NovelToon NovelToon
Anak Jenius Yang Melumpuhkan Raja Mafia

Anak Jenius Yang Melumpuhkan Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mafia
Popularitas:367
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Luo Chen tidak punya air mata untuk ditangisi saat ibunya meninggal; ia hanya punya ingatan sempurna yang merekam setiap detail wajah pembunuhnya. Berbekal satu foto tua, ia menyusup ke sarang Shen Mo, penguasa mafia paling ditakuti di Yucheng. Alih-alih dibunuh sebagai penyusup, kecerdasan brilian Chen justru memukau sang raja mafia. Bersama-sama, mereka membentuk aliansi maut melawan sindikat pengkhianat yang haus darah. Tanpa kekuatan fisik, Chen menjadi otak di balik setiap langkah balas dendam, membuktikan bahwa musuh paling berbahaya di dunia bukan lah orang yang memegang senjata, melainkan anak kecil yang tahu seluruh rahasia gelapmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: DENDAM PERTAMA TERBAYAR

Kobaran api melingkar membakar tiang pancang kayu di ujung dermaga nomor sembilan, memantulkan cahaya jingga kemerahan yang menari-nari di atas permukaan air laut yang gelap gulita. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke angkasa malam, berpadu dengan deburan ombak besar yang menghantam tiang beton yang mulai retak akibat ledakan beruntun sebelumnya.

Di tengah lingkaran api yang semakin menyempit dan menghangatkan udara malam, sosok tetua pengkhianat berdiri tegak dengan seringai kemenangan di wajah keriputnya yang diterangi cahaya api, mengacungkan detonator kecil berwarna merah di udara. Para pengawal bayaran dari sindikat Blackwood merapatkan barisan di sekeliling tepi api, mengunci setiap celah jalan keluar dengan laras senjata panjang yang siap menembak mati siapa saja yang mencoba melarikan diri.

Udara terasa begitu panas membakar kulit, dipenuhi bau belerang yang menyengat serta rasa putus asa yang menyesakkan dada bagi siapa pun yang terjebak di dalam lingkaran maut tersebut.

Shen Mo merapatkan tubuh tegapnya, berdiri sepenuhnya di depan Luo Chen untuk menutupi bocah itu dari jangkauan pandangan para penembak jitu musuh yang mengintai di balik kontainer. Urat-urat di leher sang raja mafia menegang keras, napasnya berat namun terkontrol penuh, sementara tangan kanannya menggenggam erat pistol dengan sisa peluru yang sangat terbatas di dalam magazin.

Tidak ada secercah rasa takut di mata pria itu; yang ada hanyalah tekad membaja untuk melindungi anak di belakangnya dengan taruhan nyawa sekalipun.

Namun, di balik punggung lebar Shen Mo, bocah berusia tujuh tahun itu tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun dalam menghadapi maut. Tangan kecil Chen bergerak lincah meraba perangkat pemancar sinyal darurat yang ia ambil dari saku mantel Shen Mo beberapa detik lalu. Jemarinya menekan tombol-tombol mikrokontroler dengan kecepatan luar biasa, membaca barisan kode pemrograman yang terpancar dari layar kecil alat tersebut di tengah silau cahaya api.

"Kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup, Shen Mo," suara serak tetua pengkhianat itu menggema di antara deru api, penuh dengan keangkuhan mutlak yang memuakkan. "Kerajaan mafia yang kau bangun di atas darah dan air mata akan runtuh malam ini, bersamaan dengan berakhirnya garis keturunan keluarga pengkhianat itu di tangan kami!"

Tetua tersebut melangkah maju selangkah mendekati dinding api, menunjuk ke arah Luo Chen dengan ujung senjatanya yang dingin.

"Anak itu membawa rahasia yang seharusnya terkubur bersama ayahnya di dasar laut tujuh tahun lalu. Dan aku akan memastikan rahasia itu lenyap selamanya menjadi abu tanpa menyisakan jejak sedikit pun di dunia hitam ini!"

