NovelToon NovelToon
Aku, Sang Mafia, dan Bintang

Aku, Sang Mafia, dan Bintang

Status: tamat
Genre:Mafia / Rumah Tangga-Anak Genius / Cewek Gendut / Tamat
Popularitas:1
Nilai: 5
Nama Author: Afrodite 18

Nadira cuma ingin satu hal: menjadi ibu. Setelah dikhianati kekasihnya dan divonis hanya punya waktu tiga tahun untuk hamil, dokter relawan itu memilih jalan sendiri, inseminasi di sebuah klinik di Albania, ditemani sahabatnya, Pierre.

Yang tak ia tahu, di klinik yang sama ada seorang pria yang sedang mengamuk mencari istrinya. Satu botol sampel tertukar, dan setahun lebih kemudian, dua puluh pria bersenjata mendobrak pintu rumah orang tua Nadira.

Drilon Meksi, eksekutor mafia Albania yang ditakuti, datang untuk mengambil apa yang menurutnya miliknya: perempuan itu, dan bayi mungil yang mirip sekali dengannya.

Nadira diculik, dibawa ke mansion penuh anak buah bersenjata, dan dijanjikan satu hal yang tak bisa ia terima: menikah dengan pria yang bahkan tak ia kenal. Tapi pria yang bisa membuat seorang musuh bertekuk lutut itu ternyata tak berdaya di hadapan satu makhluk kecil bernama Bintang.

Antara pisau yang menancap di bahu, ibu mertua yang lebih galak dari seluruh anak buah, dan kakek bertato bekas luka yang luluh oleh senyum ompong seorang bayi, Nadira harus memutuskan: terus melawan, atau belajar menghadapi seorang mafioso dengan caranya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afrodite 18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Selamat pagi, Sayangku." Nadira mencium puncak kepala bayinya.

"Da, da," celoteh Bintang, bertepuk tangan dengan gerakan kikuk.

"Kacau sekali ya, Nak. Mama cuma ingin punya kamu, seseorang yang mencintai Mama di atas segalanya tanpa peduli penampilan Mama, dan sekarang malah dapat bonus seorang mafioso." Ia memandangi bayinya yang sibuk bermain dengan jari-jari mungilnya. "Tenang, Mama akan melindungimu."

Pintu diketuk, lalu Hana masuk.

"Permisi, Nak."

"Ibu siapa?" tanya Nadira sambil mendekap putrinya.

"Aku ibu si keledai tak punya otak yang cuma berhasil melakukan satu hal benar dalam hidupnya, makhluk mungil ini."

"Apa aku membunuhnya?"

"Tidak."

"Sial, meleset."

"Aku suka kamu! Kamu mengerikan, persis seperti yang kusuka."

"Kalau Ibu bilang begitu."

"Ayo turun sarapan. Drilon memang membawamu ke sini, tapi bukan berarti kamu akan dikurung."

"Dia bilang aku baru boleh keluar dari sini kalau sudah mencintainya."

"Dia tidak berhak memerintah apa pun di rumahku. Ayo, aku masih harus mengawasi sebuah penyiksaan."

"Apa?"

"Ada perempuan jalang yang menggoda suamiku. Dia memang sudah tua, tapi tetap milikku." Nadira tak berani membantah. Ia hanya mengikuti Hana turun ke lantai bawah.

Agim sudah duduk di ujung meja, di kursi kepala keluarga. Tapi sikap alfa-nya runtuh seketika begitu melihat Bintang mendekat dalam gendongan ibunya.

"Sini, Boneka." Agim bangkit dan mengulurkan tangan pada si bayi. "Sini sama kakek." Bintang menatapnya sebentar, lalu menjatuhkan diri ke pelukan lelaki itu. "Makhluk manis. Coba bilang kakek."

"Kek... kek..."

"Hampir. Kita latihan lagi, tapi kita sudah tahu siapa favoritnya," kata Agim sambil duduk kembali di meja.

"Biarkan keponakanku mengenal semua orang dulu sebelum menentukan siapa favoritnya," sela Besnik.

"Duduklah, Nak," kata Hana, dan Nadira duduk di sampingnya.

"Selamat pagi," ucap Altin sambil duduk.

"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Besnik begitu melihat kondisi kakaknya.

"Tidak apa-apa. Aku terlibat perkelahian dengan beberapa orang Bavenossa."

"Koreksi: kamu jadi samsak orang-orang Bavenossa."

"Kita harus bicara soal ini, Altin," kata Agim. "Aku menerima telepon dari kakak tunanganmu. Dia sudah dengar kejadian semalam dan tidak senang dengan sikapmu. Dia sedang mempertimbangkan ulang persatuan kalian, takut kamu membahayakan adiknya."

"Ayah tak perlu khawatir. Itu tidak akan terulang, dan aku sendiri yang akan bicara dengan kakak iparku untuk menyelesaikan semuanya. Pernikahan ini akan terjadi, apa pun yang terjadi."

"Sekarang kamu tertarik pada pernikahan ini, Kak?" goda Besnik.

"Anggap saja pernikahan ini mungkin tidak seburuk itu. Dia perempuan cerdas, cekatan, tahu cara membawa diri. Dia akan jadi pengantin yang baik."

"Dan fakta bahwa katanya dia salah satu perempuan tercantik di kalangan mafia sama sekali tidak terpikir olehmu?"

"Itu tak relevan sekarang. Aku hanya merasa seorang Don pantas punya istri seperti dia."

"Mereka datang hari Jumat," kata Hana.

"Dimengerti."

"Dan kamu, Besnik, jemput tamumu supaya dia bisa sarapan. Dia tidak akan dikurung di dalam rumah."

"Tapi pemandangan itu cuma untuk mataku."

"Kamu mau membantah?"

"Tentu tidak, Ibu." Besnik berdiri. "Aku jemput dia." Ia naik tangga.

Beberapa menit kemudian ia kembali ke ruang makan bersama Intan.

"Ada apa, Intan?" tanya Nadira begitu melihat sahabatnya juga ada di sana.

"Dia menculikku dan memaksaku pakai gaun tidur tipis. Katanya yang indah itu untuk dipamerkan."

"Dipamerkan cuma untukku, jelas ya," kata Besnik, memandang perempuan yang mengenakan jubah mandi yang menutupi lekuk tubuhnya. "Banyak sekali yang bisa dilihat."

"Selamat pagi," sapa Drilon sambil duduk. "Perlu kusuruh singkirkan semua pisau?" tanyanya pada Nadira, yang sedang mengambil makanan.

"Asal jangan membuatku jengkel dan biarkan aku pergi."

"Itu tidak akan terjadi, Cantik. Apalagi dengan gadis kecilku." Ia memandang bayi yang sedang mengunyah potongan roti. "Makhluk paling manis milik ayahnya. Hanya akan lebih sempurna kalau aku membuatnya dengan cara tradisional."

"Jaga ucapanmu di depan anak kecil," tegur Hana.

"Maaf. Jadi, rencana hari ini apa?"

"Sebentar lagi ada pertemuan di pelabuhan. Ada beberapa tikus yang bikin masalah," kata Besnik.

"Baiklah, kita berangkat. Ibu, bisa tolong sisihkan sedikit make-up yang Ibu pakai?" tanya Altin.

"Nanti kutaruh di kamarmu. Dan jangan cari gara-gara."

"Tenang saja. Ayo." Ketiga bersaudara itu keluar dari ruang makan.

Bintang tinggal bersama kakek dan neneknya yang terpesona oleh kehadiran si kecil, sementara dua sahabat itu mengobrol.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!