NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Banyak Jalan menuju Roma

Sepanjang hari ini aku lebih banyak diam. Pikiranku benar-benar tidak fokus untuk bekerja. Tubuhku serasa lemas karena kurang tidur tadi malam. Kepalaku cenat-cenut terus berpikir dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi mama.

Sampai saat jam makan siang tiba pun, aku sama sekali tidak punya nafsu makan. Namun, saat kudengar dua orang yang duduk di belakangku di area kantin perusahaan, sedang berbicara tentang kakaknya yang bekerja di bank, sebuah ide tiba-tiba terbesit di pikiranku.

'Mungkin aku masih bisa meminjam uang ke bank. Semoga kali ini nasibku lebih beruntung.' Kusemangati diri. Tak membuang waktu lagi, bergegas aku menuju bank terdekat.

Beberapa saat kemudian.

Aku mendengarkan penjelasan dari seorang wanita yang menjabat sebagai Account officer. Wanita dengan penampilan rapi itu memberitahuku tentang persyaratan cara meminjam uang di bank. Salah satunya yaitu harus melampirkan slip gaji dan buku tabungan. Itulah yang menjadi hambatanku sekarang.

Jumlah tabunganku di bank hanya ada sekitar dua juta rupiah saja. Apalagi slip gaji bulan lalu yang kuterima bernominal kecil. Karena aku baru bekerja sebagai karyawan magang dan belum penuh sebulan. Alhasil gaji yang kuterima hanya dihitung berdasarkan berapa hari aku bekerja.

Belum putus asa, kucoba menjelaskan kalau bulan ini aku akan bekerja penuh dalam sebulan dan slip gajiku bisa menunjukan hasil yang lebih baik, tetapi sayangnya account officer itu tetap menolak memberiku pinjaman uang.

'Pupus juga harapanku sekarang.'

Yolanda yang juga khawatir dengan masalahku sedari tadi bolak-balik menelepon. Bertanya apakah sudah ada pinjaman yang berhasil kudapatkan.

Ddrrtt.... Ddrrtt.... Ddrrtt....

"Halo Yol!" sapaku lemah selagi menyusuri trotoar jalan, kembali menuju gedung perusahaan G.F Company.

"Ndy, bagaimana? Sudah berhasil dapat pinjaman?"

"Huft...." Napas beratku keluar dari rongga dada yang sesak. "Belum Yol. Di perusahaan tempatku bekerja tidak mau memberi pinjaman uang karena aku baru kerja. Apalagi statusku cuma karyawan magang."

"Oh, begitu ya! Kalau yang di bank, bagaimana?"

"Di bank, persyaratan untuk pinjam uang harus nunjukin buku tabungan dan slip gaji. Buku tabunganku isinya cuma ada dua juta. Kalau slip gajiku belum full  karena bulan kemarin, aku baru masuk kerja dari tanggal 20."

"Jadi?"

"Jadi ditolak juga sama pihak bank, Yol." Suaraku makin lemas.

"Hhmm ... Memang susah ya. Coba aku hubungi Sammy." Agaknya Yolanda masih memiliki cara lain.

"Sammy itu siapa?"

"Dia itu mantan pacarku yang manajer bar itu. Mudah-mudahan saja dia punya uang untuk membantu kita."

"Iya Yol. Terima kasih banyak sudah membantuku, ya."

"Iya sayang. Oh ya, sudah dulu neleponnya ya, Ndy. Aku mau kirim pesan ke Sammy sekarang."

"Oke Yol."

Percakapan kami terputus. Harapanku kembali cerah setelah dua kali mendapat kesuraman

**

Aku dan Yolanda duduk bersebelahan di atas tempat tidur kamarnya. Wajah gadis itu tampak murung. Ada sesuatu yang tertahan dalam benaknya. Tak berani ia ungkapkan kepadaku. Beberapa saat lamanya kami saling diam. Sampai tiba-tiba,

"Ndy!"

Panggilan Yolanda memecah keheningan di antara kami berdua. Ia memegang tanganku lalu mengusap bagian punggungnya dengan ibu jari. Usapan itu seperti mengisyaratkan agar aku lebih bersabar.

"Iya Yol!" sahutku pelan. Agaknya aku sudah dapat membaca apa yang terjadi.

"Aku malu sama kamu, Ndy." Binar mata Yolanda berkaca-kaca menatapku.

Tak sampai hati, manik hitamku yang tengah mengitari parasnya ikut berkaca-kaca juga. "Malu kenapa?"

"Maaf, aku tidak bisa bantu kamu."

Sudah kuduga inilah akhirnya. Namun, tidak kusalahkan Yolanda. Justru aku sangat berterima kasih lantaran dia sudah berusaha membantu. Kuhadiahkan segaris senyumku untuk menenangkannya.

"Tidak apa-apa, Yol. Mungkin kita harus cari jalan lain lagi."

"Kamu mau berbuat apa, Ndy?"

Sesaat aku diam, ragu menjawab. "Aku mau pinjam uang ke pinjaman online."

Mendengar cara nekad yang akan kuambil, seketika wajah Yolanda berubah serius. Kedua tangannya memegang erat lenganku sampai ujung jemarinya membekas merah di kulitku akibat tekanan.

"Jangan, Ndy! Please jangan!" mohonnya.

"Aku ... Aku tidak punya cara lain, Yol!" ujarku sedih nyaris menangis.

"Kamu kan tahu kalau banyak orang yang diteror karena pinjaman online. Apalagi kamu akan meminjam uang yang banyak. Bunganya pasti besar sekali. Pokoknya tidak boleh, Andy!"

