NovelToon NovelToon
My Ex Brother In Law

My Ex Brother In Law

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Beda Usia
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: MeNickname

Rasa yang tidak seharusnya ada itu kian tumbuh pada Carol, dari sebuah kekaguman berubah menjadi cinta. Carol mengubur semua itu dalam-dalam karena cinta itu tidak akan pernah bisa dia gapai. Sampai suatu hari dimana ternyata semesta seperti memberinya sebuah kesempatan. Dan Carol tidak mau menyia-nyiakannya, dia berjuang mendapatkan sesuatu yang sebelumnya terasa sangat mustahil itu. Dia mengambilnya meski harus menghadapi banyaknya sudut pandang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Di dalam kamar Carol langsung melempar tasnya ke sembarang arah.

Dia senang Andrew datang namun dia juga masih marah. Gadis itu melompat ke atas ranjang dan memukul-mukul bantal. Rasa senang, rindu dan marah semua bercampur satu.

Wajah itu, wajah yang selalu dia mimpikan setiap malam. Hari ini dia datang lagi.

"Ck, sudahlah Carl."

Carol turun dari ranjang, dia kemudian mengambil minuman dari kulkas mini miliknya kemudian duduk di depan meja rias, memperhatikan pantulan wajah dirinya disana.

"Dia kesini hanya untuk memenuhi janjinya pada Mama."

Untuk menetralkan pikirannya akhirnya Carol memutuskan untuk berendam, menghirup aroma sabun aromatherapy yang sangat menenangkan.

Setelah merasa cukup Carol pun menyudahi kegiatannya dan segera berpakaian. Namun suara pintu yang diketuk dari luar mengejutkannya.

Dia berjalan menuju pintu masih dengan rambutnya yang setengah basah.

"Carl?" panggil Calie setelah pintu itu terbuka.

"Ya, kak?"

"Kau habis mandi? Katanya mau istirahat?"

"Itu.. Aku gerah kak."

"Dasar kamu ini. Oh iya kakak mau ngabarin kalau malam ini Mama ngajak kita dinner bareng di restoran, sama Andrew juga."

"Aku gak ikut, kak." tolaknya langsung.

"Loh, kenapa?"

"Aku gak enak badan."

Calie terdiam mendengarnya, dia malah menatap Carol dengan penuh selidik, seperti tidak percaya dengan alasan adiknya.

"Carl.."

"Eng-enggak kak, aku ikut." balas Carol lagi sebelum Calie bertanya macam-macam.

Seakan tidak puas dengan jawaban Carol dari raut wajahnya Calie masih terlihat penasaran, "Ya sudah, jam 7 malam, jangan telat. Kita berangkat bareng."

"Iya kak, oke."

Carol langsung menutup pintu kamarnya saat Calie pergi.

Memang akan aneh sekali jika dia yang selalu excited jika menyangkut Andrew tapi kali ini tiba-tiba menghindar.

...----------------...

Malam harinya, setelah selesai berdandan Carol langsung turun. Dia pikir Calie dan Helena sudah siap, padahal ini sudah jam tujuh lewat.

Carol pun berinisiatif untuk menunggu diluar, tapi sialnya dia malah tidak sengaja bertemu dengan Andrew. Pria dewasa itu nampak tampan dan lebih awet muda dengan setelan santainya.

"Hai." sapanya penuh harap.

Tapi Carol tidak mempedulikannya, gadis itu malah mengambil langkah mundur ingin masuk kembali ke dalam.

Namun Andrew tidak membiarkannya, dia malah menarik tangan Carol dan membiarkan tubuh itu menabrak dada bidangna.

"Awww.."teriak Carol terkejut.

"I miss you." bisik Andrew tepat di samping telinganya.

Carol memberontak dia ingin melepaskan diri dan Andrew membiarkannya.

"Andrew, sepertinya Carl..Lah, aku pikir kamu masih di kamar." ucap Calie yang baru saja muncul dari dalam.

Nafas Carol memburu, dia takut Calie melihat apa yang terjadi barusan. Memang dasar bingung, dulu dia yang bersikeras ingin keluarga tahu tapi sekarang dia malah takut sendiri.

"Dimana Mama?" tanya Carol mengalihkan pembicaraan."

"Dia nunggu kamu di dalam, dikiranya kamu belum turun."

"Ya udah, sebentar." Carol berlari ke dalam dan tak lama kemudian dia keluar bersama Helena.

"Ayo, anak-anak!" ucap wanita paru baya itu.

"Carl,kamu ikut mobil Andrew?" tanya Calie saat Helena sudah masuk ke dalam mobil.

"Eng.."

"Tentu saja, dia ini mana mau jauh-jauh dari kakaknya." bukan Marie yang menjawab, tapi Andrew.

"Ya sudah, kalau gitu mobil kita duluan ya." ucap Calie.

"Tapi kak, aku.."

"Oke Cal, kita nyusul." lagi-lagi Andrew menyambar.

Carol melayangkan tatapan tidak suka tapi Andrew tidak peduli, pria itu malah melambaikan tangannya saat mobil Helena dan Calie pergi lebih dulu.

"Ayo, sayang. Kita pergi sekarang." ajak Andrew kemudian.

Carol sampai melotot tak percaya, setelah beberapa hari tidak berkomunikasi, pria ini tiba-tiba datang lalu merayunya seperti ini, apa katanya? Sayang?

huweekk, rasanya Carol ingin muntah saja.

1
MamDeyh
Duda gk zelaaas
MamDeyh
Ribet bgt sih.. Tinggalin aja. Ngapain jg jd merendahkan diri buat cowok.😒
Ruwi Yah
menarik alur ceritanya semangat updatenya kak
Ruwi Yah
sebagai atasan kamu harus tegas ndrew jangan sampai sikapmu disalah artikan oleh sekretaris seksimu
Ruwi Yah
sekali kali jual mahal dikit Carl
MamDeyh
Km jd kelihatan murahan dg begitu.. Kalo mau membuktikan dia apakah ada perasaan dg pergi menjauh. Bukan kek wanita ...😒
Ruwi Yah
masih nyimak alur ceritanya
Ruwi Yah
lanjut
Ruwi Yah
Terima kasih upnya kak
MamDeyh
Lanjuut
Ruwi Yah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!