Dua puluh tahun lalu, malam berdarah menghancurkan Klan Lin di Ibu Kota Yanjing. Lin Xuan, yang saat itu baru berusia lima tahun dan menderita keracunan meridian mematikan, diselamatkan oleh seorang pertapa misterius menuju Lembah Kabut Abadi di Pegunungan Kunlun. Di sana, ia digembleng oleh Tujuh Guru Agung yang masing-masing merupakan legenda hidup di bidangnya: pengobatan kuno, bela diri dalam (Neigong), alkimia, formasi/fengshui, senjata rahasia, strategi finansial bawah tanah, dan intelijen global.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Tangisan Darah Penyesalan Tang Ruoxue dan Tantangan Danau Xuanwu
Angin malam kembali berembus tenang di Lembah Hutan Gunung Zijin, namun bagi Tang Ruoxue, Tang Zhenguo, dan Chu Tianjiao yang masih terkapar di atas aspal, malam ini adalah mimpi buruk yang menghancurkan seluruh jiwa mereka!
Di depan mata mereka sendiri: Chu Tianjiao yang mereka banggakan sebagai calon penguasa Jiangnan kini terbaring lumpuh seperti anjing mati. Tetua Xue Mo yang mereka anggap sebagai dewa tak terkalahkan telah berubah menjadi abu di dasar kawah. Sedangkan pemuda yang tiga hari lalu dicampakkan dan dihina oleh Tang Ruoxue dengan lemparan cek sepuluh juta dolar... kini berdiri bermandikan cahaya keemasan seorang Martial Saint yang menguasai kekayaan triliunan dolar dan menentukan hidup mati seluruh provinsi!
Saat Lin Xuan perlahan membalikkan tubuhnya dan melangkah mendekati mereka, Tang Zhenguo langsung jatuh berlutut dan membenturkan kepalanya ke aspal hingga berdarah!
"Tuan Muda Lin! Ampuni kami, Tuan Muda Lin!!" Tang Zhenguo menangis meraung-raung. "Dua puluh tahun lalu ayah saya yang memaksa kami membocorkan surat dari ayah Anda kepada Klan Chu! Sekarang saya serahkan seluruh perusahaan dan harta Keluarga Tang kepada Anda, tolong jangan bunuh kami!"
Dan di samping ayahnya, Tang Ruoxue yang selama ini selalu mengangkat dagunya dengan angkuh bak putri kerajaan, akhirnya runtuh sepenuhnya.
Air mata penyesalan yang begitu pahit mengalir deras merusak riasan wajah cantiknya. Ia akhirnya sadar betapa buta dan bodohnya dirinya: ia telah membuang permata naga paling agung di dunia ini demi memungut sebutir kerikil kotor seperti Chu Tianjiao!
Bruk!
Tang Ruoxue menjatuhkan kedua lututnya ke atas aspal yang kasar, lalu merangkak maju sambil menangis tersedu-sedu untuk memeluk ujung sepatu Lin Xuan!
"Lin Xuan! Suamiku! Aku salah... Ruoxue benar-benar buta dan bodoh!!" Tang Ruoxue menangis histeris hingga suaranya serak. "Tiga hari lalu aku ditipu oleh kata-kata manis Chu Tianjiao! Sebenarnya di dalam hatiku aku masih ingin menjadi tunanganmu! Tolong beri aku satu kesempatan lagi, Lin Xuan... Meskipun kau sudah memiliki Su Qingxue, aku tidak keberatan! Aku rela menjadi selirmu, bahkan menjadi pelayan pencuci kakimu seumur hidup, asalkan kau memaafkanku dan tidak membuangku!!"
Melihat Tang Ruoxue merangkak memohon cinta di kaki Lin Xuan sambil mencampakkannya begitu saja, Chu Tianjiao yang terbaring lumpuh di dekat situ langsung memuntahkan seteguk darah lagi karena marah dan terhina!
Namun, Lin Xuan langsung melangkah mundur setengah langkah, tidak membiarkan tangan Tang Ruoxue menyentuh ujung sepatunya sedikit pun.
