NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:24.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: nophie

Season 1.

Kecelakaan mengakibatkan Valendra hilang ingatan membuat ia tidak tahu siapa dirinya maupun keluarganya. Terlunta dijalan dan akhirnya bertemu dengan kakek Arka sebagai sang penolong. Entah ini berita bahagia atau tidak , ketertarikan Valendra pada Anindiya, cucu pertama kakek Arka bersambut. Kakek Arka menjodohkan Valen dengan Anin, walau keluarga yang lain tidak setuju. Sepeninggalnya kakek, hinaan demi hinaan harus ditelan oleh Valen, walau istrinya tetap berusaha menguatkan suaminya itu. Tak dinyana, identitas asli Valen menampar semua orang yang dulu menginjak injak Valen. Bahkan mereka harus bertekuk lutut pada Valen. Siapakah Valen sebenarnya?

Season 2.

Dendam berlanjut? Wilhelmina Chalyondra Weston, anak perempuan satu satunya dari Valendra Weston dan Anindya Bagaskara akan dinikahi oleh Gustav Alexandro Dimitri anak dari Billy Weston dan Tiara Dimitri, apakah karena ingin membalas dendam ? Sesuatu terkuak, silahkan nantikan kelanjutannya!Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RSMM 9.

Keesokan harinya, saat Anin berangkat ke kantor untuk

menemui nenek membicarakan masalah acara pesta perayaan Bagaskara grup, Valen

tidak ikut serta mengantar istrinya ke kantor. Valen memiliki rencana untuk

memberi kejutan kepada istrinya.

Sebuah cincin berlian yang termahal dipilih Valen untuk

menggantikan cincin pernikahan mereka yang dulu disediakan oleh kakek Arka. Ia

ingin melamar dan menikahi Anin dengan semestinya.

Tanpa menunggu lagi, Valen langsung memesan ojek online untuk

mengantarnya ke Mahkota Horeka terlebih dahulu, karena Revan dan bu Susan

memintanya menandatangani berkas dan setelah jam 10 siang, Valen langsung minta

diantar oleh Revan ke mall terdekat, dan menyuruh Revan untuk meninggalkannya

saja, kalau ia sudah selesai, ia akan menelepon Revan lagi, tapi Revan mendesak

untuk menunggu di parkiran mall saja, kalau Valen tidak ingin diantar.

Valen tidak lagi memaksa, ia langsung turun dan berjalan

menuju Blue Diamond, sebuah toko berlian dan perhiasan yang sangat terkenal di

Jakarta sebagai toko berlian berlisensi dan menyajikan perhiasan dengan

kualitas grade A yang sering menjadi langganan para borjuis dan selebritis.

“Mbak, saya mau lihat cincin pernikahan yang ini dong!”

kata Valen sambil menunjuk sebuah cincin dengan batu permata yang cukup besar.

Berwarna pink dengan permata kecil kecil diseputaran berlian besar itu.

Pramuniaga yang diajak berbicara oleh Valen, melihat ke arah pakaian yang dikenakan oleh Valen. Walau Valen tetap tampak tampan dan menarik dengan kemeja dan celana bahan khas pegawai kantoran biasa. tapi pramuniaga

itu memandang Valen sebelah mata karena cincin yang ditunjuk oleh Valen itu

seharga 7,2 miliar, dengan outfit Valen yang biasa biasa saja dianggapnya tidak

akan mampu untuk membayar berlian tersebut.

“Mas, yang itu mahal banget, mas nya pasti tidak akan

mampu membeli berlian itu. “ katanya sedikit acuh, karena pengalaman

membuktikan kalau orang yang seperti Valen gitu tidak memiliki uang, hanya

mencoba coba saja,. Adalagi yang lebih ditakuti oleh pramuniaga itu kalau

ternyata Valen adalah seorang pencuri gimana dong nasibnya?

“Mbak, saya ini kan pembeli. Tentu saja saya sudah

persiapan dananya dong!” kata Valen dengan kesal, ia sering sekali dianggap

tidak mampu, padahal sekarang dirinya sangat mampu untuk membeli cincin

tersebut.

“Mas, sudah deh! Jangan sampai saya memanggil sekuriti

buat mas  karena dianggap sudah

mengacaukan toko ini ya,” kata pramuniaga itu kekeh, karena ia takut kalau

Valen ini ternyata adalah komplotan pencuri berlian dengan dalih ingin membelinya.

