Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAD - CLYDK S2
♡♡♡♡
~Hotel
☆Alberto☆
Aku menunggu penyihir di ruang tunggu bawah, Aku ajak dia ke Restoran untuk sarapan.
Aku menunggu di sofa, melihat beberapa majalah terbitan perusahaanku (Nice Entertaiment) lembar demi lembar aku baca, mataku terdiam menatap sebuah gambar.
Dominic resmi mengenalkan pasangannya Rossa dan anak mereka Deric, di depan umun dan akan menggelar pesta pernikahan segera.
Itu artikel yang tertulis dibawahnya.
Aku mengerutkan dahiku,
Alberto: Ya, Janice memang hanya sebagai pelampiasan dendam. (dalam hati)
Dominic,sangat membenci keluarga Sanjaya.
Meski tidak langsung turun tangan, banyak cara dilakukan agar bisa menjatuhkan perusahaan Sanjaya.
Untunganya saat itu aku bisa menolong perusahaan yang hampir bangkrut.
Sekarang semua aman, Aku lega perusahaan Sanajaya bisa berjaya lagi.
Aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka.
Meski tinggal di wilayah yang sama.
Aku akan menahan diriku, Misiku tidak boleh gagal.
Aku harus membantu membersihkan nama baik keluarga Sanjaya.
Semua demi Janice dan ke dua buah hatiku.
Aku harus bisa bertemu Patrick, meski aku akan mendesak Grace.
Aku tutup majalah dan memandang sekitar.
Lama sekali penyihir satu ini, selalu begini.
Sabar dan Sabar, selalu betahan dengan situasi seperti ini.
Kini semangatku bangkit, aku mendapat kekuatan dari kedua anakku.
Mereka mendukungku sepenuh hati.
Dari kejauhan aku melihat si penyihir datang.
Aku menatapnya tajam, musim dingin datang dan dia memakai pakaian yang minim??
Aku ingin tertawa, sungguh wanita ini bodoh atau memang tidak bisa membedakan.
Menggunakan kaos tipis longgar dan clana panjang.
Penyihir tersenyum, Aku memulai Aktingku.
Ayo Alberto, tunjukan kemampuan mu, aku menyemangati diriku sendiri.
Aku juga tersenyum padanya.
Grace: Hallo sayang, maaf papa tadi menelpon ku.
Aku kaget,papa?? hmm.. Selama ini Grace tidak pernah bicara papa, hanya bicara tentang pamannya saja.
Alberto: Ayo, kita bicara dimobil (berdiri dan berjalan ke arah pintu lobby)
Grace menggandeng lenganku, risih sebenarnya tapi mau bagaimana lagi.
Untuk dapatkan hasil maksimal, kita harus berkorban bukan??
Sepertiku, yang mengorbankan tubuhku untuk disentuh Grace.
Kami masuk ke dalam mobil, Boby membawa kami ke tempat yang telah aku arahkan sebelumnya.
Aku diam,Grace merebahkan kepalanya di bahuku.
Grace: Ayo ikut pulang ke Amerika denganku,Aku akan kenalkan kamu dengan papaku.
Aku kaget,ini mimpi??
Alberto: benarkah?? kamu tidak pernah bicarakan soal papamu, hanya pamanmu.
Bukankah saat pertunangan kita juga hanya pamanmu yang hadir??
Grace: Iya semua salahku, aku terlalu mematuhinya.
Tapi aku sangat mdncintaimu, aku akan bawa kamu bertemu dengannya, okey??
Alberto: tentu jika kamu mengajakku pergi, dengan senang hati (tersenyum)
Yeah!! Aku makin punya kesempatan masuk dalam hidup Grace untuk mencari Patrick.
Aku senang, sejauh ini menunggu untuk bertemu keluarga inti, akhirnya keinginanku terpenuhi.
Aku makin semangat, makin dekat dengan tujuanku.
Aku mengusap lembut kepala Grace.
Alberto: Jadi, kapan kamu akan ke Amerika??
Grace: hari ini,(sedih)
Alberto: bagaimana jika lusa?? kita ke Inggris dulu, sorenya baru kita ke Amerika..
Aku harus datang ke acara bazar amal di sebuah rumah sakit.
Grace: baiklah, aku akan mencoba membujuk papaku.
Aku senang kamu mau ikut denganku.
Aku mdncintaimu berto.
Alberto: tentu, asalkan kamu senang, semua aku lakukan.
semua aku berikan (merayu Grace)
Grace: Tidak perlu uangmu, aku hanya perlu dirimu sslalu ada untukku.
