NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Tepat setelah kelopak mata Luna terpejam, waktu seakan berjalan dengan cepat melintasi segala hal yang telah ia alami selama ini.

Perhitungan waktu mundur secara acak, membuat Luna berpikir jika ini mungkin sebuah dimensi lain yang akan membawanya ke akhirat tepat setelah kematiannya beberapa saat yang lalu.

Sampai kemudian Luna seperti di tarik ke sebuah momen, ketika tangan besar milik seseorang terlihat menggoyangkan tubuhnya beberapa kali.

"Lun... Luna!" pekik sebuah suara yang lantas menyadarkannya dengan seketika.

"Apa? Ini dimana?" ucap Luna dengan manik mata yang terkejut.

"Ayolah lah Lun... Jangan bercanda, bukankah ini Anniversary kita yang pertama? Kamu bahkan sudah menyiapkan tempat spesial dan membooking satu Resto ini untuk kita berdua." ucap Arkan dengan raut wajah sumringah.

Luna yang mendengar perkataan tersebut terlontar dari mulut Arkan, membuat Luna menatap tak percaya ke arahnya. Sepertinya Tuhan benar-benar memberikan kesempatan kedua kepadanya untuk memperbaiki segala hal yang telah ia hancurkan.

"Aku... Aku hidup lagi?" pekik Luna yang lantas membuat Arkan mengernyit dengan raut wajah kebingungan.

"Apa? Apanya yang hidup lagi?" ucap Arkan tak mengerti.

"Jika ini Anniversary yang pertama berati 5 tahun yang lalu? Iya benar.. Aku masih punya banyak kesempatan!" ucap Luna dengan lirih di tambah raut wajah sumringah membuat Arkan semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi kepada Luna.

"Apanya yang benar sih? Lun... Apa kau mendengar ku?" ucap Arkan kembali bertanya dengan tatapan yang bingung.

Luna yang langsung tersadar jika di sana masih ada Arkan begitu mendengar suara Arkan yang terus memanggilnya, lantas langsung membuang muka dan menatap sinis ke arah Arkan.

"Bisa diem gak? Berisik amat!" ucap Luna dengan sinis yang lantas semakin mengundang tanda tanya di benak Arkan.

"Apa ada sesuatu yang terjadi? tumben kamu ketus sekali?" ucap Arkan tak mengerti.

Luna bangkit dari tempat duduknya tanpa menggubris pertanyaan demi pertanyaan yang Arkan keluarkan kepadanya.

"Aku pergi! Jangan susul aku dan jangan membuat ku kesal dengan wajah pura-pura polos mu itu!" ucap Luna sambil menunjuk ke arah Arkan, kemudian berlalu pergi dari meninggalkan Arkan seorang diri yang menatapnya dengan tanda tanya.

Tak tak tak

"Sialan! Apa dia tahu sesuatu? Arggggg" ucap Arkan kebingungan sambil terus menatap punggung Luna hingga tak lagi terlihat di pandangannya.

****

Kediaman keluarga Amera

Bruak

Suara pintu taksi yang baru saja di tutup, lantas terdengar nyaring di area kediaman keluarga Amera.

Luna yang begitu merindukan orang tuanya, tentu saja langsung meluncur ke rumah tua tepat setelah menyadari jika ia terlahir kembali.

Setidaknya jika ingatannya benar, tepat ketika ia dan Arkan merayakan anniversary hubungan keduanya, baik kedua orang tuanya maupun Sagara, keduanya saat ini tengah berada di rumah tua untuk membahas urusan bisnis, sekaligus akal-akalan Sagara agar bisa bertemu dengan Luna dan terus meyakinkannya perkara Arkan.

"Semoga tebakan ku benar, Pa... Ma... Sagara... Aku berhutang banyak hal pada kalian, aku harap kali ini aku belum terlambat." ucap Luna sambil mengambil langkah kaki besar memasuki area kediaman keluarga Amera.

.

.

.

.

Ruang keluarga

Suara bariton dua orang Pria yang tengah sibuk membahas urusan bisnis, nampak terdengar mengalun di telinga Luna. Bagai suara dawai yang telah ia rindukan, obrolan di antara Saga dan juga Papa Luna mendadak terdengar begitu syahdu di telinganya.

Luna terdiam di tempatnya dengan manik mata yang berkaca-kaca. Dua sosok Pria di hadapannya saat ini, benar-benar telah ia rindukan keberadaannya.

"Pa...pa..." ucap Luna lirih sambil mengusap sudut matanya yang mulai meneteskan air mata.

