Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.
Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3: Darah Dibayar dengan Darah
Kapten Zhao mundur tiga langkah dengan keringat dingin membasahi seluruh punggungnya. Dua bawahannya yang merupakan petarung terlatih di Tingkat 8 baru saja dibantai seperti ayam potong tanpa sempat memberikan perlawanan sedikit pun!
Lebih mengerikan lagi, saat esensi darah dari kedua bawahannya masuk ke dalam tubuh Lin Xuan, aura di sekitar pemuda itu meledak hebat!
BOOM!
Gelombang Qi darah berwarna merah keemasan menyapu debu dan bebatuan di sekitar kaki Lin Xuan. Tulang-tulangnya berderak nyaring, dan kekuatannya langsung menembus batas menuju Penempaan Tubuh Tingkat 9 (Puncak)—hanya selangkah dari Ranah Pembukaan Meridian!
"Monster... kau bukan manusia! Teknik iblis apa yang kau pelajari di jurang ini?!" suara Kapten Zhao bergetar hebat. Ia tahu betul bahwa dirinya bukan lagi tandingan pemuda di hadapannya. Tanpa memedulikan harga dirinya sebagai kapten, ia langsung membalikkan badan dan berlari sekuat tenaga menuju jalur keluar jurang!
"Aku harus melapor kepada Tetua Agung dan Tuan Muda Haotian! Jika bocah ini dibiarkan hidup, seluruh Klan Lin akan tamat!" batin Kapten Zhao dengan panik.
Namun, di belakangnya, suara langkah kaki Lin Xuan bahkan tidak terdengar terburu-buru.
"Datang saat ingin membunuhku, lalu kabur saat sadar tidak mampu menang?" suara dingin Lin Xuan terdengar tepat di sebelah telinga kanan Kapten Zhao. "Apakah menurutmu aku akan membiarkan seekor anjing kembali untuk memberi peringatan pada tuannya?"
Kapten Zhao menoleh dengan mata melotot ngeri. Dengan Langkah Bayangan Darah tingkat Sempurna, kecepatan lari Kapten Zhao tampak seperti kura-kura yang merangkak di mata Lin Xuan.
"Lin Xuan! Ampuni aku! Aku hanya menjalankan perintah Tetua Agung!" teriak Kapten Zhao sambil berlutut di tanah setelah kakinya ditebas hingga patah oleh pedang hitam Lin Xuan. "Jika kau melepaskanku, aku bersedia menjadi mata-matamu di kediaman Tetua Agung! Aku tahu di mana Lin Zhen menyimpan seluruh harta rahasianya dan jadwal penjagaan gudang obat klan!"
Lin Xuan berdiri menjulang di hadapan Kapten Zhao yang bersimbah darah. Tatapan matanya tenang, dingin, dan tanpa sedikit pun gelombang emosi.
"Aku tidak pernah memercayai pengkhianat, apalagi anjing yang pernah mengarahkan pedangnya ke leherku," ucap Lin Xuan datar. " Adapun rahasia yang ada di kepalamu... aku bisa mengambilnya sendiri setelah kau mati."
"Kau—! Tidak! Arghhh!"
Telapak tangan Lin Xuan menekan puncak kepala Kapten Zhao. Fitur Perampasan Takdir dan Kitab Kaisar Penelan Langit bekerja secara bersamaan.
[Anda telah membunuh Kapten Penjaga Bayangan, Zhao Kui (Penempaan Tubuh Tingkat 9).] [Merampas Esensi Darah Murni +150! Poin Takdir +60!] [Mengekstrak fragmen memori target: Peta Penjagaan Kediaman Tetua Agung, Lokasi Gudang Obat Rahasia Klan Lin, dan Teknik Bela Diri Tinju Penghancur Bintang (Tingkat Kuning Atas).]
Tubuh Kapten Zhao terkulai lemas dan mengering. Lin Xuan berdiri tegak sambil memejamkan mata sejenak, mencerna seluruh informasi yang baru saja terekam jelas di dalam benaknya.
Dari memori Zhao Kui, Lin Xuan mengetahui bahwa tujuh hari lagi, Tetua Agung Lin Zhen akan mengadakan perjamuan besar di Kota Awan Merah untuk merayakan keberhasilan Lin Haotian menyatu dengan Tulang Kaisar Kuno, sekaligus mengumumkan pertunangan resmi antara Lin Haotian dan Su Qingxue.
"Tujuh hari lagi?" Lin Xuan membuka matanya. Sebersit niat membunuh yang begitu pekat hingga membuat udara di sekitarnya terasa membeku terpancar dari sorot matanya.
"Bagus. Sebelum hari ketujuh tiba, aku akan memotong satu per satu tangan dan kaki Tetua Agung di Kota Awan Merah, menembus Ranah Pembukaan Meridian, dan mengubah pesta pertunangan mereka menjadi upacara pemakaman massal."
Lin Xuan menyarungkan pedang patah besi hitamnya ke punggung, lalu melesat naik menapaki tebing curam Jurang Tulang Iblis menuju Kota Awan Merah.