Mendengar ancaman keji tersebut, Shen Mo tidak dapat menahan gejolak amarahnya lagi. Tatapan mata pria itu menajam layaknya bilah pedang yang siap menebas leher musuhnya tanpa ampun.

"Kau menjual organisasimu sendiri demi ambisi kekuasaan yang rendahan, dan kau masih berani menyebut dirimu sebagai tetua kehormatan?" suara Shen Mo bergemuruh rendah, dingin, dan mematikan, menggetarkan udara di sekitar lingkaran api yang berkobar. "Kesalahan terbesar dalam hidupmu bukanlah mengkhianatiku, tua bangka... melainkan membiarkan anak ini hidup cukup lama untuk membaca seluruh kode kebusukan yang kau sembunyikan di balik jubah sucimu."

Sebelum tetua pengkhianat itu sempat menarik pelatuk detonatornya untuk meledakkan sisa dermaga, Luo Chen tiba-tiba melangkah keluar dari balik punggung Shen Mo. Bocah itu berdiri tegak sejajar dengan sang raja mafia, menatap lurus ke arah mata sang pengkhianat tanpa secercah rasa gentar di wajahnya yang pucat terkena pantulan api.

"Kau benar tentang satu hal, Tua Bangka," ucap Chen jernih, suaranya memecah suara gemeretak kayu yang terbakar hebat. "Ayahku memang membawa rahasia besar ke dalam kubur. Tapi kau lupa satu detail kecil: ayahku adalah kepala arsitek sistem sandi seluruh jaringan perbankan bawah tanah organisasi ini. Dan sebelum ia dibunuh atas perintahmu, ia telah menanamkan logic bomb di dalam server pusat Aegis Corp yang akan aktif otomatis jika detak jantungnya berhenti atau kodenya dipanggil."

Wajah tetua pengkhianat itu mendadak memucat pasi seketika mendengar kalimat yang diucapkan oleh bocah tujuh tahun tersebut. Seringai kemenangan di bibirnya lenyap tanpa sisa, digantikan oleh kilatan rasa terkejut yang luar biasa besar hingga membuat tubuh tuanya gemetar.

"Apa... apa yang kau katakan?!" bentak tetua itu dengan suara bergetar panik, tangannya yang memegang detonator mendadak goyah menahan rasa takut yang tiba-tiba merayap di dadanya.

Chen mengangkat perangkat pemancar di tangannya tinggi-tinggi, memperlihatkan layar kecil yang kini menampilkan hitung mundur berwarna hijau terang benderang.

"Angka lima, empat, tiga..." ucap Chen tenang, menyebutkan hitung mundur digital dengan presisi waktu yang sempurna. "Tepat saat kau dan aku menekan tombol enter ini, seluruh rekening rahasia, aset pencucian uang, dan dokumen aliran dana suap yang mendanai pembunuhan ayahku akan dikirim secara otomatis ke meja penegak hukum internasional serta seluruh faksi saingan di bawah tanah Yucheng, menghancurkan seluruh kerajaan busukmu dalam satu detik."

"Jangan tekan tombol itu!" teriakan panik meluncur dari bibir tetua pengkhianat, kehilangan seluruh wibawanya sebagai pemimpin korup yang ditakuti. Pria tua itu mengangkat senjatanya secara membabi buta, bersiap menembak mati Chen sebelum anak itu menyelesaikan aksinya.

Namun, dalam sepersekian detik sebelum peluru maut itu meluncur, Shen Mo bergerak jauh lebih cepat dari kilatan petir menyambar. Tangan kiri pria itu mengangkat senjatanya dan melepaskan satu tembakan terakhir yang tepat menghantam tangan kanan tetua pengkhianat tersebut.

Duar!

Suara letusan senjata memecah udara, membuat detonator di tangan sang pengkhianat terlepas dan terpental jauh ke dalam kobaran api laut di bawah dermaga.

