Ini menceritakan tentang hubungan rumit, karna kesalahpahaman.
Levino Jizzy begitu menyayangi sang kakak yaitu Levanka Jizzy, sampai menyewa detektif dadakan untuk menyelidiki kasus perselingkuhan kakak iparnya sendiri. Bahkan mengikuti ide konyol dari detektif Riyan untuk mengurung gadis selingkuhan iparnya (Afsana Zaha Taima) di rumah sang nenek(Maria Selena Jizzy)
Levanka yang begitu mencintai suaminya yaitu Riki Putra Taima, tidak pernah percaya, jika suaminya tega berselingkuh. Membuat Levino semakin membenci gadis yang dianggapnya sebagai selingkuhan Riki.
Faza Nur Jizzy adik dari Levino dan Levanka, yang selalu mendapat nilai buruk di sekolah, dia begitu menyanyangi Sana layaknya sahabat.
Ketika Vino mengetahui kebenaran bahwa Sana adalah keponakan Riki, sebuah kenyataan tentang Sana terkuak. Disanalah cinta Vino mulai diuji.
Yuk, kepoin kisahnya hanya di sini! Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baik baik saja
Dua hari telah berlalu dan keadaan Sana sudah mulai membaik seperti biasanya. Bukan benar-benar baik tentunya. Hanya saja Sana tidak mau omnya terbebani oleh kesedihan yang melanda hatinya, sehingga memutuskan untuk berusaha tegar.
"Apakah, kau memang sudah baik-baik saja sekarang!" tatapan omnya mampu membuat Sana kembali merasakan sesak di dada. Siapakah orang yang mau ditinggalkan di saat dia membutuhkannya.
"Hai, apa, Om tidak melihatku, aku sangat baik-baik saja. Lagian masih ada Rindi yang bersedia aku repotkan setiap saat," Sana menciptakan senyum di wajahnya semanis mungkin, agar kesedihannya tidak terlihat.
"Sana, maafkan om, ya!" Riki menatap netra keponakannya yang terlihat sayu. Dia yakin Sana belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan ini. Tapi mau bagaimana lagi, dirinya juga memiliki tanggung jawab yang harus dia prioritas kan saat ini.
"Pergilah, Om! aku akan baik-baik saja," Riki membelai lembut pipi ponakannya dan mencium kening Afsana dengan sayang.
"Maafkan, Om! yang seharusnya menemanimu di saat seperti ini, tapi Om tidak berdaya," Riki menunjukkan wajah sendunya. "Tapi Om berjanji akan selalu menghubungi dirimu jika ada waktu luang," memegang tangan ponakannya dan mengelusnya pelan.
"Jangan begini, Om! atau aku akan datang kerumahmu dan mengatakan hal ini kepada istri gendutmu ituh" ucap Sana sambil mengacungkan garpu, dengan tampang menyakinkan agar Riki tidak lagi memikirkan dirinya.
Sana tidak mau menjadi penyebab batalnya kepergian sang paman. Apalagi itu untuk kesembuhan istrinya. Sana harus segera bangkit agar Om nya percaya bahwa dia baik-baik saja, walau sebenarnya tidak.
Mereka berdua kini berada di kafe cabang milik Riki yang berada di dekat desa Sana.
"Kau memang gadis yang kuat, aku semakin sayang kepadamu," puji Riki.
"Owh, aku begitu terharu dengan kata-katamu itu om kesayangan aku!" mencandai omnya dengan nada genit kemudian tertawa terbahak.
"Hemmh kau sudah pintar menggodaku, ya sekarang," Riki mengedipkan matanya sebelah, kemudian keduanya kini terbahak akan kekonyolan yang mereka lakukan. Berlagak seperti sepasang kekasih yang sedang di landa asmara. Melupakan sejenak masa berkabung mereka.
Tanpa mereka sadari, jika ada yang mengintai kedekatan mereka. Bahkan mengabadikannya dalam sebuah video. Lalu orang itu berdiri dan meninggalkan tempat itu, setelah meletakan sejumlah uang di bawah gelas minumannya.
√🍂
"Hai, Tiger! masih sibuk, ya!" Vinka menyelonong masuk ke dalam ruang kerja adiknya. Dengan buru buru Vino mematikan hp miliknya.
"Tidak, Kak? kenapa kakak menemuiku malam-malam begini?" Vinka memutari meja kerja adiknya.
"Ikut kaka keluar, yuk!" Vinka meraih tangan adiknya sambil menunjukkan wajah puppy eyes. Vino menghembuskan nafasnya pelan.
"Oke, let's go!"
"Mau kemana kalian?" tanya sang mama saya melihat kedua anaknya turun dari tangga.
"Aku ingin mencari udara segar, Ma! sudah lama juga tidak jalan-jalan dengan Vino," jawab Vinka dengan sopan.
"Tapi, kamu kan lagi tidak enak badan, Nak!" khawatir akan kondisi anaknya yang sering drop akhir akhir ini. Apalagi penyakit itu tidak pernah di ketahui kapan datang dan kapan perginya.
"Vinka akan baik-baik saja kok, Ma!" ucap Vinka sambil mencium pipi kanan mamanya. "Dah mama," melambaikan tangannya, lalu di balas oleh sang mama.
