Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 08.
Dari dalam hutan aku melihat mereka berburu, makan, tidur, bertengkar dan kembali berburu, aku hanya mengati mereka dan mulai hafal kebiasaan mereka sepenuhnya.
Hogoblin tidak terlihat begitu waspada, mereka sering berpencar ketika berburu, namun ketika salah satu dari mereka berada dalam bahaya, hogoblin akan meraung memberikan panggilan meminta bantuan pada kelompoknya.
Keesokan harinya aku melihat satu kesempatan datang, ada satu hogoblin berjalan sendirian meninggalkan kelompoknya menuju sebuah sungai kecil, aku terus mengikutinya dengan hati-hati.
Aku menunggu dan tidak buru-buru, saat hogoblin itu mulai minum, aku merendahkan tubuh, tanganku menggenggam pedang taring.
Fwiish!
Keluar dari balik pohon dan pedang taring langsung mengarah ke lehernya, namun hogoblin itu menahan serangan goblin dengan kapak batunya, goblin terkejut melihat reaksi atau refleknya yang cepat "GRRAAA!.." ia mengayunkan kapaknya, goblin melompat ke samping "DUAKH!" tanah tempat goblin berdiri tadi sebelumnya hancur.
Slash!
Goblin menyerang dari samping dan berhasil melukai hogoblin tapi lukanya tidak terlalu dalam, hogoblin mundur sedikit dan menyerang lebih ganas dari sebelumnya.
Goblin menghindari semua serangannya dengan cepat, serangannya itu terlihat berat dan kuat, setiap pukulannya membuat tanah jadi hancur.
Pertarungan berlangsung selama 2 jam lebih dan nafas goblin terlihat berat "Hah.. Hah..." goblin mundur beberapa langkah tapi hogoblin itu masih berdiri tegak tanpa kelelahan sedikitpun.
Goblin terlihat cepat lelah dan kehabisan stamina karena ia menggunakan seluruh kekuatan dan kecepatannya dari awal hingga sekarang, berbeda saat ia bertarung dengan goblin slayer yang mampu bertarung hingga 6 jam lebih karena kekuatannya tidak ia keluarkan sejak awal.
Setelah cukup lama, akhirnya goblin berhasil memberikan luka fatal pada hogoblin, anehnya lagi hogoblin itu tidak terlihat kelelahan meskipun sudah terluka cukup parah.
"...Aku mengerti!" menggertakkan gigi "Hogoblin memiliki stamina yang luar biasa!" goblin kembali bertarung.
STAB!
Goblin berhasil menusuknya, hogoblin terdiam lalu terhuyung, goblin pikir dia menang, namun tiba-tiba hogoblin itu meraung keras "GRROOAA!!" seketika terdengar suara langkah kaki dari kejauhan dan goblin tahu kalau itu adalah hogoblin lain akan datang.
"...Sial! Mereka datang!" goblin berbalik dan langsung melarikan diri karena ia tahu kalau dirinya tidak akan menang melawan banyak hogoblin sekarang.
Mereka mengejar goblin, tapi goblin lebih cepat dan segera masuk ke dalam lubang kecil di bawah akar pohon sambil menahan nafas, langkah kaki mereka melewati tempat persembunyiannya, saat mereka menjauh "Hah.." tangannya bergetar bukan karena takut, tapi kelelahan.
Goblin hampir berhasil mengalahkan satu hogoblin, sialnya bantuan datang dan menggagalkannya, yang membuatnya lebih kesal dari itu adalah stamina hogoblin yang benar-benar kuat, bahkan saat sudah terluka parah pun hogoblin tidak terlihat kelelahan sedikitpun.
"Jadi itu kelebihan mereka?..." tersenyum tipis "...Kalau begitu aku juga harus beradaptasi dan memiliki stamina yang sama kuat!"
Hari berikutnya goblin menemukan target baru dan langsung menyerang hogoblin yang sedang sendirian itu, pertarungannya hampir sama seperti sebelumnya dan ia kabur lagi.
Menyerang lagi.
Mundur lagi.
Menyerang lagi.
Mundur lagi.
Hari demi hari pertarungan terus berulang, namun setiap kali goblin bertarung staminanya terasa sedikit berbeda, nafas yang sebelumnya cepat habis, kini mulai bertahan lebih lama, begitupun dengan kecepatan dan kekuatannya ikut bertambah karena adaptasi.
Hari ke sepuluh.
Goblin kembali menyerang satu hogoblin lagi, tapi kali ini goblin tidak serius dan hanya ingin menguji seberapa lama stamninanya bertahan.
Goblin terlihat terus bergerak menghindar, menyerang, bertahan dan terus mengulang berjam-jam lamanya, hingga ia melihat untuk pertama kalinya hogoblin itu kelalahan "Kau bisa kelelahan juga!..." tersenyum kecil dan merasa puas karena sekarang stamina nya sudah melebihi hogoblin itu.
Stab!
Pedang taring menembus perut hogoblin, tubuh besarnya perlahan jatuh, bahkan belum sempat memanggil bantuan.
Brugh!
Goblin berdiri di depannya, nafasnya masih sedikit berat tapi masih bisa berdiri tegak "Akhirnya!... Aku bisa!" tersenyum puas.
Beberapa hari setelah itu, goblin mulai berani menantang tiga hogoblin sekaligus, bukan karena sombong atau ceroboh, tapi untuk membuktikan hasil latihannya.
