Zulkarnain yang dipaksa untuk menjadi pewaris harus menjalani kehidupan yang tidak diinginkan.Ia harus jauh dari istri tercintanya yang tengah hamil muda.Namun berkat kegigihan AIDA, istri Zulkarnain.Mereka yang terpisah akhirnya bisa bersama.
Akan tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya, Niken ayu yang terlanjur cinta kepada Zulkarnain memilih jalan pintas sehingga Zulkarnain mengkhianati istrinya.Diluar dugaan, Anak kembar yang dilahirkan oleh AIDA ternyata memiliki kekuatan yang diturunkan oleh kakeknya.kekuatan itulah yang menyelamatkan Zulkarnain dari pengaruh Niken ayu.
Kejahatan Niken ayu tidak berhenti sampai disitu,Ia merencanakan pembunuhan kepada AIDA dan kedua anaknya.Yang mengakibatkan meninggalnya AIDA dan hilangnya si kembar.
Akankah Zulkarnain bisa menemukan Si kembar yang telah dinobatkan sebagai Ahli waris nya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Pewaris BAB 9 Siapakah Aida???
Pov Niken Ayu.
Seperti biasa, pagi-pagi sekali aku sudah dandan secantik mungkin. serapi mungkin, karena aku ingin sekali menaklukkan si Zulkarnaen.
Laki-laki yang satu ini memang tidak mudah ditaklukkan, beda dengan si Andika. yang sekali kedip mata udah klepek klepek sama aku.
setelah berkali-kali muter-muter didepan cermin, aku rasa udah cukup. aku pun bingkas mengambil tas kecilku dan melangkah ke luar kamar. menuruni anak tangga menuju ruang makan.
"Selamat pagi Pa,selamat pagi Ma" sapaku kepada kedua orang tua ku yang sedang asyik menyantap sarapan paginya. ku cium pipi mereka satu persatu lalu duduk disamping kanan papa.
"cantik sekali anak Papa" puji papaku.
aku tersenyum manis. lalu mengambil sepotong roti dan dibubuhi selai stoberi kesukaan ku.
"Gimana hubungan kamu dengan Andika?? " tanya Mama(Dia Mama sambungku,Mama kandungku sudah lama meninggal)
"biasa aja Ma" jawabku cuek sambil mengunyah roti.
"Andika tadi malam telfon Mama, katanya kamu ngak mau angkat telfonnya"
"males ma... Andika terlalu posesif, aku jadi gerah sama dia"
"bukan karena Zulkarnaen kan" terka Papa.
aku tersenyum tipis.
"hmmm tuu kan"
"kan sekarang yang jadi pewaris bukan Andika lagi Pa" belaku.
"iya sih... tapi benar kamu suka sama Zulkarnaen? "
"iya siapa coba yang mampu menolak laki-laki se cakep Zulkarnaen pa"
"tapi Zulkarnaen mau ngak?? " timpal Mama
"Mama kok ngomong nya gitu sih.. emang aku ini jelek banget apa?? " ucapku sewot.
"bukan gitu... Mama perhatikan si Zulkarnaen tidak menaruh hati padamu"
"iya sih... tapi itu menariknya MA.. aku kayak tertantang gitu untuk menaklukan nya. jadi nggak bosan"
"kamu ini.. " sungut Mama
"papa sih ok ok aja kalo kamu maunya sama Zulkarnaen... toh Pak Hans sudah membicarakan hal ini dengan Papa kemarin"
"Tapi selesaikan dulu hubungan kamu dengan si Andika" timpal Mama.
"iya Ma... nanti juga aku akan putusin Andika kok"
ku raih segelas jus jeruk lalu ku teguk habis.
"ya sudah Niken pergi dulu ya Pa MA... "
aku beranjak dan kembali mencium ke dua pipi orang tua ku. mereka mengangguk.
Sesampainya di depan kantor GRAND GOLDEN GRUP aku melangkah cantik bak model profesional, semua mata terasa tertuju padaku, yah aku kan cantik xixixixixixi.
ketika aku melangkah keluar dari lift, mataku disuguhkan dengan pandangan yang mencengangkan. Zulkarnaen, seorang CEO perusahaan besar, sedang ngobrol hangat dengan seorang OB?? WHAT???
tak berapa detik keduanya sadar akan kehadiran ku, padahal aku nggak bersuara loh. Terlihat dengan jelas mereka gelagapan. kayak pencuri ketahuan nyolong.
dan dengan langkah cepat si OB berlalu pergi.
"mmmmm kapan sampai Niken?? " tanya Zulkarnaen gugup.
"baru saja" jawab ku sambil lalu mendekati Zulkarnaen "siapa dia?? kok kayak nya kamu sudah kenal lama" selidik ku
"ahh nggak kok, dia cuma seorang OB yang selalu melakukannya kesalahan"
"masak sih"
"iya" jawab Zulkarnaen meyakinkan, tapi aku tidak bodoh. pasti mereka sudah saling kenal.
"kamu ada apa kesini?? "
"nggak ada apa-apa, cuma ingin bertemu dengan calon suami ku"
"ohhh" tanggap Zulkarnaen seperti biasa, CUEK!!
"Oh ya... mau makan siang dengan ku"
sontak aku kaget mendengar nya.
