NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Om Om Premium

Menikah Dengan Om Om Premium

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.

Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.

Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.

Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.

Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.

Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?

Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?

Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷

BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipaksa Pindah Rumah

Karin sudah selesai mandi, saat keluar dari kamar mandi Om Yayang sudah tidak ada di kamarnya. Karin bisa bernafas lega dan mulai berpakaian dengan nyaman dan juga mulai memakai make up tipis natural ala ala Karin

Meskipun hari ini adalah masih hari pertama Karin menjadi istri Om Yayang, tapi Karin tidak berniat untuk bolos kuliah.

Materi kuliahnya hari ini sangat penting dan tak mungkin Karin abaikan, mata kuliah itu adalah Mata kuliah yang di isi oleh Bu Silvia dosen Killer di jurusan Karin.

Selepas berpakaian dan berdandan gadis itu turun ke lantai 1 dengan menenteng tas juga tas laptop bersamanya.

"Rin" Panggil Bunda, sesaat baru saja Karin sampai di meja makan.

"Yuk sarapan dulu." Ajak Bunda dengan penuh perhatian, diselidiknya mata Karin yang masih bengkak walaupun sudah di tutupi riasan.

Bunda merasa hatinya itu tersayat melihat gadis manjanya itu berwajah sembab.

"Iya Bun." Jawab Karin singkat, Karin masih belum bernafsu untuk banyak bicara.

"Sebentar bunda panggil Ayah, Om Danu dan Om Yayang dulu ya." Ujar bunda meminta Karin menunggu sebentar.

Karin mengangguk, tapi tangannya mulai sibuk mengoleskan selai ke 1 pad roti di tangannya.

Bunda menyadari anaknya yang malah mau memakan Roti.

"Karin sayang, kamu belum makan loh dari kemarin, hari ini makan nasi ya, simpen rotinya." Bunda berusaha mengambil roti dari genggaman Karin.

Karin hanya terdiam, ia menurut, akhirnya dia menunggu Bunda sesaat untuk memanggil anggota keluarganya.

Tak lama kemudian Bagas Pradipta, Danu Pradipta dan Arjuna Prayoga telah berkumpul di ruang makan itu.

Bagas duduk di sebelah bunda, diikuti dengan Om Danu dan Om Arjuna suami Karin yang duduk tepat disebelah gadis itu.

Bunda dengan cekatan menyiapkan aneka lauk di tengah meja makan, sementara Karin hanya melamun.

"Karin, bantu bundamu dong, mulai saat ini kamu juga harus melayani suamimu." Kata Ayah mengingatkan Karin.

Gadis itu diam saja, nampaknya ia sedang terhanyut dalam lamunan.

Sebuah tangan menggenggam jemari Karin lembut "Rin kamu ngelamun ya." Panggil Om Yayang membuat lamunan Karin buyar.

"Eh iya, kenapa kenapa?" Tanya Karin yang jiwanya baru ngumpul.

Ayah tak jadi bicara, akhirnya mereka makan bersama di pagi hari yang canggung itu.

Selepas makan Om Yayang ijin berbicara

"Om, Tante, sebelumnya Yayang minta maaf, bukannya mau buru buru, tapi Yayang fikir akan lebih baik kalau Yayang dan Karin tinggal dirumah sendiri saja, disini kurang leluasa."

Karin yang sedari tadi sadar tak sadar karena melamun jadi terjaga sepenuhnya. Matanya terbelalak kaget mendengan ucapan Om Yayang yang tiba tiba ijin membawa Karin.

Om Danu senyam senyum mendengar omongan sahabatnya itu "Waduh leluasa apaan nih." Celetuknya membuat Karin jadi cemberut.

"Diem ah Dan, nanti tuan putri malah ngambek lagi sama gue." Tukas Om Yayang menahan senyum.

"Iya, Om juga setuju Arjuna, kamu lebih baik membawa Karin tinggal berdua bersama kamu, agar dia bisa hidup mandiri, Om harap nanti dia bisa lebih dewasa kedepannya, kalau disini pasti dia akan ngetek terus sama Bundanya, tolong kamu didik dan jaga dia ya agar bisa jadi istri yang baik." Ucap Ayah tanpa ke ragu raguan.

Bunda tersenyum, seakan setuju dengan omongan Ayah.

"Tapi Yah, ini kan belum 24 jam, Karin harus beres beresin barang Karin dulu, Kari...."

"Cukup Karin jangan banyak alasan, barang barang kan bisa di bereskan bibi dan bunda, nanti menyusul dikirimkan, lagipula jarak rumah Arjuna tidak jauh dengan Rumah ini." Belum sempat Karin selesai berbicara Ayahnya sudah memotong omongan Karin.

Bagas tau putrinya ini pasti akan terus terusan mencari alasan dan bandel seperti sebelumnya.

Hati Bagas sebenarnya sangat berat melepaskan putrinya itu, tapi kini dia mengidap Kanker stadium 3, baginya kini memilihkan Pria terbaik untuk kelak menjaga Karin adalah hal urgent yang harus dia lakukan.

Dan disaat kegalauan yang terjadi pada dirinya 2 bulan lalu, tiba tiba saja Arjuna datang untuk mengobrol, dan dengan beraninya Arjuna meminta pada bahas untuk menjadikan Karin istrinya di masa depan.

Arjuna tidak pernah bilang bahwa ingin buru buru menikahi Karin, tapi kedatangannya di hari itu seakan meyakinkan Bagas bahwa Tuhan mendengar doanya yang putus asa.

