NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Ukhti

Assalamu'Alaikum Ukhti

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rcancer

"Nun sukun ketemu huruf Fa, itu di bacanya ikhfa atau samar samar,"

Sania Fauiziah

"Iya, seperti cintaku, padahal cintaku begitu nyata, namun terlihat samar dimatamu,"

Raja Wicaksana

Sebuah kisah tentang pria pemabuk yang jatuh cinta dengan wanita yang pernah dia lecehkan. Mampukah pria itu meluluhkan hati wanita yang membencinya? Sanggupkah pria itu berubah agar lebih pantas menjadi pendamping hidup sang wanita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ukhti 9

Raja melajukan motornya dengan pelan. Sepanjang jalan senyummya terkembang. Sebenarnya rumah Sania masih satu kampung dengan Raja, cuma kampung mereka lumayan luas. Rw Raja di ujung utara sedangkan Rw Sania di bagian selatan. Membutuhkan waktu sekitar lima belas menit jika membawa motor dengan laju sedang.

Di jok belakang, Sania pun hanya terdiam. Dia benar benar menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan Raja. Melihat pria di hadapannya, Sania jadi teringat kejadian beberapa tahun silam.

Dulu saat dia berusia enam belas tahun dan baru pulang dari pondok, Sania tak sengaja bertemu Raja pada pertandingan sepakbola antar Rw yang diadakan oleh pemuda kampung dalam memeriahkan hari kemerdekaan.

Sania yang sedang asyik menyaksikan pertandingan bola dan melepas rindu bersama teman temannya tiba tiba di datangi segerombolan anak muda yang usianya tak jauh darinya dan ada Raja diantara mereka.

Dengan berbagai suara, mereka menggoda Sania dan kawan kawan. Niat Raja awalnya hanya ingin kenalan, namun cara mereka mengenalkan diri membuat Sania dan teman teman merasa risih dan jengah.

"Sombong banget. Diajak kenalan aja nggak mau, sok cantik." Cibir salah satu anak muda itu. Sania dan temannya hanya diam tak menanggapi ucapan pemuda itu. Mereka hendak pergi namun Raja dan beberapa temannya malah menghadang.

"Mau kemana cewek belagu? Berjilbab tapi di ajak kenalan sok sokan." Ucap Raja menatap tajam Sania dengan seringai jahatnya.

"Palingan berjilbab buat nutupin kedok doang tuh, biar dikatakan alim." Ucap yang lain dan semuanya tertawa.

"Bisa minggir nggak!" Bentak Sania yang sudah merasa muak dengan Raja dan kawan kawan.

"Kalau aku nggak mau, kalian mau apa?" Tantang Raja.

"Kalian apa apaan sih? Ganggu orang aja, nggak ada kerjaan apa gimana?" sungut salah satu teman Sania.

"Justru karena kita nggak ada kerjaan makanya kita di sini mau ngerjain kalian wanita wanita angkuh." Balas teman Raja dan mereka serentak tertawa.

"Angkuh apaan? Orang ngajak kenalan kok maksa." Balas teman Sania yang lain.

"Maksa bagaimana? Kita udah tanya baik baik tadi kan? Tapi kalian malah memandang kita dengan tatapan jijik." Ungkap Raja.

"Loh kita juga nolak baik baik, kalian aja yang terus nyindir nyindir kayak mulut perempuan. Laki laki kok gitu?" Balas rekan Sania.

"Udah yuk ah, kita pulang. Nggak enak dilihat yang lain tuh." Tunjuk Sania dan mereka segera menerobos gerombolan Raja.

Di saat Sania melewati Raja, tangan Raja terangkat dan dengan sengaja dia menarik kerudung Sania hingga terlepas. Sania dan yang lain kaget namun Raja dan teman teman tertawa.

"Jangan kurang ajar deh kalian? Sini kembalikan!" Bentak Sania berang sembari berusaha merebut kerudung dari tangan Raja.

Raja bukannya segera memberikan kerudung itu malah mengangkatnya tinggi tinggi dN semakin meledek Sania.

"Ambil kalau bisa." Ledek Raja dan semua temannya menertawakan Sania.

Sania yang begitu geram secara reflek menendang betis Raja hingga Raja kesakitan.

"Aduh, sialan, brengsek. Kamu mau main kasar, Hah!" Bentak Raja. Sania bukannya takut malah semakin memberi perlawanan.

"Jangan kayak banci deh, beraninya sama cewek." Ejek Sania pedas.

Raja yang awalnya hanya akan meledek malah terpancing emosinya.

"Jadi kamu nantangin?" Ucap Raja sembari tersenyum sinis.

"Kembalikan sini kerudungku! Nggak perlu banyak omong!" Hardik Sania. Raja kembali tersenyum sinis.

"Oke! Nih, ambil?" Ucap Raja sembari mengulurkan tangan yang memegang kerudung.

Sania yang tak mencurigai apapun seketika mengulurkan tangannya juga hendak merebut kerudung itu. Namun naas, Raja melempar kerudung ke arah belakangnya dan menarik tangan Sania hingga perempuan itu oleng dan jatuh menempel pada tubuh Raja. Tangan Raja segera beraksi. satu tangan memegang pinggang Sania dan satu tangan memegang kepala belakang Sania kemudian Raja memajukan kepalanya dan

Cup.

Raja menempelkan bibirnya pada bibir Sania dalam waktu yang cukup lama.

...@@@@@...

1
Edwin Keitaro
👍👍
Lee Eun Bi
🤣🤣🤣
trus bang
Lee Eun Bi
Sania : amin amin
Raja : amit amit🤣
Lee Eun Bi
walah thor ngakak terus bacanya🤣🤣
Lee Eun Bi
jangan-jangan temen ngaji TPQ dulu si Raja🤣
Lee Eun Bi
gokil thor pertemuan pertamanya🤣
btw, nemu cerita ini gara-gara ngecek ceritaku yang judulnya sama. iseng baca, eh malah ketagihan.
good job ya thor💪
mira maryati
mampir untuk yang kedua kali nya baca, yang pertama di hp lama, pas Ganti hp lupa judulnya mo baca lagi😄
Hera Kamlay
Kecewa
Hera Kamlay
Buruk
my cimon
ebuset dah 1 bab isiny chat. n mreka doang suek mlh yg bca jg pda nyengir2 kya orng gila bru trmsuk ane😂😂😂😂
Alirosidin
Lumayan
Sri Udaningsih Widjaya
Ceritanya bagus banget thor
Panjul Daiki
Luar biasa
Galih Rakhashiwi
suka bacanya
Deska
babang raja babang raja, sok Sokan gengsi🤣🤣🤣🤣
fajar Rokman.
babang raja cakep bener
fajar Rokman.
mampir
Andi Fitri
kyai apaan ga ada akhlak gtu..
Andi Fitri
bagus jgn di kasih hati krn makin ngelunjak si nunik ketahuan matre nya.
Andi Fitri
mengalir aja hubungan mereka hingga nnt sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!