Alberto: kau memang baik Grce( tersenyum tampan)
Hmm tidak perlu uangku, lebih baik.
Aku juga tidak akan berikan uangku padamu, lebih baik untuk anak anakku dan Janice.
Sungguh Grace ini wanita yang bodoh!
Memang kelemahannya hanya dengan pujian.
Semakin aku memujinya, semakin lupa diri.
~~
Di dalam restoran aku pesan menu kesukaanya.
Anggap reward dariku karena aku senang.
Jika tidak aku tidak akan repot memilih menu.
Grace: kamu hanya pesan salad sayur??
Alberto: aku diet, beratku bertambah.
jadi aku makan salad saja.
Grace: apa kamu jadi model sekarang?? peduli sekali dengan penampilan.
Alberto: jika tidak peduli, kamu akan ditertawakan karena penampilanku.
Grace: (tertawa) wow, aku senang kamu menjaga tubuhmu demi aku.
Aku tersenyum kaku.
Apa? menjaga tubuhku demi dirimu?
Aku menjaga tubuhku demi misi tau, aku harus tetap sehat menghadapi tingkahmu.
Dan juga sekarang menjaga tubuhku demi Janice.
hehehe.. Aku sudah merindukannya saja, padahal belum lewat setengah hari.
Aku menatap Grace, Grace menatapku malu malu.
Apa yang ada dalam pikiran wanita ini?
Aku hanya menatapnya, pipinya sudah semerah itu.
♡♡♡♡
☆Janice☆
Sore nanti, Darren sudah boleh pulang.
Aku lega, kesehatannya pulih.
Dr. Ethan menyuruh istirahat 1minggu kedepan.
Dan dia mengatakan akan datang sendiri ke rumah untuk memeriksa keadaan Darren.
Aku baru tau, jika Ethan adalah kakak sepupu Alberto.
Dia memanggilku adik ipar, hahaha.. konyol sekali.
Aku belum menikah dengan Alberto, untuk apa memanggilku adik ipar.
Langkahku berhenti.
Akhirnya aku sampai di meja kerjaku.
Aku mendapat pesan yang tertempel di layar komputer kerjaku.
"Jika sudah sampai, datanglah ke ruanganku"
-Lee-
Direktur memintaku datang, ada masalah kah?
apa karena kemaren aku ijin mendadak?
seharusnya tidak apa apa kan?
Darren juga anak dari atasannya, apa aku akan kena masalah??
Wajahku sudah gelisah, Direktur Lee tidak seperti Manager Leo yang murah senyum.
Jadi aku sedikit takut untuk bertemu denganya.
Aku mengatur nafasku, meletakan tasku dalam lemari bawah meja.
Berjalan menuju ruang direktur.
Aku berjalan perlahan,Aku bertemu dengan manager Leo.
Leo: Hallo sekertaris Zhao, pagi.. (tersenyum)
Jane: Hallo manager, pagi. Ingin bertemu ditektur kah??
Leo: iya, kamu juga??
Aku mengangguk pelan.
Sepertinya ini pertemuan antara aku,Leo dan Lee.
Leo: ayo,masuklah (membuka pintu)
Aku masuk diikuti Leo, Aku memberi salamku pada Lee.
Lee: duduklah, santai saja.
kenapa kalian begitu tegang??
Leo: ehem.. ditektur, ada masalah apa??
Lee: kita bicara santai saja, hanya ada kita bertiga disini.
Leo: maksdudmu apa Lee?? jangan buat aku bingung.
Lee: kau belum tau Leo? jika Zhao Yu Mei adalah istri presdir kita??
Leo: apa?? (kaget,menatap Janice)
benarkah itu Zhao??
Jane: ehem.. bukan istri sih, hanya aku ibu dari anak anaknya saja (merasa aneh)
Leo: astaga, jika aku tidak tau aku akan mengincarmu menjadi istriku Zhao.
Lee: kau mau mati?? (menatap Leo)
Jane: maaf, anda tau dari mana??
Lee: Alberto sendiri yang bilang, aku dan dia teman baik. kami sudah seperti keluarga.
Aku tidak sangka saja jika memang kau wanita yang dia cintai.
Jane: hahaha anda bisa saja, ada kepeluan apa memanggil saya direktur??
Lee: begini, lusa presdir akan kembali ke inggris.
maka dari itu dia memintaku untuk mengurus perusahaan. sama seperti sebelumnya.
hanya saja, aku memintamu untuk bisa membantuku Zhao, kita bisa bekerja sama.