Dari dalam mobil Maybach, Su Qingxue keluar dan berdiri anggun di samping Lin Xuan, menatap Tang Ruoxue yang merangkak di tanah dengan tatapan tenang tanpa sepatah kata pun—namun perbedaan derajat di antara kedua wanita itu kini bagaikan langit kesembilan dan lumpur di dasar selokan!
"Tang Ruoxue, saat aku turun gunung dengan pakaian sederhana, kau memandangku seperti sampah dan melempar uang sepuluh juta dolar ke wajahku," ujar Lin Xuan dengan suara datar tanpa sedikit pun gelombang emosi. "Sekarang setelah kau melihat kekayaan dan kekuatanku yang sesungguhnya, kau merangkak dan memanggilku suamimu? Di mataku, jangankan menjadi pelayanku, melihat wajahmu satu detik lagi saja sudah membuatku mual."
Lin Xuan menatap dingin ke arah Tang Zhenguo.
"Untuk hutang pengkhianatan Keluarga Tang dua puluh tahun lalu: malam ini juga seluruh aset, rumah, dan saham Keluarga Tang disita untuk disumbangkan ke panti asuhan atas nama mendiang orang tuaku. Tang Zhenguo, aku menghancurkan meridian kakimu agar kau duduk di kursi roda seumur hidup untuk merenungi dosamu di depan makam Klan Lin."
Krak!
Satu jentikan jari Lin Xuan mematahkan urat kaki Tang Zhenguo, membuat pria paruh baya itu menjerit kesakitan!
"Dan untukmu, Tang Ruoxue," Lin Xuan menatap wanita yang menangis pucat di bawah kakinya itu untuk terakhir kalinya. "Aku tidak akan membunuhmu. Aku ingin kau hidup sebagai pengemis di jalanan Kota Jinling dengan wajah itu, menyaksikan dari bawah bagaimana aku dan Qingxue berdiri di puncak dunia, agar setiap detik sisa hidupmu dipenuhi oleh penyesalan yang lebih menyakitkan daripada kematian!"
Lin Xuan berbalik menuju mobilnya. Namun sebelum ia masuk, ia melirik ke arah Chu Tianjiao yang gemetar di tanah.
"Bawa sampah dari Klan Chu ini pulang ke rumahnya," ucap Lin Xuan dingin kepada sopir Klan Chu yang masih hidup. "Sampaikan kepada Patriark Klan Chu dan leluhur tua kalian: dua puluh tahun lalu Klan Chu ikut menikmati harta rampasan dari darah Klan Lin. Besok siang pukul dua belas, aku menunggu seluruh Klan Chu di tepi Danau Xuanwu untuk menyerahkan kepala mereka!"
Keesokan paginya, berita tentang hancurnya Keluarga Tang dalam semalam, lumpuhnya Chu Tianjiao, dan tewasnya Tetua Xue Mo mengguncang seluruh Provinsi Jiangnan bagaikan gempa bumi dahsyat!
Dan tepat pukul sembilan pagi, sebuah maklumat tantangan bersegel emas dikeluarkan langsung dari kediaman terdalam Klan Chu di Jinling, disebarkan ke seluruh perguruan bela diri dan keluarga konglomerat di wilayah selatan:
"Leluhur Tertinggi Klan Chu sekaligus Pelindung Dunia Bela Diri Jiangnan — Grandmaster Agung Chu Canghai, yang telah bertapa selama enam puluh tahun dan mencapai ranah Setengah Langkah Martial Saint, resmi keluar dari pertapaan! Siang ini pukul dua belas tepat di atas permukaan air Danau Xuanwu, Chu Canghai akan menebas kepala bocah lancang Lin Xuan dengan tangan kosong di hadapan seribu pendekar Jiangnan!"
Di balkon lantai puncak gedung Jinling Grand Palace, Lin Xuan yang sedang menikmati sarapan pagi bersama Su Qingxue, Qin Rou, dan Xia Wanqiu membaca maklumat tersebut sambil tersenyum tipis.
"Bertarung di atas permukaan air Danau Xuanwu?" Lin Xuan meletakkan cangkir tehnya dan menatap ke arah kilauan air Danau Xuanwu di kejauhan. "Bagus sekali. Setelah aku menenggelamkan orang tua dari Klan Chu itu ke dasar danau siang ini, Provinsi Jiangnan akan resmi berganti tuan."