"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 04. Malam satu suro
"Malam satu suro?!" Mak Anjar yang mendengar ucapan bu RT menjadi kaget bukan main.
"Benar, Pak Kades dan beberapa warga lain bukankah tadi malam juga melakukan pawai obor?" bu RT menatap Rodiah yang ada di depan mata.
"Aku tidak ikut karena mas Jamal tidak di rumah sehingga tidak ada yang menjaga anakku." jawab Rodiah pula.
"Aku bukan ingin berprasangka buruk tapi Bukankah ini agak misteri juga?" bu RT ingin mengaitkan apa yang telah terjadi tadi malam dengan kehilangan Yayuk.
"Tidak mungkin lah, kita tidak pernah mengalami hal seperti itu selama ini di desa kita sendiri." Rodiah dengan tegas membantah karena dia merasa ragu.
Sebab di desa mereka tidak pernah mengalami hal seperti itu sehingga jelas ada keraguan di dalam hati wanita ini untuk mempercayai hal mistis, meski Desa Mereka ada di bagian pelosok namun tetap saja untuk gangguan para roh jahat tidak pernah datang di dalam Desa itu sehingga mereka semua merasa aman.
Bahkan bisa dikatakan sebagai warga tidak mempercayai tentang keberadaan makhluk halus, tidak ada yang pernah melihat seperti itu sehingga mereka semua dengan yakin mengatakan bahwa tidak ada hantu atau bahkan arwah gentayangan yang ada di desa ini untuk menakuti warga yang tinggal di desa tersebut.
Bahkan Malam Satu Suro yang biasanya dikenal begitu keramat oleh semua orang, di desa itu tetap santai saja dan mereka bahkan melakukan tolak ukur keliling desa. sementara di desa lain tidak ada yang berani keluar dari rumah karena mereka mempercayai hal mistis yang selama ini menyelimuti Desa mereka sendiri, Emang perbedaan begitu jauh dari setiap desa ke desa.
Ini ketika bu RT sedikit saja menyinggung tentang malam satu suro itu dan Rodiah dengan tegas membantah karena dia tetap tidak percaya, menurutnya Yayuk hilang karena mungkin saja Dia sedang pergi atau tersesat oleh sesuatu sehingga tidak ada sangkut paut dengan malam satu suro ini.
"Kita bisa pulang dulu untuk istirahat karena saya dan anak buah yang akan mencari Yayuk kembali." Pak Desa memberitahu mereka semua.
"Ayo kita pulang dulu ke rumah dan menunggu kabar dari Pak Lurah." ajak Rodiah kepada Mak Anjar.
"Mak pulang saja dulu Karena aku akan mencari Mbak Yayuk dengan yang lain." Ibnu juga tidak ingin bila Mak Anjar terus mencari seperti ini.
"Tapi kamu memang cari Yayuk sampai dapat ya." pinta Mak Anjar kepada anak bujang dia ini.
"Iya, nanti aku akan mencari dan sudah pasti Mbak Yayuk akan pulang sebelum malam tiba." janji Ibnu kepada orang tua dia sendiri.
Padahal sesungguhnya di dalam hati dia juga sama sekali tidak yakin bahwa dirinya mampu membawa Yayuk pulang malam ini, karena mereka masih belum mengetahui dengan jelas di mana keberadaan Yayuk dan kenapa dia bisa menghilang begitu saja sejak tadi malam hingga sampai saat ini, bahkan tidak ada seorang pun yang melihat jejak gadis itu.
Maka meski dengan berat hati Mak Anjar berjalan bersama dengan Rodiah untuk pulang ke rumah, berharap bahwa anak gadis dia akan pulang juga bersama dengan Ibnu, sungguh saat ini perasaannya sangat hancur dan juga merasa ngeri bila suatu saat nanti Yayuk memang tak pernah kembali lagi.
...****************...
Empat hari kemudian.
"Aduh cucian banyak seperti ini Aku Harus mencuci di kali." Sarah mengeluh karena membawa cucian yang begitu banyak.
