NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikahi Pembantu

Di Paksa Menikahi Pembantu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.2
Nama Author: Sea starlee

Sedang proses pembenaran naskah, isi, dan cerita. Sedang revisi bersekala besar!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sea starlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Becus

Kasih menguap sekaligus berbaring di ranjang, ia masih di kamar yang sama, perlahan membuka matanya duduk sejenak sambil memandangi jam di dinding.

"Sudah pukul dua belas, kok aku ketiduran." Kepanikan Kasih langsung bangkit dan kabur.

"Bunda sudah bangun?" Kasih bertemu Billy yang baru saja masuk ke kamar.

"Billy kok nggak bangunin Bunda?" Kasih berlutut memegang pundak Billy.

"Billy mencoba untuk bangunin Bunda, tapi Bunda tidur terlalu nyenyak!" Kata Billy menjelaskan.

"Apa ayahmu sudah pulang?"

"Sudah."

Duh mati. "Ya sudah, Bunda masuk kamar dulu ya." Meninggalkan satu kecupan sebelum beranjak pergi.

Kasih pun berlari menuju kamar dengan tergesa-gesa seperti dikejar penculik.

Kenapa lampunya mati?

apa Tuan muda belum pulang? Tapi tadi Billy bilang sudah pulang.

Kasih segera menekan tombol lampu yang terletak di samping pintu agar ruangan kembali terang.

Kasih berteriak, betapa terkejutnya ia saat menemukan Nathan tiba-tiba berdiri di hadapannya saat lampu menyala. Lebih buruk lagi, pria itu bertelanjang dada dengan hanya menutupi handuk di bawahnya, seolah-olah dia baru saja selesai mandi.

"Kemana saja kamu, udik?" Mata Nathan membulat menatap Kasih.

"Tapi ... maaf, Tuan, saya tertidur di kamar Billy." Dia menjawab dengan gugup.

"Kamu seharusnya berada di kamar sebelum aku pulang!"

"Ya, Tuan, besok saya akan berada di kamar besok sebelum Anda pulang." Masih menunduk, takut, dia tidak berani menatap Nathan.

Nathan masuk ke ruang ganti, lelaki itu membuka lemari dan mengeluarkan piyama abu-abu bergaris putih, lalu keluar dari ruang ganti dan menuju Kasih.

"Heh udik, setrika ini!" Nathan melemparkan piyama itu tepat ke wajah Kasih.

"Tuan, bukankah piyama ini bersih? Kenapa perlu disetrika lagi? Lagi pula, Anda ingin tidur, bukan?" Kasih membentangkan piyama di depan Nathan, menunjukkan bahwa piyama itu rapi.

"Jangan membantah, lakukan itu!" Nathan membentak lagi.

"Baik, Tuan." Kasih berjalan menuju ruang ganti untuk menyetrika pakaian, sesuai perintah Nathan.

"Kemana kamu pergi?" Nathan memanggilnya kembali.

"Saya ingin menyetrika pakaian Anda, Tuan." Kasih berbalik dan menatap Nathan.

"Buatkan aku jus mangga!" Nathan memerintahkan sambil duduk di sofa.

"Baik, Tuan!" Sesuai perintah, Kasih menurut kembali berjalan ke arah menuju pintu.

"Kemana kamu pergi?" suara itu memanggil lagi

"Tapi mau buat jus Anda, Tuan."

"Setrika piyama itu dulu!"

"Baik, Tuan." Kasih kembali menuju ruang ganti.

"Kenapa balik lagi?" Nathan lagi-lagi membentak.

"Mau setrika pakaian nya, Tuan."

"Kapan buat jusnya? Aku sudah haus ini."

Astaga apa sih mau si tuan ini? Padahal tangan dan kaki ku cuma dua, dia memerintah seakan-akan aku ini robot.

"Baiklah Tuan, sebenarnya anda mau saya bikinin jus dulu? atau setrika piyama dulu?" Akhirnya Kasih memberanikan diri bertanya kepadanya.

"Oke, buatkan aku jus dulu." Nathan melambaikan tangannya untuk memberi tanda pengusiran saat dia mendekati sofa.

"Baik, Tuan, mohon menunggu."

Kasih meletakkan piyama di ranjang dulu, lalu keluar kamar. Perlahan ia menaiki anak tangga, di dalam rumah terlihat semua penghuninya tidak beraktivitas selain pembantu. Kasih berjalan dan akhirnya sampai di dapur.

Di dapur, Kasih mengambil blender dan mangga, lalu memotong mangga dari kulit dan bijinya, setelah dipotong, dimasukkan ke dalam blender lalu dicampur setengah gelas air dan beberapa sendok makan gula putih lalu mengocok, suara blender di dapur sangat keras sehingga sedikit melukai telinga.

Pak Tejo melihat Kasih yang sedang asyik menuangkan jus ke dalam gelas dan langsung datang. "Apa yang Anda lakukan, Nyonya?" Pak Tejo berdiri di samping Kasih, pria itu dengan udara yang sangat bersahabat.

"Buatkan jus untuk tuan muda," kata Kasih.