Para pengawal Blackwood yang melihat pemimpin mereka terluka parah langsung panik dan mengangkat senjata untuk menembak ke arah Shen Mo dan Chen secara membabi buta. Namun, sebelum peluru pertama sempat mencapai target, suara sirene meraung nyaring membelah malam dari kejauhan.

Puluhan kendaraan taktis lapis baja milik pasukan setia Shen Mo tiba-tiba menerobos masuk, merobohkan gerbang utama dermaga, menyemburkan sorot lampu putih menyilaukan mata, dan menghujani area tersebut dengan tembakan perlindungan yang melumpuhkan seluruh pasukan bayaran musuh dalam hitungan detik. Kepulan asap putih dari granat kejut menyelimuti seluruh sudut dermaga, menciptakan kekacauan total di pihak lawan yang tidak menduga bala bantuan datang secepat itu.

Di tengah badai asap putih dan suara tembakan yang memekakkan telinga, Shen Mo segera menyambar tubuh kecil Luo Chen, membawanya melompat melewati pagar pembatas dermaga menuju perahu cepat evakuasi yang sudah disiapkan oleh pasukannya di sisi laut yang aman dari kobaran api.

Mesin perahu menderu kencang, membelah ombak malam yang dingin dan melesat menjauh dari dermaga yang kini sepenuhnya dikuasai oleh pasukan setia sang raja mafia.

Di dalam perahu yang melaju kencang meninggalkan kobaran api di belakang mereka, Chen duduk terdiam sambil memegang erat jam saku antik milik ayahnya. Layar perangkat pemancar di tangannya menunjukkan status transfer data yang telah sukses terkirim seratus persen ke seluruh jaringan global. Dendam pertama telah terbayar lunas, dan rahasia besar mulai terkuak perlahan-lahan.

Namun, saat perahu cepat mereka hampir mencapai perairan aman di teluk kota, salah satu pengawal yang memegang konsol komunikasi darurat tiba-tiba menghadap ke arah Shen Mo dengan wajah pucat pasi yang menyiratkan ketakutan mendalam.

"Tuan! Kami baru saja menyadap frekuensi sandi darurat musuh dari jaringan satelit... ada pesan sandi khusus yang ditujukan langsung untuk Tuan Muda Chen dari seseorang yang mengaku mengetahui keberadaan ibu kandungnya yang sebenarnya."

Mendengar kalimat mengejutkan tersebut, napas Chen seketika terhenti di kerongkongan. Seluruh jari kecilnya yang menggenggam jam saku antik mendadak kaku, dan untuk pertama kalinya malam ini, mata jernih bocah jenius itu melebar sempurna karena rasa ngeri yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Pesan itu bukan sekadar ancaman kosong dari sisa-sisa sindikat yang tercerai-berai, melainkan sebuah koordinat digital terenkripsi yang merujuk pada sebuah pangkalan bawah tanah rahasia di pinggiran kota pelabuhan — tempat di mana arsip medis rahasia tentang masa lalu ibunya disimpan rapat-rapat.

Shen Mo, yang melihat perubahan drastis pada raut wajah anak di sampingnya, segera mendekat dan mencengkeram pundak kecil Chen dengan erat, mencoba menstabilkan situasi di tengah deru ombak laut yang semakin ganas.

"Kita akan mencari tahu apa artinya semua ini bersama-sama," bisik Shen Mo dengan suara tegas penuh perlindungan.

Perahu cepat itu terus membelah kegelapan malam, membawa sang raja mafia dan anak jenius menuju babak baru perburuan kebenaran yang jauh lebih berbahaya, di mana musuh yang sebenarnya ternyata belum pernah tersentuh oleh bayang-bayang masa lalu.

1
T🥀007
lanjuttt minn.. semangattt
Aisyah Suyuti
good
Aksara Handini: makasih kak 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!