allea aulia ghassani gadis dewasa berusia 22 tahun.. yg di jodohkan dengan pria..dingin..cuek agak kasar yang bernama abraham bayu aji wijaya keduanya di jodohkan karena janji kedua orang tua mereka apakah kehidupan rumah tangga mereka akan harmonis,kisah cinta yg berawal dari benci karena suaminya telah memiliki kekasih sebelumnya bagaimana kah kisah allea apakah akan berakhir bahagia ataukah menyakitkan dan berujung perceraian... simak kisah nya.. check this out..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evoy yoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SANDIWARA
Keesokan harinya Bram lagi-lagi menjemput Allea di kampus. Dua hari berturut-turut Bram menemui Allea. Ketika Allea akan pulang langkah Allea terhenti karena Bram sudah ada di depan kampus Allea.
ABRAHAM BAYU AJI WIJAYA. Biasa di panggil Bram, wajah tampan namun dingin tanpa ekspresi menurut sebagian orang dia pria sempurna, namun bagi Allea ia adalah bencana, Bram berdiri menunggu Allea di parkiran melihat ada Bram, Allea bergegas menghampiri Bram. Saat itu pula Bram menjadi sorotan cewek-cewek di kampus Allea.
Allea tersenyum menghampiri Bram.
"looh mas Bram kok ke sini lagi..??" tanya Allea seraya tersenyum manis namun Bram hanya memasang wajah dingin dan tanpa senyum ke Allea.
"masuk cepetan gue lagi banyak kerjaan...!" Bram berjalan masuk sambil memandang malas ke Allea
di dalam mobil Bram hanya diam, tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut Bram.
"heum mas, kalo mas sibuk kenapa jemput aku, aku biasa naek metromini kok" Allea membuka obrolan.
"ga usah geer, gue lakuin ini cuma buat orang tua doang." Bram berbicara sedikit meninggi ke Allea.
"iyaa mas Allea tau, mas mungkin gak mau akan perjodohan ini, Lea juga sama ga mau, tapi Allea mikirin orang tua kapan lagi bisa nyenengin orang tua llea terima ajah, walaupun nantinya Lea bahagia apa enggak," Allea mencoba mengeluarkan unek-uneknya.
"itu lo tau..! gue juga ngelakuin yang sama kali, tapi maaf hati sama fikiran gue bukan buat elu" Bram mulai bicara tak enak pada Allea.
"iyaa llea tau," Allea terdiam dan memandang ke luar jendela.
Sesampainya di rumah Allea wajah Bram yang sedari dingin berubah menjadi hangat di depan mama seolah-olah ia jatuh hati pada Allea.
"siang tante..." bram menghampiri mama dan bersalaman.
"looh udah dua hari ini jemput Allea terus emang gak sibuk.." tanya mama ke Bram.
"ga apa-apa tante masa buat calon istri gak ada waktu." Bram tersenyum sambil membelai rambut Allea, mendapatkan perlakuan itu Allea langsung menoleh ia terkejut atas sikap Bram.
"heuuummm... palsu banget ini orang" bisik Allea saat itu.
"ayoo masuk, ngeteh dulu" pinta mama pada Bram namun Bram menolak dengan alasan banyak pekerjaan.
"lain kali ajah tante Bram masih banyak kerjaan" bram menolak dan ia pamit untuk pulang, ia bersalaman ke mama.
"Allea mas pulang dulu ya." Bram membelai lembut pipi Allea dan memberikan senyum paling manis.
Allea pun membalas senyum Bram dengan manis pula.
"iya mas hati hati yaa" mereka menunjukan seolah mereka sudah saling mencintai namun semua itu palsu dan sandiwara belaka, Allea melakukan itu karena ingin melihat kebahagiaan di wajah mama nya sedangkan Bram melakukan itu untuk pencairan dana yang telah di bekukan oleh papinya kuncinya hanya ada di Allea.
Sesampainya di mobil Bram mengambil tissue dan menyeka tangannya seolah ia telah menyentuh sesuatu yang kotor
"ishh ... kalo gak gara gara duit, gak bakal gue giniin si Allea, untung si Allea juga ngerti gue cuma sandiwara" Bram membuang tisue dengan kesal ke luar jendela, ia segera meninggalkan rumah Allea dan kembali ke kantor.
Sementara itu di kamar Allea merebahkan tubuhnya
"permainan di mulai Allea lo harus siap dengan semuanya bahagia atau enggak nantinya lo terima ajah" bisik Allea dalam hati, ia merasa sedih kenapa ia nanti menikah dengan lelaki seperti Bram.
Malam nya mama sibuk menelepon tante Ajeng dan menceritakan semua kalau Bram mau menerima Allea jadi calon istrinya betapa bahagianya mereka berdua mereka segera merencanakan lamaran untuk Allea dan Bram. Sementara itu di kediaman Bram, papi dan mami tengah menunggu bram untuk pulang
tak lama kemudian Bram pulang dan langsng naik menuju kamarnya, baru sampai anak tangga ke dua tiba-tiba papi berbicara pada Bram.
"gimana Bram, Allea baik kan?" papi bertanya pada Bram, Bram menghentikan langkahnya.
"iyaa baik..." ketus Bram.
"Bram, mami seneng kamu milih Allea buat jadi calon istri kamu!" mami terlihat sumringah.
Bram hanya menatap malas dan lanjut naik
"terpaksa demi uang, gue lakuin semua keegoisan orang tua, jangan salahin gue kalo nanti Allea gak nyaman hidup sama gue.." Bram masuk kamar dan membanting pintunya.
.