Kayla merajut kasih selama hampir dua tahun dengan seorang Dosen di Kampusnya bernama Radit sampai akhirnya mereka bertunangan dan berencana akan segera menikah.
Disaat kecelakaan maut menimpa tunangannya, Kayla baru mengetahui jika dirinya sedang hamil. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, setelah tunangannya meninggal dia bahkan dibuang oleh keluarganya karena ketahuan sedang mengandung.
Sampai suatu hari saat Kayla sudah menikah, ada seorang pria yang mirip tunangannya yang sudah meninggal lalu pria itu menghancurkan pernikahannya.
"Bercerailah!" Dengan kearoganan nya, pria yang bernama Melvin itu menyuruhnya bercerai dari suaminya.
Yuk ikuti kisahnya~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERCERAILAH!
Melvin duduk di bangku Rumah Sakit dengan gelisah, matanya tak hentinya melihat ke arah Kayla dibawa masuk oleh tim Medis.
"Melvin, gimana keadaan Kayla?" Anita yang baru sampai langsung bertanya padanya.
Rico dan Ibunya menyusul Anita di belakang.
"Iya nak Melvin, bagaimana keadaan menantuku?" Tanya Ibu Rico.
Melvin hanya menggeleng, tak ingin mengalihkan tatapannya dari ruang UGD.
Pintu UGD terbuka, seorang perawat keluar, dia setengah berlari. Melvin seketika berdiri, menghalangi jalan perawat.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Melvin.
Ibu Rico dan Anita sudah merasa aneh sejak melihat perilaku Melvin di rumah, gelagatnya tidak seperti seorang calon Kakak ipar Kayla. Sekarang ditambah lagi kegelisahan Melvin melebihi Rico suaminya sendiri.
"Maaf, Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin tapi janinnya tak bisa terselamatkan. Sang Ibu terlalu banyak mengeluarkan darah, butuh transfusi darah. Maaf saya permisi... " sang perawat lalu pergi.
Semua orang shock, terutama Melvin. Ia mendengar sendiri saat Rico dan Kayla bertengkar saat itu, jika mereka tak pernah tidur bersama. Lalu anak siapa di perut Kayla?
Rico gemetar ketakutan, ia takut terjadi apa-apa pada Kayla.
Anita melihat reaksi Melvin saat mendengar kabar tentang Kayla, wajah Melvin benar-benar menunjukkan kepedulian yang tak seharusnya pada Kayla.
Satu jam kemudian, pintu UGD terbuka. Kayla terbaring masih tak sadarkan diri, dia akan dipindahkan ke ruang perawatan.
"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Ibu Rico.
"Saya ikut berduka tentang janinnya, tapi syukurlah sang ibu bisa selamat dan melewati masa bahaya. Untung saja dia dengan cepat dibawa ke Rumah Sakit dan segera mendapatkan pertolongan, jika telat sedikit saja nyawa sang Ibu pun takkan tertolong," jawab Dokter.
Maafkan aku Kay! Rico merasa menyesal.
Ranjang Kayla didorong masuk ke dalam ruangan.
Melvin maju akan ikut masuk, tapi tangannya ditahan Anita. "Biarkan suaminya yang masuk Melvin, kamu bahkan tidak ada kewajiban apapun pada Kayla."
Rico akhirnya maju mendampingi Kayla masuk ke ruangan, ditemani Ibunya.
Melvin tak ada pilihan lain, tapi setidaknya Dokter bilang nyawa Kayla sudah tidak dalam bahaya. Semuanya akan baik-baik saja.
"Aku pergi," ucap Melvin seraya melangkahkan kakinya berjalan menjauhi Anita.
Anita memandangi punggung Melvin yang tak setegap biasanya, Melvin terlihat sangat lesu.
Melvin masuk ke dalam mobil, menunduk lesu.
"Bos, sebaiknya Anda pulang lebih dulu. Pakaian anda banyak ternoda darah." Ucap Rian.
Melvin melihat pakaiannya, benar saja baju dan celananya penuh oleh darah Kayla.
"Ya."
*
Selama sembilan hari Kayla dirawat di Rumah Sakit dan akhirnya sudah diperbolehkan pulang.
Melvin tak sekalipun menjenguk Kayla di Rumah Sakit dan dia tak bertemu siapapun termasuk Anita.
Rico menjemput Kayla di Rumah Sakit.
Saat masuk ke dalam mobil, Kayla melihat wajah Rico seperti kelelahan dan banyak pikiran.
"Ada apa Rico? Kenapa wajahmu kusut, bukankah aku sudah memenuhi kemauanmu," tanya Kayla dengan nada sinis.
"Perusahaan Papa tiba-tiba mengalami kerugian besar. Banyak investor yang menarik kembali dana mereka di proyek kami. Terhitung beberapa hari ini kerugian kami sangat besar dan saham kami anjlok,"
Kayla terkejut, Perusahaan yang begitu besar kenapa tiba-tiba keadaannya seperti itu.