Jane: baik direktur. saya akan bekerja dengan baik.
Lee: kau juga Leo.
Leo: siap boss (tersenyum)
Lee: kita akan bagi tugas mulai sekarang.
Leo, tugasmu memantau situasi dan kondisi kantor.
bila ada maslah segera beri tahu aku.
Zhao, periksa semua laporan dari semua departemen kita.
jika ada masalah atau hal aneh beritahu aku.
Aku akan langsung mengawasi proyek proyek kita.
kali ini kita harus bekerja dengan baik.
Leo: baik.
Jane: baik, tapi apakah harus seperti itu? ada maslah kah?
Lee: presdirlah yang memintaku seperti itu.
jika kau ingin tau,betanyalah padanya.
Leo: mungkin ini ada kaitannya dengan kepala editor yang lama dan dua kepala bagian yang dipecat.
Lee: mungkin saja, sudah rapat kita sampai disini saja. Kalian bisa bekerja masing masing.
Leo,Jane: baik..
Aku dan Leo keluar dari ruang Lee.
Aku lega Lee tidak marah karena hal kemarin.
Jika dipikir lagi Lee lumayan baik, mungkin karena aku belum lama mengenalnya.
Aku berjalan bersamaan dengan Leo.
Leo terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Jane: manager? apa anda sakit?
Leo: tidak tidak, hanya sedang memikirkan sesuatu saja.
Jane: apa??
Leo: begitu banyak pesaing, tetapi pesaing kali ini pasti bukan orang biasa.
kau tau, kepala editor yang lama mencuri data perusahaan?
ya dia teman Lee, Lee menolongnya karena kasian.
Awalnya bekerja dengan baik, tapi anehnya beberapa bulan terakhir semua kinerja dibagian hiburan kacau.
Jane: hmm.. jadi kau mencurigai jika editor bekerja dibawah seseorang? tangan kanan seseorang? pesaing presdir?
Leo: sepertinya begitu. aku hanya menduga saja.
ah sudahlah , aku kembali ke ruanganku.
hati hati ya..
Jane: baik manager.
Aku menuju lift untuk turun ke meja kerjaku.
Aku harus bisa membantu Alberto.
♡♡♡♡
Perusahaan W
~Ruang Presdir~
☆Dominic☆
Aku duduk di kursi kerjaku,memeriksa bebrapa laporan.
ponselku berdering, asistenku menelpon.
Dominic: Hallo??
Asisten: Tuan, saya sudah di lobby.
Hari ini kita akan menjenguk Presdir Lie di rumah sakit.
Saya harap tuan tidak lupa.
Dominic: aku tau, tunggulah sebentar lagi aku turun.
Aku lupa sebenarnya.
Aku tutup berkasku dan aku berdiri dari tempat dudukku.
Berjalan keluar ruanganku menuju lobby.
Penjaga membuka pintu mobilku, aku masuk dalam mobil dan asistenku membawa ku ke rumah sakit.
Dominic: apa lagi jadwalku hari ini??
Asisten: nanti jam 3 sore bertemu dengan sekertaris dari perusahaan Nice,berkaitan dengan penayangan live pernikahan anda dan nyonya Rossa.
Dominic: kenapa yang datang sekertaris? dan bukan reporter?
Asisten: ah,reporter yang seharusnya sedang di luar kota.
jadi sekertaris akan datang dengan reperter yang masih magang.
Dominic: oh..
Asisten: Tuan masihnada waktu setelah menjenguk Presdir Lie, ingin kembali ke kantor atau kerumah??
Dominic: nanti saja dipikirkan.
yang jelas tidak pulang.
Bagaimna Deric??
Asisten: besok tuan muda akan datang kemari dengan pengasuh.
Dominic: jangan sampai terjadi apa apa dengan anakku, suruh beberapa pengawal ikut.
Asisten: baik Tuan, Tuan? Nyonya menelpon saya.
(menunjukan ponselnya yang berdering)
Dominic: angkat,katakan jika mencarikan bilang aku ada rapat.
Asisten: baik tuan.
Asisten mengangkat panggilan dari Rossa.
Asisten: Hallo??
Rossa: Dimana Tuanmu? tidak ada dikantor.
Asisten: sedang ada rapat di luar nyonya, ada pesan?
Rossa: katakan padanya, besok Deric akan datang.
Luangkan waktu untuk menjemputnya di bandara.
Asisten: baik nyonya,nanti akan saya sampaikan.