Bagas tidak mungkin meninggalkan anak anaknya begitu saja, Tody belum dewasa, Danu juga mungkin akan punya keluarga sendiri, dia takut kalau dirinya berpulang tak ada yang bisa menjaga Karin seperti dirinya.

"Nanti selepas ngampus, pindahlah ke rumah Arjuna, mengerti!" Ucap Ayah tegas.

Karin terdiam, dadanya penuh oleh rasa kecewa, ia memandang benci pada suaminya.

Karin bangkit dari tempat duduknya menyambar tas dan laptopnya bergegas menuju kampus.

Ia tak mau memperdulikan bunda dan Om Yayang yang memanggilnya, dia buru buru masuk ke dalam mobil dan tancap gas berangkat ke kampus.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Seorang gadis di sebrang telpon terkaget kaget mendengar tangisan Karin.

"Rin Lo kenapa nangis?" Tanya Cherry panik, saat itu Cherry baru saja selesai sarapan dan juga akan berangkat ke kampusnya.

"Hallo Rin, sayangku, Lo kenapa?

"Karin......" Panggil Cherry lagi.

Karin berteriak "Selesai Cherry selesai semuanya."

"Hah selesai kenapa?"

"Ke kemarin gue udah nikah sama Om Yayang tau."

Dari sebrang telpon terdengar pekikan Cherry berteriak seakan mendengar petir " HAH......Rin Lo gak lagi bercanda kan?"

Karin makin meraung dan menangis "Rin Lo tenang ya, ceritanya pelan pelan."

Karin menceritakan semua yang terjadi padanya hari kemarin, dari sebrang telpon Cherry mendengarkan dengan seksama.

"Karin I'm sorry to hear that." Ujar Cherry mengasihani Karin.

"Tapi gue juga bingung harus gimana Rin, Lo sabar ya, kalau mau cerita kuping gue siap dengerin kapan pun." Ucap sahabat Karin itu tulus.

"Cher kalau nanti gue kabur ke kota Nirwana tampung gue ya." Pinta Karin.

"Pastilah pasti gue tampung." Jawab Cherry Yakin. "Sekarang apapun yang terjadi Lo gak boleh gegabah ya Rin, jangan aneh aneh, jangan bundir oke."

"Iya Cher, makasih ya udah dengerin curhat gue."

"Iyalah sayang, pasti gue dengerin honeyku, Rin btw hal ini perlu dirahasiakan atau enggak?" Tanya Cherry hati hati, ia juga takut keceplosan.

"Iya Cher, plis jangan bilang siapa siapa dulu, apalagi temen temen SMA kita, mau ditaro dimana muka gue Cher."

"Okey, gue keep ya rahasia Lo Rin, tapi Lo harus bilang Riana ya Rin, nanti dia marah lagi kalau tau dari oranglain, kan dia sahabat kita juga." Cherry menasehati.

"Pasti Cher, tapi plis sekarang jangan bilang siapa siapa dulu ya."

"Iya, Lo stay Save ya, jangan lupa ceritain kalau nanti malam pertama ya, gue mau tau buat referensi sama si Langit nanti hahahaaa." Oceh Cherry.

"Iya." Ucap Karin agak malu.

"Rin sorry to say ya sayang, bukan maksud mau ngecilin perasaan elo yang lagi sedih, tapi apa Lo terlalu anggap jelek Om Yayang deh kayaknya."

"Kalau gue jadi Lo, gak apa apa banget kok nikah sama Om Yayang, sumpah sebagai cewek normal gue bisa bilang kalau suami Lo itu ganteng banget, macho abis, kaya pula, sebenarnya Lo gak rugi sayang." Cherry mencoba menghibur sahabatnya.

"Iya sih Cher, tapi karena dia temen Om Danu, dimata gue, dia tuh ya Om Om."

"Iya gue ngerti Rin, kayaknya Lo harus banyak share sama cewek cewek yang punya perbedaan usia cukup jauh deh sama suaminya, mungkin itu semua gak buruk buruk amat, nanti Cherry coba cari informasi deh, jangan sedih lagi ya sahabatku sayang." Ujar Cherry lagi.

"Gue ngampus dulu ya Rin, bye bye."

"Bye Cherry salamin ya sama Riana."

"Okey Karin sayang love you." Ucap Cherry membuat Karin tersenyum kecil.

Cherry yang ceria itu seakan bisa memberikan Karin sedikit energi.

Telepon di tutup, Karin mencerna kata kata Cherry, apakah benar ia harus Sharing dengan oranglain. Tapi siapa?

1
Fulayah Haddad
Lanjut lg dong Othor double upnye jngan lm" selalu ditungguuu............👌🫰🫰😉🙏🙏🤗 penasaran.........🤨🤨👍
Yiruma Nitya: Siap kak 🤭
total 1 replies
pena langitt
kasian karin 🥺
Yiruma Nitya: 🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
total 1 replies
Purwanto Ayuki
Rekomen bgt
Yanti Mulyaningsih
Super rekomen dan romantisnya dpt bgt, semoga happy ending Karin dan Om yayang
Fulayah Haddad
Bagus , keren & bikin penasaran..........👍👍🤨🤨😉 lanjut lg dong Thor updatenye jngan lm" selalu ditungguuu..............🤗👌👌🫰🙏🙏
Fulayah Haddad
Bagus, keren & bikin penasaran nich...............👍👍🤗🤨🤨 lanjut lg dong Othor updatenye jngan lm" ditungguuu..............👌👌🫰😉🙏🙏
Yiruma Nitya: Makasih review-nya Kak, siap pasti Up terus 💪😍👍
total 1 replies
Yanti Mulyaningsih
Segitu mah masih muda Karin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!