“Hei, ada apakah ini?” tanya manager karena mendengar

keributan pembeli dengan pegawainya.

“Ini loh pak, masnya ini ingin saya mengeluarkan berlian

yang mahal itu, katanya ia ingin membelinya. Tapi saya takut kalau masnya ini

ternyata komplotan pencuri yang sekarang lagi marak itu, berdalih ingin membeli

padahal ia sebenarnya ingin mencuri.” Kata pramuniaga itu dengan takut takut.

Manager toko menatap penampilan Valen yang biasa biasa

saja, menarik kesimpulan yang sama dengan  pegawainya kalau Valen tidak akan sanggup membeli berlian itu, tapi

karena ia lebih berpendidikan maka cara menolaknya lebih halus, tapi Valen

tetep kukuh ingin membeli cincin yang menyita perhatiannya sejak dia masuk ke

dalam toko  itu.

“ Maaf mas! Masih ada model model yang lain yang mungkin

bisa dilihat, selain cincin itu, karena memang yang itu harganya mahal sekitar

8 miliar rupiah.” Kata manager itu dengan sopan dan halus.

“Tapi saya ingin membeli yang itu,.” Kata Valen sambil

mengeluarkan kartu kredit yang diberikan Revan kepadanya.

“ Maaf pak! Kami tidak menerima kartu kredit.” Tolak

manager itu dengan sopan. Valen langsung mengeluarkan  kartu debit yang berisi 20 miliar yang pernah

diberikan kepadanya dan meletakan itu di meja kasir.

“Kalau kartu debit juga tidak bisa?” tanya Valen dengan

nada ketus, ia tahu kesulitan yang ia hadapi adalah karena mereka menganggap

kalau Valen tidak akan mampu membayar.

“ Tapi mas, ini nilainya 8miliar loh! Apakah mas memiliki

uang sebanyak itu di kartu debitnya?” tanya pramuniaga itu dnegan nada

mencemooh.

“Emangnya harus pakai uang tunai supaya kalian percaya?”

tanya Valen menantang, ia bukannya sombong, tapi ia ingin memberi pelajaran

kepada pramuniaga yang menatapnya sebelah mata.

“ Emang masnya punya?” cemooh pramuniaga itu lagi. Manager

itu hanya berdiam melihat Valen dihina oleh pegawainya.

Valen yang sudah murka langsung menelepon Revan untuk

menyediakan uang tunai senilai 8 miliar untuk membeli cincin itu.

Tak butuh waktu lama bagi Revan untuk melakukan tugasnya,

karena tuan Willy sudah membebaskan akses Valen sehingga ia bisa mengambil uang

sebanyak yang ia mau.

“ Tuan muda, saya sudah membawa yang tuan muda minta.”

Kata Revan sambil menyerahkan koper berisi uang sebanyak 8 miliar rupiah. Tapi

pramniaga itu masih nyinyir juga.

“Wah jangan jangan uangnya palsu tuh, pak manager!” kata

pramuniaga yang tidak mengenali Revan sebagai tangan kanan tuan Willy pemilik

Weston grup.

“Panggil pemilik toko ini.” Kata Revan dengan nada berat,

membuat manager merasakan bahwa Revan ini pasti bukan orang biasa.

“Pemilik toko ini sedang ada di luar negeri, pak! Bapak

bisa langsung bertransaksi dengan saya saja.” Kata manager itu dengan nada

takut takut, sebenernya ia berbohong, karena owner toko itu sedang ada di sana.

Revan tidak menanggapi manager itu dan langsung menelepon seseorang, dan dalam

waktu semenit owner toko itu keluar dengan tergopoh gopoh.

“Tuan Revan, apa yang membawa tuan kemari? Apakah tuan

Willy memerlukan perhiasan?” tanya Owner Blue Diamond sambil menyeka

keringatnya karena ia terburu buru keluar dari kantornya saat dipanggil oleh

Revan, membuat manager dan pegawainya sontak berkeringat dingin, karena

ownernya begitu hormat dengan Revan, apalagi dengan tuan muda yang dihormati

oleh tuan Revan itu dong!

“Kamu bisa mendidik anak buah kamu atau tidak?” tanya

Revan dengan suara datar kepada sang owner, membuat owner itu kebingungan

karena ia tidak tahu apa apa, ia langsung menatap pegawainya minta penjelasan,

kemudian managernya langsung membisikan sesuatu menjelaskan tentang kondisi tadi.