Yolanda bersikeras menolak. Kami saling bersemuka, bersikukuh mempertahankan pendapat kami masing-masing. Di saat itu seperti mendapatkan lampu hijau, tetiba aku punya cara lain untuk menghasilkan uang.

"Yol, di bar masih ada lowongan kerja, tidak?"

Yolanda meneleng bingung. "Kamu mau kerja di bar? Tapi kamu kan sudah bekerja di perusahaan."

"Aku masih bisa kerja malam, Yol. Pulang dari kantor jam 5.00 sore. Jadi aku masih punya waktu sampai tengah malam," terangku antusias.

"Bisa saja sih, Ndy. Aku minta tolong sama Sammy untuk terima kamu jadi karyawan. Tapi kamu serius mau kerja jadi waitress di bar?"

"Serius, Yol. Kalau aku bekerja di bar, gajiku bisa bertambah dua kali lipat. Ditambah lagi kalau aku dapat uang tip dari tamu. Mungkin aku bisa cepat mengumpulkan uang untuk biaya operasi Mama."

"Ya sudah. Nanti malam kamu ikut aku, ya. Kalau aku yang bilang sama Sammy, pasti kamu langsung diterima kerja."

"Hhmm...." Kuanggukan kepala dalam. "Iya Yol."

**

Beberapa waktu kemudian.

Kedua tanganku sibuk menarik-narik rok mini yang sedang kupakai agar bisa menutupi pahaku yang tersingkap. Rok mini berwarna merah ini sangat ketat. Panjangnya hanya beberapa senti melewati bokong.

Jujur saja aku tidak nyaman dengan seragam bar ini. Bajunya seperti baju anak SD. Kecil dan sangat pendek, tetapi aku tidak boleh kalah dengan egoku hanya karena alasan seragam. Niatku mendapatkan banyak uang untuk biaya operasi mama sudah bulat. Apapun akan kulakukan demi mama.

Tiga kenyataan pahit adalah aku ditolak saat meminjam uang di perusahaan, di bank juga. Yang terakhir dengan mantan pacar Yolanda. Kerja sambilan di bar ini mungkin adalah pilihan yang lebih baik.

Di White Lines Lounge And Bar, Yolanda dan aku ditempatkan di bagian berbeda. Profesinya sebagai bartender mengharuskan Yolanda untuk selalu stand by di belakang meja bartender. Sedangkan tugasku adalah mengantar minuman tersebut ke meja para tamu.

"Andy!"

Seorang waitress yang belum aku ketahui namanya memanggilku. Ia berjalan ke arahku sambil membawa nampan yang kelihatan mengkilap. Di atas nampan itu telah terisi minuman beralkohol.

"Iya!" Cukup kencang aku menjawab. Kalau tidak begitu, suara dentuman musik yang lebih kuat pasti akan menenggelamkan intonasinya.

"Tolong bawa minuman ini ke ruang VIP, ya."

Kernyitan bingung memenuhi dahiku. "Ruang VIP, di mana itu?"

"Dari sini kamu lurus saja. Mentok belok kiri. Di depan pintunya ada tulisan VIP," jelasnya panjang lebar.

Sekonyong-konyong wanita yang kelihatannya seumuran denganku itu segera memberikan nampan yang ia bawa padaku.

"Eh...."

Aku tersentak menerima nampan yang ia berikan. Dalam hitungan detik, nampan tadi sudah berpindah tangan.

"Tolong ya! Aku sakit perut. Sudah tidak tahan lagi." Sambil meringis menahan sesak, wanita itu memegang perutnya.

"I-iya."

"Terima kasih ya!"

Wanita itu segera pergi ke arah yang berlawanan denganku. Dengan hati-hati kubawa nampan tadi menuju petunjuk jalan yang diberitahu oleh wanita tadi. Ternyata tidak sesulit yang kubayangkan, cukup mudah menemukannya.

Tok! Tok! Tok!

Kuketuk pintu kayu dengan plat yang bertuliskan VIP di bagian tengah atasnya. Namun, tidak ada jawaban sama sekali kudengar. Lantas kuulangi mengetuk pintu itu sampai berapa kali dan masih tidak ada jawaban.

"Permisi! Saya waitress yang membawa pesanan minuman!" kataku setengah berteriak.

"Masuk!"

Barulah tamu yang berada di dalam ruangan VIP itu menyahut.

Ceklek!

Kutarik gagang pintu dan masuk ke dalam. Cahaya lampu yang remang mengaburkan pandanganku. Tak bisa kulihat dengan jelas siapa sosok tamu yang duduk di sofa panjang dengan posisi kaki menyilang, tetapi aku yakin hanya ada satu orang di dalam ruangan ini.

Sedikit kutekuk wajahku. Fokus berjalan agar nampan yang kubawa tidak jatuh ke lantai lalu memecahkan botol minuman pesanan tamu. Hari ini adalah kali pertama aku bekerja di sini. Sebisa mungkin harus kutunjukan integritasku.

Kucondongkan tubuh ke dekat meja selagi meletakan botol minuman dan gelas di atasnya. Usai pekerjaanku tuntas, bergegas aku hendak pergi.

"Silakan diminum, Tuan. Kalau ada yang lain yang Tuan butuhkan. Tuan bisa menekan bel di atas meja. Permisi!"

Aku sudah berbalik badan saat tamu itu kembali memanggil.

"Tunggu!"

"Ehh...." decakku refleks. Aku merasa seperti cukup mengenal suara itu. Serta-merta kubalikan badan dan menatap dengan jeli.

Jreennnngg....

Mataku terbelalak kemudian.

"Tu-Tuan!"

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!