"boleh... emang ngak sibuk?? "
"hari ini ngak begitu sibuk"
"tumben" aku tersenyum senang.
"yah aku kan masih baru, jadi kemarin kemarin emang sangat sibuk"
"ok kita jumpa nanti siang yah"
Zulkarnaen meng-iyakan. duuuhhhh senangnya.
"ya uda aku ke toilet dulu.. " aku pamit. Zulkarnaen mengangguk lagi. dengan perasaan yang berbunga bunga aku tinggal kan Zulkarnaen, tapi aku tidak ke toilet melainkan pergi ke arah Pantry. Aku sangat penasaran dengan OB tadi.
Ternyata benar si OB tadi ada di dapur.Dia dengan teman-temannya tengah istirahat.Aku perhatikan dia dengan lekat sambil melangkah mendekat.
mereka para OB jadi gelagapan serba salah.
"ada apa Non??" tanya Rara si supervisor.
"aku ingin bicara berdua dengan dia" ku tunjuk si OB tadi. "kalian boleh keluar sebentar"
mereka saling pandang. dan tanpa ku suruh 2x mereka segera keluar meninggal kan si OB tadi.
"nama kamu Aida?? " tanyaku saat ku lihat strip nama disaku kirinya.
"iya nona"
"Aku Niken Ayu calon istri dari bos kamu" sengaja aku tekankan biar dia paham. dia mengangguk.
"ada apa Nona ingin berbicara dengan saya?? " tanyanya sopan. ku lihat expresi nya biasa saja.
"kamu sudah lama kenal dengan Zulkarnaen?? "
dia diam tidak segera menjawab.
"Aku udah berapa kali lihat kamu, kayak sudah kenal gitu sama calon suami ku"
dia tetap diam.
aku beringsut duduk di kursi tepat dihadapan nya.
"jawab saja dengan jujur, jangan ada yang ditutupi... karena kalau kamu ketahuan berbohong, aku bisa pecat kamu!! "
dia tetap diam tapi tidak terlihat panik.
"aku lagi ngomong sama kamu loh, bukan sama tembok" hardik ku.
"saya harus jawab apa non?? "
"ya jawab saja apa yang aku tanyakan tadi.. kamu kenal Zulkarnaen tidak"
"kenal"
"dimana? "
"kami 1kampung"
"ohhh teman kecil maksudnya"
"lebih tepatnya masih family"
"what??? yang benar?? " aku bingkas bangun. kayak nya aku merasa dapat celah untuk menaklukkan Zulkarnaen.
"kenapa kamu malah kerja jadi OB?? "
"memangnya kenapa Nona??"
"yah kamu kan bisa kerja yang lebih layak, secara kamu masih keluarga dari Zulkarnaen. "
"tidak apa-apa Nona, saya ingin kerja yang lebih sesuai dengan ijazah saya"
wah ternyata wanita ini sportif juga, dia tidak suka mengambil keuntungan dari saudara nya yang kaya raya.
"ya udah nanti aku bantu kamu biar bisa naik pangkat.. setidaknya jadi Supervisor gitu. kan lumayan"
"tidak usah Nona, saya pantas nya disini, disini lah kemampuan saya"
"tapi... "
"tidak apa-apa Nona" dia memotong ucapan ku.
aku menggigit bibir. ternyata tidak mudah mengambil hati wanita ini.
"maaf Nona kalau sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi, saya mohon diri. karena pekerjaan saya masih banyak""
"ohh ok"
wanita itu membungkuk memberi hormat lalu keluar pergi.
aku menghela nafas panjang... rasanya Zulkarnaen memang tumbuh besar diantara keluarga yang susah dirayu. Dan itu menambah semangat ku untuk bisa menaklukkan nya.
HP ku berdering, ku lihat dilayar tertera nama Andika.
"ih mau ngapain sih ni orang"
aku rijek, eh malah nelpon lagi. ku rijek lagi, nelpon lagi. hal ini terjadi sampai 3kali.dan yang ke 4kali terpaksa aku angkat.
"ada apa sih??? "
"kamu kenapa sih sayang??? kok susah sekali dihubungi" terdengar suara Andika dari seberang telfon.
"iya mau apa sih?? "
"aku kangen pengen ketemu"
uweekkk.. muak banget aku dengernya.
"ayo dong sayang... masak kamu nggak kangen sama aku?? "
"nggak!! "
"kok gitu sih"
"lah emang iya"
"kamu udah berubah ya sejak ada Zulkarnaen"
"nggak kok... aku tetap aja Niken Ayu"
"aku serius sayang"
"lah iya... emang bener.. udah deh mending kita putus aja yah, toh kita nggak mungkin nikah kan"
"kok kamu ngomong gitu sayang?? "
"lah emang bener kan, aku akan dijodohin sama Zulkarnaen, jadi kita nggak bisa nikah"
"kita bisa kok nikah"
"tapi aku nggak mau nikah sama kamu"
"kenapa?? karena aku bukan seorang pewaris lagi??? "
"yah kan kita jadian karena emang dulu seharusnya kita dekat. tapi sekarang beda lagi cerita nya"
"nggak!!! pokoknya kita harus tetap nikah!! " tegas Andika dari seberang.
"terserah kamu dah!! "
aku malas berdebat, aku matikan telfon secara sepihak. Lalu melangkah keluar dari dapur.