“Kamu!! Saya pecat!! Dan juga kamu, manager bodoh, kamu

akan saya mutasikan karena kecerobohan kamu.” Kata sang owner langsung tanpa basa

basi, kepada manager dan pegawai yang sombong tadi.

“Tapi pak..”kata pegawai itu berusaha menawar.

“Tidak ada tapi, kamu keluar sekarang!!” kata owner itu

kepada pegawainya, sedangkan Valen dan Revan menatap drama itu dengan muka

datar.

“Tuan, biar saya saja yang melayani kalian. Tuan mau

cincin yang mana, biar saya akan kasih diskon sebagai pernyataan maaf saya.”

Kata sang owner dengan nada manis dan lembut kepada Valen.

“Saya ingin cincin yang ini, kamu tidak perlu memberi

harga diskon, saya sanggup membayar dengan harga penuh!” kata Valen dengan

tegas, ia tidak mau memberi Anin dengan cincin diskonan.

“Baik baik tuan! Saya akan segera membungkusnya buat

tuan!” katanya sambil memerintahkan pegawainya yang lain untuk membungkus

barang yang diminta oleh Valen dengan segera sambil terus membungkuk dan

meminta maaf kepada Revan dan Valen. Revan langsung membayarnya dengan   uang

tunai yang dibawa oleh Revan, sedangkan Revan langsung mengawal Valen yang

segera pulang setelah membeli cincin yang ia inginkan. Banyak orang yang

melihat kejadian itu dan merekamnya dengan kamera ponselnya tapi tentu saja

pengawal dan Revan sudah mengantisipasi supaya rekaman itu tidak akan tayang,

karena Valen tetap ingin identitasnya aman.

Sampainya ke dalam mobil, Valen menerima telepon dari bu

Susan yang menanyakan kesediaan Valen untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh

Bagaskara. Karena tadi si Anin menghubungi bu Susan dan memberikan undangan

kepada bu Susan dan juga CEO baru Mahkota Horeka untuk menghadiri pesta di

hotel Bagaskara,

Tentu saja Valen bersedia untuk datang, karena ia tahu

kalau sampai ia menolak, pasti lagi lagi istrinya yang akan kena masalah.

.

.

.

TBC

Hay readers,

Cerita ini bakal stabil update setiap hari jam 15.00, dan bakalan crazy up... so ditunggu like, fav dan komennya yaa, makasih!!

1
Agus Soejono
penasaran ah
Agus Soejono
jadi gak lancar urusannya
Agus Soejono
gas gas
Agus Soejono
ramai seru mulai naik alur ceritanya
Agus Soejono
jadi dong namanya juga taruhan yg kalah hrs suportif
Agus Soejono
bangkrutin dikit dikit
Agus Soejono
Tampar tampar Three = BUZZER MULYONO
Agus Soejono
up up up apa isinya penasaran
Agus Soejono
jangan dibuka dulu ben sport jantung si nenek dan three kena parkinson
Agus Soejono
setan = buzzer itu tdk pernah berhenti menggoda
Agus Soejono
menegangkan akan ada perampasan hak disini
Agus Soejono
makin seru dah mau ketauan
Agus Soejono
menghibur dimasa gelap ini
Agus Soejono
semangat selalu membawa berkah
Agus Soejono
permata itu blm diasah
Agus Soejono
keren makin ramai
Agus Soejono
tks you
Agus Soejono
oke keren
Yusup Rahman
opening yang bagus
Wisnu Mahendra
setiap nyebut kontrak, pasti nyebut 1 milyar, bukankah lebih baik kalo disebutkan kontrak kerjasama? lagian 1 milyar kok kayaknya wahhh banget? bagi perusahaan besar, uang segitu mah seiprit
💘Emerald💘: Walaupun komentar kamu enggak enak dibaca, aku setuju sama pendapat kamu.

Kontrak kerja sama antar perusahaan besar itu bisa sampai puluhan atau ratusan miliar bahkan bisa sampai triliunan.

Apalagi kalau perusahaan itu perusahaan internasional, nilai kontraknya bisa lebih tinggi lagi.

Nilai kontrak satu miliar itu rata-rata cuma untuk perusahaan kelas menengah kebawah🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!