"Ah kalau nyuci barang tidak terlalu capek karena akan terasa seru." Rodiah juga mencuci karena air sedang naik.
"Tapi apa penciuman aku saja ya Kok air sungai ini terasa begitu amis sekali." Sarah menatap kanan kiri ketika telah sampai di jamban.
"He'eh, kenapa ya air kok terasa amis ini?" Rodiah juga mencium aroma yang sama.
Mereka berdua masih memperhatikan terlebih dahulu karena takut bila nanti justru ada buaya datang dan menyergap, Banyak yang bilang bila buaya akan muncul maka aroma anu seperti ini juga akan muncul di permukaan, terlebih lagi tidak ada orang yang sedang memotong sapi sehingga mereka biasanya mencuci daging itu di sungai ini.
"Kalau ada itu tapi tidak ada gelembung-gelembung yang muncul di permukaan." Sarah mulai duduk karena dia akan segera mencuci.
"Paling tadi ada bangkai yang hanyut sehingga masih menimbulkan aroma ini." ucap Rodiah.
"Heeeem segar sekali kalau sudah duduk di pinggir sungai." Sarah merasa senang karena pinggiran sungai itu banyak pohon-pohon.
"Ini Salah satu hal yang sangat kita syukuri karena memiliki air sungai masih jernih dan tidak ada sampah." Rodiah Mulai mengambil air seember demi seember.
Sarah mengangguk sambil mengedarkan pandangan karena dia masih melihat dulu apakah memang tidak ada buaya di sekitar, karena biasanya mereka akan berenang untuk mencari-cari kerang yang ada di dalam Sungai itu juga, tapi kalau sedang naik seperti ini maka mereka tidak akan pernah menemukan kerang itu.
"Itu apa ya, Mbak!" Sarah menunjuk pada sesuatu yang tersangkut di akar pohon pinggir sungai.
"Mana?" Rodiah mengikuti Arah pandangan Sarah pada sebelah kanan.
"Itu yang mengapung, kita dekati dari daratan saja yuk untuk melihat." Sarah sangat penasaran karena dia seperti melihat ujung kaki manusia.
"Eh ayo lihat dulu kok sepertinya besar sekali itu." Rodiah juga setuju dan mereka segera mendekati pohon Waru yang condong di pinggir sungai.
"Eeem ini Bau amisnya seperti berasal dari barang itulah, kita semakin dekat maka aroma amis semakin terasa." Sarah menutup hidung dan dia segera mendekati lebih lanjut.
"Sarah!" Rodiah terdiam kaku ketika dia menyadari bahwa yang mengambang itu adalah tubuh manusia.
Sarah mundur ke belakang beberapa kali karena dia takut dan juga merasa ngeri setelah menemukan mayat manusia dalam keadaan mengapung di pohon Waru itu, dan yang lebih mengerikan lagi wanita itu tidak menggunakan busana sehingga seluruh tubuh masih dapat mereka lihat dengan jelas meski Sebagian ada yang mulai terkelupas karena mungkin saja terlalu lama di dalam air ini.
"Ojo yo, gusti!" Rodiah menggeleng karena dia ingin membuktikan sendiri apakah itu Yayuk atau bukan.
"Mbak mau kemana, Mbak?!" Sarah panik karena Rodiah memutuskan masuk ke dalam air untuk membalik tubuh yang telungkup itu.
"Moga moga ini bukan kamu yo, Nduk!" Rodiah terus berharap bahwa itu bukan saudara dia.
Meski bau dari mayat itu sangat menyengat namun tetap saja Rodiah tidak gentar untuk mendekati dan dengan perlahan dia membalik tubuh gadis yang sudah membengkak itu, bahkan ketika Rodiah berusaha untuk membalik maka tangan dari Gadis itu terlepas begitu saja akibat tubuhnya memang sudah terlalu lembek.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author Novita Jungkook ya.
yeesss akhirnya ratuku keluar jg🥰👍
mksh bess🔥🔥
ular janda gaesss...