(memutus panggilan)
Aku menatap tajam asistenku.
Dominic: ada apa??
Asisten: nyonya meminta anda meluangkan waktu untuk menjemput tuan muda besok di bandara.
Dominic: tentu, soal itu seharusnya dia tak perlu repot mengingatkanku.
meski tak menyukai ibunya,tapi aku menyayangi anakku (dalam hati)
Mobil berhenti di lobby rumah sakit.
Aku turun dan masuk ke dalam rumah sakit.
Langkahku membawaku ke bagian perawat jaga.
Perawat: hallo,selamat datang Tuan.
ada yang bisa kami bantu??
Dominic: Ruang VIP, pasien dari perusahaan Lie.
sebelah mana?
perawat: oh, presdir Lie.
VIP 11,silahkan anda masuk lewat timur.
(menunjuk pintu masuk ruang rawat VIP)
Dominic: baik, terimaksih(tersenyum)
Aku melihat Asistenku membawa sekeranjang buah dan bunga.
Aku berjalan menuju ruang rawat VIP.
berjalan perlahan melihat kekiri dan kekanan.
Asisten: Tuan,kamar nomor berapa?
Dominic: nomor 11, kau berjalan didepan dan carilah.
aku akan ikuti.
Asisten: baik Tuan.
Asistenku berjalan perlahan mencari angka.
Aku melihat orang yang tak asing dari kejauhan.
makin lama kami semakin dekat.
Aku mencoba mengingat.
siapa? begitu tidak asing.
Dia sedang bsrdiri di depan pintu,bicara dengan seseorang.
Asisten: ah,sepertinya diselah sana tuan.
Aku melewati wanita tua yang sedang asik bicara itu.
Boby: Bibi Lin (berlari mendekat)
aku hentikan langkahku,seperti suara Boby mantan asistenku dulu,dan dia memanggil bibi Lin.
Bibi Lin, hmm.. pelayan Janice kah??
Aku langsung membalikan badanku.
Dan benar saja,Boby dan Bibi Lin yang aku kenal.
Mereka kaget,mentapku.
Dominic: kenapa diam?
tidak menyapa untuk mantan majikan?
Boby: hallo tuan,apa kabar anda??
Bibi Lin: hallo tuan (gemetaran)
Dominic: kalian saling mengenal?
Dan ya, Bibi Lin, selama ini menghilang kemana?
Bibi Lin: maaf tuan saya ada urusan, permisi (masuk ke dalam kamar)
Boby: Tuan, maaf saya juga ada kepentingan (berbalik dan berjalan menjauh)
Aku menatap ruang kamar,no 10.
siapa yang didalam,kenapa bibi Lin masuk ks dalam?
Janice kah?
Aku mulai sedikit cemas,aku penasaran.
Asisten: Tuan ayo masuklah.
Dominic: iya
Aku hampir lupa, aku datang untuk menjenguk presdir Lie.
aku buka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
♡♡♡♡
Boby berlari menuju mobil,dan meminta suster untuk memberikan makanan kepada bibi Lin.
Boby masuk kedalam mobil dengan nafas tak beraturan.
Boby: asataga,sempitnya dunia.
Bagaimana bisa bertemu dengannya.
Aku harus beritahu Boss nanti.
~~
~VIP 10.
Bibi Lin kaget, bagaiman bisa bertemu dengan Dominic.
Disaat yang tidak tepat, apa yang akan terjadi?
Bibi Lin bingung memberitahukan soal ini kepada Jane atau tidak.
Pintu kamar diketuk.
Bibi Lin berdiri dari duduknya.
Seseorang masuk, ternyata perawat yang mengantar titipan dari Boby.
Bibi Lin merasa lega.
perawat: saya permisi nyonya.
Bibi Lin: terimakasih.
perawat pergi dari kamar Darren.
♡♡♡♡
☆Dominic☆
Aku keluar dari pintu ruangan presdir Lie bersama asistenku.
Kunjungan kami selesai, aku melihat perawat keluar dari kamar nomor 10.
Aku memanggilnya.
Dominic: maaf,permisi.
Perawat itu menatapku dan menundukan kepalanya.
Perawat: Ya,tuan ada yang bisa saya bantu?
Aku menatap asistenku,
Dominic: masuklah ke mobil,aku ada keperluan.
Asisten: baik tuan. (pergi)
Dominic: boleh saya tau,pasien VIP kamar no 10 ini digunakan oleh siapa??
Perawat: seorang anak berusia 6 tahun,bernama Zhao Dao Dao tuan.