Luna kemudian berlarian menghampiri keduanya dan langsung memeluk tubuh Lukman dari belakang.

"Pa .... Aku pulang.... Aku kangen banget sama Papa..." ucap Luna dengan nada yang terdengar begitu serak, sambil memeluk punggung Lukman dengan begitu erat.

"Luna? Apa yang terjadi nak? Apakah ada sesuatu?" ucap Lukman dengan raut wajah yang bertanya-tanya, namun langsung di balas gelengan cepat oleh Luna sambil melepas pelukan eratnya.

"Hahaha... tidak ada apa-apa, aku...aku cuman lagi kangen aja sama Papa..." ucap Luna mencoba mengalihkan pertanyaan Lukman barusan.

"Kamu ini... Bikin Papa terkejut aja.." ucap Lukman dengan helaan napas lega, yang lantas di balas senyuman kuda oleh Luna saat itu.

Di tengah interaksi keduanya, Sagara yang juga berada di tempat tersebut lantas menyaksikan setiap hal yang terjadi di antara keduanya. Ada sepercik perasaan janggal mendadak menghampiri Sagara saat itu.

Entah karena perkataan Luna, atau tentang gerak gerik Luna yang terasa berbeda dengan Luna yang ia temui kemarin.

"Apakah ini hanya perasaan ku saja? Atau memang ada yang berbeda dengan Luna?" ucap Sagara dalam hati sambil terus memperhatikan gerak geriknya.

*****

Area taman keluarga Amera

Setelah Luna puas meluapkan kerinduannya kepada kedua orang tuanya, Luna kemudian mengajak Sagara untuk mengobrol berdua di area taman belakang.

Perasaan canggung mendadak menyerang keduanya, meski menurut Sagara ia baru saja bertemu dengan Luna kemarin. Namun nyatanya tidak demikian bagi Luna, kepergian Sagara kala itu benar-benar menyisakan ke kosongan di hati Luna selama berbulan-bulan lamanya, dan anehnya baru ia sadari tepat sebelum kematiannya.

"Mengapa secanggung ini? Akhhh biasanya juga tidak begini..." ucap Luna dalam hati sambil sesekali melirik ke arah Sagara saat itu.

"Apakah ada sesuatu Lun? Kamu sedari tadi seperti hendak mengatakan sesuatu." ucap Sagara kemudian memecah keheningan.

"Emmmmm apa ya.... Entahlah... Aku juga bingung mau memulainya dari mana." ucap Luna dengan nada yang canggung.

Sagara kemudian menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Luna dalam-dalam.

"Aku tahu ini bukan saat yang tepat, tapi aku sekali lagi akan bilang dan memperingatkan mu tentang ....." ucap Sagara namun langsung terpotong dengan ucapan Luna yang langsung membuatnya mengernyit dengan tatapan bingung.

"Tentang Arkan bukan? Iya... Aku tahu... Dia itu bukan Pria yang baik, penipu ulung, buaya darat, laki-laki b3rengs3k dan benalu... Pokoknya benar-benar menyebalkan! Benar bukan?'" ucap Luna tanpa jeda yang tentu saja mengundang tatapan bingung di wajah Sagara saat itu.

"Kamu... Kamu sudah tahu?" ucap Sagara dengan raut wajah bertanya-tanya, yang tentu saja langsung membuat Luna terdiam dan sadar jika dirinya terlalu terburu-buru.

"Sial! Harusnya aku pura-pura dulu baru nanti perlahan mengatakannya kepada Sagara. Jika sudah seperti ini, aku harus bagaimana? Mana mungkin aku mengatakan kepada Sagara jika aku terlahir kembali?" ucap Luna dalam hati yang mulai panik akan tingkahnya sendiri.

Sagara yang tahu ada sesuatu yang berbeda terus menatap gadis yang selama ini menemaninya. Sagara tahu betul bagaimana sifat dan juga cara bicara Luna, namun saat ini jelas ada yang berbeda dari seorang Luna yang biasanya.

Sagara yang curiga mulai mengambil langkah perlahan semakin dekat ke arah Luna, membuat Luna mulai mengambil langkah kaki mundur secara perlahan dengan raut wajah yang canggung.

"Emmmm... Saga? Apa yang mau kamu lakukan?" ucap Luna dengan raut wajah kebingungan.

"Katakan kepada ku? Siapa kamu sebenarnya?" ucap Sagara yang lantas membuat mulut Luna langsung menganga karena terkejut.

"Mati aku!" ucap Luna dalam hati.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!