tidak akan kembali dan aku juga lebih suka menemani harian kakek disini" ucap xiaoli acuh. "Tapi..." ucap xizhan tidak mau percaya "itu adalah keputusanku, kediaman xi bukan lagi rumahku, dan juga mereka bukan lagi keluargaku, saya sudah mati untuk mereka, jadi jangan memaksa saya atau saya akan membenci daging anda" putus xiaoli. "kalau begitu biarkan aku juga tinggal disini dan keluar dari kediaman xi, aku ingin bersama adikku daripada bersam mereka, ini juga keputusanku" putus xizhan "Kakak apa kau serius, apa kau pikir jendral xi dan nyonya yanran akan setuju" tanya xiaoli "aku tidak peduli, kakek kau harus setuju" paksa xizhan.
Patriak yu memandang cucu laki lakinya dengan serius "apa kau serius, jika kau keluar dari kediaman itu, kau tidak akan memiliki hak waris atas harta xi" tanya patriak yu "aku serius kakek, aku tidak peduli dengan harta warisan, aku sudah mengumpulkan kekayaanku pribadi aku sudah tidak membutuhkan warisan lagi" ucap xizhan dengan serius " baiklah aku akan membantumu, kau keluarlah dari kediaman xi besok jadi sekarang kembalilah dan bicaralah pada mereka, aku akan menyertai dengan persetujuan" ucap patriak yu
"Terimakasih kakek" balas xizhan. Pelayan patriak yu segera mengambil pena tinta dan kertas untuk membuat surat keputusan yang akan diberikan kepada jendral xi. Setelah selesai patriak yu segera memberikannya kepada xizhan dan dia segera kembali kekediaman xi. Xiaoli menatap kakeknya "kakek apakah ini baik baik saja, aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi, hanya saja dapat dipastikan bahwa setelah ini akan terjadi keributan didalam kediaman xi hihi" tawa xiaoli "dasar kamu, aku juga sudah muak dengan mereka. Lebih baik sekarang kamu pergi istirahat " suruh patriak yu "oke aku pergi dulu kakek" jawab xiaoli dengan senang.
Xiaoli segera pergi menuju calon kediamannya. Ketika dia sampai seperti yang dia tebak gaya dari paviliun pada zaman kuno masih sangat sederhana meskipun ini sangat sederhana tapi disaat sekarang hal ini dapat dikatakan yang paling mewah tapi itu bukan sesuatu yang cocok untuk gaya xiaoli Dia berasal dari dunia yang sudah sangat canggih dan itu sudah melekat pada kebiasaan xiaoli.
Xiaoli segera masuk, dia dengan cepat memanggil Levia untuk datang. "Salam yang mulia" hormat levia " hm, levia aku ingin kamu mengubah paviliun ini untuk sedikit menjadi lebih modern seperti gaya kesukaanku, apakah kamu bisa" tanya xiaoli "apapun untuk yang mulia" jawab levia "oh dan aku ingin itu harus segera selesai karena aku tidak ingin menunggu lama" tambah xiaoli "tenang saja nona, saya dapat pastikan bahwa bangunan itu akan selesai dibangun selama 1 bulan atau bahlan bisa lebih cepat" jawab levia
"baiklah aku suka itu, pergilah" usir xiaoli. Levia segera memberi hormat dan segera menghilang. "ashme pergilah dan awasi apa yang sedang terjadi didalam kediaman xi, aku ingin informasi lengkap" perintah xiaoli "Ha'i yang mulia" jawab ashme dan segera pergi. "Asta aku akan beristirahat, kau boleh pergi" ucap xiaoli. Asta mengangguk dan juga segera menghilang.
Xiaoli dengan tenang berbari diatas ranjang yang menurutnya sama sekali tidak enak tapi apalah dayanya, tidak mungkin dia membawa ranjang kesayangan kemari. Lebih baik dia menahan untuk waktu ini. Disisi lain didalam kediaman jendral xi, terjadi perdebatan antara jendral xi dengan putranya xiao zhan. Jendral memandang putranya marah, bagaimana tidak marah putra satu satunya ingin pergi dari kediamannya. "apa kau pikir aku akan mengijinkanmu untuk pergi. itu tidak akan.." ucap jendral xi
"aku tidak peduli, ini sudah menjadi keputusanku, aku sudah dewasa umurku 17 tahun aku sudah layak untuk tinggal diluar" eyel xizhan tak ingin mengalah. "Zhan'er jangan gegabah, kamu memang sudah besar tapi ayah dan ibu tidak bisa membiarkanmu keluar " ucap yanran. "Ibu ini sudah menjadi keputusanku, aku juga sudah mendapat persetujuan kakek" ucap xizhan sambil memberikan surat resmi patriak yu kepada jendral.
next.....
pangeran ketiga