Dominic: lalu siapa yang jaga?
saya sempat mslihat wanita paruh baya tadi.
Perawat: itu pengasuhnya, ada yang lainnya,yang bisa saya bantu?
Dominic: ah,apakah orangtuanga tidak menemani?
Ya,maksud saya kan dia masih anak anak.
Seharusnya mama atau papanya selalu menjaga.
Perawat: sepertinya mereka orang yang sibuk tuan.
mamanya bekerja,papanya juga.
Dominic: ah baiklah, anda bisa kembali bekerja.
perawat: baik,saya permisi.(pergi)
Aku mengetuk pintu dan masuk dalam kamar nomor 10.
perlahan masuk ke dalam melewati ruang tamu dan menuju kamar.
Aku melihat seorang anak sedang tidur,dan tidak ada bibi Lin.
Mataku mencari,melihat sekeliling.
Aku mendengar pintu dari kamar mandi.
Bibi Lin keluar dari kamar mandi.
kami saling menatap, aku menempelkan jari telunjuk tanganku di mulut.
mengisyaratkan agar tidak bersuara.
Bibi Lin mengangguk.
Aku mentap seorang anak laki laki di depanku.
Sangat tampan, eh.. wajah ini tidak asing.
Seperti Alberto? apa aku salah lihat?
Apa karena kemaren bertemu dengannya dan sempat memanas jadi terbawa sampai sekarang?
Aku mendekati bibi Lin,
Dominic: apa ini anak Janice? (berbisik)
bibi Lin mengangguk dan menatapku,seakan memohon.
Dominic: Aku tak akan menyakitinya bi, aku hanya ingimn melihat. Bagaimana bisa jadi seperti ini?
(berbisik)
Bibi Lin: duduklah dulu Tuan ,akan saya ceritakan, mari..(berjalan menuju ruang tamu depan kamar)
Aku mengikutinya, aku duduk di sofa diikuti bibi Lin.
bibi Lin menatapku sekilas lalu menunduk.
Bibi Lin: apa yang ingin tuan tanyakan sekarang.
saya akan ceritakan semuanya.
Dominic: kalian kemana selama ini?
dan Janice,apakah dia baik?
Bibi Lin: kami pindah ke China dan nyonya baik sekarang.
Maaf Tuan,jangan membenci nyonya.
Nyonya hanya ingin menyelamatkan anaknya saat itu.
Karena nyonya Rossa memberikan racun di dalam salad dan membaginya dengan Nyonya Jane.
Aku kaget, dengan apa yang aku dengar.
Rossa begitu tega, jadi karena Rossa Janice pergi meninggalkan aku??
bukan karena ingin mengejar kekasihnya??
Dominic: lalu? apakah Janice sudah menikah lagi?
Bibi Lin: Tidak,nyonya membesarkan dua anaknya selama ini dengan usaha keras.
Membagi waktu antara belajar dan bekerja.
belum lagi untuk mengasuh.
Dominic: anak anak? anak janice lebih dari satu?
Bibi Lin: iya tuan, nyonya melahirkan dua anak kembar. Laki laki dan perempuan.
saat ini nona kecil sedang sekokah.
dan tuan muda jatuh beberapa hari lalu di sekolah.
Dominic: siapa papa anak anak ini bi?
jujurlah, aku tidak akan menyalahkan janice atau siapapun.
Aku hanya kesal saat itu, janice begitu tega padaku.
Bibi Lin: papanya....(kata katanya terhenti saat pintu kamar dibuka)
Alberto: akulah papanya (melangkah masuk dengan menggendong Karren)
Karren: eh bukan kah paman yang ada dalam foto bersama mami?? (menatap Dominic)
Dominic: hallo sayang, foto apa?? (terseyum)
Karren: seperti foto pernikahan(berfikir) apakah paman teman mami??
Dominic: paman adalah suami mami.
(tersenyum senang)
Alberto: (menurunkan karren) bi, bawa masuk.
bibi lin membawa karren masuk dalam kamar.
Alberto: (mencengkram baju Dominic) jangan bicara omong kosong di depan anak anakku.
Dominic: ckckck.. sudah tidak muda lagi,emosimu semakin tinggi saja.(melepaskan dan mendorong Alberto)
Aku bicara fakta, aku memang suami janice.
dan kau hanya peneman tidurnya.
Aku kesal sekali melihat Alberto ini.
Dengan bangganya pamer padaku.
Aku tidak akan biarkan hidupmu bahagia.
(selamat membaca😉)
novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria
kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja