Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.
Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.
Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.
Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.
Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.
Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Pulau Macan Eco Lodge
Keesokan harinya.
Alea dan Prabu sudah tiba di penginapan mereka yakni Pulau Macan Eco Lodge, terletak di wilayah Kepulauan Seribu Utara, DKI Jakarta. Pulau privat ini dapat ditempuh sekitar sembilan puluh menit menggunakan yacht langsung dari Marina Ancol, Jakarta Utara.
"Mas Prabu, euumm..." Alea mele_nguh saat Prabu sudah menggempur dirinya di bawah sana dengan lidah dan jarinya.
Ya, suasana kamar yang awalnya dingin karena AC, mendadak cuacanya berubah panas terik seperti matahari siang hari ini di luar sana. Terdengar deburan ombak pantai yang menemani panas sepasang pengantin baru tersebut saat ini.
Didera hasrat yang sedang full baterai alias membara sekaligus rasa penasaran pada tubuh Alea yang begitu mirip seperti kejadian tujuh tahun yang lalu, Prabu langsung membawa sang istri bermandi keringat di siang bo_long. Padahal keduanya baru setengah jam yang lalu tiba di penginapan.
Alea tak mampu menolak. Lebih tepatnya reaksi tubuhnya sendiri. Prabu begitu piawai membuat tubuh Alea bereaksi cepat hingga lemas dan basah kuyup, terutama di bawah sana.
Sebenarnya sejak pagi tadi, Alea benar-benar heran dengan kekuatan fisik Prabu terutama megalodon sang suami yang dulu dikabarkan impo_ten selama menikah dengan Kinan. Akan tetapi yang terjadi ketika Prabu menikah dengannya, sangat jauh berbeda.
Sama sekali tak terlihat bila ada tanda impo_ten.
Megalodon Prabu selalu on fire terutama berdekatan dengan dirinya.
Bahkan tadi pagi setelah Subuh, Prabu sudah mengajak dirinya kembali mengusak sprei ranjang hotel hingga kusut karena gempa lokal yang mereka lakukan. Mandi bersama yang penuh sentuhan in_tim pun juga Prabu lakukan setelahnya.
Kini di penginapan di Pulau Macan, Prabu bak singa jan_tan yang sedang kehausan. Seakan Prabu sedang melakukan aksi penebusan yakni rapelan malam pemersatu bangsa yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dilakukannya dengan baik karena megalodonnya selalu mati suri.
Alea berniat mempertanyakan kembali tentang impo_ten dan kesehatan Prabu saat ini, tapi semua itu hanya mampu Alea pendam di hati. Ia masih takut hal ini menyinggung perasaan Prabu.
"Mass...aku capek," rengek Alea yang sudah mengalami pelepasan berkali-kali hingga kakinya terasa seperti agar-agar lemas tak bertulang.
"Sabar ya, Sayang. Bentar lagi aku sampai,"
Dan tak berselang lama, Prabu pun mencapai puncaknya.
"Arrggg..." Prabu menge_rang dan memenuhi kembali rahim Alea dengan benihnya.
Mereka berdua sepakat tak memakai K B karena faktor usia, sekaligus keluarga besar di kedua belah pihak sudah menanti cucu dari Prabu dan Alea.
Cup...
"Makasih Sayang..."
"Eumm..." balas Alea seraya tersenyum sembari mengatur nafasnya sendiri yang masih tak beraturan akibat gempuran dahsyat melenakan dari Prabu.
Setelah melakukan hubungan in_tim suami-istri, Prabu selalu meratukan Alea dengan sikap yang sigap dan telaten. Bahkan tak jijik membersihkan area vi_tal Alea di bawah sana demi membuat sang istri selalu nyaman.
Alea semakin berbunga-bunga karena merasa dicintai oleh Prabu.
☘️☘️
Keduanya kini masih berada di atas ranjang. Namun, Alea telah memakai piyama tidur motif bunga-bunga tanpa lengan yang panjangnya selutut.
Sedangkan Prabu bertelan_jang dada dengan memakai celana pendek saja.
"Mas Prabu aku lemes banget. Huhu..." rengek Alea yang mendadak keluar sifat manjanya.
Akan tetapi, Alea tak berniat seperti itu. Ia hanya sekadar mengatakan agar sang suami tau kalau dia benar-benar letih.
"Maaf ya..." ucap Prabu tulus seraya tangannya tanpa dikomando memijat kaki Alea.
"Eh, enggak apa-apa Mas. Aku cuma bilang lagi capek aja. Udah, gak perlu pijat kakiku begitu. Aku gak enak sama Mas Prabu. Harusnya istri pijatin kaki suami," cegah Alea.
"Udah enggak apa-apa. Suami juga perlu pijat istrinya kalau capek. Apalagi kamu begini juga karena ngelayanin aku,"
"Itu udah kewajiban aku sebagai istri Mas Prabu,"
"Nanti setelah ini aku panggil pijat profesional ke sini. Kebetulan di hotel ini ada fasilitas pijat kalau capek olahraga,"
"Aku kan belum olahraga air, Mas."
"Iya, kamu capek begini karena aku ajak olahraga ranjang." Goda Prabu.
"Ah, Mas Prabu. Bikin aku malu aja," cicit Alea seraya wajahnya bersemburat merah merona.
"Kenapa malu?"
"Jangan omong itu!" protes Alea.
"Tadi siapa ya di tengah permainan yang bilang lebih dalam lagi Mas?" goda Prabu semakin gencar.
PLUGH...
Seketika bantal di samping Alea yang sedang rebahan, langsung melayang ke arah Prabu. Namun tak mengenai sang komandan batalyon yang sangat berpengalaman menangkis serangan lawan di medan perang tersebut.
"Mas Prabu tadi pasti abis minum obat kuat," ucap Alea. Prabu sontak menggeleng.
"Bohong! Ngaku deh Mas," ledek Alea.
"Beneran. Masa komandan perlu minum obat begituan," jawab Prabu jujur.
Alea benar-benar heran akan stamina Prabu yang sungguh luar biasa. Amazing dan no kaleng-kaleng.
"Kok itu nya mas gak ada capeknya?"
"Itu yang mana?" balas Prabu sengaja menggoda Alea.
"Ishh !!" seru Alea seraya mengerucutkan bibirnya hingga maju ke depan beberapa centi.
"Bu komandan minta dicium lagi nih," ledek Prabu melihat bibir Alea yang begitu menggodanya.
"Udah bengkak nih bibirku!" gerutu Alea.
"Bagus kok. Bibir Bu komandan jadi kelihatan lebih berisi daripada saat awal kita menikah,"
"Huft !!" keluh Alea. "Kapan kita main ke pantai nya, Mas?"
"Besok pagi saja. Sekarang udah sore. Sebentar lagi matahari tenggelam dan gelap," jawab Prabu.
"Padahal tadi niatnya pas sampai di sini, Mas Prabu bakal ajak aku snorkeling di Pulau Pari. Kenapa malah langsung ke hotel?"
"Dia mendadak bangun jadi harus ditidurkan. Cuma kamu yang bisa ninaboboin dia," jawab Prabu seraya pandangan matanya melirik ke arah megalodon di bawah perutnya.
"Dasar alesan! Mas Prabu yang mau, bukan dia!" desis Alea seraya menunjuk si megalodon milik suaminya.
"Haha..." Prabu seketika tertawa di depan Alea.
Pemandangan langka yang belum Alea lihat sebelumnya. Prabu yang terkenal komandan dingin yang dijuluki orang-orang kulkas dua belas pintu, tak pernah sembarangan senyum pada orang lain apalagi tertawa.
Namun sore ini, Alea melihat tawa bahagia Prabu begitu lepas.
"Setelah ini kita mandi terus lihat senja di depan kamar," ucap Prabu yang kini tengah memeluk tubuh Alea dari samping.
"Mas,"
"Hem,"
"Apa Mas bahagia?" tanya Alea seraya menatap wajah Prabu dengan serius.
"Maksudmu?" balas Prabu yang melihat sorot mata Alea menyiratkan sesuatu yang lebih dalam di pertanyaan singkat tersebut.
Oleh karena itu, Prabu ingin mempertegas pertanyaan Alea karena ia tak ingin salah menjawabnya yang bisa berdampak pada perasaan Alea sekaligus hubungan mereka.
Banyak pelajaran berharga dari pernikahannya dengan Kinan di masa lampau sehingga membuat Prabu lebih berhati-hati dalam segala ucapan maupun tindakan pada pasangannya.
"Maksudku, apa Mas Prabu puas saat kita di atas ranjang?" tanya Alea memberanikan diri. "Aku tak mahir dan tak sempurna," sambungnya dengan suara lirih.
Alea tak ingin ada kepalsuan atau kebohongan di dalam rumah tangganya. Ada ketakutan dalam hatinya jika Prabu mencintainya hanya karena rasa kasihan atau hal yang lain.
Bersambung...
🍁🍁🍁
*Manis-manis dulu ya, setelah ini bersiap konflik utama nya aku mainkan.
aq demen nihh author yg begini, mamak² itu harus melek politik😍👍
bikin penasaran aja nich 🤔