NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Mansion Dominic berdiri megah di atas perbukitan eksklusif New York, sebuah monumen arsitektur yang melambangkan kekuasaan dan kekayaan yang tak terukur. Namun bagi Archello Dominic, bangunan itu tak lebih dari kotak beton yang dingin.

Sejak malam pertunangan mewah itu, keberadaan Oliver Bernardo di mansion tersebut menjadi pemandangan yang rutin. Oliver sering menginap, mengisi kamar tamu yang letaknya tak jauh dari kamar utama Archello, berusaha menenun kehadirannya dalam rutinitas harian pria itu.

Pagi itu, cahaya matahari musim semi menyinari ruang makan yang luas. Oliver duduk di ujung meja, menyesap kopi dengan gerakan anggun, sementara Archello sibuk dengan tablet di tangannya, menelusuri grafik bursa saham tanpa minat untuk berbincang.

"Archello, aku berencana memesan bunga segar untuk ruang tengah hari ini. Apakah kau keberatan?" tanya Oliver lembut, mencoba memecah keheningan yang selalu menyelimuti mereka.

Archello hanya menjawab dengan gumaman pendek tanpa menoleh. "Lakukan sesukamu, Oliver."

Jawaban itu dingin, seperti biasa. Singkat dan tidak memberikan ruang untuk percakapan lebih lanjut. Namun Oliver hanya tersenyum tipis. Ia sudah terbiasa. Ia tahu bahwa mendekati Archello bukanlah sebuah lari cepat, melainkan maraton panjang yang melelahkan. Ia tetap sabar, tetap menjadi gadis baik yang memperhatikan detail kecil, meski hatinya sering kali merasa sepi di tengah kemewahan itu.

Setelah sarapan yang hening, Archello dipanggil ke ruang kerja ayahnya, Alexander Dominic. Di keluarga ini, Alexander adalah sosok yang paling memahami Archello. Berbeda dengan Beatrice—ibu Archello—yang lebih emosional dan sering kali merasa cemburu pada perhatian Archello, Alexander adalah pria yang melihat dunia dengan logika namun tetap memiliki empati yang dalam sebagai seorang ayah.

Dulu, Beatrice sering kali merasa tersisih ketika Archello lebih memilih menghabiskan akhir pekannya di apartemen bersama Lyodra Taylor. Beatrice menyukai Lyodra karena keceriaannya, namun sebagai seorang ibu, ia sering mengeluh karena putranya seolah memiliki dunia sendiri yang tidak bisa ia masuki. Alexander, sebaliknya, selalu membela Archello, tahu bahwa Lyodra adalah satu-satunya alasan putranya bisa tersenyum lepas.

"Duduklah, Archello," ujar Alexander sambil menuangkan scotch ke dalam dua gelas kristal, meski hari masih pagi. Ia tahu putranya butuh sesuatu yang lebih kuat dari sekadar kopi.

Archello duduk, menyandarkan punggungnya dengan kaku.

"Aku melihatmu dengan Oliver. Kau memberinya status, tapi kau tidak memberinya dirimu yang sebenarnya," Alexander memulai, suaranya berat dan penuh wibawa. "Sampai kapan kau akan membiarkan dirimu membeku, Ello?"

"Aku sudah melakukan apa yang diminta keluarga, Dad. Aku sudah bertunangan," jawab Archello datar.

Alexander menghela napas panjang. Ia berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke taman. "Dengarkan aku. Kekasihmu... Lyodra... dia sudah bahagia sekarang di surga. Empat tahun sudah berlalu. Dia bukan gadis yang egois, Archello. Kau tahu itu lebih baik dari siapa pun. Dia tidak akan tenang melihatmu hidup seperti mayat berjalan, hanya bekerja dan diam."

Archello mengepalkan tangannya di bawah meja. Nama itu, jika diucapkan oleh orang lain, selalu terasa seperti luka yang disiram cuka.

"Cobalah membuka hati, bukan untuk melupakannya, tapi untuk memberimu kesempatan hidup kembali. Lyodra mencintai hidup, dan dia mencintaimu. Dia pasti ingin kau merasakan kebahagiaan lagi, meski bukan bersamanya," lanjut Alexander dengan nada melembut.

Archello terdiam. Ia tidak membantah, tapi matanya menunjukkan pergulatan batin yang hebat. Ia tahu ayahnya benar, tapi melepaskan rasa duka itu terasa seperti pengkhianatan terakhir bagi satu-satunya wanita yang pernah ia cintai.

Setelah keluar dari ruang kerja ayahnya, Archello tidak kembali ke kantor. Ia justru mengemudikan mobilnya menuju sebuah gedung apartemen di pinggiran kota yang sudah lama tidak ia kunjungi secara fisik, namun selalu ia kunjungi dalam pikirannya. Apartemen itu tidak ia jual, dibiarkan persis seperti hari di mana Lyodra pergi.

Ia duduk di sofa tua yang mulai berdebu, membiarkan keheningan membawanya kembali ke masa lalu. Di sini, di ruang yang sempit ini, ia bukan Archello Dominic sang pewaris tahta. Ia hanyalah Ello, pemuda teknik yang tangan-tangannya sering kotor oleh oli motor.

Ia teringat kata-kata Lyodra setiap kali mereka menghabiskan malam bersama di sini. Saat itu, mereka sering duduk di balkon kecil, menatap lampu-lampu kota yang temaram.

"Ello, jika suatu saat aku tidak ada di sampingmu, kau harus tetap menjadi pria yang kuat, ya?" bisik Lyodra waktu itu, kepalanya bersandar di bahu Archello.

Archello mengingat bagaimana ia tertawa mendengar ucapan itu. "Jangan bicara sembarangan, Ly. Kau akan selalu di sini. Siapa lagi yang akan membacakanku puisi membosankan saat aku lelah memperbaiki mesin?"

Lyodra akan mencubit lengannya dengan gemas, lalu menatapnya dengan mata yang sangat jernih. "Aku serius. Dunia ini luas, Ello. Jangan mengunci dirimu di dalam gudang mesinmu. Kau punya hati yang hangat, meski kau selalu menutupinya dengan wajah dinginmu itu. Janji padaku, kau akan selalu mencari cahaya, meskipun malam terasa sangat gelap."

Suara tawa Lyodra seolah bergema di antara dinding-dinding apartemen itu. Archello mengingat bagaimana Lyodra selalu menyambutnya dengan senyum ceria setelah ia pulang dari sirkuit balap.

Gadis itu akan menyiapkan cokelat panas dan mendengarkannya bercerita tentang putaran mesin dengan antusias, meski ia sebenarnya tidak paham sama sekali tentang otomotif.

"Kekuatan sejati itu bukan saat kita tidak merasakan sakit, Ello. Tapi saat kita bisa tersenyum meski luka itu masih ada," itulah kalimat yang paling sering diucapkan Lyodra saat Archello merasa gagal dalam balapan atau berselisih dengan ibunya.

Archello memejamkan mata. Kenangan itu begitu nyata hingga ia bisa mencium aroma samar bunga lili yang selalu dibawa Lyodra. Kata-kata Lyodra tentang "mencari cahaya" kini terasa seperti beban sekaligus kompas. Lyodra ingin dia bahagia. Lyodra ingin dia hidup.

***

Saat Archello kembali ke mansion pada sore hari, ia menemukan Oliver sedang berada di dapur, membantu para pelayan menyiapkan makan malam. Ia melihat Oliver yang tertawa kecil saat sedikit tepung menempel di hidungnya. Pemandangan itu mendadak mengingatkannya pada keceriaan Lyodra di dapur apartemen mereka dulu.

Oliver menyadari kehadiran Archello dan segera merapikan dirinya dengan canggung. "Oh, kau sudah pulang. Aku hanya... mencoba membuat sesuatu untuk makan malam. Maaf jika aku mengganggu."

Archello menatap Oliver cukup lama. Ia melihat ketulusan yang luar biasa di sana. Ia teringat nasehat ayahnya dan wasiat tak tertulis dari Lyodra.

"Tidak apa-apa," jawab Archello, kali ini suaranya tidak sedingin biasanya. "Hidungmu... ada tepung."

Oliver tersentak, lalu dengan malu-malu mengusap hidungnya, wajahnya memerah karena malu sekaligus senang mendapatkan perhatian kecil dari Archello. "Terima kasih, Archello."

Malam itu, saat makan malam berlangsung, Archello mencoba melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Ia meletakkan tabletnya dan menatap Oliver yang duduk di depannya.

"Oliver," panggilnya.

"Ya?" Oliver menatapnya dengan mata berbinar.

"Terima kasih sudah ada di sini. Aku tahu aku bukan pria yang mudah, tapi... terima kasih karena tetap mencoba."

Oliver tertegun. Sendok yang ia pegang hampir terjatuh. Air mata kecil menggenang di sudut matanya, namun ia segera menghapusnya dengan senyum paling manis yang ia miliki. "Aku tidak akan pernah berhenti mencoba, Archello. Selama kau mengizinkanku berdiri di sampingmu."

Di Chicago, Lyodra Taylor sedang duduk di meja belajarnya, menuliskan beberapa kata di buku harian barunya. Ia tidak tahu mengapa, tapi tangannya menuliskan kalimat: "Mencari cahaya di tengah malam yang gelap."

Ia menatap kalimat itu dengan bingung. Ia merasa pernah mendengar kalimat itu sebelumnya, tapi ia tidak tahu di mana atau dari siapa. Ia hanya merasa kalimat itu memberinya rasa damai yang aneh.

Dua jiwa yang terpisah oleh jarak dan kebohongan besar itu kini mulai bergerak. Archello mulai mencoba membuka pintunya untuk Oliver, sementara Lyodra secara tidak sadar mulai memanggil kembali kepingan filosofi hidup yang pernah ia bagikan kepada kekasih yang kini ia lupakan.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!