"...Tiga hogoblin" jongkok di atas pohon dan bersiap untuk menyerang mereka semua "GRRAA!" ketiga goblin itu menyadari keberadaan goblin dan langsung menyerangnya "DUAKH!" kapak batu mulai membabi-buta seperti biasa.
Goblin menghindarinya lalu menyerang balik 'Slash!' pedang taringnya berhasil menembus bahu hogoblin cukup dalam "GRRAA!" hogoblin kedua menyerang dari belakang tapi goblin berputar dengan cepat.
Sayangnya hogoblin ketiga juga menyerang dari samping dan membuat goblin terkena serangan telak "BUKH!" tubuhnya terlempar dan berguling di tanah "Hah.. Hah.. Sakit sekali!" berusaha bangkit.
Pertarungan kembali berlangsung dan memakan waktu berjam-jam lamanya, serangan demi serangan saling beradu dan bertabrakan, luka-luka mereka terlihat semakin memburuk.
Matahari mulai tenggelam, bayangan pohon berubah, tetesan darah membasahi tanah, satu persatu ketiga hogoblin itu mulai kehilangan tenaga dan akhirnya mereka terjatuh.
Goblin menopang tubuh dengan pedang taringnya "Staminaku bertambah lagi!" menatap tiga tubuh hogoblin itu kemudian tertawa kecil "...Tubuhku benar-benar berubah lagi!"
Dirinya masih belum puas dengan stamina ini, ia masih ingin bertambah lebih kuat lagi dan akan terus bertarung dengan para hogoblin.
Selama ini ia hanya menunggu para hogoblin keluar sendirian atau bertiga saja, tapi kali ini goblin berfikir tentang kelompok penuh hogoblin dan ingin sekali melawan mereka semua dalam jumlah penuh.
Tapi sebelum itu, goblin mengasah kemampuannya terlebih dahulu dengan cara bertarung seperti biasa yaitu melawan 3 atau 4 hogoblin sekaligus dengan rutin hingga dirinya merasa cukup.
Dua bulan sudah ia di wilayah hogoblin ini.
Goblin berdiri di atas bukit tinggi sambil melihat ke bawah sana dimana sekelompok hogoblin penuh berkumpul, matanya menghitung jumlah mereka "Sebelas!..." dia menarik nafas panjang, tangannya menggenggam erat pedang taring.
Goblin langsung melompat turun ke bawah "GRRAAA!!" salah satu hogoblin melihatnya dan membuat hogoblin yang lain melihatnya juga.
Satu goblin melawan sebelas hogoblin.
DUAKH!
CLANG!
BUKH!
Goblin terus bergerak lincah, cepat, kuat, tenang dan fokus, jika ia berhenti atau salah gerakkan saja maka dirinya akan langsung mati.
Memanfaatkan medan tempur yang di kelilingi pohon besar, menyerang dari samping, mundur, kembali ke balik pepohonan untuk berlindung, menyerang lagi.
Melawan satu hogoblin mungkin sudah sangat mudah baginya, tiga atau empat hogoblin masih bisa ia lakukan cukup cepat, tapi sekarang ada sebelas dan semuanya menyerang secara bersamaan dan itu sudah pasti berbeda.
Untuk menjatuhkan satu hogoblin sekarang ini tidak semudah saat satu lawan satu, dan goblin terlihat kesulitan melawan sebelas hogoblin sekaligus.
Gerakannya terus mengulang, strategi nya masih sama, waktu terus berlalu hingga berjam-jam, tubuhnya mulai terkena serangan-serangan dari mereka, namun goblin terus bergerak tanpa henti dan sekarang dirinya benar-benar sedang beradu stamina.
Goblin menggertakkan giginya "...Masih belum!"
Goblin maupun hogoblin memang tidak bisa menghitung jam, tapi jika melihat matahari sekarang, pertarungan mereka sudah memakan waktu sekitar sepuluh jam kurang lebih dan itu adalah rekor baru bagi goblin yang masih terus bertarung tanpa henti.
Terlihat sudah ada beberapa hogoblin yang tergeletak alias mati dan tersisa dua lagi.
DUAAKH!
Goblin menghantamkan batu besar tepat di kepala salah satu hogoblin itu hingga tewas "Hah.. Hah... Satu lagi!" nafas berat dan mata sayu kelelahan.
Ia mengambil pedang taringnya yang terjatuh dan melemparkannya dengan keras.
Jlebh!!
Pedang taringnya tepat menancap di dahi si hogoblin yang terakhir "Brukh!" tubuh hogoblin terjatuh dan memberikan suasana hening.
Goblin berdiri di tengah tanah yang penuh bekas pertarungan mereka, tangannya gemetar bukan tak memiliki tenaga atau kehabisan stamina, tapi dirinya tak percaya bisa menang dan masih bisa berdiri tegak.
Goblin tersenyum "...Staminaku!" ia merasa senang karena semua usahanya membuahkan hasil yang nyata.
Beberapa hari kemudian, ia kembali bertarung dengan kelompok penuh hogoblin yang berjumlah 15 ekor, dia kembali berhasil mengalahkan mereka semua, bahkan tidak merasa kelelahan lagi.
Tangannya mengepal "Sepertinya aku harus memasuki wilayah orc..." ia merasa kalau para hogoblin ini sudah tidak memberikannya kekuatan lagi dan ia memutuskan untuk masuk ke wilayah selanjutnya, yaitu wilayah orc.