Sampai dirumah, Kayla masuk ke kamarnya. Ponselnya berdering. "Halo, Thania."
"Kay, kamu keluar Rumah Sakit tak bilang padaku. Aku tadinya akan menjengukmu lagi bersama Tristan."
"Maaf, tak ingin merepotkan kalian berdua. Aku sudah ada dirumah Rico, kalian tak usah datang kemari."
"Baiklah, hubungi aku kalau ada apa-apa. Ok?"
"Ya," Kayla memutuskan sambungan panggilannya.
Baru saja Kayla akan menaruh ponselnya di nakas, tiba-tiba ponselnya berdering kembali. Ia melihat ID pemanggil dari Pria yang sudah lama tak dilihatnya. Ia ragu untuk mengangkatnya tapi akhirnya jarinya menekan tombol jawab.
"Ada apa?" Kayla menjawab kasar.
"Kau sudah pulih, besok temui aku di kamar Hotel No.343. Ini tentang Perusahaan Ayah mertuamu dan suamimu tercinta! Aku kirimkan alamat Hotelnya." Sambungan terputus.
Kayla baru saja ingin menolak, tapi mendengar itu tentang Perusahaan Ayah mertuanya ia berpikir ulang.
*
Esoknya Kayla menemui Melvin di alamat Hotel yang disebutkan. Ia mengetuk pintu, saat pintu terbuka dirinya melihat wajah Melvin yang mengerikan.
Kayla mundur, merasa situasinya salah. Ia berbalik ingin pergi, tapi terlambat tangannya ditarik kasar masuk ke dalam kamar.
"Melvin! Lepaskan tanganku!" Kayla berusaha memberontak.
Mengunci pintu kamar, lalu Melvin melepaskannya.
Kayla dengan cepat ingin kabur keluar dari sana, tapi kata-kata Melvin menghentikan langkahnya.
"Apa itu anakku? Apa kau sengaja menjatuhkan dirimu untuk melenyapkan anakku. Apakah kau melenyapkannya karena itu bukan anak dari suamimu?!" Tersirat nada kesedihan dan kemarahan di dalam nada suaranya.
Degh! Kayla mematung.
"Jawab!" Melvin membentaknya.
Kayla berbalik badan menghadap Melvin. "Bukan! Tentu saja anak itu adalah anakku dan Rico."
"Bohong! Aku sudah mendengar sendiri pembicaraanmu dengan Rico saat kalian berdua bertengkar. Kalian tak pernah tidur bersama layaknya suami istri! Jadi itu adalah anakku, iya kan?!"
Kayla menggeleng.
Melvin maju menangkap tubuh Kayla, ia membopongnya dan mejatuhkannya ke atas ranjang. Memerangkap tubuh Kayla dengan tubuh besarnya.
"Begitu menjijikkankah aku, sampai darah dagingku kau lenyapkan! Kau pikir kau siapa Kayla! Beraninya melenyapkan anakku!"
Kayla memberontak, ia memukul mukul tubuh Melvin tapi sedikitpun tubuh Melvin tak berpindah.
"Aku benci kamu Melvin! Kau hanya seorang bajingan! Untuk apa aku mempertahankan anakmu!"
Amarah Melvin semakin menjadi, emosinya tersulut, ia menarik gaun Kayla sampai sobek.
"Kalau begitu, aku akan terus menanam benihku di rahimmu. Aku akan lihat sampai kapan kau akan bertahan! Kau harus menurutiku, jika tidak Perusahaan Ayah mertuamu dan suamimu akan kubuat bangkrut sampai mereka miskin! Dan kau bercerailah dengan Rico! Kau adalah milikku!"
Setelah mengatakannya, Melvin menyatukan tubuh mereka berdua dengan kasar, membuat Kayla menjerit kesakitan.
Saat semua selesai, tubuh lemah Kayla tergolek di atas Ranjang. Tatapan matanya kosong, merasa hidupnya sudah benar-benar gagal.
Melvin keluar dari kamar mandi, tubuh telanjangnya terbungkus jubah mandi. Ia melihat Kayla masih tak bergerak.
"Bangunlah, segera urus perceraianmu. Katakan pada Rico semua ucapanku, jika dia tidak bersedia menceraikanmu, katakan ini padanya! Aku akan membuat hidupnya seperti di neraka!"
Kayla tak ingin menjawabnya, tapi pikirannya memikirkan Ibu dan Ayah mertuanya yang sudah baik padanya. Apakah dirinya harus egois? Haruskah gara-gara dirinya mereka ikut menderita?
Mungkin krn episodenya pendek,
Tetap enak dibaca & menghibur siy,
thanks thor..