Padahal 'kan ada saya dan para pelayan yang lain, tapi kenapa nyonya muda sendiri yang turun tangan? Apa karena dia sudah terbiasa bekerja jadi segan untuk menyuruh para pelayan.

Setelah selesai membuat segelas jus, Kasih keluar dari dapur, cepat-cepat menaiki tangga, namun ia sangat berhati-hati membawakan jus tersebut agar tidak tumpah. Saat mereka sampai di kamar, Nathan terlihat sibuk dengan laptopnya yang duduk di atas sofa, masih menggunakan handuk.

"Ini jusnya, Tuan!" Kasih meletakkan jus di atas meja.

"Kenapa kamu sangat lambat?" Nathan marah tanpa menoleh Kasih.

Padahal belum sampai lima menit, tapi Anda sudah merasa sangat lama ya, Tuan.

Saat Nathan meminum jus tersebut, ia langsung memuntahkan jusnya langsung ke pakaian Kasih.

"Apa masalahnya, Tuan?" Kasih mulai panik.

"Jus apa ini? Kenapa sangat asam?"

Nathan melempar kaca tersebut ke lantai hingga pecah dan tiba-tiba Kasih terkejut.

"Maaf Tuan, padahal gulanya sudah banyak dan saya pastikan rasanya manis." Kasih tertunduk.

"Nggak mau tahu, buat jus baru lagi dan tambahkan tiga sendok gula!"

"Ya, Tuan." Kasih berkata dengan ketakutan.

Kasih hanya menuruti untuk kembali ke dapur, membuat jus baru. Kali ini dia menambahkan gula tiga sendok makan sesuai pesanan tuan muda, pak Tejo mengamatinya, dia udah bikin jus tadi, kenapa lakukan lagi sekarang? Jadi dia bergumam.

Setelah membuat jus, Kasih berlari kembali, sekarang langkahnya lebih cepat, entah bagaimana jadinya jika dia hanya terpeleset satu kali.

"Ini, Tuan, jus barunya." Kasih kembali menaruh jus itu ke meja.

"Cepat sekali kamu buat jusnya?" Nathan menoleh kearah Kasih sambil menyambar jus baru.

Tadi lama salah sekarang cepat juga salah.

Kali ini jus juga diludahkan kembali ke bajunya, apakah ada yang kurang?

"Ini kenapa jusnya manis sekali? Berapa sendok kamu taruh gulanya?" Nathan mengangkat gelas ke atas seraya menunjukkan ke arah Kasih.

"Tapi Anda memerintahkan untuk menambahkan tiga sendok makan gula lagi, 'kan, Tuan?"

"Dasar, pelayan sialan! Bekerja saja tidak kompeten."

Nathan bangkit dan menutup laptopnya, lalu memeggangnya sembari meludah di depan Kasih. Segelas jus dihancurkan kembali ke lantai untuk kedua kalinya, dia berjalan ke tempat tidur, mengambil piyama yang perlu disetrika terlebih dahulu dan memakainya, lalu naik ke tempat tidur tanpa merasa bersalah dan tidur.

Sementara itu, Kasih langsung menyeka gelas yang sudah dicampur air jus, dia duduk menangis menghadapi sikap Nathan.

Ya Tuhan, kenapa nasibku begini banget? sudah dapat ibu mertua yang jahat suami juga lebih jahat, tabahkan hati ku ini ya Tuhan.

Setelah selesai membersihkan semuanya, Kasih langsung berganti pakaian, merapikan beberapa benda yang berserakan di lantai. Baru kemudian dia kembali ke sofa dan pergi tidur

BERSAMBUNG

1
Neng Holisoh
lanjut thor
ummu
Iya kapan up nya sih udah bertahun tahun
ummu
Kok enggak up “ sih thor sudah berapa th sampek bosan nunggu lanjutannya
Tifa Khatifa Auristela
bagus
Enung Samsiah
buadab natan,, kasih kabur aja kmuuu
Amelia Syharlla
arthor sexsi😊😊😊😊😊
Amelia Syharlla
ngakak aku bacanya Thor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Amelia Syharlla
semangat kasih ❤️💚❤️
Amelia Syharlla
walaupun udik kab ngangenin 🥰🥰🥰
Amelia Syharlla
heeee mulai deh
Amelia Syharlla
salah sendiri punya istri di angurin 🤣🤣🤣🤣 cemburu kan
Amelia Syharlla
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 didepan mu ada tuan petir
Amelia Syharlla
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Amelia Syharlla
sekarang udah mulai butuhkan 😚😚😚😚
Amelia Syharlla
dasar 2 rubah 🦊🦊🦊🦊 betina 😡😡😡😡
Amelia Syharlla
tinggalin aja kasih ikut rehan aja
Amelia Syharlla
awae klo jadi bucin sok-sokan pengen muntah 😚😚😚
windanor
Aku balik lagi buat baca novel ini kedua kalinya. Ingin bernostalgia dengan novel yg publish thn 2020😍😍😍
Bebz Bee Queen
Dikira sudah menghilang ini cerita
Miya Wibowo
kok dobel sampe 3x ki pie thoorrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!