Keduanya kini sudah berada di dalam sebuah kafe. Suasana yang romantis di hiasi dengan lampu yang warna warni sangat cocok jika digunakan dinner bersama pasangan, tapi sayangnya mereka berdua adalah kakak beradik.
Seorang waiters datang, menyapa mereka dengan ramah, lalu memberikan menu makanan. "Kau ingin makan apa, Dek?" ucap Vinka matanya tidak lepas dari buku menu yang di pegangnya.
"Terserah sama kakak!" kata Vino santai.
Tidak biasanya kakak mengajakku makan ke tempat seperti ini, apa dia merindukan suaminya, ya? batin Vino.
"Baiklah, aku pesan potato cheese stik dua porsi minumannya jus alpukat dan lemontea terus sama es cream boba sugar dua," Vinka menutup buku menunya sambil tersenyum manis.
Ah baiknya aku mengabari Riki jika aku makan di tempat favoritnya, batin Vinka sambil tersenyum simpul. Diapun mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat.
💌Sayang, sudah makan malam atau belom, ini aku makan malam bersama Vino di kafe favorit kita. Aku merindukanmu emmuach.
Vinka meletakkan ponselnya di atas meja. Sambil sesekali melirik ponselnya kali aja suaminya sudah membalas.
"Kakak, bukankah ini makanan favorit suamimu? kenapa aku di pesankan ini?" Vino tidak percaya jika kakaknya memesan makanan dan minuman yang biasa di pesan oleh iparnya.
Apakah kakak begitu merindukan suaminya? apakah aku harus menunjukkan kepadanya tentang kelakuan suaminya saat berada di luar.
"Kamu bilang tadi terserah, Kakak! ya, aku pesankan itu," ucap Vinka sambil menyuapkan potato ke mulutnya.
"Kakak, aku lihat tiga hari ini kakak ipar tidak kelihatan, kemana dia?" tanya Vino penuh selidik. Vino curiga jika iparnya ada wanita lain di luar sana. Terlebih dia melihat dua kali iparnya berjalan mesra dengan perempuan yang sama.
"Biasalah, sibuk dia, banyak kerjaan," ucap Vinka sambil masih melirik ponsel. Dan tangannya terulur beberapa kali memeriksa notif yang dia harap itu dari suaminya. Dan semua itu tidak lepas dari pengamatan Vino.
"Kakak, tapi apakah dia tidak menelpon kakak atau memberi informasi kepada kakak, ngapain gitu," tanya Vino lagi memastikan apakah pantas dia curiga pada iparnya atau tidak.
Kenapa seh Vino malah menanyakan itu? kalau aku bilang jika setiap malam kami video call sampai tertidur apa tidak memalukan, pasti dia nanti menggodaku terus. batin Vinka. Raut wajahnya menunjukkan kebingungan menurut pendapat Vino.
"Ya, sesekali memberi kabar, tapi kakak paham kok, dia sibuk, karna mempersiapkan segalanya buat keberangkatan kita nanti," Vinka tersenyum, karna mendapatkan jawaban yang pas.
Kakak begitu percayanya kepada Riki, apa yang harus aku lakukan? aku tidak ingin membuat kakakku bersedih.
"Benarkah, apa kakak tidak merindukan kakak ipar?" selidik Vino.
Tuhkan, Tiger ini memang kepo. Kalau aku jawab dengan jujur, pasti ujung ujungnya dia menggodaku semalam suntuk, batin Vinka sambil menyibakkan surai rambut yang menghalangi pandangannya.
Disaat Vinka memikirkan apa sekiranya jawaban yang pas untuk pertanyaan Vino, dia merasakan panas di bagian matanya.
"Haduh, sepertinya kakak terkena saos Vin, kakak pergi ke toilet sebentar, ya! titip jagain barang-barang kakak, oke!" Vinka pergi dengan tergesa-gesa.
Setelah kepergian Vinka, Vino memikirkan bagaimana caranya menyampaikan apa yang di lihatnya saat Riki bersama gadis yang dia sangka selingkuhan Riki, tanpa menyakiti sang kakak.
Disaat seperti itu, hp milik Vinka menyala beberapa kali, karna penasaran, Vino dengan lancang memeriksa hp milik kakaknya.
💌Hai, dia sedang bahagia bersamaku. Jadi untuk malam ini aku meminjamnya. Yang sabar, ya!"
Ting
Muncullah foto Riki merangkul seorang perempuan. Keduanya tersenyum bahagia dalam foto itu. Vino meremas hp milik kakaknya, lalu menghapus foto itu, setelah mengirimkan ke hp miliknya.
💦💦💦💦
Di tempat lain seorang gadis menutup mulutnya sambil terkikik.
"Hai apa yang kau lakukan dengan hpku?"
Bersambung....
Tuch si Martha kena batunya,suka ngatain orang sich
sama Faza best friend forever aja
Vino bercocok tanam melulu ya..
Yaudah dech,semoga segera panen ya dgn hadirnya si Vino junior
nyebelin amat sich,mbok ada empati dikit kek sama anak kecil gak mw kalah
Semoga aja lekas jadi ya adonannya jadi bayi yg lucu
Hadddehh..kayak gakda cewek laen aja Za Za